QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 90 [QS. 3:90]

اِنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا بَعۡدَ اِیۡمَانِہِمۡ ثُمَّ ازۡدَادُوۡا کُفۡرًا لَّنۡ تُقۡبَلَ تَوۡبَتُہُمۡ ۚ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الضَّآلُّوۡنَ
Innal-ladziina kafaruu ba’da iimaanihim tsummaazdaaduu kufran lan tuqbala taubatuhum wa-uula-ika humudh-dhaalluun(a);

Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
―QS. 3:90
Topik ▪ Taubat ▪ Waktu diterimanya taubat ▪ Penghimpunan manusia dan keadaan mereka
3:90, 3 90, 3-90, Ali Imran 90, AliImran 90, Al Imran 90

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 90

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 90. Oleh Kementrian Agama RI

Yang dimaksud dengan orang-orang kafir dalam ayat ini ialah Ahli Kitab yang beriman (percaya) akan kedatangan Nabi Muhammad yang tersebut dalam kitab-kitab mereka.
Akan tetapi setelah Nabi Muhammad datang dan diangkat menjadi rasul, mereka kafir, bahkan kekafirannya berlebih-lebihan, yaitu dengan mengingkari, menentang dan memusuhinya.
Orang-orang yang.
semacam ini tobat mereka sekali-kali tidak akan diterima oleh Allah.

Penegasan Allah subhanahu wa ta’ala bahwa tobat mereka sekali-kali tidak akan diterima dalam ayal ini, berbeda dengan penegasan dalam ayat-ayat yang lalu dan juga di ayat-ayat yang lain, dalam ayat yang lain Allah berfirman:

“Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hambaNya”.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 25)

Sebetulnya ayat ini tidak berlawanan dengan ayat yang sebelumnya dan juga dengan ayat-ayat yang lain, karena dalam ayat ini yang dimaksud dengan kafir ialah Ahli Kitab yang sebelumnya telah mengetahui kedatangan Nabi Muhammad ﷺ.
Kemudian setelah Nabi Muhammad diutus mereka mengingkarinya.
Dan kekafiran mereka bertambah-tambah dan menjadi-jadi, sehingga tidak mungkin lagi diterima tobat mereka, seperti diterangkan oleh firman Allah:

“Kemudian bertambah-tambahlah kekafiran mereka”.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 90)

Sebenarnya jiwa yang baik ialah jiwa yang mau menyesali perbuatan-perbuatan dosa, kemudian menjauhkan diri dari dosa itu.
Jiwa yang demikian masih bisa diharapkan menerima ampunan.
Akan tetapi jiwa yang kotor, yang telah menjadi sarang kemusyrikan dun kekafiran serta dicekam oleh dorongan-dorongan berbuat dosa, yang menyebabkan hatinya terbelenggu untuk melihat cahaya kebenaran, hingga setiap ia ingin bertobat selalu ada yang menghalang-halanginya untuk menerima kebenaran.
Jiwa yang serupa ini amat sukar untuk dibersihkan kembali seperti keadaannya semula.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan, bahwa mereka adalah orang-orang yang betul-betul tersesat, karena mereka telah mengingkari kebenaran.
Mereka itu telah menempuh jalan yang salah, karena itu mereka tidak akan bahagia.
Mereka tidak ada harapan lagi untuk mendapat petunjuk dan tidak akan mendapat pengampunan selama-lamanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Syarat untuk dapat memperoleh pengampunan Tuhan dengan rahmah dan maghfirah-Nya adalah dengan selalu memelihara keimanan.
Sedangkan orang yang mengingkari kebenaran setelah sebelumnya tunduk dan percaya, bahkan semakin ingkar, rusak dan semakin menyakiti orang-orang Mukmin, Allah tidak akan menerima pertobatan mereka.
Itu disebabkan karena pertobatan mereka tidak dilakukan secara sungguh-sungguh dan tulus.
Dengan perbuatan mereka itu, mereka menjadi jauh dari kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya orang-orang yang kafir) terhadap Isa (setelah mereka beriman) kepada Musa (kemudian bertambah kekafiran mereka) terhadap Muhammad (tidaklah akan diterima tobat mereka) jika mereka dalam keadaan sekarat atau meninggal di dalam kekafiran (dan merekalah orang-orang yang sesat.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir lagi sesudah mereka beriman dan tetap bersikukuh di atas kekufuran sampai mati, taubat mereka saat kematian mendatangi mereka sudah tidak akan diterima, dan mereka adalah orang-orang yang tersesat jalannya dan salah dalam beragama.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengancam dan memperingatkan orang yang kafir sesudah imannya, kemudian kekafirannya makin bertambah, yakni terus-menerus dalam kekafirannya hingga mati, bahwa tobat mereka tidak diterima di saat matinya.
Makna ayat ini sama dengan ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka.
(Q.S. An-Nisa’ [4]: 18), hingga akhir ayat.

Karena itulah maka dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

sekali-kali tidak akan diterima tobatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

Yakni mereka keluar dari jalan yang hak menuju ke jalan kesesatan.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Bazi’, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Zurai’, telah menceritakan kepada kami Daud ibnu Abu Hindun, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ada suatu kaum masuk Islam, setelah itu mereka murtad, lalu masuk Islam lagi, dan murtad kembali.
Kemudian mereka mengirimkan utusan kepada kaumnya, meminta kepada kaumnya untuk menanyakan hal tersebut bagi mereka.
Lalu kaum mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah ﷺ Maka turunlah ayat berikut, yaitu firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima tobatnya.

Demikianlah bunyi riwayat Al-Bazzar, sanadnya adalah jayyid.


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 90 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 90 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 90 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:90
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.8
Ratingmu: 4.8 (12 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surtat alimron 90 ▪ tafsir surat ali imran ayat 90-91

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta