QS. An Naazi’at (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut) – surah 79 ayat 37 [QS. 79:37]

فَاَمَّا مَنۡ طَغٰی
Fa-ammaa man thagh(a);

Adapun orang yang melampaui batas,
―QS. 79:37
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Derajat para pemeluk agama ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
79:37, 79 37, 79-37, An Naazi’at 37, AnNaaziat 37, AnNaziat 37, An Naziat 37, An-Nazi’at 37

Tafsir surah An Naazi'at (79) ayat 37

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naazi’at (79) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Adapun orang-orang yang sombong dan melampaui batas, lebih mengutamakan kelezatan kehidupan dunia dari pahala di akhirat.
Maka sesungguhnya neraka Jahimlah tempat kediamannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka, barangsiapa yang kedurhakannya telah melampaui batas, yang memilih untuk diri sendiri kehidupan dunia yang fana, tempat tinggalnya di akhirat adalah neraka yang apinya berkobar-kobar, dan tidak ada tempat selain itu bagi dirinya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Adapun orang yang melampaui batas) yakni orang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 36)

Yaitu neraka ditampakkan, sehingga semua manusia dapat melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.

Adapun orang yang melampaui batas (Q.S. An-Nazi’at [79]: 37)

Maksudnya, membangkang dan berlaku sewenang-wenang.

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (Q.S. An-Nazi’at [79]: 38)

Yakni lebih memprioritaskannya daripada urusan agama dan bekal di akhiratnya.

maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 39)

Maka tempat kembalinya adalah neraka Jahim, dan makanannya adalah buah zaqqum, sedangkan minumannya adalah air yang mendidih lagi sangat panas.

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 40)

Yaitu takut akan hari ia dihadapkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan takut akan keputusan Allah terhadap dirinya di hari itu, lalu ia menahan hawa nafsunya dan tidak memperturutkannya serta menundukkannya untuk taat kepada Tuhannya.

maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 41)

Yakni sebagai tempat berpulangnya; surga yang luaslah tempat kembalinya.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?
Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?
Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 42-44)

Artinya, pengetahuan tentang waktunya bukan dikembalikan kepadamu dan bukan pula kepada seseorang makhluk, melainkan pengetahuan mengenainya hanyalah ada di tangan Allah subhanahu wa ta’ala Dialah Yang mengetahui waktunya dengan tepat.

Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi.
Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba.
Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.
Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 187)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 44)

Karena itulah ketika Jibril ‘alaihis salam bertanya kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau ﷺ menjawabnya dengan perkataan:

Tidaklah orang yang ditanya mengenai waktu kedatangannya lebih mengetahui daripada orang yang menanyakannya.


Informasi Surah An Naazi'at (النازعات)
Surat An Naazi’aat terdiri atas 46 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Naba’

Dinamai “An Naazi’aat (Malaikat-malaikat yang mencabut) diambil dari perkataan “An Naazi’aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Dinamai pula “As Saahirah” yang diambil dari ayat 14, dan dinamaijuga “Ath Thaammah” diambil dari ayat 34.

Keimanan:

Penegasan Allah tentang adanya hari kiamat dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya
manusia dibagi 2 golongan di akhirat
manusia tidak dapat mengetahui kapan terjadinya saat kiamat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dengan Fir’aun.

Ayat-ayat dalam Surah An Naazi'at (46 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naazi'at (79) ayat 37 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naazi'at (79) ayat 37 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naazi'at (79) ayat 37 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naazi'at - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 46 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 79:37
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naazi'at.

Surah An-Nazi’at (bahasa Arab:النّازعات) adalah surah ke-79 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 46 ayat.
Dinamakan An Naazi’aat yang berarti Malaikat-malaikat yang mencabut berasal dari kata An Naazi’aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Dinamai pula as Saahirah yang diambil dari ayat 14, dinamai juga Ath Thaammah diambil dari ayat 34.

Nomor Surah 79
Nama Surah An Naazi'at
Arab النازعات
Arti Malaikat-Malaikat Yang Mencabut
Nama lain as-Sahirah (Permukaan Bumi)
at-Tammah (Malapetaka Besar)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 81
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 46
Jumlah kata 133
Jumlah huruf 553
Surah sebelumnya Surah An-Naba’
Surah selanjutnya Surah 'Abasa
4.4
Ratingmu: 4.6 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta