QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 4 [QS. 3:4]

مِنۡ قَبۡلُ ہُدًی لِّلنَّاسِ وَ اَنۡزَلَ الۡفُرۡقَانَ ۬ؕ اِنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا بِاٰیٰتِ اللّٰہِ لَہُمۡ عَذَابٌ شَدِیۡدٌ ؕ وَ اللّٰہُ عَزِیۡزٌ ذُو انۡتِقَامٍ
Min qablu hudan li-nnaasi wa-anzalal furqaana innal-ladziina kafaruu biaayaatillahi lahum ‘adzaabun syadiidun wallahu ‘aziizun dzuuuntiqaamin;

sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat, dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
―QS. 3:4
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Beberapa nama dan sifat Al Qur’an ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
3:4, 3 4, 3-4, Ali Imran 4, AliImran 4, Al Imran 4

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Sebelum Al-Qur’an diturunkan, Taurat dan Injil menjadi petunjuk bagi manusia, dan kemudian diturunkanlah Al-Furqan yaitu Al-Qur’an, kitab yang dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah.

Pada akhir ayat ini, Allah mengancam dengan azab yang pedih terhadap orang-orang yang tetap ingkar dan tidak mau tahu dengan kitab-kitab yang telah diturunkan Allah kepada para rasul, orang-orang yang tidak mau menggunakan akal pikirannya untuk membedakan antara kepercayaan yang benar dengan yang salah, antara agama-agama yang diridai Allah dengan yang tidak diridai-Nya.
Mereka semua akan dimasukkan ke dalam neraka.
Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengubah keputusan Allah dan tidak ada yang dapat mengelakkan dan mempertahankan diri dari azab-Nya.
Allah akan membalas segala bentuk keingkaran dan pembangkangan terhadap hukum-hukum-Nya serta mengazab pelaku-pelakunya dengan azab yang setimpal.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kedua kitab tersebut diturunkan sebelum Al Quran agar dapat menjadi petunjuk bagi umat manusia.
Ketika mereka menyeleweng dari ajarannya, Allah menurunkan Al Quran sebagai pembeda antara kebenaran dan kebatilan, penjelas antara petunjuk dan kesesatan.
Al-Qur’an adalah kitab yang selalu benar.
Siapa saja yang meninggalkan ajaran yang dikandung di dalamnya dan mengingkari ayat-ayatnya, akan mendapatkan siksaan yang pedih.
Allah Mahakuasa.
Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat mengalahkan- Nya.
Dia akan membalas siapa saja yang perlu dibalas.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sebelumnya) artinya sebelum diturunkannya Alquran (menjadi petunjuk) hal dengan makna menunjukkan dari kesesatan (bagi manusia) bagi orang-orang yang mengikuti kedua kitab itu.

Pada Taurat dan Injil ‘menurunkan’ dipakai kata-kata ‘anzala’, sedangkan pada Alquran dengan ‘nazzala’ yang berarti secara berulang-ulang, berbeda dengan Taurat dan Injil yang diturunkan sekaligus (dan diturunkan-Nya pula Al-Furqan) artinya kitab yang memisahkan antara yang hak dan yang batil dan disebutkannya secara keseluruhan.

(Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah) misalnya pada Alquran dan lainnya (bagi mereka disediakan siksa yang berat dan Allah Maha Tangguh) menguasai segala urusan sehingga tak suatu pun yang dapat menghalangi-Nya untuk menunaikan janji dan ancaman-Nya (dan mempunyai balasan siksa) artinya hukuman berat terhadap orang yang durhaka, yang tak dapat dilakukan oleh siapa pun.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah telah menurunkan kepadamu wahai Rasul al-Qur an dengan haq.
Tidak ada keraguan padanya.
Al-Qur an mempersaksikan kebenaran kitab-kitab dan rasul-rasul yang datang sebelumnya.
Dia menurunkan Taurat kepada Musa dan Injil kepada Isa sebelum Al-Qur an untuk membimbing orang-orang yang bertakwa kepada iman, kebaikan agama dan dunia mereka.
Allah menurunkan apa yang membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah yang diturunkan, bagi mereka siksa yang besar.
Allah Mahaperkasa tidak terkalahkan, membalas siapa yang mengingkari hujjah-hujjah dan dalil-dalil-Nya serta keesaan-Nya dalam uluhiyah-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah.
Yakni ingkar dan ragu terhadapnya serta menentangnya dengan kebatilan.

Bagi mereka akan memperoleh siksa yang berat.
Yaitu kelak di hari kiamat.

…dan Allah Mahaperkasa.
Yakni Zat Yang Mahaperkasa lagi Mahabesar kekuasaan-Nya.

…lagi mempunyai balasan.
Yakni terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya, menentang rasul-rasul-Nya dan nabi-nabi-Nya.


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 1-4 - Istafada Azura (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 1-4 - Istafada Azura (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.6
Ratingmu: 4.2 (10 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al imran ayat 4 ▪ ali imran 3-4 ▪ arti ali imran ayat 4 ▪ QS : 3- 4 ▪ surah a imran ayat 3-4 ▪ surat ali imron ayat 4 tafsir English ▪ tafsir surah al-imran ayat 3-4

Video

cURL error 28: Operation timed out after 5000 milliseconds with 0 bytes received

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta