QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 57 [QS. 16:57]

وَ یَجۡعَلُوۡنَ لِلّٰہِ الۡبَنٰتِ سُبۡحٰنَہٗ ۙ وَ لَہُمۡ مَّا یَشۡتَہُوۡنَ
Wayaj’aluuna lillahil banaati subhaanahu walahum maa yasytahuun(a);

Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan.
Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki).
―QS. 16:57
Topik ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
16:57, 16 57, 16-57, An Nahl 57, AnNahl 57, An-Nahl 57

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 57

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 57. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengungkapkan kejahatan orang-orang musyrikin dalam bentuk yang lain, mereka telah berlebih-lebihan dalam kejahatan mereka yaitu mereka telah menuduh bahwa Allah mempunyai anak-anak perempuan.
Anggapan serupa ini adalah suatu kebodohan dan kejahatan yang di lakukan terhadap pencipta mereka, yang mengatur urusan mereka bahkan yang berhak disyukuri.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan mereka menjadikan Malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 19)

Orang-orang musyrikin itu bukan saja menganggap bahwa malaikat-malaikat itu anak-anak perempuan Allah, bahkan merekapun memuja malaikat-malaikat itu di samping memuja Allah.
Perbuatan mereka yang demikian ini dinilai sebagai perbuatan dosa besar dan kesesatan yang sangat, karena mereka menuduh sesuatu kepada Allah dengan tuduhan yang tidak semestinya ialah bahwa Allah mempunyai anak-anak perempuan, padahal mereka sendiri tidak sudi mempunyai anak-anak perempuan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil

(Q.S. An-Najm [53]: 21-22)

Dan firman Nya:

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannva benar-benar mengatakan: “Allah beranak”.
Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.
Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan dari pada anak laki-laki.
Apakah yang terjadi padamu?
Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?

(Q.S. As-Saffat [37]: 151-154)

Sehubungan dengan ayat itu Ibnu Abbas berkata:

Kamu telah beranggapan bahwa saya mempunyai anak-anak perempuan, kamu relakan aku mempunyai anak-anak perempuan, padahal kamu sendiri tidak merelakan kamu mempunyai anak-anak perempuan”.
Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia Maha Suci dari segala tuduhan mereka.
Sungguh, sangat keji apabila mereka menyukai anak laki-laki saja tidak menginginkan anak-anak perempuan yang tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka menjadikan sesuatu yang mereka benci sebagai milik Allah.
Mereka mengira bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah dan mereka pun menyembahnya.
Mahasuci Allah dari semua itu.
Sementara mereka menjadikan sesuatu yang mereka sukai sebagai milik mereka, yakni anak-anak lelaki.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan) yaitu melalui perkataan mereka, bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah (Maha Suci Allah) ungkapan yang menyucikan-Nya daripada apa yang mereka duga (sedangkan untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai) memilihnya, artinya anak-anak lelaki.

Jumlah kalimat ini menjadi mahal rafa’, atau menjadi mahal nashab dari fi’il yaj’aluuna.

Artinya mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan yang mereka sendiri membencinya, sedangkan pada kenyataannya Dia Maha Suci dari mempunyai anak, kemudian mereka menetapkan untuk diri mereka sendiri anak-anak lelaki yang mereka pilih sendiri.

Dengan demikian berarti mereka ingin merasa lebih unggul, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh firman-Nya yang lain, yaitu, “Tanyakanlah (hai Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) apakah untuk Rabb kalian anak-anak perempuan dan untuk mereka anak-anak laki-laki.” (Ash-Shaffat 149).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir itu menetapkan anak-anak perempuan bagi Allah, lalu mereka mengatakan :
Malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.
Mahasuci Allah dari ucapan mereka.
Sementara mereka menetapkan untuk diri mereka sendiri apa yang mereka sukai, yaitu anak-anak laki-laki.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan.
Mahasuci Allah.

Yakni Mahasuci Allah dari perkataan dan apa yang mereka buat-buat itu.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan, “Allah beranak.” Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?
Apakah yang terjadi pada kalian?
Bagaimana (caranya) kalian menetapkan?
(Q.S. As-Saffat [37]: 151-154)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…sedangkan untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki).

Maksudnya, untuk diri mereka sendiri mereka memilih anak-anak laki-laki, enggan menerima anak-anak perempuan yang kemudian mereka nisbatkan kepada Allah.
Mahatinggi Allah dari ucapan mereka dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 57 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 57 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 57 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:57
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.5
Ratingmu: 4.7 (29 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta