QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 53 [QS. 3:53]

رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا بِمَاۤ اَنۡزَلۡتَ وَ اتَّبَعۡنَا الرَّسُوۡلَ فَاکۡتُبۡنَا مَعَ الشّٰہِدِیۡنَ
Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta waattaba’naarrasuula faaktubnaa ma’asy-syaahidiin(a);

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.
―QS. 3:53
Topik ▪ Ilmu manusia sedikit
3:53, 3 53, 3-53, Ali Imran 53, AliImran 53, Al Imran 53

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 53

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah mereka menjadi saksi atas kerasulan Isa ‘alaihis salam dan menjadi saksi atas kekuasaan Allah yang memerintankan supaya beriman kepada Kitab yang diturunkan kepadanya, dan taat kepada segala perintah-Nya, maka dalam ayat ini mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, kami teIah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan”.
Pernyataan ini adalah suatu sikap merendahkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan mengungkapkan ihwal mereka kepada Allah., sesudah menyatakan kepada Rasul-Nya untuk lebih menjelaskan pendirian mereka.
“Kami telah mengikuti rasul”,
dan mematuhi segala perintah yang dibawanya dari Allah.

Menempatkan kata “mengikuti” sesudah kata “beriman” dalam ayat ini menunjukkan bahwa iman orang Hawariyyin ini telah mencapai tingkat yakin, yang memberi arah kepada jiwa mereka dalam melakukan setiap tindakan.
Ilmu yang benar ialah ilmu yang menuntut perbuatan yang sesuai dengan ilmu itu, sedang ilmu yang tidak mempengaruhi perbuatan itulah ilmu yang kabur dan kurang, tidak memberikan keyakinan dan ketenangan.
Banyak orang mengira bahwa dia sudah berilmu tetapi bila dia melakukan sesuatu perbuatan ternyata perbuatannya itu tidak dapat dikuasai dan dikendalikannya, setelah itu barulah ia sadar bahwa ia keliru dalam pengakuannya.

Sesudah kaum Hawariyyin ini menyatakan kepada Allah kesaksian mereka atas kebenaran Kitab dan Rasul Nya, maka merekapun memohon kepada Allah agar Allah subhanahu wa ta’ala memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang mengakui keesaan Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, kami sungguh membenarkan kitab yang Engkau turunkan kepada nabi-nabi-Mu, dan kami menjalankan perintah ‘Isa, nabi-Mu.
Tetapkanlah kami sebagai orang yang menjadi saksi atas penyampaian risalah oleh Rasul-Mu dan atas sikap kafir dan ingkar Bani Israil.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Wahai Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan) yakni Injil (dan telah kami ikuti rasul) yaitu Isa (maka catatlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi) tentang keesaan-Mu dan kebenaran rasul-Mu.” Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ya Tuhan kami, kami membenarkan injil yang telah Engkau turunkan, kami mengikuti Rasul-Mu Isa, maka jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mengakui keesaan-Mu dan mengimani risalah para Nabi-Mu.
Dan mereka adalah umat Muhammad yang bersaksi untuk para Rasul bahwa mereka telah menyampaikan kepada umat-umat mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Para hawariyyin menjawab, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah.
Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri.
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul.
Karena itu, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).

Al-hawariyyun, menurut suatu pendapat mereka adalah orang-orang yang bertubuh pendek.
Menurut pendapat yang lainnya, mereka dinamakan hawariyyin karena pakaian yang selalu mereka kenakan berwarna putih.
Menurut’ pendapat yang lainnya lagi, mereka adalah para pemburu.

Menurut pendapat yang sahih, arti hawari ialah penolong.
Seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain, bahwa ketika Rasulullah ﷺ menganjurkan kaum muslim dalam Perang Ahzab untuk bersiap-siap menghadapi peperangan, maka sahabat Az-Zubair membantu Nabi ﷺ dan mengambil alih tugas ini, lalu Az-Zubair menyerukan hal tersebut kepada mereka.
Maka Nabi ﷺ bersabda:

Setiap nabi mempunyai penolong, dan penolongku adalah Az-Zubair.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami israil, dari Samak, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a.
sehubungan dengan firman-Nya:

Karena itu, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud ialah menjadi saksi bersama-sama umat Muhammad ﷺ

Sanad asar ini jayyid.


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 53 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 53 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 53 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:53
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.7
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/3-53









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta