QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 122 [QS. 16:122]

وَ اٰتَیۡنٰہُ فِی الدُّنۡیَا حَسَنَۃً ؕ وَ اِنَّہٗ فِی الۡاٰخِرَۃِ لَمِنَ الصّٰلِحِیۡنَ
Waaatainaahu fiiddunyaa hasanatan wa-innahu fii-aakhirati laminash-shaalihiin(a);

Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia.
Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
―QS. 16:122
Topik ▪ Memohon hanya kepada Allah
16:122, 16 122, 16-122, An Nahl 122, AnNahl 122, An-Nahl 122

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 122

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 122. Oleh Kementrian Agama RI

8.
Dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi gambaran tentang Ibrahim, bahwa dia dijadikan Allah kesayangan umat manusia, diakui oleh semua penganut agama besar di dunia.
Orang Yahudi, Nasrani, dan Islam semuanya mengaku kenabian Ibrahim as, bahkan orang-orang kafir Quraisy sangat membanggakan doa Nabi Ibrahim untuk menjadi kesayangan manusia di kemudian hari.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian”.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 83-83)

9.
Bahwasanya dia di akhirat di masukkan ke dalam barisan orang-orang saleh dan bersama mereka menempati derajat yang tinggi dalam surga, sesuai dengan permohonan sendiri.
Demikian beberapa sifat yang sempurna dari pribadi Nabi Ibrahim yang dengan singkat dapat dikatakan bahwa beliau a.s, mempunyai sifat kepemimpinan, seorang yang patuh (disiplin), seorang yang berakhlak mulia (moralis) dan teguh (konsekuen) dalam kebenaran, seorang muwahhid (monotheis) yang bersih, suka bersyukur dan tahu berterima kasih, seorang guru dan punya nama yang harum dan masyhur di tengah-tengah umat manusia lagi saleh.

Sifat Nabi Ibrahim as kecuali sifat-sifat tersebut di atas yang umum dan menonjol diterangkan dalam Alquran ialah:

PERTAMA:
Seorang yang paling gigih dan ulet dalam menegakkan ketauhidan dan menghancurkan kemusyrikan, tanpa mengenal lelah dan putus asa.

KEDUA:
Seorang yang paling kuat pasrah dan menyerahkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala Suatu contoh kesempurnaan kepasrahannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala ialah pada waktu dia menerima perintah untuk mengerjakan kurban kepada putranya Ismail as, sedikitpun dia tidak ragu-ragu.
Dalam Alquran berulang kali ditegaskan hubungan yang erat antara agama Nabi Ibrahim dan agama yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus,(yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.
(Q.S. Al-An’am [6]: 161)

Di antara syariat Nabi Ibrahim yang masih diteruskan oleh Nabi Muhammad ﷺ ialah pelaksanaan khitan.
Beberapa ulama menetapkan hukum wajib khitan karena syariat khitan ini tidak dinyatakan hapus oleh syariat Nabi Muhammad ﷺ.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar benarnya.
Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.
(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim.
Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Alquran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka itu dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah.
Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung, dan sebaik-baik Penolong”.

(Q.S. Al-Hajj [22]: 78)

Berulang kali pula dalam Alquran, Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Ibrahim itu bukanlah orang musyrik sebagaimana halnya orang musyrikin Quraisy yang mengakui diri mereka pengikut dan turunan Nabi Ibrahim as.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami jadikan Ibrahim sebagai sosok yang dikenang kebaikan-kebaikannya oleh seluruh manusia.
Dan di akhirat nanti ia akan termasuk golongan orang saleh dan akan mendapat kehidupan yang menyenangkan dengan perkenan Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami berikan kepadanya) di dalam ungkapan ini terkandung pengertian iltifat dari gaibah, atau perpindahan ungkapan dari dhamir gaib kepada dhamir mutakallim (kebaikan di dunia) yaitu mendapatkan pujian dari kalangan semua agama.

(Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh) yaitu orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi di akhirat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami berikan kepadanya di dunia nimat yang baik, yaitu mendapat pujian di tengah orang-orang yang datang kemudian dan dijadikan sebagai teladan, serta anak yang shalih.
Sesungguhnya dia di sisi Allah di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalih, orang-orang yang mendapatkan kedudukan yang tinggi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia.

Maksudnya, Kami himpunkan baginya kebaikan dunia dari seluruh apa yang diperlukan oleh orang mukmin dalam kehidupannya yang sempurna lagi baik.

Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia.
Yakni berupa lisan yang benar.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 122 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 122 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 122 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:122
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.4
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta