QS. An Naazi’at (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut) – surah 79 ayat 29 [QS. 79:29]

وَ اَغۡطَشَ لَیۡلَہَا وَ اَخۡرَجَ ضُحٰہَا
Wa-aghthasya lailahaa wa-akhraja dhuhaahaa;

dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
―QS. 79:29
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan malam dan siang ▪ Tugas-tugas malaikat
79:29, 79 29, 79-29, An Naazi’at 29, AnNaaziat 29, AnNaziat 29, An Naziat 29, An-Nazi’at 29

Tafsir surah An Naazi'at (79) ayat 29

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naazi’at (79) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah menjadikan malam gelap gulita dan siang terang benderang, dan pergantian siang dan malam, serta perbedaan musim-musim sebagai akibat dari peredaran planet-planet di sekitar orbitnya.
Mengatur dan memelihara peredaran planet-planet ini sungguh pekerjaan yang luar biasa hebatnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Malam telah dijadikan-Nya gelap dan siang telah dijadikan-Nya bercahaya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita) membuatnya gelap (dan menjadikan siangnya terang benderang) Dia menampakkan cahaya matahari.

Di dalam ungkapan ini lafal Al-Lail atau malam hari dimudhafkan kepada As-Samaa’, karena malam hari merupakan kegelapan baginya.

Dan dimudhafkan pula kepada matahari, karena matahari merupakan cahaya baginya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 29)

Yaitu Dia menjadikan malam harinya gelap dan siang harinya terang.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna agtasya lailaha artinya menjadikan malamnya gelap gulita.
Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, dan Jamaah yang cukup banyak jumlahnya.

dan menjadikan siangnya terang benderang.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 29)

Artinya, menjadikannya terang.
Selanjutnya disebutkan:

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 30)

yang hal ini diperjelas oleh firman berikutnya:

Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 31).

Dalam tafsir surat Ha Mim Sajdah telah diterangkan bahwa bumi diciptakan sebelum penciptaan langit, tetapi bumi baru dihamparkan sesudah langit diciptakan.
Dengan kata lain, Allah subhanahu wa ta’ala baru mengeluarkan semua yang terkandung di dalam bumi dengan kekuasaan-Nya ke Alam wujud (setelah langit diciptakan).
Demikianlah makna ucapan Ibnu Abbas dan yang lainnya yang bukan hanya seorang, kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayakku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ja’far Ar-Ruqqi, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah (yakni Ibnu Umar), dari Zaid ibnu Abu Anisah, dari Al-Minhal ibnu Amr dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna dahhaha, bahwa makna yang dimaksud ialah mengeluarkan mata airnya dan tetumbuhannya serta membelahjalan-jalan sungai-sungainya dan menjadikan padanya gunung-gunung, padang pasir, jalan-jalan, dan dataran-dataran tingginya.
Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya: Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 30).
Hal ini telah dijelaskan keterangannya sebelumnya.


Informasi Surah An Naazi'at (النازعات)
Surat An Naazi’aat terdiri atas 46 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Naba’

Dinamai “An Naazi’aat (Malaikat-malaikat yang mencabut) diambil dari perkataan “An Naazi’aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Dinamai pula “As Saahirah” yang diambil dari ayat 14, dan dinamaijuga “Ath Thaammah” diambil dari ayat 34.

Keimanan:

Penegasan Allah tentang adanya hari kiamat dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya
manusia dibagi 2 golongan di akhirat
manusia tidak dapat mengetahui kapan terjadinya saat kiamat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dengan Fir’aun.

Ayat-ayat dalam Surah An Naazi'at (46 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naazi'at (79) ayat 29 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naazi'at (79) ayat 29 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naazi'at (79) ayat 29 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naazi'at - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 46 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 79:29
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naazi'at.

Surah An-Nazi’at (bahasa Arab:النّازعات) adalah surah ke-79 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 46 ayat.
Dinamakan An Naazi’aat yang berarti Malaikat-malaikat yang mencabut berasal dari kata An Naazi’aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Dinamai pula as Saahirah yang diambil dari ayat 14, dinamai juga Ath Thaammah diambil dari ayat 34.

Nomor Surah 79
Nama Surah An Naazi'at
Arab النازعات
Arti Malaikat-Malaikat Yang Mencabut
Nama lain as-Sahirah (Permukaan Bumi)
at-Tammah (Malapetaka Besar)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 81
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 46
Jumlah kata 133
Jumlah huruf 553
Surah sebelumnya Surah An-Naba’
Surah selanjutnya Surah 'Abasa
4.8
Ratingmu: 4.6 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta