QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 37 [QS. 16:37]

اِنۡ تَحۡرِصۡ عَلٰی ہُدٰىہُمۡ فَاِنَّ اللّٰہَ لَا یَہۡدِیۡ مَنۡ یُّضِلُّ وَ مَا لَہُمۡ مِّنۡ نّٰصِرِیۡنَ
In tahrish ‘ala hudaahum fa-innallaha laa yahdii man yudhillu wamaa lahum min naashiriin(a);

Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.
―QS. 16:37
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Setiap nabi menerima ujian
16:37, 16 37, 16-37, An Nahl 37, AnNahl 37, An-Nahl 37

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 37

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan kecewa menghadapi keingkaran kaumnya dan pembangkangan yang berlebih-lebihan, padahal Rasul sendiri sangat menginginkan mereka itu menjadi orang-orang yang beriman.
Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan kepada Rasulullah ﷺ bahwa meskipun dia sangat mengharapkan agar kaumnya mendapat petunjuk, mengikuti seruan Rasul, maka harapan Rasul itu tidak ada gunanya apabila Allah tidak menghendaki mereka mendapat petunjuk karena mereka telah menentukan pilihannya sendiri.
Mereka itu berpaling dari bimbingan wahyu dan tertarik kepada tipu daya setan sehingga mereka terjerumus dalam lembah kemaksiatan dan kemusyrikan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi.
Tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

(Q.S. Al-Qashash [28]: 56)

Dan firman Nya:

Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasihatku jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu: “Dia adalah Tuhanmu, dan kepada Nya lah kamu dikembalikan”.
(Q.S. Hud [11]: 34)

Dan firman Allah:

Dan barangsiapa yang disesatkan Allah maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk.
(Q.S. Ar Ra’d: 33)

Karena itulah Allah tidak akan memberikan petunjuk lagi kepada mereka, karena mereka telah memilih kesesatan dan telah diberi penjelasan akibat yang akan menimpa kepada diri mereka.

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa apabila Allah subhanahu wa ta’ala berkehendak untuk menyiksa mereka maka tidak ada seorangpun yang dapat memberikan pertolongan kepada mereka.
Karena Allah berkuasa kepada makhluk Nya dan Allah yang menentukan nasib makhluk itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Nabi, jika kamu sangat berharap agar orang-orang musyrik yang berasal dari kaummu itu mendapatkan petunjuk dan kamu telah mengerahkan segala daya untuk tujuan itu, maka jika tidak tercapai apa yang kamu kehendaki, janganlah kamu tenggelam dalam kesedihan.
Mereka telah dikuasai oleh hawa nafsu.
Allah tidak akan memaksa orang yang memilih dan mempertahankan kesesatan untuk mendapat petunjuk.
Sebab, Allah telah memberi mereka kebebasan untuk memilih sendiri.
Mereka akan menerima balasan yang pedih dan tidak ada yang dapat menolong mereka dari siksa Allah pada hari kiamat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika kamu sangat mengharapkan) hai Muhammad (agar mereka dapat petunjuk) sedangkan Allah telah menyesatkan mereka niscaya kamu tidak akan mampu melakukan hal itu (maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya) dapat dibaca yudhillu dan yudhallu, artinya orang yang dikehendaki-Nya sesat (dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong”) yang dapat mencegah azab Allah atas diri mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jika kamu, wahai Rasul, mencurahkan segenap jerih payahmu untuk menunjukkan orang-orang musyrik itu, maka ketahuilah bahwa Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan mereka tidak mempunyai penolong pun selain Allah yang dapat menolong mereka dan menghalangi adzab-Nya dari mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dan dalam ayat berikut ini Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya.

Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Barang siapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk.
Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 186)

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
(Q.S. Yunus [10]: 96-97)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

maka sesungguhnya Allah.

Yakni perihal dan urusan-Nya ialah bahwa apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.
Dalam ayat berikutnya disebutkan:

…tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya.

Maka siapakah yang dapat memberinya petunjuk bila bukan Allah?
Jawabannya tentu saja tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.

…dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.

yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah dan belenggu siksaan-Nya.

Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.
Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 54)


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 37 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 37 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 37 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:37
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.9
Ratingmu: 4.3 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta