QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 53 [QS. 16:53]

وَ مَا بِکُمۡ مِّنۡ نِّعۡمَۃٍ فَمِنَ اللّٰہِ ثُمَّ اِذَا مَسَّکُمُ الضُّرُّ فَاِلَیۡہِ تَجۡـَٔرُوۡنَ
Wamaa bikum min ni’matin faminallahi tsumma idzaa massakumudh-dhurru fa-ilaihi tajaruun(a);

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.
―QS. 16:53
Topik ▪ Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya
16:53, 16 53, 16-53, An Nahl 53, AnNahl 53, An-Nahl 53

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 53

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan yang wajib ditakuti hanyalah Allah karena semua nikmat yang mereka peroleh termasuk pula kesehatan dan kebahagiaan yang mereka peroleh dari nikmat-nikmat itu semata-mata dari Allah.
Maka kewajiban manusialah untuk mensyukuri nikmat yang tiada putus-putusnya itu dan memuji kebaikannya yang berlangsung terus kepada makhluk-makhluk-Nya yang tidak putus-putusnya.

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa apabila manusia itu ditimpa oleh kesukaran hidup, kesulitan, penyakit dan halangan-halangan lain yang mengganggu kesejahteraan mereka, ia menjerit meminta pertolongan kepada Allah dengan mengharapkan agar segala macam kesulitannya itu dapat terelakkan.
Hal ini adalah merupakan tabiat dari manusia bahwa apabila mereka berada dalam kesulitan terbayanglah di dalam pikiran kelemahan mereka dan adanya kekuasaan lain yang menguasai mereka, dan pengakuan yang murni bahwa dia tidak mungkin dapat menghilangkan kesulitan itu karena mereka memang tidak mempunyai kemampuan untuk mengatasinya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Nikmat apa saja yang datang kepada kalian adalah semata-mata dari Allah.
Maka jika kalian mendapatkan malapetaka, janganlah kalian memohon dengan suara lantang kecuali hanya kepada-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian maka dari Allahlah datangnya) tiada yang dapat mendatangkannya selain Dia.

Huruf maa di sini adalah syarthiyah atau maushulah (dan bila kalian ditimpa) tertimpa (kemudaratan) seperti kemiskinan dan sakit (maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan) mengangkat suara kalian untuk meminta pertolongan seraya berdoa kepada-Nya, dan niscaya kalian tidak akan meminta kepada selain-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Nikmat hidayah, sehat badan, kelapangan rizki, banyak anak, dan selainnya yang ada pada kalian, maka itu berasal dari Allah semata.
Dialah yang menganugerahkannya kepada kalian.
Kemudian, apabila kalian ditimpa penyakit, petaka dan kekeringan, maka hanya kepada-Nyalah hendaknya kalian memanjatkan doa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan bila kalian ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan.

Karena kalian telah mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melenyapkannya kecuali hanya Allah, maka sesungguhnya kalian di saat darurat (tertimpa bahaya) selalu meminta pertolongan kepada-Nya dengan permintaan yang sangat mendesak.
Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru kecuali Dia.
Maka tatkala Dia menyelamat­kan kalian ke daratan, kalian berpaling.
Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.
(Q.S. Al Israa [17]: 67)


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 53 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 53 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 53 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 16:53
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.7
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta