QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 33 [QS. 3:33]

اِنَّ اللّٰہَ اصۡطَفٰۤی اٰدَمَ وَ نُوۡحًا وَّ اٰلَ اِبۡرٰہِیۡمَ وَ اٰلَ عِمۡرٰنَ عَلَی الۡعٰلَمِیۡنَ
Innallahaashthafa aadama wanuuhan waaala ibraahiima waaala ‘imraana ‘alal ‘aalamiin(a);

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),
―QS. 3:33
Topik ▪ Keutamaan Maryam binti Imran
3:33, 3 33, 3-33, Ali Imran 33, AliImran 33, Al Imran 33

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 33

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 33. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menyatakan dalam ayat ini bahwa dia telah memilih Adam dan keluarga Ibrahim, serta keluarga Imran, dan menjadikan mereka manusia pilihan di masanya masing-masing, lagi pula diberikan kepada mereka nubuwwah dan risalah.

Adam as, adalah Rasul pertama sebagai bapak dari segala manusia yang telah dipilih Allah sebagai Nabi.

Firman Allah:

Kemudian Tuhan memilihnya, maka Dia menerima tobatnya dan memberi petunjuk.
(Q.S. Thaa haa [20]: 122)

Dari keturunan Adam as, lahirlah para nabi dan rasul.
Rasul kedua adalah Nuh as, sebagai bapak manusia yang kedua.
Di masanya telah terjadi topan yang besar yang membinasakan sebagian besar umat manusia.
Dan Allah telah menyelamatkan dia dan keluarganya dari bencana yang dahsyat itu dalam satu bahtera.
Keturunannya banyak yang menjadi nabi dan rasul.
Kemudian keturunan beliau ini tersebar ke beberapa negeri dan timbul di kalangan mereka penyembahan berhala.

Kemudian datanglah Ibrahim sebagai nabi dan rasul.
Sesudah Ibrahim datanglah berturut-turut beberapa orang nabi dan rasul yang berasal dari keturunannya, seperti Ismail, Ishak, Yakub dan Asbat, (anak cucu Bani Israil).
Di antara keturunan Nabi Ibrahim yang terkemuka adalah: Keluarga Ismail, Imran yaitu `Isa dan Ibunya Maryam binti `Imran keturunan Yakub.

Kemudian kenabian itu ditutup dengan seorang putra dari keturunan Nabi Ismail as yaitu Muhammad ﷺ.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Selain memilih Muhammad sebagai penyampai risalah–dengan menjadikan upaya meneladaninya sebagai sarana untuk memperoleh kecintaan, ampunan dan kasih sayang Allah–Allah juga memilih Adam, Nuh, Ibrahim dan keturunanya, Ismail dan Ishaq, serta nabi-nabi lain keturunan mereka berdua seperti Musa, ‘alayhim al-salam.
Di samping itu, Allah juga memilih keluarga ‘Imran, di antaranya ‘Isa dan bundanya.
‘Isa dijadikan sebagai rasul untuk Bani Israil, sedangkan Maryam dijadikan sebagai ibunya tanpa bapak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Allah telah memilih Adam dan Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran) dengan makna diri dari yang bersangkutan (di antara penduduk alam) yakni dengan menjadikan nabi-nabi itu dari anak cucu dan keturunan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran dan menjadikan mereka orang-orang yang terbaik di zaman mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan bahwa Dia memilih keluarga-keluarga tersebut atas semua penduduk bumi.
Allah memilih Adam ‘alaihis salam, untuk itu Dia menciptakannya dengan tangan (kekuasaan)-Nya, dan meniupkan ke dalam tubuh Adam sebagian dari roh-Nya, memerintahkan para malaikat bersujud kepadanya, mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu, dan menempatkannya di dalam surga, kemudian menurunkannya dari surga karena hikmah yang hanya diketahui oleh-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala memilih Nuh ‘alaihis salam dan menjadikannya sebagai rasul pertama untuk penduduk bumi, di saat manusia mulai menyembah berhala dan mempersekutukan Allah dengan sesembahan-sesembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujah mengenainya.
Kemudian Allah membela Nuh ‘alaihis salam setelah lama masa tinggalnya di kalangan kaumnya menyeru mereka untuk menyembah Allah siang dan malam hari, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun dengan terang-terangan.
Akan tetapi, ternyata usahanya itu tidak menambah dekat kepada mereka, kecuali makin jauh.
Maka Nuh ‘alaihis salam berdoa untuk kebinasaan mereka, dan akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala menenggelamkan mereka semua hingga tidak ada seorang pun yang selamat kecuali orang-orang yang mengikuti agama yang diutus oleh Allah kepadanya.

Allah subhanahu wa ta’ala memilih keluarga Ibrahim yang dari kalangan mereka lahir penghulu manusia, penutup semua nabi (yaitu Nabi Muhammad ﷺ).
Allah subhanahu wa ta’ala memilih keluarga Imran, yang dimaksud dengan Imran dalam ayat ini ialah orang tua Maryam, ibu Nabi Isa ‘alaihis salam

Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar mengatakan bahwa dia adalah Imran ibnu Yasyim ibnu Misya ibnu Hizqiya ibnu Ibrahim Guraya ibnu Nawisy ibnu Ajr ibnu Bahwa ibnu Nazim ibnu Muqasit ibnu Isya ibnu Iyaz ibnu Rukhai’am ibnu Sulaiman ibnu Daud ‘alaihis salam Isa termasuk salah seorang dari keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, seperti yang akan dijelaskan nanti dalam surat Al-An’am.


Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 33

ADAM
ءَادَم

Al Baidawi berkata Adam ialah nama ‘ajam (bukan Arab) sama seperti Azir dan Salih. Ia diambil dari kata al udmah atau al admah yang bermakna uswah, yang bermakna menjadi tauladan. Atau dari adim al ardh yang berarti permukaan bumi atau tanah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah, di mana Allah menggenggam satu genggaman dari seluruh tanah yang mudah dan yang susah, maka dia menciptakan Adam daripadanya. Oleh karena itu, setelahnya datang keturunannya yang berbeda-beda. Atau dari al adam atau al admah yang bermakna mendamaikan, sama seperti perkataan Idris yang dipetik dari kata ad dars, Ya’qub dari al aqb dan iblis dari al iblas.

Allah menciptakan Adam dari bahagian­ bahagian yang berbeda-beda dan berbagai kemampuan. Ia telah mengetahui segala bentuk pengetahuan yang dapat diterima akal (al­ maqulat) maupun yang dapat disentuh atau diraba (albmahsusat)’

Al Khazin berpendapat, ia dinamakan Adam karena ia diciptakan dari tanah, dan ada yang mengatakan karena ia berwarna coklat, gelarannya ialah Abu Muhammad. Ada juga yang mengatakan, ia adalah Abul Basyar (bapak manusia).

Al Fayruz Abadi berpendapat, ia dinamakan Adam karena diciptakan dari admah al ardh atau bahagian dalam bumi yang paling baik, sebagaimana admah atau udmah mengandung makna tauladan, perantara kepada sesuatu, bahagian dalam kulit atau bahagian yang baik dari daging manusia dan juga permukaan bumi.

Nama Adam disebut 25 kali dalam Al­ Quran, yaitu pada surah :
-Al Baqarah (2), ayat 31, 33, 34, 35, 37;
-Ali Imran (3), ayat 33, 59;
-Al Maa’idah (5), ayat 27;
-Al A’raaf (7), ayat 11, 19, 26, 27, 31, 35, 172;
-Al Israa’ (17), ayat 61, 70;
-Al Kahfi (18), ayat 50;
-Maryam (19), ayat 58;
-Thaa Haa (20), ayat 115, 116, 117, 120, 121;
-Yaa Siin (36), ayat 60.

Banyak kisah mengenai penciptaan Adam yang diambil dari kisah Isra’iliyyat, sedangkan Al Qur’an tidak memperincikan cerita penciptaannya. Hanya satu ayat yang menyinggung Adam diciptakan dari turaab sebagaimana yang terdapat pada surah Ali Imran, ayat 59.

Turab menurut kamus Al Munjid ialah al­ ardh atau bumi dan bahagian yang lembut daripadanya.

Kesimpulannya, Adam digelar sebagai Abuul Basyar dan beliau adalah hamba pilihan Allah, sebagaimana yang disebut dalam ayat Allah dalam surah Ali Imran.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:18

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 33 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 33 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 33 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:33
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.5
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/3-33







Pembahasan ▪ tasmiyah surah al imran

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim