QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 46 [QS. 16:46]

اَوۡ یَاۡخُذَہُمۡ فِیۡ تَقَلُّبِہِمۡ فَمَا ہُمۡ بِمُعۡجِزِیۡنَ
Au ya’khudzahum fii taqallubihim famaa hum bimu’jiziin(a);

atau Allah mengazab mereka diwaktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu),
―QS. 16:46
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Kekuasaan Allah
16:46, 16 46, 16-46, An Nahl 46, AnNahl 46, An-Nahl 46

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 46

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 46. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dari pada itu Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ancaman lebih lanjut yang akan merasakan:


Atau mereka itu akan ditimpa dengan azab pada saat mereka itu berada di dalam perjalanan berusaha mencari rezeki atau sibuk dalam perdagangan sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan lagi untuk menolak siksa itu, artinya mereka tidak akan dapat lari untuk melindungi rezeki, dagangan dan jiwa mereka, karena siksaan itu yang menyerang dengan tiba-tiba.


Atau mereka akan mengalami siksaan yang datang secara berangsur-angsur pada tahap pertama mereka telah ditimpa oleh siksa itu terlebih dahulu sehingga yang lain dicekam oleh rasa ketakutan yang pada akhirnya mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan itu.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengakhiri firman Nya dengan menyatakan bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Hal ini untuk memberikan pengertian kepada mereka bahwa Allah tidak akan menghukum mereka dengan hukuman secara segera, akan tetapi mengancam mereka dengan siksaan yang berat dengan berbagai macam keadaan yang mengerikan, seperti datangnya angin topan yang secara tiba-tiba serangan petir yang datang dengan mendadak serta gempa bumi yang akan memusnahkan mereka dan menelan mereka ke perut bumi.
Hal ini untuk memberikan kesempatan berpikir kepada mereka mengenai keadaan mereka dan memberikan waktu yang panjang agar mereka mempunyai kesempatan untuk mengubah sikap mempercayai ajakan Rasul.
Ini adalah sebagai tanda rahmat Allah yang sangat luas bagi para hamba Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Atau Allah membinasakan mereka di tengah perjalanan berniaga, jauh dari kampung halaman, sehingga mereka tidak bisa melepaskan diri dari siksaan Allah, sebab tidak ada yang bisa menghalangi-Nya bila Dia berkehendak?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan) sewaktu mereka sedang dalam perjalanan untuk berniaga (maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak) azab itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Atau adzab menimpa mereka saat dalam perjalanan mereka atau aktifitas mereka??
Mereka tidak bisa mendahului Allah, tidak bisa luput dari-Nya, dan tidak pula bisa menyelamatkan diri dari adzab-Nya; karena Dia Mahakuat yang tidak bisa dilemahkan oleh suatu pun.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan.

Yakni dalam bolak-balik mereka di kala mencari penghidupan, dalam kesibukan mereka di perjalanannya, dan kesibukan-kesibukan lainnya yang menyita waktu mereka.

Qatadah dan As-Saddi mengatakan bahwa makna taqallubuhum ialah perjalanan mereka.

Mujahid, Ad-Dahhak, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, “Fi taqallubihim,” yakni di malam dan siang hari mereka.
Perihalnya sama dengan makna yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain?
(Al A’raf:97-98)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu).

Sebagai jawabannya dapat dikatakan bahwa mereka sama sekali tidak dapat menolak siksa Allah dalam keadaan apa pun.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 46 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 46 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 46 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.6
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/16-46









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di