Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nabaa (Berita besar) – surah 78 ayat 7 [QS. 78:7]

And the mountains as stakes?
― Chapter 78. Surah An Nabaa [verse 7]

وَٱلْجِبَالَ dan gunung-gunung

And the mountains
أَوْتَادًا pancang/pasak

(as) pegs,

Tafsir

Alquran

Surah An Nabaa
78:7

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 7. Oleh Kementrian Agama RI


Kedua, Allah jadikan gunung-gunung sebagai pasak untuk mengokohkan bumi, sehingga tidak bergoyang karena guncangan-guncangan yang ada di bawahnya.

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 7. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami menjadikan gunung-gunung sebagai pasak untuk menguatkan bumi.
(1).


(1) Lapisan padat kerak bumi dapat mencapai ketebalan sekitar 60 kilometer.
Lapisan itu dapat meninggi, sehingga membentuk gunung-gunung, atau menurun menjadi dasar lautan dan samudera.


Keadaan seperti ini menimbulkan keseimbangan akibat tekanan yang dihasilkan oleh gunung-gunung tersebut.
Keseimbangan ini tidak mengalami kerusakan kecuali jika gunung-gunung tersebut musnah.


Lapisan kerak bumi yang basah akan dikuatkan oleh gunung-gunung, persis seperti pasak menguatkan kemah (lihat tafsir ayat 7 surat

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Gunung-gunung sebagai pasak agar bumi tidak mengguncangkan kalian?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan gunung-gunung sebagai pasak) yang menstabilkan bumi, sebagaimana halnya kemah yang berdiri dengan mantapnya berkat patok-patok yang menyangganya.
Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir atau menetapkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari orang-orang musyrik karena mereka saling bertanya tentang hari kiamat dengan rasa tidak percaya akan kejadiannya.

Tentang apakah mereka saling bertanya?
Tentang berita yang besar.
(QS. An-Naba‘ [78]: 1-2)

Yakni apakah yang dipertanyakan mereka?
Tentang hari kiamat, yaitu berita yang besar, yakni berita yang amat besar, amat mengerikan, lagi amat mengejutkan.
Qatadah dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan berita besar ini ialah kebangkitan sesudah mati.
Mujahid mengatakannya Alquran, tetapi yang jelas adalah pendapat yang pertama, karena dalam firman berikutnya disebutkan:


yang mereka perselisihkan tentang ini.
(QS. An-Naba‘ [78]: 3)

Manusia dalam hal ini ada dua macam, ada yang beriman kepadanya dan ada yang kafir.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman berikutnya mengancam orang-orang yang ingkar dengan adanya hari kiamat.

Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak;
kelak mereka akan mengetahui.
(QS. An-Naba‘ [78]: 4-5)

Ini merupakan peringatan yang tegas dan ancaman yang keras.
Kemudian Allah menjelaskan tentang kekuasaan-Nya yang besar melalui ciptaan-Nya terhadap segala sesuatu yang besar lagi menakjubkan, yang semuanya itu menunjukkan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya, termasuk masalah hari berbangkit dan lain-lainnya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?
(QS. An-Naba‘ [78]: 6)

Maksudnya, telah dihamparkan-Nya dan dijadikan-Nya layak untuk dihuni oleh makhluk-Nya, lagi tetap, tenang, dan kokoh.

dan gunung-gunung sebagai pasak?
(QS. An-Naba‘ [78]: 7)

Dia menjadikan pada bumi pasak-pasak untuk menstabilkan dan mengokohkannya serta memantapkannya sehingga bumi menjadi tenang dan tidak mengguncangkan orang-orang dan makhluk yang ada di atasnya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

dan Kami jadikan kalian berpasang-pasangan.
(QS. An-Naba‘ [78]: 8)

Yaitu dari jenis laki-laki dan perempuan, masing-masing dapat bersenang-senang dengan lawan jenisnya, dan karenanya maka berkembanglah keturunan mereka.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang.
(Ar-Rum:
21)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat.
(QS. An-Naba‘ [78]: 9)

Yakni istirahat dari gerak agar tubuh kalian menjadi segar kembali setelah banyak melakukan aktiyitas dalam rangka mencari upaya penghidupan di sepanjang siang hari.
Hal seperti ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Al-Furqan.

dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.
(QS. An-Naba‘ [78]: 10)

yang menutupi semua manusia dengan kegelapannya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan malam apabila menutupinya.
(QS. Asy-Syams [91]: 4)

Dan ucapan seorang penyair yang mengatakan dalam salah satu bait syairnya,

"Dan manakala malam mulai menggelarkan kain penutupnya, maka seluruh semesta menjadi gelap."

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.
(QS. An-Naba‘ [78]: 10)
Maksudnya, ketenangan.

dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.
(QS. An-Naba‘ [78]: 11)

Kami menjadikannya terang benderang agar manusia dapat melakukan aktiyitasnya untuk mencari upaya penghidupan dengan bekerja, berniaga, dan melakukan urusan lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami bangun di atas kalian tujuh buah (langit) yang kokoh.
(QS. An-Naba‘ [78]: 12)

Yaitu tujuh lapis langit dengan segala keluasannya, ketinggiannya, kekokohannya, dan kerapiannya serta hiasannya yang dipenuhi dengan bintang-bintang, baik yang tetap maupun yang beredar.
Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:

dan Kami jadikan pelita yang amat terang.
(QS. An-Naba‘ [78]: 13)

Yakni matahari yang menerangi semesta alam, yang cahayanya menerangi seluruh penduduk bumi.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nabaa (78) Ayat 7

AWTAAD
أَوْتَاد

Lafaz ini adalah jamak dari al-watiid, artinya apa yang ditanam di dalam bumi, dinding buku atau aur.

Awtaad al ardh artinya bukit-bukit.

Awtaad al-famm maknanya gigi-gigi

Awtaad al-bilad maknanya para pemimpin."

Awtaad as sufiyyah bermakna empat lelaki di mana kedudukan mereka di atas kedudukan empat tiang di bumi, Timur dan Barat, Utara dan Selatan.

Lafaz ini disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Fajr (89), ayat 10 dan
-An Nabaa (78), ayat 7.
Dalam surah Firaun.

Az Zamakhsyari berkata,
"Ia bermakna rumah yang kukuh yang berdiri dengan pasak-pasaknya,"

Asy Syawkani berkata,
"Para mufassir berpendapat, dzu al-awtaad bermakna dia (Firaun) mempunyai tiang-tiang untuk mendera manusia dengannya yaitu apabila dia marah kepada seseorang, tangan dan kakinya diikat sedangkan kepalanya di atas bumi."

Ada pendapat yang mengatakan, ia bermakna kumpulan atau bala tentara yang ramai.
Mereka menguatkan kerajaannya sebagaimana menguatkan tiang-tiang sehingga tidak dapat dimusnahkan dan dikalahkan."

Ibn Qutaibah berkata,
"Ia bermakna mempunyai bangunan yang tersusun dan kukuh dan asal dari ini rumah-rumah mereka kukuh dengan pasak-pasaknya."

Diriwayatkan dari As-Suddi dan Ar-Rabi’ bin Anas", makna dzu al-awtaad ialah bagi mengazab dan menyiksa manusia dengan tiang-tiang, menyiksa mereka dengan empat tiang.
Kemudian batu diangkat ke atas yang diikat dengan tali, lalu dilemparkan kepadanya, maka hancurlah ia.

At Tabari berkata,
"Makna lafaz awtaad dalam surah An Nabaa ialah gunung-gunung bagi bumi seperti pasak atau tiang, berfungsi menetapnya supaya tidak mengayun ayunkan manusia sebagaimana Allah menyatakan dalam surah An Nahl, ayat 15,

"Dan Dia menancaokan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu,.."

Ibn Katsir berkata,
"Maksudnya menjadikan bagi bumi tiang atau pasak yang mengukuhkannya, menetapkannya dan menguatkannya sehingga menjadi tenang dan tidak menggoyangkan siapa yang berada di atasnya’"

Kesimpulannya, lafaz awtaad mengandung dua makna.

Pertama, ia bermakna tiang-tiang kepunyaan Fir’aun bagi menyiksa manusia dengannya, atau rumah dan istana dengan bala tentara yang kuat.

Kedua, ia bermakna pasak untuk menstabilkan keadaan bumi.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 88-89

Unsur Pokok Surah An Nabaa (النبأ)

Surat An Naba‘ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ma’aarij.

Dinamai An Naba‘ (berita besar), diambil dari perkataan An Naba‘ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Dinamai juga ‘"Amma yatasaa aluun" diambil dari perkataan "Amma yatasaa aluun" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Keimanan:

▪ Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu.
▪ Kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit.
▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit.
Azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat.
▪ Penyesalan orang kafir di hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah An Nabaa (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nabaa ayat 7 - Gambar 1 Surah An Nabaa ayat 7 - Gambar 2
Statistik QS. 78:7
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah An Nabaa.

Surah An-Naba’ (Arab: النّبا , “Berita Besar”) adalah surah ke-78 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat.
Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah78
Nama SurahAn Nabaa
Arabالنبأ
ArtiBerita besar
Nama lainAmma, Tasa’ul dan Mu’shirat, Amma Yatasa’alun
(Tentang Apakah Mereka Saling Bertanya-Tanya)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu80
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat40
Jumlah kata174
Jumlah huruf797
Surah sebelumnyaSurah Al-Mursalat
Surah selanjutnyaSurah An-Nazi’at
Sending
User Review
4.8 (16 votes)
Tags:

78:7, 78 7, 78-7, Surah An Nabaa 7, Tafsir surat AnNabaa 7, Quran An Naba 7, AnNaba 7, An-Naba’ 7, Surah An Naba ayat 7

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 85 [QS. 7:85]

Setelah dijelaskan kisah kedurhakaan kaum Nabi Lut, kerusakan akhlak mereka karena melakukan perbuatan homoseksual, dan azab yang mereka terima, selanjutnya pembicaraan beralih kepada kisah Nabi Syuai … 7:85, 7 85, 7-85, Surah Al A’raaf 85, Tafsir surat AlAraaf 85, Quran Al Araf 85, Al-A’raf 85, Surah Al Araf ayat 85

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 108 [QS. 4:108]

Mereka yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa itu dapat saja bersembunyi dari manusia, termasuk dari kamu sekalian, karena takut ketahuan pengkhianatan dan dosa yang dilakukakannya, tetapi mereka … 4:108, 4 108, 4-108, Surah An Nisaa’ 108, Tafsir surat AnNisaa 108, Quran AnNisa 108, An-Nisa’ 108, Surah An Nisa ayat 108

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

+

Array

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #13

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.” 10000

Pendidikan Agama Islam #20

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … kaum muslimin orang kafir musawwir orang biasa hamba sahaya Benar!

Pendidikan Agama Islam #1

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … An-Naml ayat 40 Al Hadid ayat 3 Taha ayat

Instagram