QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 55 [QS. 16:55]

لِیَکۡفُرُوۡا بِمَاۤ اٰتَیۡنٰہُمۡ ؕ فَتَمَتَّعُوۡا ۟ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ
Liyakfuruu bimaa aatainaahum fatamatta’uu fasaufa ta’lamuun(a);

Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka, maka bersenang-senanglah kamu.
Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).
―QS. 16:55
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Pertemuan malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang
16:55, 16 55, 16-55, An Nahl 55, AnNahl 55, An-Nahl 55

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 55

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 55. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian daripada itu Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan bahwa Dia membiarkan mereka mengingkari nikmat-nikmat-Nya yang telah diberikan kepada mereka itu, membiarkan mereka mengingkari Zat yang berkuasa menghilangkan mara bahaya yang menimpa mereka karena dorongan, kemauan, karena kekafiran dan kemaksiatan yang menyelubungi hati mereka, sehingga mengingkari Allah yang perkasa melepaskan diri mereka dari marabahaya.

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa biarlah mereka itu menikmati kehidupannya di dunia dan memuaskan hawa nafsu mereka sehingga tiba saatnya ajal yang telah merenggut mereka.
Sesudah itu roh mereka akan kembali kepada Tuhan mereka dan mereka akan mengetahui dengan seyakin-yakinnya akibat dari keingkaran dan pembangkangan mereka pada saat terjadinya hari pembalasan.
Dan mereka akan menyesali perbuatan mereka dengan penyesalan yang tak berguna lagi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hal itu terjadi pada diri mereka agar kesudahan nasib mereka adalah mengingkari karunia yang Kami berikan kepada mereka.
Maka bersenang-senanglah kalian, hai orang-orang kafir, dengan sesuatu yang tidak kalian syukuri itu.
Kelak kalian akan tahu akibat kekufuran yang kalian lakukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Biarkanlah mereka mengingkari apa yang telah Kami berikan kepada mereka) yaitu nikmat (maka bersenang-senanglah kalian) sebab kesepakatan kalian untuk menyembah berhala-berhala.

Amar atau perintah di sini mengandung pengertian ancaman.

(Kelak kalian akan mengetahui) akibat daripada hal tersebut.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Silahkan mereka mengingkari nikmat-nikmat Kami yang telah diberikan kepada mereka, di antaranya petaka dihilangkan dari mereka.
Bersenang-senanglah kalian dengan dunia kalian, dan akhir kesudahan dunia adalah lenyap.
Kelak kalian akan mengetahui akibat kekafiran dan kemaksiatan kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu dari kalian, .tiba-tiba sebagian dari kalian mempersekutukan Tuhannya (dengan yang lain), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka.

Menurut suatu pendapat, huruf lam yang terdapat di dalam firman-Nya, “Liyakfuru” menunjukkan makna akibat.
Menurut pendapat yang lainnya bermakna ta’lil, dengan kata lain, Kami tetapkan hal itu bagi mereka agar mereka kafir, yakni mereka menyembunyikan dan mengingkari nikmat Allah yang dilimpahkan kepada mereka.
Padahal Dialah yang telah melimpahkan nikmat-nikmat itu kepada mereka, Dialah yang melenyapkan bahaya itu dari mereka.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
mengancam mereka melalui firman-Nya:

…maka bersenang-senanglah kalian.

Artinya, berbuatlah sesuka hati kalian, dan bersenang-senanglah sebentar dengan kehidupan kalian.

Kelak kalian akan mengetahui.

akibat dari perbuatan kalian yang ingkar itu.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 55 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 55 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 55 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:55
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.9
Ratingmu: 4.5 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta