Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nabaa (Berita besar) – surah 78 ayat 14 [QS. 78:14]

وَّ اَنۡزَلۡنَا مِنَ الۡمُعۡصِرٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا
Wa-anzalnaa minal mu’shiraati maa-an tsajjaajan;
dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,
―QS. An Nabaa [78]: 14

And sent down, from the rain clouds, pouring water
― Chapter 78. Surah An Nabaa [verse 14]

وَأَنزَلْنَا dan Kami turunkan

And We sent down
مِنَ dari

from
ٱلْمُعْصِرَٰتِ awan

the rain clouds
مَآءً air

water
ثَجَّاجًا tercurah

pouring abundantly,

Tafsir

Alquran

Surah An Nabaa
78:14

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 14. Oleh Kementrian Agama RI


Kesembilan, Allah menurunkan dari awan air hujan yang banyak dan memberi manfaat, terutama untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi manusia dan binatang.


Hal itu bertujuan agar dapat menumbuhkan biji-bijian seperti gandum, sayur, padi, dan tumbuh-tumbuhan untuk bahan makanan manusia dan hewan ternak.

Demikian pula kebun-kebun dan taman-taman yang lebat dengan daun-daunnya yang rimbun.


Dalam ayat ini, Allah menyebut bermacam-macam tanaman yang tumbuh di bumi, di antaranya ada yang mempunyai batang dan ada yang tidak.

Ada yang menghasilkan buah-buahan dan ada pula yang menghasilkan biji-bijian seperti gandum, padi, dan lain-lain untuk makanan manusia.
Ada pula tanaman-tanaman untuk makanan binatang ternak.

Semuanya itu merupakan makanan-makanan pokok dan tambahan bagi manusia.

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan Kami menurunkan dari awan–di saat hujan–air yang tercurah dengan deras(1).
(1) Hujan adalah sumber air tawar satu-satunya bagi bumi.


Sebenarnya, hujan merupakan hasil kumpulan uap-uap air lautan dan samudera yang membentuk awan dan kemudian berubah–setelah semakin membesar–menjadi tetesan-tetesan air atau salju atau kedua-duanya.
Uap-uap air yang terkumpul tadi akan tercurah dalam bentuk hujan atau embun.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan Kami turunkan air yang banyak tercurah dari awan supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian sebagai makanan pokok manusia dan tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan hewan ternak, juga kebun-kebun yang lebat batang rumputnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami turunkan dari awan yang tebal) yaitu awan yang banyak mengandung air dan sudah saatnya menurunkan air yang dikandungnya, sebagaimana halnya seorang gadis yang sudah masanya untuk berhaid


(air yang tercurah) artinya bagaikan air yang dicurahkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.
(QS. An-Naba‘ [78]: 14)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan al-mu’sirat ialah angin.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Abu Daud Al-Hafari, dari Sufyan, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan Kami turunkan dari awan.
(QS. An-Naba‘ [78]: 14)

Bahwa makna yang dimaksud ialah dari angin.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, Qatadah, Muqatil, Al-Kalabi, Zaid ibnu Aslam, dan putranya (yaitu Abdur Rahman), semuanya mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan mu’sirat ialah angin.
Dikatakan demikian karena anginlah yang meniup awan yang mengandung air, hingga awan itu menurunkan kandungan airnya dan terjadilah hujan.
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya,
"Al-mu’sirat,"
bahwa makna yang dimaksud ialah awan yang mengandung air hujan.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Abul Aliyah, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Sauri, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir.
Al-Farra mengatakan bahwa mu’sirat ialah awan yang mengandung air dan masih belum diturunkan, sebagaimana yang dikatakan terhadap seorang wanita yang mu’sir artinya ‘bilamana masa haidny tiba, sedangkan sebelum itu ia tidak pernah haid’.
Diriwayatkan pula dari Al-Hasan dan Qatadah, bahwa minal mu’sirat artinya dari langit, tetapi pendapat ini garib.
Dan yang jelas adalah pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan mu’sirat ialah awan yang mengandung air, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal;
lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya.
(Ar-Rum:
48)


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:


air yang banyak tercurah.
(QS. An-Naba‘ [78]: 14)

Mujahid, Qatadah, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa sajjajan artinya tercurah.
As-Sauri mengatakan berturut-turut.
Ibnu Zaid mengatakan banyak.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa tidak diketahui dalam pembicaraan orang Arab untuk menggambarkan hal yang banyak memakai kata as-sajj, melainkan menunjukkan pengertian curahan yang berturut-turut.
Termasuk ke dalam pengertian ini sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Yakni mengalirkan darah hewan kurban.
Menurut hemat saya, demikian pula dalam
hadis wanita yang mustahadah (keputihan) saat Rasulullah ﷺ bersabda, kepadanya,

"Aku anjurkan kamu memakai penyumbat dari katun."


Maka wanita itu menjawab,
"Wahai Rasulullah, darah itu lebih banyak daripada yang engkau perkirakan, sesungguhnya ia mengalir dengan sederas-derasnya."
Hal ini menunjukkan adanya penggunaan kata as-sajj untuk menunjukkan pengertian curahan yang berturut-turut lagi banyak;
hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nabaa (78) Ayat 14

TSAJJAAJA
ثَجَّاجًا

Kata tsajjaajaa adalah masdar dan sifat bagi kata tsajja-yatsijju artinya mengalir dan menjadi tumpah.

Dalam Kamus Al Munjid, tsajjaajaa minal amtar memiliki makna air yang turun mencurah atau hujan yang turun dengan lebatnya.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Nabaa (78) ayat 14. Allah berfirman,

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

Ibn Abbas, Mujahid dan yang lainnya berpendapat tsajjaajaa memiliki makna aliran yang berterusan.

Az Zujaj berkata,
as sabbab bermakna mencurah.

Wahbah Zuhaili berpendapat ats tsajj bermakn aliran atau curahan yang banyak tanpa henti-henti.

Ats tsajj dengan pengertian ini dapat difahami melalui sebuah hadis yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ibn ‘Umar.
Beliau berkata,
Sebaik-baik Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN.
BHD.

Unsur Pokok Surah An Nabaa (النبأ)

Surat An Naba‘ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ma’aarij.

Dinamai An Naba‘ (berita besar), diambil dari perkataan An Naba‘ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Dinamai juga ‘"Amma yatasaa aluun" diambil dari perkataan "Amma yatasaa aluun" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Keimanan:

▪ Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu.
▪ Kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit.
▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit.
Azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat.
▪ Penyesalan orang kafir di hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah An Nabaa (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nabaa ayat 14 - Gambar 1 Surah An Nabaa ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 78:14
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Nabaa.

Surah An-Naba’ (Arab: النّبا , “Berita Besar”) adalah surah ke-78 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat.
Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah78
Nama SurahAn Nabaa
Arabالنبأ
ArtiBerita besar
Nama lainAmma, Tasa’ul dan Mu’shirat, Amma Yatasa’alun
(Tentang Apakah Mereka Saling Bertanya-Tanya)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu80
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat40
Jumlah kata174
Jumlah huruf797
Surah sebelumnyaSurah Al-Mursalat
Surah selanjutnyaSurah An-Nazi’at
Sending
User Review
4.7 (9 votes)
Tags:

78:14, 78 14, 78-14, Surah An Nabaa 14, Tafsir surat AnNabaa 14, Quran An Naba 14, AnNaba 14, An-Naba’ 14, Surah An Naba ayat 14

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 89 [QS. 23:89]

88-89. Wahai Nabi Muhammad! pengingkaran orang-orang kafir itu sama sekali tidak berdasar, maka katakanlah kepada mereka, “Siapa-kah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, … 23:89, 23 89, 23-89, Surah Al Mu’minuun 89, Tafsir surat AlMuminuun 89, Quran Al Mukminun 89, Al-Mu’minun 89, Surah Al Muminun ayat 89

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 14 [QS. 28:14]

14. Janji Allah untuk menjadikan Musa sebagai salah seorang rasul dari kalangan bani lsrail itu benar. Dan kisahnya bermula dari setelah dia yakni Musa dewasa dan sempurna jasmani dan akalnya, Kami an … 28:14, 28 14, 28-14, Surah Al Qashash 14, Tafsir surat AlQashash 14, Quran AlQasas 14, Al Qasas 14, AlQasas 14, Al-Qasas 14, Surah Al Qasas ayat 14

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … kesepakatan rapat perundingan undang-undang voting Benar! Kurang tepat! Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #22

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … kepandaian kelahiran dan kematian keturunan kematian kelahiran Benar! Kurang tepat! Matahari

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … QS. Al Jasiyah

Instagram