QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 111 [QS. 16:111]

یَوۡمَ تَاۡتِیۡ کُلُّ نَفۡسٍ تُجَادِلُ عَنۡ نَّفۡسِہَا وَ تُوَفّٰی کُلُّ نَفۡسٍ مَّا عَمِلَتۡ وَ ہُمۡ لَا یُظۡلَمُوۡنَ
Yauma ta’tii kullu nafsin tujaadilu ‘an nafsihaa watuwaffa kullu nafsin maa ‘amilat wahum laa yuzhlamuun(a);

(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).
―QS. 16:111
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Pahala Iman
16:111, 16 111, 16-111, An Nahl 111, AnNahl 111, An-Nahl 111

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 111

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 111. Oleh Kementrian Agama RI

Pada hari akhir itu setiap orang akan hadir dan membela dirinya serta berusaha membersihkannya.
Setiap perbuatan manusia selama di dunia akan disaksikannya baik perbuatan kebaikan maupun kejahatan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebaikan di hadapan (di mukanya) begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 30)

Tidak seorang pun pada hari itu berkesempatan membela orang lain.
Masing-masing memikul bebannya sendiri dan tidak dapat memikul dosa orang lain.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.
Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperhatikan (kepadanya).

(Q.S. An-Najm [53]: 39-40)

Baik perbuatan kebaikan ataupun kejahatan pada hari itu akan mendapat balasan dan sedikitpun tidak ada yang dirugikan.
Setiap orang dengan sempurna akan memperoleh balasan dari setiap perbuatannya.
Yang berbuat kebaikan diberi pahala dengan sempurna atas amal kebaikannya itu, yang berbuat maksiat diberi pula hukuman dengan sempurna atas perbuatan maksiat itu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.
Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 281)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Nabi, beritakanlah kepada kaummu–agar mereka mendapat peringatan–akan datangnya hari ketika seseorang tidak disibukkan kecuali oleh usaha-usaha membela diri sendiri.
Seseorang tidak lagi mengindahkan anak dan orang tua.
Itulah hari kiamat.
Allah akan memberi balasan setiap orang atas perbuatan yang ia lakukan, yang baik atau yang buruk.
Dan Allah tidak akan pernah berbuat sewenang- wenang pada siapa pun.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Ingatlah (suatu hari ketika tiap-tiap diri datang untuk membela) berhujah untuk membela (dirinya sendiri) ia tidak menghiraukan selain daripada dirinya sendiri, yaitu hari kiamat (dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan) balasan (apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya) sedikit pun juga.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatkanlah kepada mereka, wahai Rasul, tentang Hari Kiamat, ketika setiap jiwa datang untuk membela dirinya sendiri, dan mengemukakakn segala alasan.
Allah akan menyempurnakan balasan apa yang telah dikerjakan oleh tiap-tiap jiwa dengan tanpa menzhaliminya.
Dia tidak menambah hukuman kepada mereka, dan tidak pula mengurangi pahala mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian mereka bergabung ke dalam barisan orang-orang mukmin dan berjihad melawan orang-orang kafir bersama saudara-saudara seiman mereka, dan mereka bersabar (dalam menghadapi semua tantangan).

Maka Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitakan bahwa Dia benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada mereka atas perbuatan (terpaksa menyetujui fitnah) yang telah dilakukannya kelak di hari mereka dikembalikan ke sisi-Nya.

…(Yaitu) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri.

Tiada seorang pun yang membela ayahnya atau anaknya atau saudaranya atau istrinya.

…dan tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya

apakah perbuatan baik ataukah perbuatan buruk.

…sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).

Maksudnya, tiada pahala kebaikannya yang dikurangi dan tiada balasan keburukannya yang ditambahkan, serta mereka tidak dianiaya barang sekecil apa pun.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 111 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 111 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 111 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:111
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.5
Ratingmu: 4.5 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta