QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 4 [QS. 16:4]

خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ نُّطۡفَۃٍ فَاِذَا ہُوَ خَصِیۡمٌ مُّبِیۡنٌ
Khalaqa-insaana min nuthfatin fa-idzaa huwa khashiimun mubiinun;

Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.
―QS. 16:4
Topik ▪ Istighfar untuk kedua orang tua
16:4, 16 4, 16-4, An Nahl 4, AnNahl 4, An-Nahl 4
English Translation - Sahih International
He created man from a sperm-drop;
then at once, he is a clear adversary.
―QS. 16:4

 

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dalam ayat ini, Allah menjelaskan proses kejadian diri manusia bahwa Dia menciptakannya dari nuthfah.
Dalam ayat yang lain dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari air yang lemah.
Kejadian itu melalui proses perkembangan.
Di dalam kandungan, mani berubah menjadi ‘alaqah (sesuatu yang menggantung di dinding rahim), kemudian menjadi gumpalan daging.
Setelah mengalami jangka waktu 4 bulan mulai terwujud janin yang sempurna, dan setelah 9 bulan kejadian, bayi itu dikeluarkan dari kandungan ibunya ke alam dunia.
Setelah itu, bayi masih memerlukan bantuan dan perawatan ibunya untuk disusui, dirawat, dan dididik sampai dewasa dan dapat berpikir secara sempurna.

Manusia yang mengalami proses penciptaan yang rumit dan bertahap, dari makhluk yang lemah menjadi yang perkasa ini, tiba-tiba mengingkari keesaan penciptanya dan terjadinya hari kebangkitan, serta memusuhi para rasul Allah, padahal ia diciptakan hanya sebagai hamba.
Manusia bahkan melupakan asal kejadiannya bahwa ia diciptakan dari setetes air yang tidak mempunyai kemampuan sedikit pun.
Mereka berkata dengan terus-terang, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:

وَقَالُوْٓا اِنْ هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوْثِيْنَ

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula),
“Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.”
(al-An’am [6]: 29)

Mereka juga mengingkari kebangkitan kembali manusia setelah mati dan menjadi tulang-belulang.
Firman Allah:

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya;
dia berkata,
“Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”
(Yasin [36]: 78)





URL singkat: risalahmuslim.id/16-4







16:4, 16 4, 16-4, An Nahl 4, tafsir surat AnNahl 4, An-Nahl 4



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta