Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 6


ہُوَ الَّذِیۡ یُصَوِّرُکُمۡ فِی الۡاَرۡحَامِ کَیۡفَ یَشَآءُ ؕ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ
Huwal-ladzii yushau-wirukum fiil arhaami kaifa yasyaa-u laa ilaha ilaa huwal ‘aziizul hakiim(u);

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.
Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
―QS. 3:6
Topik ▪ Takdir ▪ Penentuan takdir sebelum penciptaan ▪ Keabadian surga
3:6, 3 6, 3-6, Ali Imran 6, AliImran 6, Al Imran 6
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Dengan kodrat-Nya, dijadikan-Nya manusia bermacam-macam bentuk setelah melalui proses demi proses, sejak dari sel mani yang menerobos ke dalam rahim, kemudian menjadi sesuatu yang melekat pada dinding rahim, dan dari sesuatu yang melekat itu menjadi segumpal daging yang melekat, akhirnya berbentuk manusia dan lahirlah ia ke dunia (Al-Mu’minun:12-14).
Semuanya itu dijadikan Allah sesuai dengan sunah (hukum) dan ilmu-Nya.

Ali Imran (3) ayat 6 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 6 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 6 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dialah yang membentuk kalian ketika masih berupa janin dalam rahim dengan berbagai macam bentuk yang dikehendaki.
Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Mahaperkasa dalam kekuasaan- Nya, Mahabijaksana dalam ciptaan-Nya.[1]

[1] Ayat ini menunjukkan satu sisi kemukjizatan berupa kekuasaan Tuhan Sang Pencipta, yaitu berubahnya sebuah sel telur (ovum) yang subur menjadi seorang manusia sempurna dengan organ tubuh lengkap dan terdiri atas jutaan sel-sel dengan tugas sendiri- sendiri.
Nanti akan disebutkan dalam Al Quran ayat-ayat yang memerinci beberapa fase perkembangan janin.
Yang diisyaratkan dalam ayat ini khusus berkenaan dengan kekuasaan mutlak Tuhan dalam proses pembentukan janin.
Yaitu, dalam sebuah sel telur yang sangat kecil, Allah meletakkan seluruh gen yang menentukan jenis kelamin, ciri-ciri fisik dan kepribadian seperti bakat, intelegensia dan kejiwaan.
Penentuan bentuk seseorang dari hasil pertemuan sel telur dan sel sperma dari jutaan sel-sel lainnya merupakan bukti kehendak mutlak Tuhan, sehingga tidak ada di dunia ini orang yang sama persis dari segala segi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya) apakah akan jadi laki-laki atau perempuan, berkulit putih atau berkulit hitam dan sebagainya.
(Tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Tangguh) dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) dalam tindakan dan perbuatan-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dialah Allah yang telah menciptakanmu dalam rahim ibumu sebagaimana Dia kehendaki, laki-laki atau perempuan, baik atau buruk, sengsara atau berbahagia.
Tiada sesembahan yang haq kecuali Dia semata, Mahaperkasa yang tidak dikalahkan, Maha Bijaksana dalam perintah dan pengaturan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah:

Dialah yang membentuk kalian dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.

Yakni menciptakan kalian di dalam rahim menurut yang dikehendaki-Nya, apakah laki-laki atau perempuan, apakah tampan atau buruk rupanya, dan apakah celaka atau bahagia.

Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Artinya, Dialah Yang Maha Pencipta, dan Dialah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan milik-Nya-lah semua keagungan yang tak terbatas, hikmah, dan semua keputusan hukum.

Di dalam ayat ini terkandung sindiran —dan bahkan cukup jelas— bahwa Isa ibnu Maryam adalah seorang hamba lagi makhluk, seperti manusia lainnya yang diciptakan oleh Allah, karena Allah telah membentuknya di dalam rahim dan menciptakannya sebagaimana dikehendaki-Nya, maka mana mungkin ia dianggap sebagai tuhan seperti yang diduga oleh orang-orang Nasrani.
Sesungguhnya dia tumbuh di dalam rahim dan berubah-ubah dari satu keadaan kepada keadaan yang lainnya, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dia menjadikan kalian dalam perut ibu kalian kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.
(Az Zumar:6)

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 6

ARHAAM
أَرْحَام

Lafaz ini adalah jamak dari kata ar rahim atau ar rihm.

Ibn Sayyidah berkata,
“Keduanya bermakna tempat membesarnya seorang anak di dalam perut.”

Al Jawhari berpendapat, kedua­duanya bermakna al qarabah atau sanak saudara.

Al Kafawi pula berkata,
Ar rahim adalah tempat kemunculan seorang anak di dalam perut. Kemudian dinamakan sebagai sanak saudara (al-qarabah) dari sudut kelahiran.”

Menurut Ibn Al Manzur, ia terkait dengan setiap orang yang bersatu antara kamu dan antaranya dengan ikatan nasab (garis keturunan), dan dalam fara’id dzawi ar-rahim, ia berkaitan dengan saudara­saudara dari pihak perempuan yaitu yang tidak boleh menikahinya seperti ibu, anak perempuan, saudara perempuan, emak saudara dan bapak saudara.” Ia adalah perkataan rahim perempuan yang dipinjam untuk maksud saudara-saudara karena mereka keluar dari satu rahim.

Lafaz arhaam disebut sebanyak 12 kali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 228;
-Ali Imran (3), ayat 6;
-An Nisaa (4), ayat 1;
-Al An’aam (6), ayat 143, 144;
-Al Anfaal (8), ayat 75;
-Ar Ra’d (13), ayat 8;
-Al Hajj (22), ayat 5;
-Luqman (31), ayat 34;
-Al Ahzab (33), ayat 6;
-Muhammad (47), ayat 22;
-Al Mumtahanah (60), ayat 3.

Lafaz ini mengandung dua makna:

Pertama, bermakna rahim.
Makna ini terdapat dalam surah:
-Ali Imran, ayat 6;
-Al An’aam, ayat 143, 144;
-Ar Ra’d, ayat 8; Al Hajj, ayat 5;
-Luqman, ayat 34; Al Baqarah, ayat 228.

Makna lafaz ini dijelaskan oleh para mufassir, Ibn Katsir berkata berkenaan ayat dalam surah Ali Imran, “Dia menciptakan dan menetapkan di dalam rahim apa yang dikehendakinya berupa lelaki atau perempuan, yang cantik atau jelek, sengsara atau bahagia.”

Dalam surah Al An’aam, ia dihubungkan dengan al untsayaini yaitu berkaitan dengan apa yang ada dalam perut hewan. Maksudnya apa yang dikandungkan dari dua jenis, jantan ataupun betina atau anak-anak dari perut hewan ternak itu.

Kedua, bermaksud sanak saudara ini terdapat dalam surah:
-Al Anfaal, ayat 57;
-Al Hajj, ayat 5;
-Luqman, ayat 34;
-Al Ahzab, ayat 6;
-Muhammad, ayat 22.

Makna ini dijelaskan oleh para mufassir, Az Zamaksyari berkata berkenaan ayat “Takutlah kamu akan Allah yang mencipta kamu, dan takutlah kamu tali persaudaraan dan janganlah memutuskannya.”

Ibn Qutaibah menyebut ia bermakna “Takutlah kamu memutuskan tali persaudaraan.”

Tafsiran ini diperjelaskan oleh ayat Allah dalam surah Muhammad, ayat 22 yang bermaksud, “(Sekiranya kamu tidak mematuhi perintah), maka tidakkah kamu hams dibimbang dan dikuatirkan sekiranya kamu dapat memegang kuasa kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan silaturahim dengan kaum kerabat,”

Lafaz dengan maksud ini dikaitkan dengan perkataan ‘ulu’ (ulu al-arham) sebagaimana dalam surah Al Anfaal dan Al Ahzab, Al Qurtubi berkata,
“Ia bermakna al ‘ashabat (kaum kerabat) selain yang dilahirkan dari rahim, atau orang yang mempunyai tali kerabat dan mempunyai hubungan darah.”

Ibn Katsir berkata,
Arhaam bermaksud umum. Ia mencakup semua kaum kerabat sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas, Mujahid, ‘Ikrimah, Al Hasan dan Qatadah, ayat ini memansuhkan pewarisan dengan sumpah dan persaudaraan, di mana mereka saling mewarisi pada permulaan Islam.”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:65-66

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 6 *beta

Surah Ali Imran Ayat 6



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.8
Rating Pembaca: 4.4 (12 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku