Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 44


ذٰلِکَ مِنۡ اَنۡۢبَآءِ الۡغَیۡبِ نُوۡحِیۡہِ اِلَیۡکَ ؕ وَ مَا کُنۡتَ لَدَیۡہِمۡ اِذۡ یُلۡقُوۡنَ اَقۡلَامَہُمۡ اَیُّہُمۡ یَکۡفُلُ مَرۡیَمَ ۪ وَ مَا کُنۡتَ لَدَیۡہِمۡ اِذۡ یَخۡتَصِمُوۡنَ
Dzalika min anbaa-il ghaibi nuuhiihi ilaika wamaa kunta ladaihim idz yulquuna aqlaamahum ai-yuhum yakfulu maryama wamaa kunta ladaihim idz yakhtashimuun(a);

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad), padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam.
Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.
―QS. 3:44
Topik ▪ Azab orang kafir
3:44, 3 44, 3-44, Ali Imran 44, AliImran 44, Al Imran 44
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 44. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini ditutup dengan mengarahkan pembicaraan kepada Nabi Muhammad ﷺ, bahwa ceritera itu termasuk ceritera yang belum diketahuinya, sedang hal itu sesuai dengan isi Kitab Taurat.
Allah menyatakan dalam ayat ini bahwa apa yang telah dikisahkkan yaitu kisah Maryam din Zakaria adalah dari kisah-kisah yang tidak pernah disaksikan oleh Nabi Muhammad ﷺ, atau keluarganya,dan tidak pula pernah Muhammad membacanya dalam suatu kitab, serta tidak pula diajarkan oleh seorang guru.
Itulah wahyu, yang diturunkan Allah kepadanya dengan perantara Ruhul Amin, untuk menjadi bukti atas kebenaran kenabiannya.
dan untuk mematahkan hujjah orang yang mengingkarinya.

Kemudian Allah menyatakan pula bahwa Nabi Muhammad ﷺ, belum ada dan tentu saja tidak menyaksikan mereka ketika mengadakan undian itu diantara Zakaria dan lain-lainnya itu untuk menetapkan siapa yang akan mengasuh Maryam.

Nabi Muhammad ﷺ, tidaklah hadir dalam perselisihan mereka untuk mengasuh Maryam.
Mereka terpaksa mengadakan undian untuk menyelesaikan perselisihan itu.
Mereka yang berselisih itu adalah orang-orang terkemuka yakni para pendeta mereka.
Dan perselisihan itu semata-mata didorong oleh keinginan yang besar untuk mengasuh dan memelihara Maryam.
Boleh jadi keinginan ini disebabkan karena bapaknya yaitu ‘Imran adalah pemimpin mereka, sehingga dengan itu mereka mengharapkan akan mendapatkan hadiah dari tugas mengasuh Maryam itu.
Dan boleh jadi pula disebabkan mereka mengetahui dalam kitab-kitab agama bahwasanya kelak akan terjadi peristiwa besar bagi Maryam dan putranya.
Atau mungkin disebabkan mereka berpendapat bahwa mengasuh bayi perempuan itu adalah suatu kewajiban agama, karena bayi itu dimazarkan untuk mengabdi kepada Baitulmakdis.
Ayat ini diletakkan sesudah menerangkan kisah tersebut adalah untuk menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ, tidak pernah membaca ceritera keluarga Imran (Bani Israil), karena beliau seorang yang ummi.
Lagi pula beliau tidak pernah mendengar dari seseorang, sebab beliau juga waktu itu ditengah-tengah orang yang ummi.

Tidak ada jalan bagi Nabi ﷺ, untuk mengetahui seluk beluk ceritera ini kecuali dengan jalan menyaksikan dengan mata kepala sendiri, atau dengan jalan wahyu.
Menyaksikan dengan mata kepala sendiri adalah suatu hal yang mustahil, karena peristiwa itu terjadi di zaman sebelum lahirnya Nabi Muhammad ﷺ.

Kalau demikian tentulah Nabi Muhammad mengetahuinya dengan jalan wahyu.
Para ahli Kitab yang mengingkari Alquran mengatakan bahwa segala isi Alquran yang sesuai dengan isi Kitab mereka itu adalah berasal dari kitab mereka sedang yang bertentangan dengan isi Kitab mereka itu mereka katakan tidak benar.
Isi Alquran yang tidak terdapat dalam kitab mereka juga dianggap tidak benar.
Sikap demikian itu hanyalah karena sifat sombong dan sifat permusuhan mereka.

Kaum muslimin meyakini, bahwa segala yang diterangkan Alquran adalah benar.
Karena cukup dalil-dalil yang membuktikan bahwa Muhammad ﷺ itu adalah seorang nabi, dan ayat Alquran yang bertentangan dengan kitab-kitab yang terdahulu dipandang sebagai koreksi terhadap kesalahan-kesalahan yang terdapat pada kitab-kitab itu karena sudah diubah-ubah atau tidak sesuai lagi dengan kemaslahatan umat.

Ali Imran (3) ayat 44 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 44 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 44 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Cerita yang dikisahkan Al Quran kepadamu, Muhammad, mengenai orang-orang pilihan Allah, itu termasuk perkara gaib yang diwahyukan Allah kepadamu.
Engkau tidak berada di antara mereka saat mereka mengadakan undian dengan anak panah untuk menentukan siapa yang mengasuh Maryam.
Demikian juga saat mereka saling berselisih untuk memperoleh kehormatan yang besar ini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Demikian itu) yakni apa yang telah disebutkan mengenai Zakaria dan Maryam (adalah sebagian dari berita-berita gaib) berita-berita yang kamu tidak ketahui (yang Kami wahyukan kepadamu) hai Muhammad (padahal kamu tidak hadir bersama mereka ketika mereka lemparkan anak-anak panah mereka) ke dalam air untuk mengundi (siapakah di antara mereka yang akan mengasuh) atau mendidik (Maryam.
Dan kamu juga tidak hadir bersama mereka ketika mereka bersengketa) tentang pengasuhannya sehingga bagaimana kamu akan dapat mengetahui dan menceritakan kisahnya padahal kamu mengetahuinya hanyalah dengan perantaraan wahyu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kisah-kisah yang Kami sampaikan kepadamu itu wahai Rasul termasuk berita-berita ghaib yang Allah wahyukan kepadamu.
Saat itu kamu tidak bersama mereka ketika mereka berbeda pendapat tentang siapa yang paling patut untuk menjadi penanggung jawab atas Maryam, terjadilah perselisihan di antara mereka.
Maka mereka melakukan undian dengan melemparkan pena-pena mereka, maka Zakariya yang mendapatkan undian, sehingga dia beruntung bisa menjadi penanggung jawab terhadap Maryam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya ﷺ sesudah memaparkan kepadanya dengan jelas semua kisah tersebut, yaitu:

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad).

Yang dimaksud dengan wahyu ialah kisah yang diceritakan kepada Nabi ﷺ

…padahal kamu tidak hadir beserta mereka.

Yakni kamu, hai Muhammad, tidaklah bersama mereka.
Karena itu, lalu kamu dapat menceritakan kepada mereka kejadian yang engkau saksikan.
Melainkan Allah memperlihatkannya kepadamu hal tersebut, seakan-akan kamu ikut hadir dan menyaksikan apa yang terjadi di antara mereka ketika mereka melakukan undian perihal Maryam, yakni siapakah di antara mereka yang akan memelihara Maryam.
Demikian itu dilakukan karena keinginan mereka untuk mendapat pahala Allah subhanahu wa ta’ala

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepadaku Hajaj, dari Ibnu Juraij, dari Al-Qasim ibnu Buzzah, bahwa ia telah menceritakan kepadanya dari Ikrimah, juga dari Bakar, dari Ikrimah yang menceritakan bahwa Maryam dikeluarkan dari kemahnya, lalu dibawa ke tempat Banil Kahin, keturunan Harun, saudara Musa ‘alaihis salam Ketika itu mereka sedang mengecat bagian dari Baitul Maqdis yang letaknya lurus dengan Ka’bah.
Lalu ibu Maryam berkata kepada mereka, ‘Terimalah oleh kalian bayi nazirah ini, karena sesungguhnya aku telah menazarkannya untuk berkhidmat pada Baitul Maqdis.
Sedangkan dia adalah bayi perempuan, dan tidak boleh ada orang berhaid yang masuk masjid, tetapi aku tidak akan membawanya kembali pulang ke rumahku.” Mereka menjawab, “Ini adalah anak perempuan imam kita —Imran adalah imam salat mereka— dan pemimpin kurban kami,” Maka Zakaria berkata, “Serahkanlah dia kepadaku, karena sesungguhnya bibi bayi itu adalah istriku.” Mereka berkata, “Kami belum puas, mengingat dia adalah anak perempuan imam kami.” Yang demikian itu terjadi ketika mereka akan melakukan undian dengan pena-pena yang biasa mereka gunakan untuk menulis kitab Taurat, dan ternyata undian yang keluar adalah pena milik Zakaria ‘alaihis salam Akhirnya ia memelihara Maryam.

Ikrimah menceritakan pula, begitu juga As-Saddi, Qatadah, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang, kisah sebagian dari mereka dimasukkan ke dalam kisah sebagian yang lain, bahwa mereka pergi ke Sungai Yordan, lalu melakukan undian di sungai tersebut, dengan ketentuan bahwa mereka diharuskan melempar pena-pena mereka ke dalam sungai itu.
Barang siapa yang penanya tetap bertahan melawan arus air, maka dialah yang bakal memelihara Maryam.
Lalu mereka melemparkan penanya masing-masing, tetapi semuanya hanyut dibawa oleh arus air sungai, kecuali pena milik Zakaria yang tetap berada di tempatnya.
Menurut suatu pendapat, pena Zakaria justru bergerak melawan arus air.
Selain itu Zakaria adalah pemimpin dan penghulu mereka, juga orang yang paling alim di antara mereka, serta imam dan nabi mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 44

AQLAAM
أَقْلَٰم

Ia adalah bentuk jamak bagi al qalam, artinya pena yang menjadi alat penulis dan tidak dinamakan pena kecuali selepas diraut, tetapi dinamakan batang.”

Ibn Faris berkata,
“Ia menunjukkan penyamaan sesuatu selepas diraut dan diperbaiki. Oleh itu, al qalam dinamakan pena karena ia diraut atau disamakan ujungnya sebagaimana menyamakan ujung kuku dengan cara memotongnya Ia juga bermakna anak panah yang dipilih antara suatu kaum bagi berburu pada bulan purnama.”

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 44;
-Luqman (31), ayat 27.

Kata dalam bentuk jamak ini mengandung dua makna.

Pertama
Bermakna anak panah sebagai alat untuk bertaruh seperti yang terdapat dalam surah Ali Imran,

At Tabari menafsirkannya sebagai anak panah yang dijadikan taruhan oleh para calon dari Bani Israil untuk memelihara dan mengasuh Maryam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Mujahid di mana beliau berkata,
“Zakariya dan sahabat-sahabatnya bertaruh dengan anak panah mereka ke atas Maryam.

Qatadah berkata,
“Mereka bertaruh untuk memelihara Maryam, maka Zakariya pun bertaruh dengan mereka.”

Sedangkan Al Qurtubi dan Ibn Katsir berkata,
“Ia bermaksud pena yang digunakan oleh Bani Israel untuk menulis Taurat”

Kedua
Bermaksud pena.

Ibn Katsir berkata dalam menafsirkan ayat ini, “Sekiranya semua pohon-pohon di muka bumi ini dijadikan pena dan lautan ditambah tujuh lautan lagi (sebagai tinta) untuk menulis kalimat-kalimat Allah yang mengisyaratkan kekuasaannya, sifatnya, keagungannya, maka pasti hancurlah pena itu dan habislah tinta itu,” sebagaimana juga yang ditafsirkan oleh Asy Syawkani dan As Sabuni.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:58-59

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 44 *beta

Surah Ali Imran Ayat 44



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (8 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku