QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 50 [QS. 16:50]

یَخَافُوۡنَ رَبَّہُمۡ مِّنۡ فَوۡقِہِمۡ وَ یَفۡعَلُوۡنَ مَا یُؤۡمَرُوۡنَ
Yakhaafuuna rabbahum min fauqihim wayaf’aluuna maa yu’maruun(a);

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).
―QS. 16:50
Topik ▪ Malaikat ▪ Sifat-sifat malaikat ▪ Azab orang kafir
16:50, 16 50, 16-50, An Nahl 50, AnNahl 50, An-Nahl 50

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 50

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Di dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan ketaatan para malaikat dan semua makhluk yang ada di bumi, yaitu bahwa para malaikat dan semua makhluk yang ada di bumi tunduk di bawah kekuasaan Allah dan mereka tetap secara tekun melaksanakan apa yang diperintahkan Allah.

Apabila ditinjau dari hukum alam baik makhluk-makhluk hidup ataupun benda-benda mati yang ada di langit dan di bumi tidak dapat dan tidak mampu untuk menghindari diri dari ketentuan ketentuan Allah yang berlaku terhadap jagat raya dan isinya, seperti seorang bayi yang baru dilahirkan ia sudah tunduk pada gaya tarik menarik bumi, tidak ada seorang bayipun yang lahir melayang.
Dan tidak ada manusia yang berkuasa mengelakkan diri dari ketergantungannya terhadap zat asam pada saat bernafas.
Kesemuanya bernafas secara teratur mengambil zat asam dan mengeluarkan zat arang untuk kelangsungan peredaran darahnya.
Dan demikianlah yang berlaku pada makhluk-makhluk yang lain, semuanya terikat akan ketentuan-ketentuan hukum alam itu hingga ajal merenggut mereka.

Penjelasan ini sangat berguna kepada orang-orang yang mengingkari adanya Allah dan selalu membuat makar yang jahat itu, agar mereka menginsafi bahwa tidak ada ciptaan Allah yang dapat melepaskan diri dari kekuasaan Nya.
Maka dengan keterangan ini diharapkan agar mereka dapat mengakhiri keingkaran dan kejahatan itu, kembali ke fitrahnya semula yaitu tunduk di bawah kekuasaan Allah yang mempercayai kebenaran bimbingan wahyu yang di turunkan kepada hamba Nya yang terpilih yaitu Muhammad ﷺ.

Datanglah kamu keduanya menurut perintah Ku dengan suka hati atau terpaksa”,
keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

(Q.S. Fushshilat [41]: 11)

Dan firman Nya lagi:

Hanya kepada Allah lah sujud (patuh) segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri utaupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.
(Q.S. Ar Ra’d: 15)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka selalu dalam keadaan takut kepada Allah yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa dan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka takut) yakni para malaikat, lafal ini menjadi hal dari dhamir yang terkandung di dalam lafal yastakbiruuna (kepada Rabb mereka yang berkuasa atas mereka) lafal fauqahum menjadi hal daripada dhamir hum, artinya yang menguasai mereka dengan keperkasaan-Nya (dan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka) untuk melakukannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Malaikat takut kepada Rabb mereka yang ada diatas mereka, baik Dzat, kekuasaan maupun kesempurnaan sifat-sifat-Nya, dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka berupa ketaatan kepada Allah.
Ayat ini berisikan penetapan sifat Uluw dan Fauqiyyah bagi Allah, yaitu Allah diatas semua makhluk-Nya sebagaimana yang patut menurut keagungan dan kesempurnaan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka.

Yakni mereka bersujud dengan rasa takut dan malu kepada Tuhan Yang Mahaagung lagi Mahabesar.

…dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).

Artinya, para malaikat selalu tetap taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
dan mengerjakan semua perintah-Nya serta meninggalkan semua larangan-Nya.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 50 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 50 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 50 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. An-Nahl (16) ayat 49-50 - Kisti Rattika (Bahasa Indonesia)
Q.S. An-Nahl (16) ayat 49-50 - Kisti Rattika (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:50
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.4
Ratingmu: 4.8 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim