Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nahl

An Nahl (Lebah) surah 16 ayat 48


اَوَ لَمۡ یَرَوۡا اِلٰی مَا خَلَقَ اللّٰہُ مِنۡ شَیۡءٍ یَّتَفَیَّؤُا ظِلٰلُہٗ عَنِ الۡیَمِیۡنِ وَ الشَّمَآئِلِ سُجَّدًا لِّلّٰہِ وَ ہُمۡ دٰخِرُوۡنَ
Awalam yarau ila maa khalaqallahu min syai-in yatafai-yau zhilaluhu ‘anil yamiini wasy-syamaa-ili sujjadal(n)-lillahi wahum da-aakhiruun(a);

Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri?
―QS. 16:48
Topik ▪ Manusia makhluk yang dimuliakan
16:48, 16 48, 16-48, An Nahl 48, AnNahl 48, An-Nahl 48
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 48. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dari pada itu Allah subhanahu wa ta'ala menyebut tanda-tanda kekuasaan Nya yang berlaku pada seluruh makhluk Nya dengan maksud agar supaya orang-orang yang selalu membuat makar yang jahat suka memikirkan segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, seperti pohon-pohon dan gunung-gunung yang bayangannya berbolak-balik.
Ke barat dan ke timur yaitu di waktu matahari terbit di ujung timur bayang-bayang dari semua benda memanjang ke arah barat, kemudian apabila matahari semakin meninggi bayangan itu makin mendekat pula, akhirnya pada saat matahari telah melintasi meridian bayangan itu mulai berubah arah.
Apabila matahari telah mulai menurun, bayangan itu makin lima makin memanjang ke arah timur, sehingga pada waktu matahari itu mendekati kaki langit pada ufuk bagian barat, bayangan itu telah memanjang ke timur dan begitulah selanjutnya bayang-bayang itu terjadi demikian tunduk kepada tata hukum yang telah ditetapkan Allah.
Tidak saja bayangan itu berubah arah ke barat dan ke timur akan tetapi dari hari ke hari bayangan itu bertambah panjang ke utara dan ke selatan bolak-balik pada tiap-tiap tahun.
Apabila matahari beredar persis di khatulistiwa pada saat matahari di meridian tidak membuat bayangan sama sekali, tetapi untuk hari-hari berikutnya yaitu pada sesudah tanggal 21 Maret untuk tiap-tiap tahun pada saat matahari di meridian, matahari telah membuat bayangan.
Bayangan iti menuju arah selatan.
Kemudian pada tanggal 21 Juni pada saat yang sama yaitu pada saat matahari berada di meridian bayang-bayang untuk setiap benda menuju ke arah selatan dan pada saat itulah bayangan Seterusnya makin hari makin memendek, hingga pada pada tanggal 23 September.
Sejak itu matahari sudah mulai berkisar ke arah selatan dan bayang-bayang mulai mengarah ke utara, makin hari makin memanjang sehingga pada tanggal 22 Desember matahari membuat bayang-hayang mengarah ke utara yang sepanjang-panjangnya, kemudian pada hari berikutnya matahari mulai bergerak ke utara, bayang-bayang mulai memendek dari hari ke hari.
Akhirnya pada tanggal 21 Maret matahari kembali lagi ke daerah khatulistiwa sehingga saat matahari sampai ke meridian, bayang-bayang yang disebabkan oleh gerak tahunan matahari itu semata-mata tunduk kepada tata hukum yang diciptakan oleh Allah dan berlaku untuk setiap makhluk Nya.

Penjelasan Allah serupa itu ditujukan kepada manusia agar mereka suka memikirkan dan memahami bahwa semua benda-benada alam tidak ada yang menentang hukum Allah melainkan hanya tunduk takluk di bawah kekuasaan Nya.

An Nahl (16) ayat 48 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nahl (16) ayat 48 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nahl (16) ayat 48 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang kafir itu mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di sekitar mereka.
Mereka tidak melihat dan memperhatikan segala sesuatu dari ciptaan-Nya yang berdiri tegak.
Bayangan benda- benda tersebut selalu bergerak dan memanjang, terkadang ke kanan dan terkadang ke kiri, mengikuti gerakan matahari pada siang hari dan bulan pada malam hari.
Semuanya tunduk pada perintah dan ketentuan Allah.
Jika orang-orang musyrik merenungkan itu semua, niscaya mereka akan mengetahui bahwa hanya Sang Pencipta dan Pengaturnya yang pantas untuk disembah dan ditaati serta berkuasa untuk membinasakan mereka bila Dia berkehendak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah) yang ia mempunyai bayangan, seperti pohon dan gunung (yang berbolak-balik) condong ke sana dan condong ke mari (bayangannya ke kanan dan ke kiri) lafal asysyamaail adalah bentuk jamak dari lafal syimaal, artinya bayangan itu condong ke arah dua sisinya, pertama di permulaan siang hari dan yang kedua pada sore harinya (dalam keadaan sujud kepada Allah) lafal sujjadan menjadi hal, artinya mereka lakukan demikian dalam keadaan tunduk kepada Allah sesuai dengan karakter mereka (sedangkan mereka) yakni bayangan-bayangan itu (berendah diri?) merendahkan dirinya terhadap Allah, bayangan-bayangan tersebut diungkapkan seolah-olah mereka berakal.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang kafir itu telah buta, lau mereka tidak melihat sedikit pun dari ciptaan Allah yang memiliki bayangan, seperti gunung dan pepohonan, yang bayangannya terkadang condong ke kanan dan terkadang condong ke kiri; karena mengikuti pergerakan mataharipada siang hari dan bulan pada malam hari, semuanya tunduk kepada keagungan dan kebesaran Rabbnya, dan semuanya tunduk dalam perencanaan pengaturan dan kekuasaan-Nya??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan tentang keagungan, kebesaran, dan kemuliaan­Nya, bahwa segala sesuatu tunduk kepada-Nya dan semua makhluk berendah diri kepada-Nya, baik berupa benda, makhluk hidup, maupun makhluk yang terkena taklif dari kalangan manusia, jin, dan para malaikat.

Maka Allah menyebutkan bahwa semua makhluk yang mempunyai bayangan yang berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, yakni di pagi dan petang hari, sesungguhnya bayangan itu pada hakikatnya sedang bersujud kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Mujahid mengatakan bahwa apabila matahari tergelincir, maka bersujudlah segala sesuatu kepada Allah.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah, Ad-Dahhak, dan yang lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...sedangkan mereka berendah diri.

Yakni merendahkan dirinya.

Mujahid mengatakan pula bahwa sujudnya segala sesuatu (kepada Allah) ialah bayangannya.
Mujahid menyebutkan gunung-gunung, lalu ia mengatakan bahwa sujudnya gunung-gunung ialah bayangannya.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah An Nahl (16) ayat 48
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata,
telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata,
telah menceritakan kepada kami dari Muhajir Abu Al Hasan mantan budak bani Taimillah, ia berkata,
aku mendengar Zaid bin Wahb dari Abu Dzar Al Ghifari berkata,
Kami pernah bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, ketika ada mu'adzin yang hendak mengumandangkan adzan Zhuhur, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Tundalah. Sesaat kemudian mu'adzin itu kembali akan mengumandangkan adzan. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam pun kembali bersabda:
Tundalah hingga kita melihat bayang-bayang bukit. Kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahannam. Maka apabila udara sangat panas menyengat tundalah shalat (hingga panas) mereda. Ibnu 'Abbas berkata,
Maksud dari firman Allah: yatafayya'u (Qs. An Nahl: 48) adalah condong.

Shahih Bukhari, Kitab Waktu-waktu Shalat - Nomor Hadits: 506

Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 48

DAAKHIRUUN
دَٰخِرُون

Lafaz ini adalah ism fa'il dari lafaz dakhara maksudnya yang kecil, yang hina, yang rendah orang yang melakukan apa yang diperintahkan, atau enggan se­hingga menjadikannya rendah dan hina.

Lafaz ini disebut empat kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-An Nahl (16), ayat 48;
-Ash Shaffaat (37), ayat 18;
-An Naml (27), ayat 87;
-Al Mu'min (40), ayat 60.

Mujahid, Qatadah, dan As Suddi berkata,
"Lafaz daakhiruun bermakna shaaghiruun yaitu merendah diri."

Ibnu Qutaibah juga berpendapat, "Daakhiruun dalam surah Al Nahl bermakna shaaghiruun yaitu yang rendah dan patuh dan ini berkaitan dengan makhluk yang taat dan sujud pada Allah"

Muhammad Ali As Sabuni menafsirkan segala sesuatu seperti gunung-gunung, pohon, batu dan sebagainya tunduk dan patuh pada kekuasaan Allah dan pentadbirannya serta sujud dihadapan Allah dan tidak keluar dari kehendak Nya serta kemauan Nya.

Dalam Tafsir Al Azhar, ia bermakna alam beredar. Segala sesuatu berjalan tidak berhenti semuanya melaksanakan tugas apa yang ditentukan oleh Allah, semua patuh dan sujud tidak menyimpang menurut kemaan sendiri dan tidak ada yang menyombong­kan diri dan membantah apa yang ditentukan oleh Allah.

Dalam surah Al Mu'min menggambarkan ke­adaan orang yang sombong dan angkuh, tidak taat kepada Allah dimana mereka memasuki neraka dalam keadaan hina. Dari semua lafaz daakhiruun atau daakhiriin yang disebut di dalam Al Qur'an mengandung tiga makna dalam dua keadaan.

Pertama, lafaz daakhiruun atau daakhiriin bermaksud patuh dan taat seperti dalam surah al-Nahl. Kepatuhan di sini datang dari seluruh makhluk ciptaannya di langit dan di bumi seperti pentafsiran di atas dan ini ke­ adaan yang pertama.

Kedua, ia bermakna merendahkan diri seperti dalam surah Ash Shaffaat dan An Naml. Ini adalah keadaan yang kedua di mana seluruh makhluk pada hari kiamat nanti kepada Allah dalam keadaan merendahkan diri.

Ketiga, ia bermakna hina atau dalam keadaan hina seperti maksud dari surah Al Mu'min. Ini adalah keadaan yang kedua, menceritakan hinanya orang sombong ketika memasuki neraka karena keangkuhan dan tidak patuh kepada Allah.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:220-221

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni'matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur'anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur'an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra' ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya ni'mat-ni'mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni'mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti'aadzah (a'Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da'wah dalam Islam.


Gambar Kutipan Surah An Nahl Ayat 48 *beta

Surah An Nahl Ayat 48



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nahl

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.8
Rating Pembaca: 4.6 (10 votes)
Sending







✔ surat an nahl ayat 141