Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 92 [QS. 3:92]

لَنۡ تَنَالُوا الۡبِرَّ حَتّٰی تُنۡفِقُوۡا مِمَّا تُحِبُّوۡنَ ۬ؕ وَ مَا تُنۡفِقُوۡا مِنۡ شَیۡءٍ فَاِنَّ اللّٰہَ بِہٖ عَلِیۡمٌ
Lan tanaaluuul birra hatta tunfiquu mimmaa tuhibbuuna wamaa tunfiquu min syai-in fa-innallaha bihi ‘aliimun;
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.
Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.
―QS. Ali Imran [3]: 92

Never will you attain the good (reward) until you spend (in the way of Allah) from that which you love.
And whatever you spend – indeed, Allah is Knowing of it.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 92]

لَن belum

Never
تَنَالُوا۟ kamu mencapai

will you attain
ٱلْبِرَّ kebaikan

[the] righteousness
حَتَّىٰ sehingga (sebelum)

until
تُنفِقُوا۟ kamu menafkahkan

you spend
مِمَّا dari apa (harta)

from what
تُحِبُّونَ kamu mencintai

you love.
وَمَا dan apa

And whatever
تُنفِقُوا۟ kamu nafkahkan

you spend
مِن dari

of
شَىْءٍ sesuatu

a thing
فَإِنَّ maka sesungguhnya

then indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
بِهِۦ dengannya

of it
عَلِيمٌ Maha Mengetahui

(is) All-Knowing.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:92

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 92. Oleh Kementrian Agama RI


Seseorang tidak akan mencapai tingkat kebajikan di sisi Allah, sebelum ia dengan ikhlas menafkahkan harta yang dicintainya di jalan Allah.
Yang dimaksud dengan harta yang dicintai adalah harta yang kita cintai.

Ayat ini erat hubungannya dengan firman Allah.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik (al-Baqarah [2]: 267).


Setelah ayat ini diturunkan, para sahabat Nabi berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Di antaranya, Abu thalhah al-Anshari, seorang hartawan di kalangan Ansar datang kepada Nabi ﷺ memberikan sebidang kebun kurma yang sangat dicintainya untuk dinafkahkan di jalan Allah.


Pemberian itu diterima oleh Nabi dengan baik dan memuji keikhlasannya.
Rasulullah menasihatkan agar harta itu dinafkahkan kepada karib kerabatnya, maka thalhah membagi-bagikannya kepada karib kerabatnya.

Dengan demikian ia mendapat pahala sedekah dan pahala mempererat hubungan silaturrahmi dengan keluarganya.
Setelah itu datang pula Umar bin al-Khaththab menyerahkan sebidang kebunnya yang ada di Khaibar, Nabi ﷺ menyuruh pula agar kebun itu tetap dipelihara, hanya hasil dari kebun itu merupakan wakaf dari Umar.

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 92. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalian, wahai orang-orang Mukmin, tidak akan memperoleh kebajikan dan kebaikan sempurna dan diridai seperti yang kalian harapkan, kecuali apabila kalian mengeluarkan sebagian barang kecintaan kalian untuk berbagai jalan Allah.
Apa pun yang kalian keluarkan itu, sedikit atau banyak, berupa materi atau lainnya, pasti diketahui Allah.


Sebab, Allah Maha Mengetahui, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya, baik di langit maupun di bumi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kalian tidak akan meraih surga sebelum kalian mau mensedekahkan apa yang kalian cintai.
Apa pun yang kalian sedekahkan, sedikit atau banyak, maka Allah mengetahuinya, dan Dia akan membalas siapa yang berinfak sesuai dengan amalnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian) artinya pahalanya yaitu surga


(sebelum kamu menafkahkan) menyedekahkan


(sebagian dari apa yang kamu cintai) berupa harta bendamu


(dan apa yang kamu nafkahkan dari sesuatu maka sesungguhnya Allah mengetahuinya) dan akan membalasnya.
Ketika orang-orang Yahudi mengatakan kepada Nabi ﷺ,
"Anda mengakui diri Anda dalam agama Ibrahim padahal ia tidak memakan daging unta dan susunya,"
turunlah ayat:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Waki’ di dalam kitab tafsirnya meriwayatkan dari Syarik, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun sehubungan dengan firman-Nya:
Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna).
Yang dimaksud dengan al-birr ialah surga.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Ishaq, dari Abdullah ibnu Abu Talhah yang pernah mendengar dari Anas ibnu Malik, bahwa Abu Talhah adalah seorang Ansar yang paling banyak memiliki harta di Madinah, dan tersebutlah bahwa harta yang paling dicintainya adalah Bairuha (sebuah kebun kurma) yang letaknya berhadapan dengan Masjid Nabawi.
Nabi ﷺ sering memasuki kebun itu dan meminum airnya yang segar lagi tawar.
Sahabat Anas r.a. melanjutkan kisahnya, bahwa setelah diturunkan firman-Nya yang mengatakan:

Kalian sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai.
Lalu Abu Talhah berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
‘Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai’ (QS. Ali ‘Imran [3]: 92), dan sesungguhnya hartaku yang paling aku cintai adalah kebun Bairuha ini, dan sekarang Bairuha aku sedekahkan agar aku dapat mencapai kebajikan melaluinya dan sebagai simpananku di sisi Allah subhanahu wa ta’ala Maka aku mohon sudilah engkau, wahai Rasulullah, mempergunakannya menurut apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadamu."
Maka Nabi ﷺ menjawab melalui sabdanya:
Wah, wah, itu harta yang menguntungkan, itu harta yang menguntungkan, dan aku telah mendengarnya, tetapi aku berpendapat hendaklah kamu memberikannya kepada kaum kerabatmu.
Abu Talhah menjawab,
"Akan aku lakukan sekarang, wahai Rasulullah."
Lalu Abu Talhah membagi-bagikannya kepada kaum kerabatnya dan anak-anak pamannya.

Hadis ini diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan:


bahwa sahabat Umar mengatakan,
"Wahai Rasulullah, aku belum pernah memperoleh harta yang paling aku cintai dari semua harta yang ada padaku selain bagianku dari ganimah Khaibar.
Apakah yang harus aku lakukan terhadapnya menurutmu?"
Maka Rasuiullah ﷺ menjawab:
Tahanlah pokoknya dan sedekahkanlah (di jalan Allah) buah (hasil)nya.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Khattab (yaitu Ziyad ibnu Yahya Al-Hassani), telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr, dari Abu Amr ibnu Hammas, dari Hamzah ibnu Abdullah ibnu Umar yang menceritakan bahwa telah sampai kepadanya ayat berikut, yaitu firman-Nya:

Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai.
Maka ia teringat kepada pemberian Allah yang paling ia cintai, yaitu seorang budak wanita Romawi.
Aku (Ibnu Umar) berkata,
"Dia merdeka demi karena Allah.
Seandainya aku menarik kembali sesuatu yang telah kujadikan sebagai amal taqarrub kepada Allah, niscaya aku akan menikahinya."

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Ali Imran (3) ayat 92

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bahwa dia mendengar Anas bin Malik berkata,
Abu Thalhah adalah sahabat Anshar yang paling banyak hartanya di Madinah yaitu berupa kebun kurma, sementara harta yang paling dia cintai ialah (kebun kurma) yang berada di Bairuha dan yang menghadap ke Masjid, Rasulullah ﷺ juga sering memasukinya dan minum airnya yang jernih, Anas berkata,
"Ketika ayat ini turun tidaklah engkau mendapatkan kebaikan hingga engkau menginfakkan apa yang paling engkau sukai?"

Maka Abu Thalhah berdiri dan berkata,
"Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah telah berfirman Tidaklah engkau mendapatkan kebaikan hingga engkau menginfakkan apa yang paling engkau sukai dan sungguh harta yang paling aku sukai adalah Bairuha’ dan telah aku infakkan dijalan Allah, aku hanya berharap kebaikannya dan aku harapkan simpanannya disisi Allah, maka taruhlah ia dimanapun engkau kehendaki ya Rasulullah, selanjutnya Rasulullah ﷺ bersabda:
Wah…! Itu adalah harta yang sangat berharga, harta yang sangat berharga, sungguh aku telah mendengar apa yang kamu katakan agar kamu menjadikannya sebagian untuk karib kerabatmu, lalu Abu Thalhah berkata,
"Akan aku lakukan ya Rasulullah, maka ia membaginya untuk keluarganya dan anak pamannya. Sementara Isma’il dan Yahya bin Yahya menyebutkan dengan redaksi raayihun (berharga).

Shahih Bukhari, Kitab Minuman – Nomor Hadits: 5180

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 92 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 92 - Gambar 2 Surah Ali Imran ayat 92 - Gambar 3
Statistik QS. 3:92
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.2 (14 votes)
Tags:

3:92, 3 92, 3-92, Surah Ali Imran 92, Tafsir surat AliImran 92, Quran Al Imran 92, Surah Ali Imran ayat 92

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Ghaasyiyah (Hari Pembalasan) – surah 88 ayat 18 [QS. 88:18]

18. Dan tidakkah pula mereka memperhatikan langit, bagaimana ditinggikan? Allah menjadikan langit sebagai atap bumi yang kukuh meski tanpa penopang. Di sana matahari, bulan, planet, dan berbagai benda … 88:18, 88 18, 88-18, Surah Al Ghaasyiyah 18, Tafsir surat AlGhaasyiyah 18, Quran Al Gasiyah 18, Al Ghasyiyah 18, Al-Ghasyiyah 18, Surah Al Gasiyah ayat 18

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 12 [QS. 8:12]

Semua itu adalah peringatan bagi mereka yang berjuang di jalan Allah dan bertawakal kepada-Nya, bahwa kemenangan pasti akan datang. Nikmat dan berita gembira lainnya yang juga harus disyukuri dan sela … 8:12, 8 12, 8-12, Surah Al Anfaal 12, Tafsir surat AlAnfaal 12, Quran Al Anfal 12, AlAnfal 12, Al-Anfal 12, Surah Al Anfal ayat 12

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Benar! Kurang tepat!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #21

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah … menjadi anak yang disenangi datang ke sekolah tepat waktu

Pendidikan Agama Islam #12

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Ali Hassan Umar Qasim Hamzah Benar! Kurang tepat! Masyarakat

Pendidikan Agama Islam #11

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Mengubah kebiasaan bertaklid masyarakat Memperbaiki tauhid masyarakat Menyampaikan

Instagram