Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 65


یٰۤاَہۡلَ الۡکِتٰبِ لِمَ تُحَآجُّوۡنَ فِیۡۤ اِبۡرٰہِیۡمَ وَ مَاۤ اُنۡزِلَتِ التَّوۡرٰىۃُ وَ الۡاِنۡجِیۡلُ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِہٖ ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ
Yaa ahlal kitaabi lima tuhaajjuuna fii ibraahiima wamaa unzilatittauraatu wal-injiilu ilaa min ba’dihi afalaa ta’qiluun(a);

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim.
Apakah kamu tidak berpikir?
―QS. 3:65
Topik ▪ Tauhid Uluhiyyah
3:65, 3 65, 3-65, Ali Imran 65, AliImran 65, Al Imran 65
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian di dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala mencela perbuatan-perbuatan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani yang selalu berselisih dalam hal kemurnian agama mereka masing-masing.
Juga menganggap bahwa agama merekalah yang paling benar.

Allah subhanahu wa ta'ala mencela Ahli Kitab, orang-orang Yahudi dan Nasrani mengapa mereka itu saling berselisih dan berbantah-bantah dalam persoalan agama nenek moyang Nabi Ibrahim.
Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Nabi Ibrahim beragama Yahudi dan orang-orang Nasrani mengatakan bahwa Nabi Ibrahim memeluk agama Nasrani.
Mereka itu berpendapat demikian ialah karena Nabi Ibrahim itu dianggap sebagai lambang ketinggian martabat bagi masing-masing golongan, dan di dalam kitab mereka terdapat pujian terhadap Ibrahim as, baik dalam perjanjian lama maupun dalam perjanjuan baru.
sebagaimana juga orang Quraisy memuliakan namanya, merekapun mengakui bahwa agama merekalah yang sesuai dengan agama Ibrahim.

Menurut pernyataan Alquran pengakuan mereka itu sedikitpun tidak beralasan, karena ajaran Ibrahim sedikitpun tidak membekas dalam upacara-upacara keagamaan mereka.
Akan tetapi yang benar ialah Nabi Ibrahim itu memeluk agama yang sesuai dengan agama yang diserahkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Ketentuan serupa ini telah diisyaratkan oleh firman Allah tersebut, bahwa Taurat dan Injil itu tidak diturunkan oleh Allah terkecuali sesudah datangnya Ibrahim.
Logikanya karena kedua Kitab itu diturunkan sesudah Ibrahim.

Semestinya tidak akan terjadi perselisihan pendapat dan bantah membantah seperti itu.
Akan tetapi adanya perselisihan yang hebat itu menunjukkan ketidak benaran alasan yang dikemukakan mereka.
karena tidak mungkin yang datang terlebih dahulu itu mengikuti yang datang sesudahnya.

Itulah sebabnya maka Allah subhanahu wa ta'ala menegur mereka: "Apakah mereka itu tidak berpikir".
Hal ini menunjukkan buhwa andaikata mereka itu man berpikir tentulah tidak akan terjadi bantah membantah seperti itu.

Dalam hal ini terdapat isyarat yang kuat, yang menunjukkan kelemahan pikiran dun hujjah mereka.
Mengenai sebab nuzul ayat ini lbnu Ishak' dan lbnu Jarir telah mengemukakan sebuah riwayat dari Ibnu `Abbas ra, beliau berkata: "Orang-orang Nasrani dari suku Najran dan beberapa pendeta Yahudi berkumpul di muka Nabi Muhammad ﷺ, kemudian mereka berselisih pendapat.
Pendeta-pendeta itu berkata: Nabi Ibrahim tak memeluk agama kecuali agama Yahudi.
Sedangkan orang-orang Nasrani berkata: Nabi Ibrahim tak memeluk agama kecuali agama Nasrani.

Ali Imran (3) ayat 65 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 65 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 65 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Ahl al-Kitab, mengapa kalian saling bersengketa tentang ihwal Ibrahim:
masing-masing mengklaim Ibrahim sebagai penganut agamanya, padahal Ibrahim sudah ada dengan syariat tersendiri sebelum diturunkannya Tawrat dan Injil?
Tawrat dan Injil baru diturunkan setelah masa Ibrahim, maka bagaimana mungkin ia membawa syariat yang sama dengan Tawrat dan Injil?
Bukankah kalian mempunyai akal pikiran yang dapat mengetahui kepalsuan ucapan yang bertentangan dengan kenyataan ini?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai Ahli Kitab, kenapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim) dan kamu akui bahwa ia pemeluk agamamu?
(Padahal Taurat dan Injil hanya diturunkan sesudahnya) bahkan dalam jarak waktu yang panjang dan setelah kedua Kitab itu diturunkan, Yahudi dan Nasrani membuat-buat hal tersebut, yakni mengenai Nabi Ibrahim.
(Apakah kamu tidak berpikir?) akan kesalahan pengakuanmu itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai orang-orang yang menerima kitab dari Allah, dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani, bagaimana masing-masing dari kalian mengklaim bahwa Ibrahim memegang agama kalian, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan kecuali setelahnya?
Apakah kalian tidak bisa memahami kekeliruan klaim kalian :
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Yahudi atau Nasrani.
Padahal kalian sendiri tentu mengetahui bahwa agama Yahudi atau Nasrani hanya lahir beberapa zaman setelahnya?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala mengingkari perbuatan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani yang saling berbantah-bantahan tentang hal Ibrahim, kekasih Allah subhanahu wa ta'ala Masing-masing pihak mengakui bahwa Ibrahim adalah salah seorang dari mereka.
Seperti apa yang diriwayatkan oleh Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar, ia mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad maula Zaid ibnu Sabit, telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnu Jubair atau Berimah, dari Ibnu Abbas r.a.
yang menceritakan bahwa orang-orang Nasrani Najran dan para pendeta Yahudi berkumpul di hadapan Rasulullah ﷺ, lalu mereka saling berbantahan di antara mereka di hadapan Nabi ﷺ

Para pendeta Yahudi berkata bahwa Ibrahim itu tiada lain adalah seorang Yahudi.
Sedangkan orang-orang Nasrani berkata bahwa Ibrahim tiada lain adalah seorang Nasrani.
Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Hai Ahli Kitab, mengapa kalian berbantah-bantahan tentang hal Ibrahim., hingga akhir ayat.

Yakni mengapa kalian mengakui, hai orang-orang Yahudi, bahwa dia (Nabi Ibrahim) adalah seorang Yahudi, padahal masa Nabi Ibrahim jauh sebelum Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
Bagaimana pula kalian, hai orang-orang Nasrani, mengakui bahwa dia adalah seorang Nasrani, padahal Nasrani baru ada jauh sesudah Nabi Ibrahim dalam jarak zaman yang jauh sekali.
Karena itulah dalam akhir ayat ini disebutkan:

Apakah kalian tidak berpikir?

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 65

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dengan sanad yang berulang-ulang, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum Nasrani Najran dan paderi-paderi kaum Yahudi berkumpul, berselisih, dan bertengkar di hadapan Rasulullah ﷺ.
Berkatalah paderi-paderi Yahudi: “Sesungguhnya Ibrahim itu Yahudi.” Kaum Nasrani berkata: “Ibrahim itu tidak lain adalah Nasrani.” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 65) sebagai teguran berkenaan dengan hal yang dipertengkarkan itu.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 65

AHLAL KITAB
أَهْلَ ٱلْكِتَٰب

Al kitab dari segi bahasa adalah buku dan jamaknya adalah al kutub. Secara mutlak ia adalah kitab Taurat.

Kata ini di dalam Al Qur'an dan di sisi umat Islam ditujukan kepada ahli Kitab baik itu mereka berbangsa Yahudi ataupun Nasrani.

Kata ahlal kitab disebut sebanyak 29 kali di dalam Al Qur'an, yaitu pada surah:
-Ali Imran (3), ayat 64, 65, 69, 70, 71, 72, 75, 110, 113 , 199, 98 dan 99;
-An Nisaa (4), ayat 123, 153 , 159 dan 171;
-Al­ Maa'idah (5), ayat 15 , 19 , 65, 68 , 77;
-Al Ankaabut (29), ayat 46;
-Al Baqarah (2), ayat 105 dan 109;
-Al Ahzab (33), ayat 26;
-Al Hasyr (59), ayat 2 dan 11;
-Al Bayyinah (98), ayat 1 dan 6;
-Al Hadid (57), ayat 29.

Mereka adalah Yahudi dan Nasrani sebagaimana yang dimaksudkan oleh Al­ Quran. Ini karena Allah menurunkan kitab kepada mereka yaitu kitab Taurat, Zabur dan Injil yang membedakan mereka dari penyembah-penyembah berhala yang lain.

Pada zaman pemerintahan Islam, mereka memberi kesetiaan kepada pimpinan kaum Muslimin. Pada masa yang sama, mereka juga turut dikenakan bayaran jizyah sebagai jaminan keselamatan mereka.

Selain itu, ahlal kitaab adalah para pengikut atau penganut ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi 'Isa dengan kitab sucinya masing-masing (Taurat dan Injil).

Namun kini, Islam menganggap ajaran Allah di dalam kitab Taurat dan Injil tidak murni lagi karena berlaku banyak pengubahsuaian dan penyelewengan oleh pemimpin agama mereka.

Walau bagaimanapun, Islam membenarkan lelaki muslim menikahi wanita Ahli Kitab dengan syarat-syarat tertentu. Sebaliknya, wanita muslim tidak dibenarkan menikah dengan lelaki Ahli Kitab. Malah, menurut ajaran Islam, golongan Ahli Kitab adalah kafir.

Justru, ahlal kitaab tidak dipaksa meninggalkan keyakinan mereka dan memeluk Islam sebagaimana yang berlaku pada kelompok pagan atau orang kafir. Mereka menerima jaminan perlindungan dalam pemerintahan Islam. Sebagai imbangannya, mereka dikenakan beban pajak yang dinamakan pajak dzimmah.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:30-31

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat "Ali 'lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali 'lmran karena memuat kisah keluarga 'lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam 'alaihis salam, kenabian dan beberapa mu'jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'lmran, ibu dari Nabi 'Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali 'lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi 'Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga 'lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 65 *beta

Surah Ali Imran Ayat 65



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (15 votes)
Sending