QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 5 [QS. 16:5]

وَ الۡاَنۡعَامَ خَلَقَہَا ۚ لَکُمۡ فِیۡہَا دِفۡءٌ وَّ مَنَافِعُ وَ مِنۡہَا تَاۡکُلُوۡنَ
Wal an’aama khalaqahaa lakum fiihaa difun wamanaafi’u waminhaa ta’kuluun(a);

Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.
―QS. 16:5
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan hewan ▪ Ampunan Allah yang luas
16:5, 16 5, 16-5, An Nahl 5, AnNahl 5, An-Nahl 5

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan aneka ragam nikmat Nya yang disediakan untuk para hamba Nya yaitu binatang ternak, seperti unta, sapi, kambing dan lain sebagainya seperti diterangkan secara terperinci dalam surah Al An’am, semua ada 8 pasang.
Dan nikmat yang diperoleh dari binatang seperti bulunya, yang dapat dibuat kain wool, berguna untuk memelihara panas badannya dari gangguan udara dingin, dan kulitnya digunakan sepatu dan peralatan lainnya, dan juga susu dan dagingnya dapat berguna bagi kesehatan.
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa binatang ternak itu diciptakan untuk manusia agar manusia dapat memanfaatkannya sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah telah memberikan keutamaan kepada kalian, wahai para hamba.
Telah diciptakan untuk kalian unta, sapi, kambing, dan anak kambing yang bulu dan rambutnya bisa dipakai untuk menghangatkan badan, dan dagingnya bisa dimakan untuk kelangsungan hidup kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan binatang ternak) yakni unta, sapi dan kambing.

Lafal al-an`aam dibaca nashab karena dinashabkan oleh fi`il yang diperkirakan keberadaannya lalu fi`il tersebut ditafsirkan atau dijelaskan oleh lafal berikut ini, yaitu:

(Dia telah menciptakannya untuk kalian) sebagian dari manusia (padanya ada kehangatan) yaitu bulu dan kulitnya dapat dibuat pakaian dan selimut untuk penghangat tubuh kalian (dan berbagai manfaat) yaitu dari anak-anaknya, air susunya dan dapat dijadikan sebagai kendaraan (dan sebagiannya kalian makan) zharaf didahulukan karena untuk tujuan fashilah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Binatang ternak berupa unta, sapi dan kambing telah Allah ciptakan untuk kalian, wahai manusia.
Dia menjadikan bulu-bulunya sebagai penghangat, dan berbagai manfaat lainnya pada susu, kulit dan sebagai tunggangan, serta sebagiannya kalian makan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan nikmat yang Dia limpahkan kepada hamba-hamba-Nya, antara lain Dia menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu unta, sapi, dan kambing, seperti yang telah dirinci di dalam surat Al-An’am sampai dengan firman-Nya, “Samaniyata azwaf (delapan ekor ternak yang berpasang-pasangan).
Allah pun telah menjadikan pada binatang-binatang ternak itu berbagai manfaat dan kegunaan buat mereka, yaitu bulunya mereka jadikan pakaian dan hamparan, air susunya mereka minum, dan anak-anaknya mereka makan, serta pandangan yang indah pada ternak mereka sebagai perhiasan buat mereka.


Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 5

AN’AAM
أَنْعَٰم

Lafaz ini adalah bentuk jamak, mufradnya ialah an na’am, bermakna al ibl (unta) yang banyak manfaat dan kegunaannya. An’aam berarti al baha’im (hewan atau binatang­ binatang). Kerbau, sapi dan kambing bisa disebut sebagai an’aam.

Al Fayruz Abadi berkata,
“Tidak dikatakan an’aam sehingga jumlah manfaatnya sama seperti unta. Namun begitu, ia bersifat umum yang mencakup unta dan laln-lainnya.”

Al Farra berkata,
Al An’aam adalah lafaz mudzakkar dan tidak dimuannatskan seperti pada contoh haadzaa na’amun waridun artinya “Ini hewan ternak yang diimport.”

Lafaz an’aam disebut sebanyak 32 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 14;
-An Nisaa (4), ayat 119;
-Al Maa’idah (5), ayat 1;
-Al An’aam (6), ayat 136, 138, 138, 138, 139, 142;
-Al A’raaf (7), ayat 179;
-Yunus (10), ayat 24;
-An Nahl (16), ayat 5, 66, 80;
-Tha Ha (20), ayat 54;
-Al Hajj (22), ayat 28, 30, 34;
-Al Mu’minuun (23), ayat 21;
-Al Furqaan (25), ayat 44, 49;
-Asy Syu’araa (26), ayat 133;
-As Sajadah (32), ayat 27;
-Faathir (35), ayat 28;
-Yaa Siin (36), ayat 71;
-Az Zumar (39), ayat 6;
-Al Mu’min (40), ayat 79;
-Asy Syu’araa (42), ayat 11;
-Az Zukhruf (43), ayat 12;
-Muhammad (47), ayat 12;
-An Naazi’at (79), ayat 33;
-‘Abasa (80), ayat 32.

Lafaz an’aam di dalam Al Qur’an mencakup hewan-hewan ternak seperti unta, sapi dan kambing. la bersesuaian dengan pendapat para mufassir.

Al Baidawi berkata,
Al an’aam bermakna unta, sapi dan kambing.”

Al Alusi berkata,
la mencakupi unta, sapi dan kambing, dan dinamakan ia seperti itu karena jalannya perlahan dan kelembutannya.”

Begitu juga pendapat Ibn Qutaibah, Al Fayruz Abadi dan ulama lain.

At Tabari berkata,
Al an’aam ialah delapan ekor hewan ternak yang disebut dalam surah Al An’aam yaitu dua kambing biri-biri jantan dan betina, dua ekor kambing biasa jantan dan betina, jantan dan betina dari unta dan sapi.”

Kesimpulannya, lafaz an’aam bermakna hewan-hewan ternak.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:52

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.7
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Tafsir an nahl ayat 5

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta