Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nabaa (Berita besar) – surah 78 ayat 14 [QS. 78:14]

وَّ اَنۡزَلۡنَا مِنَ الۡمُعۡصِرٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا
Wa-anzalnaa minal mu’shiraati maa-an tsajjaajan;
dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,
―QS. An Nabaa [78]: 14

Daftar isi

And sent down, from the rain clouds, pouring water
― Chapter 78. Surah An Nabaa [verse 14]

وَأَنزَلْنَا dan Kami turunkan

And We sent down
مِنَ dari

from
ٱلْمُعْصِرَٰتِ awan

the rain clouds
مَآءً air

water
ثَجَّاجًا tercurah

pouring abundantly,

Tafsir Quran

Surah An Nabaa
78:14

Tafsir QS. An-Naba’ (78) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Kesembilan, Allah menurunkan dari awan air hujan yang banyak dan memberi manfaat, terutama untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi manusia dan binatang.

Hal itu bertujuan agar dapat menumbuhkan biji-bijian seperti gandum, sayur, padi, dan tumbuh-tumbuhan untuk bahan makanan manusia dan hewan ternak.

Demikian pula kebun-kebun dan taman-taman yang lebat dengan daun-daunnya yang rimbun.

Dalam ayat ini, Allah menyebut bermacam-macam tanaman yang tumbuh di bumi, di antaranya ada yang mempunyai batang dan ada yang tidak.

Ada yang menghasilkan buah-buahan dan ada pula yang menghasilkan biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lain untuk makanan manusia.
Ada pula tanaman-tanaman untuk makanan binatang ternak.

Semuanya itu merupakan makanan-makanan pokok dan tambahan bagi manusia.

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan Kami menurunkan dari awan–di saat hujan–air yang tercurah dengan deras(1).
(1) Hujan adalah sumber air tawar satu-satunya bagi bumi.


Sebenarnya, hujan merupakan hasil kumpulan uap-uap air lautan dan samudera yang membentuk awan dan kemudian berubah–setelah semakin membesar–menjadi tetesan-tetesan air atau salju atau kedua-duanya.
Uap-uap air yang terkumpul tadi akan tercurah dalam bentuk hujan atau embun.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan Kami turunkan air yang banyak tercurah dari awan supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian sebagai makanan pokok manusia dan tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan hewan ternak, juga kebun-kebun yang lebat batang rumputnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami turunkan dari awan yang tebal) yaitu awan yang banyak mengandung air dan sudah saatnya menurunkan air yang dikandungnya, sebagaimana halnya seorang gadis yang sudah masanya untuk berhaid


(air yang tercurah) artinya bagaikan air yang dicurahkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.
(QS. An-Naba’ [78]: 14)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan al-mu’sirat ialah angin.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Abu Daud Al-Hafari, dari Sufyan, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan Kami turunkan dari awan.
(QS. An-Naba’ [78]: 14)

Bahwa makna yang dimaksud ialah dari angin.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, Qatadah, Muqatil, Al-Kalabi, Zaid ibnu Aslam, dan putranya (yaitu Abdur Rahman), semuanya mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan mu’sirat ialah angin.
Dikatakan demikian karena anginlah yang meniup awan yang mengandung air, hingga awan itu menurunkan kandungan airnya dan terjadilah hujan.
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya,
"Al-mu’sirat,"
bahwa makna yang dimaksud ialah awan yang mengandung air hujan.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Abul Aliyah, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Sauri, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir.
Al-Farra mengatakan bahwa mu’sirat ialah awan yang mengandung air dan masih belum diturunkan, sebagaimana yang dikatakan terhadap seorang wanita yang mu’sir artinya ‘bilamana masa haidny tiba, sedangkan sebelum itu ia tidak pernah haid’.
Diriwayatkan pula dari Al-Hasan dan Qatadah, bahwa minal mu’sirat artinya dari langit, tetapi pendapat ini garib.
Dan yang jelas adalah pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan mu’sirat ialah awan yang mengandung air, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal;
lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya.
(QS. Ar-Rum [30]: 48)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:


air yang banyak tercurah.
(QS. An-Naba’ [78]: 14)

Mujahid, Qatadah, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa sajjajan artinya tercurah.
As-Sauri mengatakan berturut-turut.
Ibnu Zaid mengatakan banyak.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa tidak diketahui dalam pembicaraan orang Arab untuk menggambarkan hal yang banyak memakai kata as-sajj, melainkan menunjukkan pengertian curahan yang berturut-turut.
Termasuk ke dalam pengertian ini sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Haji yang paling afdal ialah yang banyak debunya dan banyak mengalirkan darah kurban.

Yakni mengalirkan darah hewan kurban.
Menurut hemat saya, demikian pula dalam hadis wanita yang mustahadah (keputihan) saat Rasulullah ﷺ bersabda, kepadanya,


"Aku anjurkan kamu memakai penyumbat dari katun."


Maka wanita itu menjawab,
"Wahai Rasulullah, darah itu lebih banyak daripada yang engkau perkirakan, sesungguhnya ia mengalir dengan sederas-derasnya."
Hal ini menunjukkan adanya penggunaan kata as-sajj untuk menunjukkan pengertian curahan yang berturut-turut lagi banyak;
hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nabaa (78) Ayat 14

TSAJJAAJA
ثَجَّاجًا

Kata tsajjaajaa adalah masdar dan sifat bagi kata tsajja-yatsijju artinya mengalir dan menjadi tumpah.

Dalam Kamus Al Munjid, tsajjaajaa minal amtar memiliki makna air yang turun mencurah atau hujan yang turun dengan lebatnya.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Nabaa (78) ayat 14. Allah berfirman,

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

Ibnu Abbas, Mujahid dan yang lainnya berpendapat tsajjaajaa memiliki makna aliran yang berterusan.

Az Zujaj berkata,
as sabbab bermakna mencurah.

Wahbah Zuhaili berpendapat ats tsajj bermakn aliran atau curahan yang banyak tanpa henti-henti.

Ats tsajj dengan pengertian ini dapat difahami melalui sebuah hadis yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ibnu ‘Umar.
Beliau berkata,
Sebaik-baik haji adalah al ‘ajj dan ats-tsajj. yaitu mengangkat suara dengan bertalbiah dan pengaliran curahan darah binatang yang menjadi korban.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD,

Unsur Pokok Surah An Nabaa (النبأ)

Surat An Naba’ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ma’aarij.

Dinamai An Naba’ (berita besar), diambil dari perkataan An Naba’ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Dinamai juga ‘"Amma yatasaa aluun" diambil dari perkataan "Amma yatasaa aluun" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Keimanan:

▪ Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu.
▪ Kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit.
▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit.
▪ Azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat.
▪ Penyesalan orang kafir di hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah An Nabaa (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nabaa ayat 14 - Gambar 1 Surah An Nabaa ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 78:14
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Nabaa.

Surah An-Naba’ (Arab: النّبا , “Berita Besar”) adalah surah ke-78 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat.
Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah 78
Nama Surah An Nabaa
Arab النبأ
Arti Berita besar
Nama lain Amma, Tasa’ul dan Mu’shirat, Amma Yatasa’alun
(Tentang Apakah Mereka Saling Bertanya-Tanya)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 80
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 40
Jumlah kata 174
Jumlah huruf 797
Surah sebelumnya Surah Al-Mursalat
Surah selanjutnya Surah An-Nazi’at
Sending
User Review
4.7 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

78:14, 78 14, 78-14, Surah An Nabaa 14, Tafsir surat AnNabaa 14, Quran An Naba 14, AnNaba 14, An-Naba’ 14, Surah An Naba ayat 14

Video Surah

78:14


Load More

Kandungan Surah An Nabaa

۞ QS. 78:1 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:2 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:3 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:4 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:5 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:7 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:8 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:15 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 78:17 • Nama-nama hari kiamat • Waktu kiamat tidak diketahui • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 78:18 • Peniupan sangkakala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 78:19 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 78:20 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 78:21 • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat neraka • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 78:22 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:23 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 78:24 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 78:25 • Azab orang kafir

۞ QS. 78:26 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 78:27 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:28 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 78:29 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 78:30 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:31 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 78:32 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 78:33 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 78:34 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 78:35 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 78:36 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 78:37 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 78:38 Al Rahman (Maha Pengasih) • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 78:39 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 78:40 • Kiamat telah dekat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Menghitung amal kebaikan •

Ayat Pilihan

Apakah orang kafir tak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
Maka mengapa mereka tiada juga beriman?
QS. Al-Anbiya [21]: 30

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu,
dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
QS. Al-Ma’idah [5]: 88

Musa berdoa:
“Ya Tuhanku,
ampunilah aku & saudaraku & masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau,
dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”.
QS. Al-A’raf [7]: 151

Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan
QS. An-Nahl [16]: 69

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Correct! Wrong!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Correct! Wrong!

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Correct! Wrong!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Correct! Wrong!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

qasar

Apa itu qasar? qa.sar pemendekan rakaat salat wajib dari empat rakaat menjadi dua rakaat sebagai keringanan bagi orang musafir … •

syuhada

Apa itu syuhada? syu.ha.da orang-orang yang mati syahid … • syuhadaa

Matius

Apa itu Matius? Rasul Matius ” atau Mattithyahu; Septuaginta Bahasa Yunani: Ματθαίος, Matthaios) adalah seorang Kristen yang hidup pada abad pertama Masehi dan termasuk dalam keduabelas murid Yesus, yang dicatat dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Ayahnya bernama Alfe … •