QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 121 [QS. 16:121]

شَاکِرًا لِّاَنۡعُمِہٖ ؕ اِجۡتَبٰہُ وَ ہَدٰىہُ اِلٰی صِرَاطٍ مُّسۡتَقِیۡمٍ
Syaakiran an’umihiijtabaahu wahadaahu ila shiraathin mustaqiimin;

(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah.
Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.
―QS. 16:121
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Kekuasaan Allah
16:121, 16 121, 16-121, An Nahl 121, AnNahl 121, An-Nahl 121

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 121

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 121. Oleh Kementrian Agama RI

5.
Dalam ayat ini, Allah menerangkan lagi sifat-sifat Nabi Ibrahim sebagai kelanjutan keterangan sifat-sifat dalam ayat yang lain: bahwa Nabi Ibrahim as adalah seorang yang mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang dianugerahkan kepadanya sebagaimana dijelaskan dalam Alquran.

Firman Allah:

Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji
(Q.S. An-Najm [53]: 37)

Maksudnya bahwa Nabi Ibrahim itu adalah seorang yang selalu melaksanakan segala perintah Allah kepadanya.
Keterangan Allah tentang sifat ini merupakan sindiran yang tajam kepada orang Quraisy karena mereka mengingkari nikmat Allah kepada mereka, lalu mereka diazab oleh Allah dengan kelaparan dan ketakutan.

6.
Dia sesungguhnya adalah pilihan Allah subhanahu wa ta’ala untuk kenabian, sebagaimana firman Nya subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan) nya.
(Q.S. Al Anbiya’: 51)

7.
Bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala membimbing dia ke jalan yang lurus yakni jalan menyembah kepada Tuhan sendiri yang tiada di sembah kecuali Dia, tidak ada sekutu bagi Nya.

Dan memberi pengajaran kepada manusia ke jalan tauhid dan mengajak manusia kepada agamanya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrahim, Ishak, dan Yakub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.
Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.

(Q.S. As Sad: 45-47)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ibrahim senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmat Tuhan yang telah diberikan kepadanya.
Dengan alasan itulah Allah memilih Ibrahim sebagai pengemban misi risalah-Nya.
Allah merestui Ibrahim untuk meniti jalan lurus menuju kebahagiaan abadi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Lagi yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya) menjadikannya sebagai pilihan-Nya (dan menunjukkannya kepada jalan yang lurus.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepadanya.
Allah telah memilihnya untuk mengemban risalah-Nya, dan menunjukkannya kepada jalan yang lurus, yaitu Islam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…(lagi) mensyukuri nikmat-nikmat Allah.

Yaitu selalu menetapi syukur atas nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepadanya.
Makna ayat ini sama dengan ayat lain yang mengatakan:

dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.
(Q.S. An-Najm [53]: 37)

Artinya, selalu mengerjakan semua yang diperintahkan Allah kepadanya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…Allah telah memilihnya.

Yakni memilihnya menjadi orang pilihan-Nya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui Firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 51)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.

Yaitu menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, menurut syariat yang diridai-Nya.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 121 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 121 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 121 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:121
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.9
Ratingmu: 4.7 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta