Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 91 [QS. 3:91]

اِنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا وَ مَاتُوۡا وَ ہُمۡ کُفَّارٌ فَلَنۡ یُّقۡبَلَ مِنۡ اَحَدِہِمۡ مِّلۡءُ الۡاَرۡضِ ذَہَبًا وَّلَوِ افۡتَدٰی بِہٖ ؕ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ وَّ مَا لَہُمۡ مِّنۡ نّٰصِرِیۡنَ
Innal-ladziina kafaruu wamaatuu wahum kuffaarun falan yuqbala min ahadihim milul ardhi dzahaban walawiiftada bihi uula-ika lahum ‘adzaabun aliimun wamaa lahum min naashiriin(a);
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya.
Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.
―QS. Ali Imran [3]: 91

Indeed, those who disbelieve and die while they are disbelievers – never would the (whole) capacity of the earth in gold be accepted from one of them if he would (seek to) ransom himself with it.
For those there will be a painful punishment, and they will have no helpers.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 91]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieve[d]
وَمَاتُوا۟ dan mereka mati

and died
وَهُمْ dan/sedang mereka

while they
كُفَّارٌ (dalam) kekafiran

(are) disbelievers,
فَلَن maka tidak

then never
يُقْبَلَ diterima

will be accepted
مِنْ dari

from
أَحَدِهِم seorang diantara mereka

any one of them
مِّلْءُ sepenuhnya

full
ٱلْأَرْضِ bumi

earth
ذَهَبًا emas

(of) gold
وَلَوِ walaupun

[and] (even) if
ٱفْتَدَىٰ dia menebus diri

he offered as ransom
بِهِۦٓ dengannya (emas)

it.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those –
لَهُمْ bagi mereka

for them
عَذَابٌ siksa

(is) a punishment
أَلِيمٌ yang pedih

painful
وَمَا dan tidak

and not
لَهُم bagi mereka

(will be) for them
مِّن dari

any
نَّٰصِرِينَ penolong

helpers.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:91

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 91. Oleh Kementrian Agama RI


Orang yang bergelimang dalam kekafiran dan terombang-ambing oleh perbuatan yang jahat, hingga ajal merenggut mereka, sedang mereka masih tetap dalam kekafirannya, sedikit pun mereka tidak akan diterima tebusannya, meskipun jumlah tebusan itu senilai dengan kekayaan emas seluruh isi bumi.
Maksudnya ialah, andaikata mereka bersedekah dengan emas seberat isi bumi untuk dijadikan tebusan dosa yang telah mereka lakukan, maka pahalanya tidak akan mampu untuk menyelamatkannya dari siksaan neraka karena kekafiran melenyapkan amal kebaikan mereka.



Yang dihargai Allah pada hari akhirat hanyalah iman kepada Allah, dan hari akhir, serta amal saleh yang mendekatkan diri kepada Allah.

فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَّلَا مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مَأْوٰىكُمُ النَّارُ هِيَ مَوْلٰىكُمْ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan darimu maupun dari orang-orang kafir.

Tempat kamu di neraka.
Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
"
(al-Hadid [57]: 15)


Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada hari itu tidak ada jalan bagi mereka untuk menyelamatkan diri, baik dengan hartanya, maupun dengan pangkatnya.
Segala urusan pada hari itu hanyalah didasarkan semata-mata pada kesucian jiwa, maka barang siapa yang memelihara kesucian jiwanya dengan iman dan amal saleh mereka itu akan berbahagia.

Sebaliknya, barang siapa yang mengotorinya dengan kekafiran dan dengan amal yang jahat, ia akan merugi dalam arti yang sebenar-benarnya.

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 91. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang mengingkari dan tidak tunduk kepada kebenaran serta terus berbuat demikian sampai mati dalam keadaan ingkar, seorang pun dari mereka tidak akan dapat menebus siksa Allah dengan tebusan apa saja, meskipun tebusan yang mereka ajukan berupa emas sepenuh bumi dan langit–kalau mereka mampu.
Dan, siksa mereka sungguh sangat memilukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad dan mati di atas kekufuran kepada Allah dan Rasul-Nya, di hari kiamat tidak diterima dari mereka emas sepenuh jagat untuk menebus dirinya dari siksa Allah, seandainya dia benar-benar menebus dirinya dengannya.
Mereka mendapatkan azab yang menyakitkan, dan tidak seorang pun yang bisa menyelamatkan mereka dari siksa Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya orang-orang kafir dan mati dalam kekafiran tidaklah akan diterima dari seorang pun di antara mereka sepenuh bumi) maksudnya suatu jumlah yang banyaknya seisi bumi ini


(berupa emas yang digunakannya sebagai penebus diri mereka) fa dimasukkan kepada khabar inna karena serupanya lafal alladziina dengan syarat dan sebagai pemberitahuan tentang sebab tidak diterimanya tebusannya terhadap orang yang mati dalam kekafiran itu.


(Bagi mereka disediakan siksa yang pedih) atau menyakitkan


(dan sekali-kali mereka tidak punya pembela) yang akan membela dan melindungi mereka dari siksaan itu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati, sedangkan mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu.


Maksudnya, barang siapa yang mati dalam keadaan kafir, maka tidak akan diterima darinya suatu kebaikan pun untuk selama-lamanya, sekalipun dia telah menginfakkan emas sepenuh bumi yang menurutnya dianggap sebagai amal taqarrub.


Seperti yang pernah ditanyakan kepada Nabi ﷺ tentang hal Abdullah ibnu Jad’an.
Abdullah ibnu Jad’an semasa hidupnya gemar menjamu tamu, memberikan pertolongan kepada orang miskin, dan memberi makan orang kelaparan.
Pertanyaan yang diajukan kepada beliau ialah,
"Apakah hal itu bermanfaat baginya?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

Tidak, sesungguhnya dia belum pernah mengucapkan barang sehari pun sepanjang hidupnya,
"Ya Tuhanku, ampunilah bagiku semua kesalahanku di hari pembalasan nanti."

Demikian pula seandainya dia menebus dirinya dengan emas sepenuh bumi, niscaya hal itu tidak akan diterima darinya.
Seperti yang dinyatakan di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

dan tidak akan diterima suatu tebusan pun darinya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya.
(QS. Al-Baqarah [2]: 123)

Yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.
(QS. Ibrahim [14]: 31)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 36)

Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati, sedangkan mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu.

Huruf ataf (wawu) yang terdapat di dalam firman-Nya:

…walaupun dia menebus diri dengan emas (sebanyak) itu.

di-‘ataf-kan kepada jumlah yang pertama.
Hal ini menunjukkan bahwa yang kedua adalah bukan yang pertama.
Pendapat yang kami kemukakan ini lebih baik daripada pendapat yang mengatakan bahwa huruf wawu di sini adalah zaidah (tambahan).

Makna ayat ini menyimpulkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat menyelamatkan dirinya dari azab Allah, sekalipun dia telah menginfakkan emas sebesar bumi.
Walaupun dia berupaya menebus dirinya dari azab Allah dengan emas sebesar bumi yang beratnya sama dengan berat semua gunung-gunung, semua lembah-lembah, semua tanah, pasir, dataran rendah dan hutan belukarnya, serta daratan dan lautannya (niscaya tidak akan diterima).

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepadaku Syu’bah, dari Abu Imran Al-Juni, dari Anas ibnu Malik, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Dikatakan kepada seorang lelaki penghuni neraka kelak di hari kiamat,
"Bagaimanakah yang akan kamu lakukan seandainya engkau mempunyai segala sesuatu yang ada di permukaan bumi, apakah itu akan engkau pakai untuk menebus dirimu (dari azab-Ku)?"
Ia menjawab,
"Ya."
Allah berfirman,
"Padahal Aku menghendaki darimu hal yang lebih mudah daripada itu.
Sesungguhnya Aku telah mengambil janji darimu ketika kamu masih berada di dalam lulang sulbi kakek moyangmu, yaitu Adam, agar janganlah kamu mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun.
Tetapi kamu menolak melainkan hanya tetap mempersekutukan (Aku)."

Demikian pula apa yang diketengalikan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Jalur lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.


Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Sabit, dari Anas yang nicngatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Didatangkan seorang lelaki dari penduduk surga, lalu dikatakan kepadanya,
"Hai anak Adam, bagaimanakah kamu jumpai tempat kedudukanmu?"
Lelaki itu menjawab,
"Wahai Tuhanku, (aku jumpai tempat tinggalku adalah) sebaik-baik tempat tinggal."
Allah berfirman,
"Mintalah dan berharaplah."
Lelaki iiu menjawab,
"Aku tidak akan meminta dan berharap lagi, kecuali kumohon Engkau mengembalikan aku ke dunia, lalu aku akan berperang hingga gugur di jalan-Mu,"
sebanyak sepuluh kali —ia mengatakan demikian karena keutamaan yang dirasakannya berkat mati syahid—.
Dan didatangkan pula seorang lelaki dari penduduk neraka, lalu dikatakan kepadanya,
"Hai anak Adam, bagaimanakah kamu jumpai tempat tinggalmu?"
Ia menjawab,
"Wahai Tuhanku (aku jumpai tempat tinggalku adalah) seburuk-buruk tempat tinggal."
Dikatakan kepadanya,
"Apakah engkau mau menebus dirimu dari (azab)-Nya dengan emas sepenuh bumi?"
Ia menjawab,
"Ya, wahai Tuhanku."
Allah berfirman,
"Kamu dusta, karena sesungguhnya Aku pernah memintamu melakukan hal yang lebih ringan daripada itu dan lebih mudah, tetapi kamu tidak mau melakukannya."
Lalu lelaki itu dicampakkan kembali ke dalam neraka.

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:

Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.

Yakni tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah, dan tidak ada seorang pun yang melindungi mereka dari siksa-Nya yang amat pedih.

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 91 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 91 - Gambar 2
Statistik QS. 3:91
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.9 (13 votes)
Tags:

3:91, 3 91, 3-91, Surah Ali Imran 91, Tafsir surat AliImran 91, Quran Al Imran 91, Surah Ali Imran ayat 91

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 84 [QS. 16:84]

Setelah menjelaskan keengganan kaum kafir mengikuti tuntunan Nabi Muhammad, pada ayat ini Allah memperingatkan semua orang akan apa yang dialami oleh orang-orang kafir pada suatu hari ketika mereka ti … 16:84, 16 84, 16-84, Surah An Nahl 84, Tafsir surat AnNahl 84, Quran An-Nahl 84, Surah An Nahl ayat 84

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 27 [QS. 12:27]

Dan jika baju gamisnya Nabi Yusuf koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta karena telah berkata bohong, dan dia”Nabi Yusuf”termasuk orang yang benar perkataannya.” … 12:27, 12 27, 12-27, Surah Yusuf 27, Tafsir surat Yusuf 27, Quran Yusuf 27, Surah Yusuf ayat 27

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … qada ketetapan Allah

Pendidikan Agama Islam #15

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًاDalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu At Tanzil Al

Pendidikan Agama Islam #24

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … البصير الرحمن العدل الرحيم العظيم Benar! Kurang

Instagram