Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 55 [QS. 3:55]

اِذۡ قَالَ اللّٰہُ یٰعِیۡسٰۤی اِنِّیۡ مُتَوَفِّیۡکَ وَ رَافِعُکَ اِلَیَّ وَ مُطَہِّرُکَ مِنَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا وَ جَاعِلُ الَّذِیۡنَ اتَّبَعُوۡکَ فَوۡقَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡۤا اِلٰی یَوۡمِ الۡقِیٰمَۃِ ۚ ثُمَّ اِلَیَّ مَرۡجِعُکُمۡ فَاَحۡکُمُ بَیۡنَکُمۡ فِیۡمَا کُنۡتُمۡ فِیۡہِ تَخۡتَلِفُوۡنَ
Idz qaalallahu yaa ‘iisa innii mutawaffiika waraafi’uka ilai-ya wamuthahhiruka minal-ladziina kafaruu wajaa’ilul-ladziina-attaba’uuka fauqal-ladziina kafaruu ila yaumil qiyaamati tsumma ilai-ya marji’ukum fa-ahkumu bainakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuun(a);
(Ingatlah), ketika Allah berfirman,
“Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat.
Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan.”
―QS. Ali Imran [3]: 55

(Mention) when Allah said,
"O Jesus, indeed I will take you and raise you to Myself and purify you from those who disbelieve and make those who follow you (in submission to Allah alone) superior to those who disbelieve until the Day of Resurrection.
Then to Me is your return, and I will judge between you concerning that in which you used to differ.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 55]

إِذْ ketika

When
قَالَ berfirman

said
ٱللَّهُ Allah

Allah
يَٰعِيسَىٰٓ Wahai Isa

"O Isa!
إِنِّى sesungguhnya Aku (Allah)

Indeed, I
مُتَوَفِّيكَ akan mewafatkan kamu

(will) take you
وَرَافِعُكَ dan mengangkat kamu

and raise you
إِلَىَّ kepadaKu

to Myself
وَمُطَهِّرُكَ dan/serta mensucikan kamu

and purify you
مِنَ daripada

from
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieve[d],
وَجَاعِلُ dan menjadikan

and I will make
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
ٱتَّبَعُوكَ (mereka) mengikuti kamu

follow[ed] you
فَوْقَ di atas

superior
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(to) those who
كَفَرُوٓا۟ kafir/ingkar

disbelieve[d]
إِلَىٰ kepada

on
يَوْمِ hari

(the) Day
ٱلْقِيَٰمَةِ kiamat

(of) [the] Resurrection.
ثُمَّ kemudian

Then
إِلَىَّ kepadaKu

to Me
مَرْجِعُكُمْ tempat kembalimu

(is) your return
فَأَحْكُمُ maka Aku memutuskan

and I will judge
بَيْنَكُمْ diantaramu

between you
فِيمَا dalam/tentang apa

about what
كُنتُمْ kalian adalah

you were
فِيهِ didalamnya

[in it]
تَخْتَلِفُونَ kamu perselisihkan

differing.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:55

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 55. Oleh Kementrian Agama RI


Allah membalas tipu daya orang kafir dengan mengangkat Isa `alaihis salam, kepada-Nya.
Dalam hal ini terdapat berita gembira untuk Nabi, tentang datangnya bantuan Allah untuk menyelamatkan dirinya dari tipu daya orang-orang kafir sehingga mereka dalam usahanya melaksanakan tipu daya itu tidak akan berhasil.


Allah akan mengangkat Nabi Isa kepada-Nya dan akan mewafatkannya pada saat ajalnya tiba, sesudah turun dari langit pada waktu yang ditentukan ) sesuai dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ,

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهٖ لَيُوْشِكَنَّ اَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلاَمَ حَكَمًا عَدْلاً فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتّٰى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ


"Demi (Allah), yang jiwaku di tangan-Nya, Isa putra Maryam akan turun di antaramu sebagai hakim yang adil, kemudian ia akan memecah salib, membunuh babi, menghentikan peperangan, dan membagi-bagikan harta, sehingga tak seorang pun yang akan menerimanya (karena tidak membutuhkan lagi) dan merasa bahwa sujudnya (ibadahnya) lebih utama dari dunia dan semua isinya."
(Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah).


"Allah membersihkan Isa `alaihis salam, dari orang-orang kafir",
dengan menyelamatkannya dari kejahatan, cercaan serta nistaan dan tuduhan, yang akan mereka lakukan, dan akan menjadikan pengikut-pengikutnya yang beriman itu percaya bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya, percaya akan kata-kata Isa bahwa beliau diutus untuk memberi kabar gembira (ash-Shaff [61]: 6) tentang kedatangan seorang utusan Allah, yang akan datang sesudahnya, yang bernama Ahmad (Nabi Muhammad) (ash-Shaff [61]: 6).
Allah akan mengangkat mereka yang percaya itu kepada derajat yang tinggi, tidak seperti orang-orang Yahudi yang menipu dan mendustakan Nabi Isa, yang direndahkan martabatnya oleh Allah.

Ketinggian derajat itu ada kalanya di bidang keimanan yang bersifat rohaniah, dan dalam bidang akhlak dan kesempurnaan sopan santun serta dekatnya mereka pada yang hak dan jauhnya dari yang batil.
Adakalanya kelebihan yang bersifat duniawi yaitu mereka akan memegang tampuk pimpinan di dunia.


Kemudian semua manusia akan dikembalikan kepada Allah yaitu pada hari kebangkitan, dan Allah akan memutuskan perkara yang mereka perselisihkan dalam urusan agama termasuk di dalamnya perselisihan-perselisihan yang terjadi di antara pengikut-pengikut Isa `alaihis salam, dan orang-orang yang tidak percaya kepadanya

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 55. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Renungkan, wahai Nabi, ketika Allah berfirman,
"Wahai ‘Isa, Aku telah menentukan ajalmu dan Aku tidak memberdayakan seorang pun untuk membunuhmu.
Aku mengangkatmu ke tempat kemuliaan-Ku dan menyelamatkanmu dari orang-orang yang memusuhimu dan berniat membunuhmu.


Aku membela dan memenangkan pengikutmu yang tidak menyimpang ajaranmu, dari orang-orang yang tidak mau mengikuti petunjuk-Ku, sampai hari kiamat.
Saat itu Aku akan memutuskan persoalan agama yang kalian perselisihkan. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah membatalkan makar mereka saat Dia berfirman kepada Isa,
"Sesungguhnya Aku memegangmu dari bumi sehingga mereka tidak bisa menimpakan keburukan kepadamu, dan mengangkatmu kepadaku dengan jasad dan ruhmu, menyelamatkanmu dari orang-orang yang kafir kepadamu, menjadikan orang-orang yang mengikutimu, yakni orang-orang yang berjalan di atas agamamu, beriman kepada apa yang kamu bawa dari Allah berupa agama dan kabar gembira tentang kehadiran Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan mereka juga beriman kepada Muhammad setelah dia diutus, dan berpegang kepada syariatnya, unggul di atas orang-orang yang mengingkari kenabianmu sampai Hari Kiamat."
Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembali kalian di hari pembalasan, lalu Aku akan menetapkan keputusan di antara kalian dalam perkara yang kalian perselisihkan terkait dengan perkara Isa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Ingatlah!


(Ketika Allah berfirman,
"Sesungguhnya Aku akan memegangmu dan mengangkatmu kepada-Ku) yakni dari dunia tanpa mengalami kematian


(dan menyucikanmu) atau menjauhkanmu


(dari orang-orang yang kafir serta menjadikan orang-orang yang mengikutimu) artinya yang membenarkan kenabianmu di antara kaum muslimin dan orang-orang Nasrani


(di atas orang-orang yang kafir) kepadamu, yakni orang-orang Yahudi, orang-orang yang percaya kepada kenabian Isa itu dapat mengalahkan mereka dengan berbagai hujah dan dengan mata pedang


(sampai hari kiamat kemudian kepada Akulah kamu kembali lalu Kuputuskan di antara kamu apa-apa yang selalu kamu perbantahkan.) yakni tentang keagamaan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ahli tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan firman-Nya:

Sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajal mu dan mengangkat kamu kepada-Ku.


Qatadah dan lain-lainnya mengatakan bahwa ungkapan ini termasuk versi ungkapan muqaddam dan mu’akhkhar, yakni mendahulukan yang akhir dan mengakhirkan yang dahulu.
Bentuk lengkapnya ialah,
"Sesungguhnya Aku akan mengangkat kamu kepada-Ku dan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu, sesudah diangkat."

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan mutawaffika ialah mematikan kamu.

Muhammad ibnu Ishak telah meriwayatkan dari orang yang tidak dicurigai, dari Wahb ibnu Munabbih yang mengatakan bahwa Allah mematikannya selama tiga saat (jam) pada permulaan siang hari, yaitu ketika Allah mengangkatnya kepada Dia.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa orang-orang Nasrani menduga bahwa Allah mematikannya selama tujuh jam, kemudian menghidupkannya kembali.

Ishaq ibnu Bisyr meriwayatkan dari Idris, dari Wahb, bahwa Allah mematikannya selama tiga hari, kemudian menghidupkannya dan mengangkatnya.

Matar Al-Waraq mengatakan, yang dimaksud ialah sesungguhnya Aku akan mewafatkan kamu dari dunia, tetapi bukan wafat dalam arti kata mati.
Hal yang sama dikatakan oleh Ibnu Jarir, bahwa yuwaffihi artinya mengangkatnya.

Kebanyakan ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wafat dalam ayat ini ialah tidur, seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:

Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari.
(QS. Al-An’am [6]: 60)

Juga dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya.
(QS. Az-Zumar [39]: 42)

Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ apabila terbangun dari tidurnya selalu membaca doa berikut, yaitu:

Segala puji bagi Allah yang telah membangunkan kami sesudah menidurkannya.

Makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka,
"Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,
"
padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 156-157)

sampai dengan firman-Nya:

mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa, tetapi (sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya.
Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
(QS. An-Nisa’ [4]: 157-159)

Damir yang terdapat di dalam firman-Nya,
"Qabla mautihi,"
kembali (merujuk) kepada Isaahli kitab melainkan akan beriman kepada Isa.
Hal ini terjadi di saat Nabi Isa turun ke bumi sebelum hari kiamat, seperti yang akan diterangkan kemudian.
Maka saat itu semua ahli kitab pasti beriman kepadanya karena menghapuskan jizyah dan tidak mau menerima kecuali agama Islam (yakni ia memerangi ahli kitab yang tidak mau masuk Islam).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Ja’far, dari ayahnya, telah menceritakan kepada kami Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Al-Hasan, bahwa ia telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya Aku akan mewafatkan kamu.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 55), Yaitu wafat dengan pengertian tidur.
Maksudnya, Allah mengangkatnya dalam tidurnya.
Al-Hasan mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berkata kepada orang-orang Yahudi:

Sesungguhnya Isa itu belum mati, dan sesungguhnya dia akan kembali kepada kalian sebelum hari kiamat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir.

Yakni dengan mengangkatmu ke langit oleh-Ku.

dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 55)

Dan memang demikianlah kejadiannya, karena sesungguhnya ketika Al-Masih diangkat oleh Allah ke langit, semua sahabatnya berpecah-belah menjadi berbagai macam golongan dan sekte sesudah ia tiada.
Di antara mereka ada yang tetap beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepadanya, yaitu bahwa dia adalah hamba Allah, rasul-Nya, dan anak dari hamba perempuan-Nya.
Ada yang berlebih-lebihan dalam menganggapnya, lalu mereka menjadikannya sebagai anak Allah.
Golongan yang lainnya mengatakan bahwa dia adalah Allah, dan golongan yang lainnya lagi mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari tuhan yang tiga.

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan pendapat mereka di dalam Alquran dan sekaligus membantah tiap-tiap pendapat tersebut.
Mereka terus-menerus dalam keadaan demikian selama masa kurang lebih tiga ratus tahun.

Kemudian muncullah bagi mereka seorang raja negeri Yunani yang dikenal dengan julukan Konstantin.
Ia masuk ke dalam agama Nasrani.
Menurut suatu pendapat, dia masuk ke dalam agama Nasrani sebagai siasat untuk merusaknya dari dalam, karena sesungguhnya dia adalah seorang ahli filsafat.
Menurut pendapat yang lainnya lagi, dia orang yang tidak mengerti tentang agama Nasrani, tetapi dia mengubah agama Al-Masih buat mereka dan menyelewengkannya, serta melakukan penambahan dan pengurangan pada agama tersebut, lalu ia membuat kaidah-kaidah dan amanat yang besar, yang hal ini adalah merupakan pengkhianatan yang rendah.
Di masanya daging babi dihalalkan, dan mereka salat menurutinya dengan menghadap ke arah timur, membuat gambar-gambar dan patung-patung di gereja-gereja dan tempat-tempat ibadah mereka atas perintahnya.
Dan.
dia menambahkan ke dalam puasa mereka sepuluh hari untuk menebus dosa yang telah dilakukannya, menurut dugaan mereka.
Sehingga agama Al-Masih bukan lagi agama yang asli, melainkan agama Konstantin, hanya saja dia sempat membangun buat mereka banyak gereja dan tempat-tempat kebaktian yang jumlahnya lebih dari dua belas ribu rumah ibadat.
Lalu ia membangun sebuah kota yang namanya diambil dari nama dirinya.
Alirannya ini diikuti oleh keluarga raja dari kalangan mereka.
Keadaan mereka yang demikian itu dapat mengalahkan orang-orang Yahudi.
Semoga Allah membantu Yahudi dalam melawan mereka, karena Yahudi lebih dekat kepada kebenaran ketimbang mereka, sekalipun semuanya adalah orang-orang kafir.
Semoga tetap atas mereka laknat Allah.

Ketika Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ, maka orang-orang yang beriman kepadanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, dan rasulrasul-Nya dengan iman yang benar.
Mereka adalah pengikut semua nabi yang ada di bumi ini, mengingat mereka percaya kepada Rasul, Nabi yang Ummi dari Arab, penutup para rasul dan penghulu Adam secara mutlak.
Beliau ﷺ menyeru mereka untuk percaya kepada semua perkara yang hak.
Oleh karena itu, mereka lebih berhak kepada setiap nabi daripada umat nabi itu sendiri yang menduga bahwa mereka berada dalam agama dan tuntunannya, padahal mereka telah mengubah dan menyelewengkannya.
Kemudian seandainya tidak ada perubahan dan tidak diselewengkan, sesungguhnya Allah telah me-nasakh syariat semua rasul dengan diutus-Nya Nabi Muhammad ﷺ yang membawa agama yang hak yang tidak akan berubah dan tidak akan diganti lagi sampai hari kiamat nanti.
Agamanya tetap tegak, menang, dan unggul di atas agama lainnya.
Karena itulah maka Allah membukakan bagi sahabat-sahabatnya belahan timur dan barat dari dunia ini.
Mereka menjelajah semua kerajaan, dan semua negeri tunduk kepada mereka.
Kerajaan Kisra mereka patahkan, dan kerajaan kaisar mereka hancurkan serta semua perbendaharaannya mereka jarah, lalu dibelanjakan untuk kepentingan jalan Allah.
Seperti yang diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka dari Tuhannya, yaitu di dalam firman-Nya:


Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amalamal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.
Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku.
(An Nuur:
55), hingga akhir ayat.

Karena itulah, mengingat mereka adalah orang-orang yang sungguh beriman kepada Al-Masih, maka mereka dapat merebut negeri Syam dari tangan orang-orang Nasrani, dan mengusir mereka ke negeri Romawi, lalu orang-orang Nasrani kembali ke kota mereka, yaitu Konstantinopel.
Islam dan para pemeluknya masih tetap berada di atas mereka sampai hari kiamat.

Nabi ﷺ telah memberitakan kepada umatnya bahwa akhirnya mereka kelak akan mengalahkan Konstantinopel dan memperoleh banyak ganimah darinya serta banyak sekali pasukan Romawi yang terbunuh hingga orang-orang belum pernah melihat korban perang yang banyak seperti itu, baik sebelum ataupun sesudahnya.
Kami telah menulis sehubungan dengan hal ini dalam sebuah kitab yang tersendiri.

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 55 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 55 - Gambar 2
Statistik QS. 3:55
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.5 (29 votes)
Tags:

3:55, 3 55, 3-55, Surah Ali Imran 55, Tafsir surat AliImran 55, Quran Al Imran 55, Surah Ali Imran ayat 55

▪ qs 3 : 55 ▪ qs 3:55 ▪ qs 3: 55 ▪ tafsir 3:55
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 29 [QS. 18:29]

Dan katakanlah wahai Nabi Muhammad, kepada siapa saja bahwa “Kebenaran, yakni Al-Qur’an yang kusampaikan kepadamu itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa di antara kamu yang ingin beriman kepada … 18:29, 18 29, 18-29, Surah Al Kahfi 29, Tafsir surat AlKahfi 29, Quran Al-Kahf 29, Surah Al Kahfi ayat 29

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 48 [QS. 18:48]

Dan mereka pasti akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris satu saf atau banyak saf. Ketika itu Allah berfirman kepada orangorang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan, “Sesungguhnya kamu da … 18:48, 18 48, 18-48, Surah Al Kahfi 48, Tafsir surat AlKahfi 48, Quran Al-Kahf 48, Surah Al Kahfi ayat 48

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #12

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Umar Qasim Ali Hamzah Hassan Benar! Kurang tepat! Nabi

Pendidikan Agama Islam #14

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Uswatun Hasanah Uswatun khisah Akhlakul karimah Akhlakul khabisah Htaman Nabiyyin

Pendidikan Agama Islam #15

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah … agar manusia selamat dan bahagia di dunia agar manusia tahu cara

Instagram