QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 2 [QS. 16:2]

یُنَزِّلُ الۡمَلٰٓئِکَۃَ بِالرُّوۡحِ مِنۡ اَمۡرِہٖ عَلٰی مَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖۤ اَنۡ اَنۡذِرُوۡۤا اَنَّہٗ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّاۤ اَنَا فَاتَّقُوۡنِ
Yunazzilul malaa-ikata birruuhi min amrihi ‘ala man yasyaa-u min ‘ibaadihi an andziruu annahu laa ilaha ilaa anaa faattaquun(i);

Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu:
“Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.
―QS. 16:2
Topik ▪ Malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat ▪ Tauhid Uluhiyyah
16:2, 16 2, 16-2, An Nahl 2, AnNahl 2, An-Nahl 2

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 2

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah ayat tersebut turun orang orang Quraisy menanyakan bahwa Allah berkuasa untuk menyiksa hamba-hamba-Nya yang lain, maka siapakah yang mengetahui hal yang sangat rahasia ini yang tidak diketahui oleh siapapun juga terkecuali hanya Dia?
Pertanyaan ini hanya mengandung pengingkaran terhadap terjadinya hari kiamat, maka Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa berita itu diketahui dari wahyu yang diturunkan Allah melalui malaikat.
Dari wahyu itulah berita berita yang rahasia itu dapat diketahui.
Wahyu itu dibawa oleh malaikat dengan perintah Allah kepada hamba-Nya yang dikehendaki.
Penjelasan itu dikemukakan kepada mereka agar mereka dapat mengetahui bahwa seseorang yang menerima wahyu berarti dia telah menerima kenabian.
Dimaksud dengan ruh dalam ayat ini ialah wahyu sebagaimana nampak …ayat yang lain:

Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.
(Q.S.
Mu’min: 15)

Dan firman Nya lagi:

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Alquran) dengan perintah Kami.
(Q.S.
Asy Syura: 52)

Wahyu itu dibawa oleh para malaikat kepada para Nabi semata mata karena Perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan bukan kemauan malaikat itu sendiri.
Seperti ditegaskan dalam ayat-ayat yang lain sebagai berikut:

Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali dengan perintah Tuhanmu.
(Q.S.
Maryam: 64)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka itu tidak mendahului Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.
(Q.S.
Al-Anbiya’: 27).

Wahyu itu diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba Nya yang terpilih yang mempunyai kesiapan mental untuk menerima wahyu itu.
Gunanya sebagai alat untuk memberikan peringatan kepada para hamba Allah mengenai hal hal yang di luar jangkauan akal mereka antara lain untuk menyampaikan tauhid dan untuk meyakinkan mereka tentang keesaan Allah bahwa tidak ada Tuhan yang wajib di sembah oleh segenap makhluk terkecuali Allah yang Maha Esa dan Dialah Tuhan dari segala makhluk, sedang tuhan-tuhan yang lain adalah tuhan ciptaan mereka yang jauh daripada kebenaran.
Dengan demikian wajiblah bagi manusia menghambakan diri semata-mata hanya kepada Nya karena dengan jalan demikian itulah manusia itu akan selamat dari kehancuran dan terlepas dari kesesatan.
Di dalam ayat itu terdapat suatu petunjuk isyarat bahwa wahyu itu turun dari Allah kepada Nabi Nya dengan perantaraan malaikat malaikat Nya.

Di dalam ayat yang lain disebutkan:

Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya.
(Q.S.
Al-Baqarah: 285)

Malaikat disebut terlebih dahulu dari Rasul Nya untuk menyatakan bahwa malaikat itu menerima wahyu dari Allah tanpa perantara sedangkan dimaksud Kitab-kitab ialah wahyu yang disampaikan oleh para malaikat itu kepada para Nabi-Nya.
Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa hendaklah manusia bertakwa hanya kepada-Nya.
Ini adalah seruan yang ditujukan kepada orang orang yang beriman agar supaya tetap bertakwa kepada-Nya, dan juga mencakup orang-orang kafir Quraisy yang menentang terjadinya hari kiamat agar supaya mereka itu menghentikan kemusyrikannya dan meninggalkan sifat sifat yang menentang terhadap ketentuan yang datang dan Allah dikarenakan sifat tergesa gesa menolak sesuatu yang belum dipikirkan kebenarannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia menurunkan malaikat dengan membawa wahyu yang menghidupkan kalbu kepada para hamba-Nya yang dipilih untuk menjadi rasul.
Para rasul itu diutus untuk memberi peringatan kepada manusia bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Aku.
Maka jauhilah segala apa yang menyebabkan murka-Ku dan yang menjerumuskan kalian kepada siksaan.
Hendaknya kalian selalu taat agar terlindung dari siksaan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia menurunkan malaikat) yakni malaikat Jibril (dengan wahyu) dengan membawa wahyu (atas perintah-Nya) berdasarkan kehendak-Nya (kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya) mereka adalah para nabi (yaitu) huruf an di sini bermakna mufassirah atau kata penafsir (peringatkanlah olehmu sekalian) peringatkanlah orang-orang kafir dengan azab, dan beritahukanlah kepada mereka (bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka hendaklah kalian bertakwa kepada-Ku) artinya takutlah kalian kepada-Ku.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah menurunkan para malaikat dengan membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya yang diutus, yaitu :
Peringatkanlah manusia dari syirik, dan bahwa tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Aku, maka bertakwalah kepada-Ku dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban dari-Ku dan mengesakan-Ku dengan ibadah dan ikhlas.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dia menurunkan malaikat-malaikat dengan (membawa) wahyu.

Yang dimaksud dengan ar-ruh dalam ayat ini ialah wahyu.
Perihalnya sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami.
sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami.
(Asy Syuura:52)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.:

Yang dimaksud adalah para nabi, seperti pengertian dalam firman-Nya:

“Allah lebih mengetahui dimana Dia menempatkan tugas kerasulan.” (Al-An’am: 124)

“Allah memilih utusan-utusan-Nya, dari malaikat dan dari manusia.” (Al Hajj: 75)

dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).
(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur), tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah.
(Allah berfirman), “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Hanya kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Al-Mu’min: 15-16)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Peringatkanlah oleh kamu sekalian.

Yakni agar mereka mendapat peringatan,

…bahwa tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka hendaklah kalian bertakwa kepada-Ku.

Artinya, takutlah kalian kepada siksaan-Ku kepada setiap orang yang menentang perintah-Ku dan menyembah selain-Ku.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 2 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 2 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 2 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:2
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.4
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ annahl 2 artinya

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta