QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 54 [QS. 16:54]

ثُمَّ اِذَا کَشَفَ الضُّرَّ عَنۡکُمۡ اِذَا فَرِیۡقٌ مِّنۡکُمۡ بِرَبِّہِمۡ یُشۡرِکُوۡنَ
Tsumma idzaa kasyafadh-dhurra ‘ankum idzaa fariiqun minkum birabbihim yusyrikuun(a);

Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian dari pada kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain),
―QS. 16:54
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
16:54, 16 54, 16-54, An Nahl 54, AnNahl 54, An-Nahl 54

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 54

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta’ala mengungkapkan bahwa apabila Allah mengabulkan permintaan mereka itu yaitu Allah telah mengembalikan kesehatan mereka dan melepaskan penyakit yang mengancam jiwa mereka serta segala macam bencana yang mengganggu kehidupan mereka tiba-tiba mereka telah berubah dari keadaannya semula karena sebagian dari mereka itu telah mempersekutukan tuhan-tuhan yang lain kepada Allah.
Mereka telah memuja dan menyembah patung-patung yang diberinya kurban dengan binatang-binatang sembelihan.
Mereka tidak mensyukuri nikmat itu menurut tuntunan Zat yang memberikan nikmat itu tetapi mereka mensyukuri nikmat itu menurut kemauan hawa nafsu mereka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling.
Dan manusia adalah selalu tidak tahu terima kasih”.

(Q.S Al Isra’: 67)

Al Allusi di dalam tafsirnya Ruhul Ma’ani menjelaskan bahwa di dalam ayat itu terdapat isyarat bahwa perenang-perenang yang mahir pada hari ini ada yang memohon kepada pemujaan yang lain dari Allah yaitu pemujaan yang tidak mempunyai keuasaan untuk memberikan manfaat ataupun mudarat yaitu pada saat mereka ditimpa oleh bahaya.
Dan pada saat mereka berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala hal itu adalah suatu kebodohan yang sangat dan kesesatan dalam bentuk baru, bahkan lebih sesat daripada kesesatan bentuk lama.
Dan di antara yang mengejutkan ialah karena ia berhasil mempengaruhi orang-orang yang percaya kepada hari pembalasan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian apabila Allah mengabulkan permohonan kalian dan Dia mengangkat malapetaka itu dari kalian, sebagian kalian lupa akan hak Allah untuk diesakan dan disembah.
Mereka mempersekutukan Pencipta dan Pemelihara mereka dengan menyembah sekutu-sekutu selain Dia.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu daripada kalian, tiba-tiba sebagian daripada kalian mempersekutukan Rabbnya dengan yang lain).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian, apabila Dia telah menghilangkan ujian dan penyakit dari kalian, tiba-tiba segolongan dari kalian menjadikan sekutu-sekutu dan penolong-penolong di samping Rabb mereka yang memberikan anugerah keselamatan kepada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu dari kalian, .tiba-tiba sebagian dari kalian mempersekutukan Tuhannya (dengan yang lain), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka.

Menurut suatu pendapat, huruf lam yang terdapat di dalam firman-Nya, “Liyakfuru” menunjukkan makna akibat.
Menurut pendapat yang lainnya bermakna ta’lil, dengan kata lain, Kami tetapkan hal itu bagi mereka agar mereka kafir, yakni mereka menyembunyikan dan mengingkari nikmat Allah yang dilimpahkan kepada mereka.
Padahal Dialah yang telah melimpahkan nikmat-nikmat itu kepada mereka, Dialah yang melenyapkan bahaya itu dari mereka.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
mengancam mereka melalui firman-Nya:

…maka bersenang-senanglah kalian.

Artinya, berbuatlah sesuka hati kalian, dan bersenang-senanglah sebentar dengan kehidupan kalian.

Kelak kalian akan mengetahui.

akibat dari perbuatan kalian yang ingkar itu.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 54 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 54 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 54 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:54
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.8
Ratingmu: 4.4 (16 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta