Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 49


وَ رَسُوۡلًا اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ ۬ۙ اَنِّیۡ قَدۡ جِئۡتُکُمۡ بِاٰیَۃٍ مِّنۡ رَّبِّکُمۡ ۙ اَنِّیۡۤ اَخۡلُقُ لَکُمۡ مِّنَ الطِّیۡنِ کَہَیۡـَٔۃِ الطَّیۡرِ فَاَنۡفُخُ فِیۡہِ فَیَکُوۡنُ طَیۡرًۢا بِاِذۡنِ اللّٰہِ ۚ وَ اُبۡرِیُٔ الۡاَکۡمَہَ وَ الۡاَبۡرَصَ وَ اُحۡیِ الۡمَوۡتٰی بِاِذۡنِ اللّٰہِ ۚ وَ اُنَبِّئُکُمۡ بِمَا تَاۡکُلُوۡنَ وَ مَا تَدَّخِرُوۡنَ ۙ فِیۡ بُیُوۡتِکُمۡ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیَۃً لَّکُمۡ اِنۡ کُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِیۡنَ
Warasuulaa ila banii israa-iila annii qad ji-atukum biaayatin min rabbikum annii akhluqu lakum minath-thiini kahai-atith-thairi fa-anfukhu fiihi fayakuunu thairan biidznillahi wa-ubri-ul akmaha wal abrasha wa-uhyiil mauta biidznillahi wa-unabbi-ukum bimaa ta’kuluuna wamaa taddakhiruuna fii buyuutikum inna fii dzalika li-aayatan lakum in kuntum mu’miniin(a);

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka):
“Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.
―QS. 3:49
Topik ▪ Pembuktian kerasulan Nabi saw.
3:49, 3 49, 3-49, Ali Imran 49, AliImran 49, Al Imran 49
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 49. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjadikan Isa as, seorang rasul kepada Bani Israil.
Allah mengutus Isa as kepada Bani Israil agar mengatakan kepada mereka bahwa kedatangannya membawa beberapa tanda yang besar yakni "mukjizat" kepada mereka sebagai penguat risalahnya.
Mukjizat-mukjizat itu di antaranya:

Pertama:
Isa as dapat membuat dari tanah sesuatu yang berbentuk burung dan setelah ditiupnya lalu menjadi burung yang hidup seperti burung biasa, dengan izin Allah.
Sebenarnya Allah-lah yang menciptakan hidup dalam tubuh burung itu, dengan kekuasaan Nya ketika Isa meniupnya, untuk menjadiannya mukjizat bagi kenabiannya.

Diriwayatkan, bahwa ketika Isa as menyatakan dirinya jadi nabi dan menampakkan mukjizatnya, Bani Israil meminta kepadanya untuk membuat kelelawar.
Maka ia mengambil tanah, lalu membentuknya sebagai seekor kelelawar dan ditiupnya.
Maka terbanglah kelelawar itu diawang-awang.
Kelelawar itu terbang selama orang itu masih dapat melihatnya, dan ketika sudah tidak nampak lagi oleh mata mereka, maka kelelawar itu jatuh ke bumi dan mati.
Hal ini sangat berbeda dengan kejadian makhluk-makhluk Allah lainnya.

Sudah menjadi sunah Allah bahwa mukjizat-mukjizat terjadi di tangan nabi-nabi Nya sewaktu umatnya meminta dan menjadikan iman mereka tergantung kepada mukjizat itu.
Maka jika kaum Isa as, meminta yang demikian kepadanya, diapun telah melaksanakannya.

Kedua:
Isa as dapat mengobati penyakit buta dan sopak, padahal kedua penyakit itu adalah penyakit yang sukar diobati oleh para tabib dimasa itu meskipun ketabiban pada masa Isa as sudan maju.

Telah menjadi sunah.
Allah pula, bahwa mukjizat para nabi berupa sesuatu yang sangat terkenal pada zamannya.
Umpamanya kepada Musa as, diberikan tongkat yang dapat menjadi ular dan menelan semua ular-ular ahli sihir.
Orang-orang Mesir pada waktu itu adalah terkenal sekali keahlian mereka dalam ilmu sihir.
Kepada Isa as diberi Allah mukjizat dari jenis ketabiban yang melebihi kesanggupan para tabib zaman itu, pada hal merekapun juga sudah mempunyai keahlian yang tinggi.
Demikian pula kepada Nabi Muhammad ﷺ, diberi mukjizat yaitu Alquran, karena yang dibangga-banggakan mereka pada masa itu ialah kesusasteraan.

Ketiga:
Beliau dapat menghidupkan orang mati, atas izin Allah subhanahu wa ta'ala Banyak riwayat menerangkan bahwa Isa as menghidupkan orang-orang yang telah mati.
Di antaranya menghidupkan seorang anak perempuan sebelum dikubur, dan menghidupkan Ya'azir sebelum busuk tubuhnya.
Tetapi tidak ada riwayat yang menerangkan bahwa ia menghidupkan mayat yang sudah menjadi tulang belulang.

Keempat:
Isa as dapat mengabarkan apa yang dimakan dan apa yang disimpan orang di rumahnya.

Perbedaan antara perkabaran gaib yang disampaikan oleh Isa as dengan perkabaran ahli nujum dan dukun-dukun yang kadang-kadang tepat ialah tukang nujum dan dukun-dukun itu mengungkapkan sesuatu dengan jalan memperhatikan sebab-sebab yang memungkinkannya mengetahui sesuatu itu.
Dan tidaklah demikian perkabaran yang disampaikan oleh Nabi Isa as serta oleh para nabi dun para rasul.
Mereka ini tidak mencari atau berusaha mencari sebab-sebab dan tidak pula melakukan tipu daya, melainkan semata-mata pemberitahuan yang disampaikan Allah subhanahu wa ta'ala kepada mereka.

Demikianlah mukjizat-mukjizat Nabi Isa as yang disaksikan oleh Bani Israil.
Sesungguhnya pada mukjizat-mukjizat itu terdapat petunjuk-petunjuk bagi mereka untuk membenarkan kerasulan dan kenabian Isa as.
Terdapat pula pada mukjizat-mukjizat itu pelajaran untuk dipikirkan dan ditarik kesimpulannya, yaitu bahwa Isa berkata benar terhadap mereka.
Merekapun mengetahui apa yang diserukan Isa itu adalah benar perintah dari Allah subhanahu wa ta'ala Jika mereka membenarkan ayat-ayat Allah, mengakui ke Esaan Nya dan percaya kepada Nabi Musa dan Taurat yang dibawanya, tentulah mereka beriman pula kepada Nabi Isa as.

Ali Imran (3) ayat 49 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ia diutus sebagai rasul kepada Bani Israil dengan bertumpu pada mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya.
Di antara mukjizat itu adalah penciptaan burung dari tanah liat yang dibentuk seperti burung kemudian ditiup, hingga menjadi burung bernyawa atas kehendak Allah.
Juga penyembuhan orang yang buta sejak lahir, penyembuhan penyakit lepra, penghidupan kembali orang yang telah mati, dan pemberitahuan kepada kaumnya ihwal apa saja yang mereka simpan dan mereka makan di rumah, dan lain-lain.
Semua itu terjadi atas izin dan kehendak Allah.
Kemudian 'Isa berkata kepada kaumnya, "Tanda- tanda yang Allah tampakkan padaku ini adalah benar-benar bukti kebenaran risalahku, jika kalian sungguh- sungguh tunduk dan percaya kepada-Nya."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) Kami jadikan pula sebagai (seorang rasul kepada Bani Israel) di waktu masih kecil atau sesudah balig.
Jibril pun meniup saku baju Maryam sehingga ia pun hamil.
Bagaimana keadaan selanjutnya akan diceritakan nanti dalam surah Maryam.
Adapun Isa tatkala ia dibangkitkan Allah sebagai rasul kepada Bani Israel katanya kepada mereka, "Sesungguhnya aku ini utusan Allah kepada kamu dan (sesungguhnya aku) (datang kepada kamu dengan membawa suatu tanda) bukti atas kebenaranku (dari Tuhan kamu) yaitu (bahwa aku) dapat (menciptakan) membuat bentuk (bagi kamu dari tanah seperti burung) kaf menjadi isim maf`ul (kemudian aku meniupnya) dhamir 'nya' kembali kepada kaf atau bentuk burung tadi (hingga ia pun menjadi seekor burung) menurut suatu qiraat thaa-iran (dengan izin Allah) dengan iradat-Nya.
Maka diciptakan-Nya bagi mereka kelelawar, karena itulah yang paling sempurna kejadiannya di antara bangsa burung.
Burung itu terbang, sementara mereka memperhatikannya.
Setelah luput dari penglihatan mereka, kelelawar itu jatuh dan mati untuk membedakan antara perbuatan makhluk dengan hasil ciptaan Tuhan Yang Maha Pencipta dan agar diketahui bahwa kesempurnaan itu hanya ada pada ciptaan Allah.
(dan Aku akan menyembuhkan orang yang buta) maksudnya yang buta semenjak ia dilahirkan (dan orang yang berpenyakit barash).
Disebutkan kedua penyakit ini secara khusus karena lukanya tidak dapat disembuhkan, sedangkan Nabi Isa dibangkitkan di masa majunya ilmu kedokteran.
Maka dalam satu hari beliau berhasil menyembuhkan 50 ribu penderita melalui doa, dengan syarat mereka beriman.
(Bahkan aku hidupkan orang yang mati dengan izin Allah) 'Dengan kehendak Allah' diulang-ulangnya untuk melenyapkan dugaan bahwa ia mempunyai sifat ketuhanan.
Maka dihidupkannyalah Azir seorang sahabatnya, anak seorang wanita tua kemudian seorang gadis kecil berumur sepuluh tahun.
Mereka itu terus hidup bahkan sampai mempunyai keturunan.
Kemudian dihidupkannya pula Sam bin Nuh lalu meninggal pada waktu itu juga (dan akan aku beritakan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu) padahal aku tak pernah melihatnya.
Maka disampaikannyalah kepada masing-masing orang apa yang telah dimakan dan apa yang akan dimakannya nanti.
(Sesungguhnya pada yang demikian itu) yakni pada peristiwa-peristiwa yang disebutkan tadi (menjadi tanda bagi kamu, jika kamu betul-betul beriman).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah menjadikannya sebagai Rasul kepada Bani Israil, dia berkata kepada mereka :
Sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa bukti dari Tuhan kalian yang menunjukkan bahwa aku adalah utusan Tuhan kalian.
Bukti itu adalah bahwa aku membuat bentuk burung dari tanah basah, lalu aku meniupnya maka ia pun menjadi burung dalam arti sebenarnya dengan izin Allah.
Aku bisa menyembuhkan orang yang sejak lahir dalam keadaan buta, orang yang berpenyakit sopak, dan aku juga bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati dengan izin Allah, aku mengabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian.
Sesungguhnya perkara-perkata besar ini dimana ia tidak dalam tataran kemampuan manusia biasa benar-benar bukti bahwa aku adalah nabi dan utusan Allah, bila kalian mau membenarkan hujjah-hujjah Allah dan ayat-ayat-Nya serta mengakui Tauhid-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan (sebagai) seorang rasul kepada Bani Israil.

yang berkata kepada mereka:

"Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian, yaitu aku membuat untuk kalian dari tanah sebagai bentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah."

Memang demikianlah yang dilakukan oleh Nabi Isa 'alaihis salam Ia membuat sebuah patung berupa seekor burung, kemudian ia meniup patung burung itu, maka dengan serta-merta patung itu menjadi burung sungguhan dan dapat terbang dengan seizin Allah subhanahu wa ta'ala Hal ini dijadikan untuknya sebagai mukjizat yang menunjukkan bahwa dia diutus oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada mereka.

...dan aku menyembuhkan orang yang buta.

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan al-akmah ialah orang yang dapat melihat di siang hari, tetapi di malam hari ia tidak dapat melihat.
Menurut pendapat lain adalah sebaliknya.
Menurut pendapat yang lainnya, orang yang buta di kala malam hari.
Sedangkan menurut pendapat yang lainnya lagi yaitu orang yang rabun.

Menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan al-akmah ialah orang yang buta sejak lahirnya.
Pendapat ini lebih dekat kepada kebenaran, mengingat hal ini lebih jelas menunjukkan kemukjizatannya dan lebih kuat dalam tantangannya.

Yang dimaksud dengan al-abras ialah penyakit sopak.

...dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.

Mayoritas ulama mengatakan bahwa Allah mengutus setiap nabi dengan membekalinya mukjizat yang sesuai dengan ahli zamannya.
Di zaman Nabi Musa 'alaihis salam, hal yang paling terkenal di kalangan umatnya ialah permainan sihir dan mengagungkan orang-orang yang pandai sihir.
Maka Allah mengutus Nabi Musa 'alaihis salam dengan membawa mukjizat yang menyilaukan mata dan membingungkan para ahli sihir.
Ketika para ahli sihir merasa yakin bahwa hal yang dipamerkan oleh Musa 'alaihis salam adalah berasal dari sisi Tuhan Yang Mahabesar lagi Mahaperkasa, maka barulah mereka taat memeluk agama Nabi Musa 'alaihis salam dan jadilah mereka hamba-hamba Allah yang bertakwa.

Adapun Nabi Isa 'alaihis salam, di masanya terkenal ilmu ketabiban dan ilmu biologi.
Maka Nabi Isa 'alaihis salam datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang tidak ada jalan bagi seorang manusia pun untuk dapat menirunya, kecuali jika diperkuat oleh Tuhan yang membuat syariat.
Karena bagaimana mungkin seorang tabib dapat mampu menghidupkan orang yang telah mati, atau menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit sopak, serta membangkitkan orang yang telah dikubur, yang seharusnya baru dapat bangkit dari kuburnya di hari kiamat nanti, yaitu hari pembalasan.

Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ Beliau diutus di zaman orang-orang yang ahli dalam hal kefasihan berbahasa, ahli dalam hal berparamasastra, dan ahli dalam bersyair secara alami.
Maka beliau ﷺ datang kepada mereka dengan membawa Al-Qur'an dari sisi Allah subhanahu wa ta'ala, yang seandainya berkumpul manusia dan jin untuk mendatangkan hal yang semisal atau sepuluh surat yang semisal atau sebuah surat yang semisal dengannya, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya untuk selama-lamanya, sekalipun sebagian dari mereka membantu sebagian yang lainnya.
Hal tersebut tiada lain karena Kalam Tuhan tidaklah sama dengan perkataan makhluk-Nya sama sekali.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan aku kabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di dalam rumah kalian.

Artinya, aku akan menceritakan kepada kalian semua yang dimakan oleh seseorang di antara kalian sekarang dan apa yang disimpan oleh-nya di dalam rumahnya untuk keesokan harinya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu.

Yakni dalam kesemuanya itu, dari awal sampai akhir.

...adalah suatu tanda bagi kalian.

yang menunjukkan kebenaran dari apa yang aku datangkan kepada kalian.

jika kalian sungguh-sungguh beriman, dan (aku datang kepada kalian) membenarkan Taurat yang datang sebelumku.

yaitu mengakui dan mengukuhkannya.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 49

ABRASH
أَبْرَص

Lafaz ini adalah bentuk mufrad bagi mudzakkar, sedangkan bagi mu'annats untuk kata ini ialah barsha', bentuk jamaknya adalah bursh.

Abrash adalah ism maf'ul yaitu kata yang menunjukkan objek yang menderita. Ia dari kata benda al barash yang bermakna tokek atau berbelang-belang putih yang terkena di badan disebabkan suatu penyakit.

Ar Razi berkata,
al barsh adalah nama penyakit yang sudah dikenali dan abrash adalah penderita penyakit itu.

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, abrash adalah penyakit yang menimpa seluruh badan, berbentuk bintik-bintik putih yang mengelupas dan menyebabkan penderita mengalami gatal lagi menyakitkan.

Apabila kata abrash disandarkan pada seseorang, maknanya ialah penderita penyakit sopak atau kusta sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Ar Razi, ia adalah penyakit yang sudah dikenali.

Sekiranya kata barsha' disandarkan kepada ular, maknanya adalah ular yang berbintik­ bintik putih.

Kata abrash disebut dua kali di dalam Al Qur'an yaitu di dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 49 ;
-Al Maa'idah (5), ayat 110.

Ketiga makna abrash secara bahasa adalah berbeda sebagaimana yang diuraikan pada footnote. Berdasarkan ilmu kedokteran, sopak adalah sejenis penyakit yang tidak berbahaya karena ia hanya berlaku keputihan pada seluruh tubuh dan tidak dapat disembuhkan. Ini berbeda dengan kusta di mana ia adalah penyakit yang berbahaya dan menjadi wabak.

Walau bagaimanapun ia dapat disembuhkan pada zaman Nabi 'Isa bagi membuktikan beliau adalah rasul Allah. Nabi 'Isa dapat menyembuhkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan sebelum itu.

Al Qurtubi berkata,
"Pengkhususan dua penyakit yang disebut dalam surah Ali Imran, ayat 49, yaitu al akmah dan al abrash karena kedua­ duanya adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Menurut pandangan ahli tafsir, abrash adalah penyakit yang dikenali orang banyak. Jadi, makna kata abrash dalam ayat di atas ialah penyakit sopak.

- Al Akmaha adalah seseorang yang buta sejak ia dilahirkan.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:14

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat "Ali 'lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali 'lmran karena memuat kisah keluarga 'lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam 'alaihis salam, kenabian dan beberapa mu'jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'lmran, ibu dari Nabi 'Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali 'lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi 'Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga 'lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 49 *beta

Surah Ali Imran Ayat 49



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (13 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ al quran surah al imran ayat 49, ali imron ayat 49 - 70, alquran surat k 3 ayat 49