QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 27 [QS. 16:27]

ثُمَّ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ یُخۡزِیۡہِمۡ وَ یَقُوۡلُ اَیۡنَ شُرَکَآءِیَ الَّذِیۡنَ کُنۡتُمۡ تُشَآقُّوۡنَ فِیۡہِمۡ ؕ قَالَ الَّذِیۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ اِنَّ الۡخِزۡیَ الۡیَوۡمَ وَ السُّوۡٓءَ عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ
Tsumma yaumal qiyaamati yukhziihim wayaquulu aina syurakaa-iyal-ladziina kuntum tusyaaqquuna fiihim qaalal-ladziina uutuul ‘ilma innal khizyal yauma wassuu-a ‘alal kaafiriin(a);

Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman:
“Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?”
Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu:
“Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir”,
―QS. 16:27
Topik ▪ Hisab ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan ▪ Cobaan kubur
16:27, 16 27, 16-27, An Nahl 27, AnNahl 27, An-Nahl 27

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 27

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan akibat yang akan mereka terima kelak di hari akhirat.
Dan di hari itu Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan siksaan yang pedih, sedang mereka akan merasakan kehinaan yang tiada taranya.
Kehinaan mereka dilukiskan bahwa mereka dalam keadaan bingung, mencari sekutu-sekutu mereka yang dahulu pernah menjadi pengikut dan pembelanya, serta sepakat menghancurkan dakwah Islamiyah.
Mereka itu menyesal dengan penuh penyesalan karena orang-orang yang dahulu pernah menjadi pendukung-pendukung tidak lagi dapat memberikan dukungan kepada mereka untuk melepaskan diri mereka dari siksa Allah yang mereka hadapi.
Demikian juga halnya berhala-berhala yang mereka puja-puja, dan mereka anggap dapat memberikan syafaat yang dapat melepaskan diri mereka dari siksaan Allah, ternyata hanyalah kosong belaka, karena pada hari itu yang menjadi hakim hanyalah Allah semata.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa pada hari itu pula orang-orang yang telah diberi ilmu yaitu orang-oiang yang mengetahui hal ihwal mereka dan mengikuti petunjuk-petunjuk wahyu, yaitu mereka meyakini keesaan Allah dan kerasulan Muhammad, mereka akan tersenyum-senyum kepuasan, dan mengatakan bahwasanya memang benarlah bahwa kehinaan dan azab pada pada hari itu ditimpakan kepada orang-orang yang mengingkari Allah memusuhi Rasul-rasul Nya dan mendustakan terjadinya hari berbangkit.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di akhirat mereka juga akan menerima siksaan, yaitu saat mereka dibangkitkan kembali untuk diperhitungkan segala perbuatannya dan dihina dengan dipermalukan dan dibuka semua rahasia mereka.
Saat itu Allah berfirman kepada mereka, “Di manakah sesembahan yang kalian jadikan sekutu bagi-Ku dan kalian perangi Aku dan rasul-Ku demi itu?
Di manakah mereka itu sehingga dapat mengulurkan tangan untuk menolong kalian sebagaimana yang kalian kira?”
Mereka tidak bisa menjawab! Pada saat itu, para nabi, orang-orang Mukmin dan malaikat yang mengetahui kebenaran, berkata bahwa kenistaan hari ini dan hukuman yang buruk akan ditimpakan kepada orang-orang yang ingkar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat) membuat mereka hina (dan berfirman)-lah Allah kepada mereka melalui lisan malaikat-Nya dengan nada mengejek (“Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu?) yang menurut dugaan kalian itu (yang karena membelanya kalian selalu memusuhi) menentang kaum mukminin (tentang perihal mereka.”) mengenai perkara mereka.

(Berkatalah) artinya nanti akan berkata/menjawab (orang-orang yang diberi ilmu) yaitu para nabi dan orang-orang mukmin (“Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir.”) para nabi dan orang-orang mukmin mengatakan demikian sebagai ejekan yang ditujukan kepada orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian pada Hari Kiamat Allah menghinakan mereka dengan adzab, dan mengaakan :
Dimanakah sekutu-sekutu-Ku, yaitu tuhan-tuhan yang kalian sembah selain-Ku, agar mereka menghalangi kalian dari adzab-Ku, sedangkan kalian memerangi dan memusuhi para Nabi dan orang-orang Mukmin demi sekutu-sekutu itu??

Para ulama Rabbani mengatakan :
Kehinaan dan adzab pada hari itu diperuntukkan bagi orang-orang yang kafir kepada Allah dan para Rasul-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dan dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan melalui firman-Nya:

…maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datang­lah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.
Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat.

Maksudnya,, Allah bakal menampakkan kemaluan mereka dan menampakkan segala sesuatu yang mereka sembunyikan dalam hatinya sehingga hal itu menjadi terang dan jelas.
Sama dengan pengertian yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Pada hari ditampakkan segala rahasia.
(Ath-Thariq: 9)

Yaitu ditampakkan dan diumumkan, seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis Ibnu Umar yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Kelak di hari kiamat akan ditegakkan suatu panji bagi setiap orang yang berkhianat di pantatnya sesuai dengan perbuatan khianatnya, lalu dikatakan bahwa inilah pengkhianatan si Fulan bin Fulan.

Demikian pula halnya dengan mereka, pada hari kiamat nanti Allah menampakkan kepada semua orang tipu muslihat yang disembunyikan oleh mereka, lalu Allah menghinakan mereka di mata semua makhluk.
Kemudian Tuhan berfirman kepada mereka dengan nada mencemoohkan dan mencela mereka:

Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena menyembahnya) kalian selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang muk­min)?

Maksudnya, di manakah sembahan-sembahan yang karenanya kalian berperang dan memusuhi para nabi dan orang-orang yang beriman?
Di manakah mereka?
Apakah mereka dapat menolong kalian dan menye­lamatkan kalian dari sini?

Dapatkah mereka menolong kalian atau menolong diri mereka sendiri?
(Asy Syu’ara:93)

maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong.
(Ath-Thariq: 10)

Dan manakala hujah telah mengarah kepada mereka, bukti telah ditegak­kan terhadap mereka, serta kalimat azab telah pasti atas diri mereka, maka mereka diam —tidak dapat beralasan lagi— di saat tiada jalan lari bagi mereka.

Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu.

Mereka adalah orang-orang yang terkemuka di dunia dan akhirat, dan mereka adalah orang-orang yang selalu memberitakan tentang perkara yang hak di dunia dan di akhirat.
Pada saat itu mereka mengatakan:

Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir.

Yakni orang yang dipermalukan dan mendapat azab yang menyelimutinya pada hari itu adalah orang-orang yang ingkar kepada Allah dan memper-sekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak dapat membahayakannya, tidak pula dapat memberikan manfaat kepadanya.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 27 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 27 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 27 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.5
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/16-27









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta