Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Tampilkan Lainnya ...

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 30 [QS. 16:30]

وَ قِیۡلَ لِلَّذِیۡنَ اتَّقَوۡا مَاذَاۤ اَنۡزَلَ رَبُّکُمۡ ؕ قَالُوۡا خَیۡرًا ؕ لِلَّذِیۡنَ اَحۡسَنُوۡا فِیۡ ہٰذِہِ الدُّنۡیَا حَسَنَۃٌ ؕ وَ لَدَارُ الۡاٰخِرَۃِ خَیۡرٌ ؕ وَ لَنِعۡمَ دَارُ الۡمُتَّقِیۡنَ
Waqiila lil-ladziina-attaqau maadzaa anzala rabbukum qaaluuu khairal(n)-lil-ladziina ahsanuu fii hadzihiddunyaa hasanatun waladaaru-aakhirati khairun walani’ma daarul muttaqiin(a);
Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa,
“Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?”
Mereka menjawab,
“Kebaikan.”
Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik.
Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik.
Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
―QS. 16:30
Topik ▪ Surga ▪ Nama-nama surga ▪ Singkatnya umur dunia
English Translation - Sahih International
And it will be said to those who feared Allah,
“What did your Lord send down?”
They will say,
“(That which is) good.”
For those who do good in this world is good;
and the home of the Hereafter is better.
And how excellent is the home of the righteous –
―QS. 16:30

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَقِيلَ dan dikatakan

And it will be said
لِلَّذِينَ kepada orang-orang yang

to those who
ٱتَّقَوْا۟ (mereka) bertakwa

fear Allah,
مَاذَآ apakah

“What
أَنزَلَ menurunkan

has your Lord sent down?” *[meaning includes next or prev. word]
رَبُّكُمْ Tuhan kalian

has your Lord sent down?” *[meaning includes next or prev. word]
قَالُوا۟ mereka berkata

They will say,
خَيْرًا kebaikan

“Good.”
لِّلَّذِينَ bagi orang-orang yang

For those who
أَحْسَنُوا۟ berbuat kebaikan

do good
فِى pada

in
هَٰذِهِ ini

this
ٱلدُّنْيَا dunia

world
حَسَنَةٌ baik/kebaikan

(is) a good,
وَلَدَارُ dan sungguh kampung

and the home
ٱلْءَاخِرَةِ akhirat

of the Hereafter
خَيْرٌ lebih baik

(is) better.
وَلَنِعْمَ dan sungguh nikmat

And surely excellent
دَارُ perkampungan

(is) the home
ٱلْمُتَّقِينَ orang-orang yang bertakwa

(of) the righteous.

 

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 30

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dikatakan kepada orang-orang yang beriman dan menjaga diri dari perkataan, perbuatan dan keyakinan yang mendatangkan murka Allah,
“Apa yang telah diturunkan Tuhan kalian kepada rasul-Nya?”
Mereka menjawab,
“Tuhan telah menurunkan Alquran kepadanya.
Di dalamnya terdapat kebaikan di dunia dan di akhirat bagi seluruh manusia.”
Dengan begitu mereka termasuk orang-orang yang berbuat baik.
Allah akan mengaruniai orang-orang yang berbuat baik kehidupan yang baik di dunia dan ganjaran yang lebih baik di akhirat jika dibandingkan dengan yang telah mereka terima di dunia.
Sungguh, sebaik-baik tempat di akhirat adalah tempat orang-orang yang bertakwa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa) yang memelihara diri dari kemusyrikan

(“Apakah yang telah diturunkan oleh Rabb kalian?”
Mereka menjawab,
“Kebaikan.”
Orang-orang yang telah berbuat baik) karena beriman

(di dunia ini mendapat pembalasan yang baik) yakni kehidupan yang baik.

(Dan sesungguhnya kampung akhirat) yakni surga

(lebih baik) daripada kehidupan dunia berikut semua isinya.
Lalu Allah berfirman di dalam kampung akhirat itu.

(Dan sebaik-baik tempat bagi orang-orang yang bertakwa) adalah surga itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ketika ditanyakan kepada orang-orang beriman lagi takut kepada Allah:
Apakah yang telah diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad?
Mereka menjawab:
Allah telah menurunkan kebaikan dan petunjuk kepadanya.
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya di dunia ini dan mengajak para hamba Allah supaya beriman dan beramal shalih, mendapatkan anugerah yang besar berupa pertolongan di dunia dan keluasan rizki.
Sementara di negeri akhirat kelak, sungguh mereka mendapatkan kebaikan yang lebih besar daripada kebaikan yang mereka peroleh di dunia.
Sungguh sebaik-baik tempat bagi orang-orang yang takut kepada Allah di dunia, lalu mereka takut terhadap siksa-Nya dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, ialah negeri akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Apa yang disebutkan dalam ayat-ayat ini menceritakan perihal orang-orang yang berbahagia, berbeda dengan apa yang diceritakan-Nya tentang orang-orang yang celaka.
Karena sesungguhnya orang-orang yang celaka itu ketika dikatakan kepada mereka:

Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?
(QS. Al-Hijr [15]: 24)

Mereka menjawab dengan jawaban yang menyimpang,
“yaitu:
“Allah tidak menurunkan sesuatu pun yang berarti, sesungguhnya apa yang diturunkan­Nya hanyalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu.”
Sedangkan orang-orang yang berbahagia menjawab,
“Allah telah menurunkan kebaikan,”
yakni rahmat dan berkah bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-Nya dan beriman kepada-Nya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, menceritakan tentang janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya melalui apa yang diturunkan-Nya melalui rasulrasul-Nya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik, hingga akhir ayat.

Semisal dengan makna yang terkandung dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Al-Hijr [15]: 97)

Dengan kata lain, barang siapa yang berbuat baik dalam dunia ini, pastilah Allah akan membalas amalnya dengan balasan yang lebih baik di dunia dan di akhirat.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan bahwa kehidupan di akhirat adalah lebih baik daripada kehidupan di dunia, karena balasan di akhirat jauh lebih sempurna daripada balasan di dunia, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu,
“Kecelakaan yang besarlah bagi kalian, pahala Allah adalah lebih baik.
(QS. Al-Qashash [28]: 80), hingga akhir ayat.

Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 198)

Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
(QS. Al-A’la [87]: 17)

Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan.
(QS. Adh-Dhuhaaa [93]: 4)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, menggambarkan tentang kampung akhirat.
Untuk itu Dia berfirman:

…dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang-orang yang bertakwa.

Unsur Pokok Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitabkitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu, ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

▪ Kepastian adanya hari kiamat.
▪ Ke-Esaan Allah.
▪ Kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya.
▪ Pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

▪ Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan.
▪ Kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut seperti marjan dan mutiara.
▪ Dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa.
▪ Kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan.
▪ Kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah.
▪ Larangan membuat buat hukum yang tak ada dasarnya.
▪ Perintah membaca isti’aadzah (a’uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).
▪ Larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Asal kejadian manusia.
▪ Madu adalah untuk kesehatan manusia.
▪ Nasib pemimpin-pemimpin palsu di hari kiamat.
▪ Pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan.
▪ Ajaran moral di dalam Islam.
▪ Pedoman dakwah dalam Islam.

Qari Internasional

QS. An-Nahl (16) : 30 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. An-Nahl (16) : 30 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. An-Nahl (16) : 30 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 128 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 128 + Terjemahan