Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 47 [QS. 3:47]

قَالَتۡ رَبِّ اَنّٰی یَکُوۡنُ لِیۡ وَلَدٌ وَّ لَمۡ یَمۡسَسۡنِیۡ بَشَرٌ ؕ قَالَ کَذٰلِکِ اللّٰہُ یَخۡلُقُ مَا یَشَآءُ ؕ اِذَا قَضٰۤی اَمۡرًا فَاِنَّمَا یَقُوۡلُ لَہٗ کُنۡ فَیَکُوۡنُ
Qaalat rabbi anna yakuunu lii waladun walam yamsasnii basyarun qaala kadzalikillahu yakhluqu maa yasyaa-u idzaa qadha amran fa-innamaa yaquulu lahu kun fayakuun(u);
Dia (Maryam) berkata,
“Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?”
Dia (Allah) berfirman,
“Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki.
Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya,
“Jadilah!”
Maka jadilah sesuatu itu.
―QS. Ali Imran [3]: 47

She said,
"My Lord, how will I have a child when no man has touched me?"
(The angel) said,
"Such is Allah;
He creates what He wills.
When He decrees a matter, He only says to it, ‘Be,’ and it is.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 47]

قَالَتْ dia (Maryam) berkata

She said,
رَبِّ Tuhanku

"My Lord
أَنَّىٰ bagaimana

how
يَكُونُ adalah

is [it]
لِى bagi aku

for me
وَلَدٌ seorang anak

a boy,
وَلَمْ dan belum pernah

and (has) not
يَمْسَسْنِى aku disentuh

touch(ed) me
بَشَرٌ seorang manusia

any man?"
قَالَ Dia berfirman

He said,
كَذَٰلِكِ demikianlah

"Thus
ٱللَّهُ Allah

Allah
يَخْلُقُ Dia menciptakan

creates
مَا apa

what
يَشَآءُ Dia kehendaki

He wills.
إِذَا apabila

When
قَضَىٰٓ Dia menetapkan

He decrees
أَمْرًا sesuatu

a matter
فَإِنَّمَا maka sesungguhnya

then only
يَقُولُ Dia berkata

He says
لَهُۥ kepadanya

to it,
كُن dikatakan jadi

"Be,"
فَيَكُونُ maka jadilah

and it becomes.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:47

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 47. Oleh Kementrian Agama RI


Maryam mengarahkan kata-katanya kepada Allah yang telah mengutus Jibril, yaitu,
"bagaimana aku akan memperoleh seorang putra, padahal aku tidak bersuami.
Apakah kejadian yang demikian itu dengan perkawinan dahulu, ataukah dengan kodrat Allah semata-mata".

Mungkin maksud kata-kata Maryam itu untuk menyatakan kekagumannya pada kekuasaan Allah dan memandang hal itu sebagai suatu mukjizat yang besar.
Allah menjelaskan bahwa kelahiran demikian akan terjadi bilamana Allah menghendaki-Nya, Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.

Jika Allah berkehendak menetapkan sesuatu maka hanya cukup berkata kepadanya
"jadilah engkau",
lalu jadilah dia.


Allah menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya, termasuk menciptakan hal-hal yang ajaib, yang menyimpang dari kebiasaan seperti menciptakan anak tanpa ayah.

Bahkan Nabi Adam telah diciptakan-Nya tanpa ayah dan ibu.


Ayat di atas memberikan inspirasi kepada manusia untuk belajar, menuntut ilmu dan meneliti, akan tetapi hasil atau keluaran dari penelitian tidak selalu dapat diterapkan atau dipakai.

Hal ini tergantung pada pengkajian yang melandaskan pada asas manfaat bagi manusia dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan hukum dalam agama Islam.
Sepanjang tidak bertentangan dengan hukum Islam, maka hasil penelitian dapat dipakai atau diterapkan dalam masyarakat.

Ilmu genetika, misalnya, sebagaimana cabang ilmu lainnya didorong oleh Islam untuk didalami.
Namun apabila di dalam penelitiannya ada bagian yang mengarah pada pelanggaran hukum Islam, penerapannya harus dipertimbangkan kembali.


Demikian halnya dengan ilmu genetika.
Apabila arah suatu penelitian sudah masuk ke daerah yang
"rawan"
tersebut, ada baiknya dilakukan evaluasi untuk mengambil keputusan untuk meneruskan atau menghentikannya, atau membelokkan arah penelitian ke arah yang lebih mendorong terwujudnya kesejahteraan bagi manusia.



Persepsi tentang cloning terdapat bermacam-macam pendapat.
Cloning bukanlah penciptaan.
Apabila dilihat secara cermat, apa yang dilakukan dalam kegiatan cloning hanyalah menghancurkan inti sel dari indung telur dan menggantikannya dengan inti sel dari individu donor.
Inti sel dapat diambil sel somatic (somatic cells), dan tidak harus dari sel reproduksi (reproductive cells).
Proses ini akan menghasilkan anakan yang identik dengan individu donor.
Semuanya dilakukan pada jenis yang sama.


Apabila cloning dipandang sebagai gambaran dari kepercayaan Islam mengenai
"dilahirkan kembali",
maka hal itu tidak benar, karena dalam ayat di bawah ini jelas, bahwa
"kelahiran kembali"
manusia dikendalikan oleh Allah ﷻ Allah ﷻ berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ وَهُوَ اَهْوَنُ عَلَيْهِ وَلَهُ الْمَثَلُ الْاَعْلٰى فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

"Dan Dialah yang memulai penciptaan kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya.
Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi.
Dan Dialah yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
(ar-Rum [30]: 27).


Pandangan Islam tentang ilmu genetika, dapat dicontohkan dalam ayat di bawah:

سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran adalah benar.
Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"
(Fushshilat [41]: 53)


Ayat tersebut menjadi inspirasi manusia untuk berusaha
"membaca"
gennya sendiri.
Ini dalam rangka usahanya untuk mengenali dirinya sendiri dan bersyukur kepada Allah ﷻ Dengan membaca pemetaan genetika, kita akan mengetahui mengenai antara lain, ada atau tidaknya penyakit turunan.
Dengan demikian, ilmu ini akan memberikan kontribusi kepada kesehatan manusia dalam usahanya mencegah timbulnya penyakit tertentu dan cara penanggulangannya.


Akan tetapi, apabila dalam perjalanan pengungkapan ilmu pengetahuan, kemudian bercabang kepada sesuatu yang cenderung merugikan manusia, maka Islam akan menolaknya.
Cloning manusia misalnya, Islam dengan tegas menolaknya.
Beberapa hal yang dapat dikemukakan mengenai alasan penolakan Islam terhadap cloning manusia, antara lain:


1.Manusia diciptakan Allah dalam bentuknya yang paling sempurna, dan lebih tinggi dari mahluk lainnya.
Ayat di bawah ini mengatakan demikian:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

Dan sungguh, telah Kami muliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka atas banyak dari mahluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.
(al-Isra‘ [17]: 70)


Dengan melakukan cloning pada dirinya sendiri, maka manusia sudah merendahkan dirinya sendiri di depan mahluk ciptaan Allah lainnya.
Semuanya kembali terserah kepada diri kita sendiri.


2. Cloning bertentangan dengan keanekaragaman ciptaan.
Allah menciptakan alam semesta dengan dasar keanekaragaman.
Sedangkan cloning manusia didasarkan pada keseragaman dengan cara menduplikasi semua karakter dari manusia yang menjadi donor.
Keseragaman, misalnya dalam rupa dan fisik, akan sangat mengganggu kegiatan hidup sehari-hari.
Misal, dalam satu kelas, semua muridnya adalah hasil cloning dari individu yang sama.
Apabila salah satu murid melakukan kesalahan, sangat sulit bagi si guru untuk menciri mana anak yang salah, karena rupa dan fisik semua murid persis sama.


3. Apabila cloning manusia diijinkan, bagaimana kita harus mengatur hubungan kekeluargaan dan kekerabatan antara individu hasil cloning dengan individu donor.
Apakah keduanya dapat disebutkan sebagai adik-kakak, atau anak-ayah, atau mereka berdua adalah dirinya sendiri?
Situasi ini akan sangat membingungkan semua orang.
Bahkan mungkin saja situasi ini akan menghancurkan tatanan sosial yang sudah ada saat ini.


4. Cloning bertentangan dengan pola hukum alam yang menyatakan bahwa setiap ciptaan terdiri atas pasangan-pasangan sebagaimana diuraikan pada Surah adz-Dzariyat [51]: 49 ("Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengerti."
Cloning mengingkari ayat ini, karena bayi tidak dihasilkan dari pertemuan sperma dan indung telur.
Yang diperlukan dalam cloning hanyalah satu orang (apakah laki-laki atau perempuan saja) sebagai donor.


5. Hubungan emosional antara orang tua dan anak tidak akan terjadi.
Sedangkan hubungan ini sangat penting dalam membentuk karakter si anak.


Dari sedikit daftar di atas, dapat dilihat bahwa terlalu banyak hukum alam yang akan dilanggar apabila cloning manusia diijinkan.
Masih banyak ilmu pengetahuan lain yang perlu diungkapkan guna mendukung kesejahteraan perikehidupan manusia.


Demikianlah penggambaran kodrat Allah serta kepastian kehendak-Nya.
Gambaran tentang kecepatan terwujudnya apa yang dikehendaki oleh Allah tanpa batas waktu dan tanpa ada faktor penyebab, diterangkan Allah dalam firman-Nya:

وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢبِالْبَصَرِ

Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata.
(al-Qamar [54]: 50)


Apa yang diperintahkan pasti segera terjadi.
Perintah seperti itu dinamai perintah takwin.
Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, tidak membenarkan Isa dilahirkan dengan tidak berayah, karena pikiran mereka hanya terbatas kepada kejadian-kejadian yang biasa saja.
Mereka tidak menyadari bagaimana terjadinya alam semesta ini, sedang mereka pun tidak mempunyai suatu dalil ‘aqli yang memustahilkan kejadian seorang anak tanpa ayah.
Setiap hari kita menyaksikan kejadian-kejadian yang luar biasa yang disangka tidak mungkin terjadi.
Ada di antaranya yang mempunyai sebab yang sudah diketahui, lalu dinamai penemuan baru.
Ada pula yang tidak diketahui sebab-sebabnya lalu dinamai penyimpangan alam dari hukumnya.


Orang mukmin berkeyakinan bahwa sesuatu yang terjadi tidak menurut sebab yang biasa, membuktikan kekuasaan Allah dan bahwa sebab-sebab bagi terjadinya sesuatu tidak selamanya harus sesuai dengan pertimbangan akal.
Generasi sekarang telah melihat dan menyaksikan adanya kejadian-kejadian yang aneh dan luar biasa.
Hal seperti itu jika dilihat oleh orang-orang dahulu, tentulah mereka akan menganggapnya sebagai suatu perbuatan sihir, atau perbuatan jin.
Mereka itu tidak berusaha mencari alasan dalam mengingkari sesuatu kejadian yang ia sendiri belum mengetahui sebab-sebabnya.


Para filosof dan ilmuwan zaman sekarang menetapkan bahwa mungkin terjadi suatu binatang lahir dari sesuatu yang bukan binatang.
Maka kalau demikian halnya, jika ada seekor binatang lahir dari seekor binatang lain yang berbeda macamnya, adalah sangat mungkin dan masuk akal.

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 47. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dengan penuh heran atas kemungkinan lahirnya bayi di luar kebiasaan itu, Maryam bertanya,
"Dari mana aku dapat mempunyai anak, sedangkan aku tak pernah tersentuh seorang laki-laki pun?"
Allah menyebutkan kepadanya bahwa Dia menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa terikat hukum sebab akibat.
Maka, jika Dia berkehendak menciptakan sesuatu, Dia menciptakannya dengan pengaruh kekuasaan-Nya pada kehendak-Nya, tanpa memerlukan pengaruh lain.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maryam merasa takjub terhadap perkara tersebut, maka dia berkata,
"Mana mungkin aku bisa mempunyai anak, aku sendiri belum bersuami dan aku juga bukan perempuan nakal?"
Malaikat menjawab kepadanya,
"Apa yang akan terjadi padanya itu bukan sesuatu yang mustahil atas Tuhan yang Mahakuasa yang menciptakan apa yang Dia kehendaki dari ketiadaan.
Bila Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya perlu berfirman kepadanya, ‘Jadilah’.


Maka ia pun jadi."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kata Maryam,
"Wahai Tuhanku! Betapa mungkin aku mempunyai anak padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki?") misalnya dengan perkawinan dan sebagainya.


(Firman-Nya,
"Soalnya seperti itulah) yaitu menciptakan anakmu tanpa bapak


(Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya."
Apabila Dia menghendaki menetapkan sesuatu) seperti hendak menciptakannya


(maka cukuplah bagi-Nya mengatakan padanya,
"Jadilah,"
maka jadilah dia.) artinya terciptalah ia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Setelah Maryam mendengar berita gembira yang disampaikan oleh malaikat kepadanya dari Allah subhanahu wa ta’ala, maka ia berkata dalam munajatnya:

Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun?

Maryam bertanya,
"Bagaimana aku dapat mempunyai anak, sedangkan aku tidak bersuami, dan tidak pula aku berniat untuk bersuami, serta aku bukan wanita yang nakal?"
Maka malaikat berkata kepadanya, menjawab pertanyaan tersebut:

Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.

Yakni demikianlah urusan Allah itu Mahahebat, tiada sesuatu pun yang melemahkan-Nya, dan hal ini dijelaskan melalui firman-Nya:

…menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.
dan tidak disebutkan dengan kalimat,
"Demikianlah Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya,"
seperti yang terdapat di dalam kisah Zakaria.
Melainkan disebutkan di sini dengan jelas dan tegas bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, tujuannya ialah agar tidak ada jalan bagi orang yang ingkar untuk meragukannya.
Lalu hal tersebut diperkuat lagi oleh firman selanjutnya, yaitu:

Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya,
"Jadilah,"
lalu jadilah dia.


Yakni sesuatu itu jadi setelah diperintahkan oleh Allah, tanpa ada keterlambatan barang sedikit pun.
Begitu Allah mengatakan,
"Kun"
maka jadilah ia seketika itu juga.
Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.
(QS. Al-Qamar [54]: 50)

Yakni sesungguhnya Kami hanya mengatakan sekali perintah tanpa mengulanginya lagi, maka terjadilah apa yang Kami kehendaki itu dengan cepat seperti kejapan mata.

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 47 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 47 - Gambar 2
Statistik QS. 3:47
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.5 (11 votes)
Tags:

3:47, 3 47, 3-47, Surah Ali Imran 47, Tafsir surat AliImran 47, Quran Al Imran 47, Surah Ali Imran ayat 47

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 53 [QS. 43:53]

53. Maka kalau memang Musa merupakan utusan Tuhan yang dikirim kepada kami, mengapa dia, yakni Musa, tidak dipakaikan oleh Tuhannya gelang dari emas sebagai identitasnya atau para malaikat datang bers … 43:53, 43 53, 43-53, Surah Az Zukhruf 53, Tafsir surat AzZukhruf 53, Quran Az-Zukhruf 53, Surah Az Zukruf ayat 53

QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 85 [QS. 38:85]

85. Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan keturunanmu, wahai Iblis, dan dengan orang-orang yang mengikutimu dalam kesesatan di antara mereka semuanya, yakni anak cucu Adam.” … 38:85, 38 85, 38-85, Surah Shaad 85, Tafsir surat Shaad 85, Quran Shad 85, Sad 85, Surah Shad ayat 85

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan … pasukan Romawi iblis fitnah dan

Pendidikan Agama Islam #17

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙDalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah … Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula)

Instagram