Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 98


قُلۡ یٰۤاَہۡلَ الۡکِتٰبِ لِمَ تَکۡفُرُوۡنَ بِاٰیٰتِ اللّٰہِ ٭ۖ وَ اللّٰہُ شَہِیۡدٌ عَلٰی مَا تَعۡمَلُوۡنَ
Qul yaa ahlal kitaabi lima takfuruuna biaayaatillahi wallahu syahiidun ‘ala maa ta’maluun(a);

Katakanlah:
“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?”.
―QS. 3:98
Topik ▪ Tauhid Uluhiyyah
3:98, 3 98, 3-98, Ali Imran 98, AliImran 98, Al Imran 98
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 98. Oleh Kementrian Agama RI

Dengan ayat ini Allah mencela para ahli kitab yang tetap tidak membenarkan kenabian Muhammad ﷺ, padahal bukti-bukti atas kenabian itu sudah cukup banyak dan cukup jelas.
Dengan keingkaran dan kekafiran itu mereka selalu berusaha memecah-belah kaum muslimin dan melemahkan posisi mereka.

Ayat ini diturunkan sekaligus bersama ayat 99 dan sebab turunnya adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Zaid bin Aslam dari Ibnu Yazid, bahwa:

“Seorang yang bernama Syas bin Qais yang sangat ingkar dan selalu menyerang agama Islam, lewat di hadapan beberapa orang sahabat Rasulullah yang terdiri Kabilah ‘Aus dan Khazraj.
Mereka sedang duduk bersama-sama membicarakan beberapa persoalan.

Hal ini sangat menjengkelkan hati orang itu, karena dilihatnya kaum muslimin amat kuat persatuan mereka dan amat dalam rasa kasih sayang antara sesama mereka, meskipun mereka dahulunya bermusuhan di masa Jahiliah.
Ia berkata dalam hatinya: Kabilah ini (`Aus dan Khazraj) telah bersatu padu di negeri ini.
Demi Allah kami tidak akan tenteram selama mereka mempunyai persatuan yang kokoh itu.
Lalu ia menyuruh seorang pemuda Yahudi yang kebetulan berada di sampingnya supaya duduk bersama sahabat-sahabat Nabi itu dan membicarakan perang Bu’as yang terjadi antara kabilah `Aus dan Khazraj dan dimenangkan oleh kabilah `Aus.
Di samping membangkitkan permusuhan lama antara kedua kabilah itu, pemuda itu mengucapkan pula beberapa bait syair peperangan yang pernah diucapkan mengenai perang Bu’as itu.
Akhirnya timbullah pertentangan di antara para sahabat Nabi dan tampillah dua orang mereka, yaitu `Aus bin Qaizi, salah seorang dari Bani Harisah dari kalangan `Aus dan Jabbar bin Sakhr salah seorang dari Bani Salamah dari kalangan Khazraj.
Masing-masing melemparkan kata-kata yang menyakitkan sehingga salah seorang dari mereka mengatakan, kalau kamu mau marilah kita hidupkan kembali peperangan itu, akhirnya memuncak kemarahan mereka dan masing masing golongan meneriakkan “marilah bersiap untuk memanggul senjata”,
dan berjanji akan bertempur di suatu tempat namanya Azzahirah di luar kota Madinah.

Maka berkumpullah kaum Khazraj demikian pula kaum ‘Aus bersiap untuk bertempur sebagaimana mereka lakukan di masa Jahiliah.
Peristiwa ini segera disampaikan kepada Rasulullah dan beliau pergi ke tempat mereka berkumpul bersama orang-orang Muhajirin dan mengucapkan kata-kata sebagai berikut:

“Hai kaum muslimin! Kenapa kamu mengucapkan kata-kata di antara sesamamu seperti ucapan-ucapanmu di masa Jahiliah ?
padahal aku berada di tengah-tengah kamu?
Kamu sudah mendapat petunjuk dari Allah untuk menganut agama Islam dan Allah telah memuliakan kamu dengan agama itu dan memutuskan hubunganmu dengan masa Jahiliah dan telah membebaskan kamu dari kekafiran dan telah mempersatukan hati kamu dengan rasa kasih sayang.
Apakah kamu ingin menjadi kafir kembali?

Mendengar ucapan Rasulullah ini sadarlah mereka bahwa mereka terperdaya oleh bisikan setan dan masuk ke dalam perangkap tipu daya musuh-musuh Islam, lalu mereka melemparkan senjata dan menangis tersedu-sedu, masing-masing kaum `Aus dan Khazraj itu berpeluk-pelukan dan bubarlah mereka kembali ke tempat masing-masing karena patuh dan taat kepada perintah Rasul dan padamlah api kemarahan yang dibangkit-bangkitkan oleh Syas bin Qais, musuh Islam itu”.

Maka turunlah ayat ini dan ayat berikutnya sebagai celaan atas tingkah laku orang-orang kafir.
Khusus mengenai `Aus bin Qaizi bersama beberapa orang dari kalangan kabilah `Aus dan Jabbar bin Sakhr bersama beberapa orang dari kabilah Khazraj yang ikut dalam peristiwa persengketaan tersebut turun pula ayat 100 surat ini.

Ali Imran (3) ayat 98 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 98 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 98 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Rasul-Nya untuk mencela Ahl al-Kitab karena mereka tidak berubah dari kekufuran dan kesesatannya.
Allah berfirman kepada Rasul-Nya, “Katakan kepada mereka, ‘Wahai Ahl al-Kitab, tidak ada alasan untuk terus bersikap kufur.
Sebab apa lagikah yang membuat kalian tetap mengingkari bukti-bukti yang menerangkan kebenaran risalah Muhammad, padahal Allah mengetahui perbuatanmu dan akan memberikan balasannya?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Hai Ahli Kitab! Kenapa kamu ingkar akan ayat-ayat Allah) yakni Alquran (padahal Allah menyaksikan apa yang kamu kerjakan.”) hingga akan memberinya balasan?

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakan wahai Rasul kepada Ahli Kitab dari orang-orang Yahudi dan Nasrani :
Mengapa kalian mengingkari hujjah-hujjah Allah yang menunjukkan bahwa agama Allah adalah Islam, dan kalian mengingkari pula bukti-bukti dan argumentasi- argumentasi atas hal ini di dalam kitab-kitab kalian, padahal kalian mengetahui?
Dan Allah adalah saksi atas apa yang kalian lakukan.
Hal ini merupakan ancaman dan peringatan keras atas mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Hal ini merupakan kecaman keras dari Allah subhanahu wa ta’ala, ditujukan kepada orang-orang kafir Ahli Kitab karena mereka ingkar terhadap perkara yang hak, dan mereka kafir terhadap ayat-ayat Allah serta menghalang-halangi jalan Allah dari orang yang hendak menempuhnya dari kalangan ahlul iman.
Mereka menghalang-halangi jalan Allah dengan segenap kemampuan dan kekuatan mereka, padahal mereka mengetahui bahwa apa yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ adalah perkara yang hak dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala Pengetahuan mereka berlandaskan kepada apa yang ada pada mereka berupa pengetahuan mengenai para nabi dan para rasul terdahulu.
Mereka semuanya mendapat berita gembira dan mengisyaratkan perihal akan adanya seorang nabi yang ummi dari kalangan Bani Hasyim, keturunan orang Arab dari Mekah, penghulu semua manusia, penutup para nabi dan rasul Tuhan yang memiliki bumi dan langit.

Allah mengancam mereka atas perbuatan mereka yang demikian, dan memberitahukan bahwa Dia Maha Menyaksikan semua yang mereka lakukan itu, juga Allah Maha Menyaksikan atas pelanggaran mereka terhadap kitab yang ada di tangan mereka dari para nabi mereka, lalu perlakuan mereka terhadap rasul yang disebut dalam berita gembira dengan cara mendustakannya dan mengingkarinya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa Dia sekali-kali tidak lalai dari apa yang mereka kerjakan.
Dengan kata lain, Allah subhanahu wa ta’ala pasti akan membalas perbuatan itu terhadap diri mereka.
Hal itu akan dilakukan-Nya pada hari kiamat nanti, seperti yang dinyatakan di dalam firman-Nya:

(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna.
(Asy Syu’ara:88)

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 98 *beta

Surah Ali Imran Ayat 98



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.4
Rating Pembaca: 4.8 (20 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku