Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 27 [QS. 3:27]

تُوۡلِجُ الَّیۡلَ فِی النَّہَارِ وَ تُوۡلِجُ النَّہَارَ فِی الَّیۡلِ ۫ وَ تُخۡرِجُ الۡحَیَّ مِنَ الۡمَیِّتِ وَ تُخۡرِجُ الۡمَیِّتَ مِنَ الۡحَیِّ ۫ وَ تَرۡزُقُ مَنۡ تَشَآءُ بِغَیۡرِ حِسَابٍ
Tuulijullaila fiinnahaari watuulijunnahaara fiillaili watukhrijul hai-ya minal mai-yiti watukhrijul mai-yita minal hai-yi watarzuqu man tasyaa-u bighairi hisaabin;
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam.
Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”
―QS. Ali Imran [3]: 27

You cause the night to enter the day, and You cause the day to enter the night;
and You bring the living out of the dead, and You bring the dead out of the living.
And You give provision to whom You will without account."
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 27]

تُولِجُ Engkau masukkan

You cause to enter
ٱلَّيْلَ malam

the night
فِى ke dalam

in
ٱلنَّهَارِ siang

the day
وَتُولِجُ dan Engkau masukkan

and You cause to enter
ٱلنَّهَارَ siang

the day
فِى pada

in
ٱلَّيْلِ malam hari

the night,
وَتُخْرِجُ dan Engkau keluarkan

and You bring forth
ٱلْحَىَّ yang hidup

the living
مِنَ dari

from
ٱلْمَيِّتِ yang mati

the dead,
وَتُخْرِجُ dan Engkau keluarkan

and You bring forth
ٱلْمَيِّتَ yang mati

the dead
مِنَ dari

from
ٱلْحَىِّ yang hidup

the living,
وَتَرْزُقُ dan Engkau beri rezki

and You give provision
مَن orang

(to) whom
تَشَآءُ Engkau kehendaki

You will
بِغَيْرِ dengan tidak/tanpa

without
حِسَابٍ perhitungan

measure."

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:27

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 27. Oleh Kementrian Agama RI


Bagian malam dimasukkan kepada siang, sehingga waktu malam menjadi lebih pendek dibanding dengan waktu siang.
Allah memasukkan bagian siang ke dalam malam, yang menyebabkan waktu malam menjadi panjang dan waktu siang menjadi pendek.

Hal ini biasa terjadi di negara-negara yang mempunyai empat musim, sehingga malam lebih panjang daripada siang pada musim dingin.


Tidaklah mengherankan bahwa sesudah adanya kenyataan tersebut, Allah Yang Maha Bijaksana memberikan kenabian atau kerajaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, atau mencabut kenabian dan kerajaan itu dari siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Allah yang mengurus segala urusan manusia, sebagaimana halnya Dia mengurus perubahan siang dan malam.


Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati seperti mengeluarkan batang kelapa dari bijinya, mengeluarkan manusia dari nutfah, atau mengeluarkan unggas dari telur.

Demikian Allah mengeluarkan yang mati dari yang hidup seperti mengeluarkan anak yang bodoh dari orang yang alim, orang kafir dari orang yang mukmin.


Kodrat Allah dijelaskan pula dengan bahasa yang mudah dipahami, dengan contoh-contoh yang bisa disaksikan oleh manusia, di dalam kejadian sehari-hari.

Malam dimasukkan ke dalam siang, siang dimasukkan ke dalam malam, tumbuhan yang hidup dikeluarkan dari tanah yang merupakan benda mati, telur yang merupakan benda mati, dari ayam yang merupakan makhluk hidup.


Ayat di atas berbicara mengenai biji tumbuhan dan tentang
"dikeluarkan yang hidup dari yang mati dan dikeluarkan yang mati dari yang hidup".

Ayat lain yang mirip dan bahkan lebih jelas adalah Surah al-An’am [6]: 95, yang artinya sebagai berikut:


اِنَّ اللّٰهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوٰى يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ

"Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma).
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup.

Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?".
(al-An’am [6]: 95)


Dari sudut ilmu pengetahuan, hal-hal tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut:


1. Ayat ini mengandung pesan bahwa penciptaan bukanlah suatu kebetulan, sebab apabila ini suatu kebetulan, maka dia tidak dapat berkesinambungan.
Penciptaan terjadi dalam dua hal yang bertolak belakang.
Siapa yang dapat melakukan yang demikian pastilah yang Mahakuasa.
Perkataan
"mengeluarkan yang hidup dari yang mati"
menyatakan kekuasaan Allah membangkitkan orang-orang mati di hari kemudian.
Tetapi pembangkitan yang mati menjadi hidup dan sebaliknya juga terlihat pada kejadian sehari-hari dalam proses perkembangan benih tumbuhan.



2. Interpretasi kedua, bahwa biji dijadikan contoh dalam pengaturan siklus antara hidup dan mati yang terus bergulir.


Bagaimana biji mencontohkan siklus tersebut adalah demikian.
Bagi tumbuhan, biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru yang disebut lembaga atau embryo.
Dengan biji inilah tumbuhan dapat mempertahankan keturunan jenisnya dan dapat menyebarkannya ke lain tempat.
Dalam morfologi tumbuhan dikenal ada biji tertutup yang disebut Angiospermae, dan biji telanjang/terbuka yang disebut Gymnospermae.
Biji memiliki keanekaan dalam ukuran, bentuk dengan kulit biji yang berlapis-lapis, dan kekerasan (dari mulai yang lunak sampai dengan yang keras seperti batu).
Ketika biji sampai pada kondisi yang diperlukan, maka biji tersebut akan tumbuh dan kulit biji yang menjadi pelindung bagian biji yang ada di dalam akan ditembus oleh lembaga.
Bahkan lapisan kulit biji yang sekeras batupun dapat dipecahkannya.


Siklus kehidupan dan kematian merupakan rahasia keajaiban alam dan rahasia kehidupan.
Ciri utama siklus itu adalah bahwa zat-zat hidrogen, karbondioksida, nitrogen,dan garam yang non organik di bumi, berubah menjadi zat-zat organik yang merupakan bahan kehidupan bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan berkat bantuan sinar matahari.
Selanjutnya zat-zat tersebut kembali mati dalam bentuk kotoran makhluk hidup dan dalam bentuk tubuh yang aus karena faktor disolusi bakteri dan kimia, yang mengubahnya menjadi zat non organik untuk memasuki siklus kehidupan yang baru.
Begitulah Sang Pencipta mengeluarkan kehidupan dari kematian dan mengeluarkan kematian dari kehidupan di setiap saat.
Siklus ini terus berputar dan hanya terjadi pada makhluk yang diberi kehidupan.


Alquran mempergunakan pula kata
"mati"
untuk pengertian
"kafir",
dan kata
"hidup"
untuk pengertian
"iman"
seperti:

اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِيْ بِهٖ فِى النَّاسِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِى الظُّلُمٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكٰفِرِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana?
Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.
(al-An’am [6]: 122)


Lafaz
"yang hidup"
dipergunakan dalam arti lawan
"yang mati",
baik yang hidup itu ḥissiyyah seperti hidup hewan dan tumbuh-tumbuhan atau pun maknawiyyah seperti ilmu dan iman.
"Yang hidup dikeluarkan dari yang mati"
dan seterusnya adalah suatu kenyataan, bahwa Allah yang memiliki kekuasaan yang Dia berikan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Allah mengeluarkan seorang penghulu para rasul dari bangsa Arab yang buta huruf.
Rasul itu, Muhammad ﷺ, yang menyiapkan mereka dengan kekuatan dan kemauan untuk menjadi umat yang terkuat, yang dapat menghancurkan benteng perbudakaan dan menegakkan kemerdekaan.
Sementara itu orang-orang Yahudi (Bani Israil) bergelimang di dalam taqlid, perbudakan dan penindasan raja-raja atau para penguasa.



Allah memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, lalu mencabut pemberian-Nya dari siapa saja yang Dia kehendaki, hanyalah berdasarkan sunah dan hukum-Nya.
Segala urusan ada di tangan Allah.
Tidak ada seorang pun yang dapat menilai dan memperkirakan perhitungan-Nya.
Dialah yang berkuasa mencabut kekuasan dari siapa yang dikehendaki-Nya serta menghinakannya, dan hanya Dia pulalah yang kuasa memberikan kekuasaan itu kepada suatu bangsa serta memuliakannya.
Yang demikian itu, amat mudah bagi Allah.
Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa balasan.

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 27. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dengan hukum sebab akibat yang Engkau tetapkan, Engkau memasukkan sebagian waktu malam ke dalam waktu siang yang membuat siang menjadi lebih panjang, dan memasukkan sebagian waktu siang ke dalam waktu malam yang membuat malam menjadi lebih panjang.
[1] Engkau mendatangkan sesuatu yang memiliki sifat hidup dari sesuatu yang tidak memilikinya dan mendatangkan sesuatu yang mati dari sesuatu yang hidup.


Engkau bebas memberikan karunia luas-Mu kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, sejalan dengan hukum kemahabijaksanaan-Mu.
Tak seorang pun dapat mengawasi-Mu.


Dan Engkau yang memiliki sifat-sifat seperti ini, tentu tak akan menjadi lemah dengan memberi kepemimpinan, kekuasaan, kekayaan dan kemudahan kepada rasul dan hamba-hamba pilihan-Mu, sebagaimana telah Engkau janjikan[2].


[1] Keadaan ini terjadi di sejumlah negara yang jauh dari garis katulistiwa.


Di negara-negara itu perbedaan waktu siang dan malam berubah sedemikian rupa di setiap musim.


[2] Siklus kehidupan dan kematian merupakan rahasia keajaiban alam dan rahasia kehidupan.


Ciri utama siklus ini adalah bahwa zat-zat hitrogen, karbon dioksida, nitrogen dan garam yang nonorganik di bumi, berubah menjadi zat-zat organik yang merupakan bahan kehidupan pada hewan dan tumbuh-tumbuhan, berkat bantuan sinar matahari.
Selanjutnya, zat-zat itu kembali menjadi mati dalam bentuk kotoran makhluk hidup dan dalam bentuk tubuh yang aus karena faktor disolusi bakteri dan kimia yang mengubahnya menjadi zat non organik untuk memasuki siklus kehidupan baru.


Begitulah, Sang Pencipta Yang Mahakuasa mengeluarkan kehidupan dari kematian dan mengeluarkan kematian dari kehidupan, di setiap saat.
Siklus ini terus berputar dan hanya terjadi pada makhluk yang diberi kehidupan, seperti bibit tanaman, misalnya.


Ayat ini mengingatkan ilmuwan akan keajaiban penciptaan kehidupan dari benda yang mati, kemudian pengulangan siklus itu seperti diterangkan tadi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Di antara bukti kekuasaan-Mu adalah bahwa Engkau memasukkan malam ke siang dan memasukkan siang ke malam, lalu yang ini menjadi panjang dan yang itu menjadi pendek.
Engkau mengeluarkan yang hidup dari yang mati yang tidak meiliki kehidupan, seperti mengeluarkan tanaman dari bijinya, mukmin dari kafir.


Engkau mengeluarkan yang mati dari yang hidup seperti telur dari ayam, dan Engkau memberi rizki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan pula siang ke dalam malam) hingga bertambah panjanglah keduanya sebanyak berkurangnya dari yang lain


(Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati) misalnya manusia dari sperma dan burung dari telur


(Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa terhitung") artinya rezeki yang luas dan amat banyak.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Engkau memasukkan malam ke dalam siang, dan Engkau memasukkan siang ke dalam malam.

Yakni salah satunya mengambil kelebihan waktu dari yang lainnya.
Maka yang lainnya berkurang hingga keduanya sama panjangnya, lalu yang lain mengambil dari kelebihan yang ini, hingga keduanya berbeda panjang masanya, tetapi lama-kelamaan panjang masa keduanya menjadi sama kembali.
Demikianlah terjadi dalam musim-musim sepanjang tahunnya, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur,dan musim dingin.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.

Maksudnya, Engkau mengeluarkan tumbuh-tumbuhan dari bebijian, dan mengeluarkan bebijian dari tumbuh-tumbuhan, buah kurma dari biji kurma, dan biji kurma dari buah kurma.
Orang mukmin dari orang kafir, dan orang kafir dari orang mukmin.
Ayam dari telur, dan telur dari ayam, dan segala sesuatu mengalami proses seperti ini.

Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.

Yakni Engkau memberi orang yang Engkau kehendaki harta benda yang tidak terhitung banyaknya dan sulit untuk ditakar, sedangkan kepada orang lainnya tidak Engkau berikan hal itu.
Hal ini Engkau lakukan berdasarkan kebijaksanaan, kehendak, dan kemauan-Mu semata.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Zakaria Al-‘Ala-i, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Hasan ibnu Farqad, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Umar ibnu Malik, dari Abul Jauza, dari Ibnu Abbas r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Asma Allah yang teragung (Ismul A’zam) bila diucapkan dalam doa, niscaya diperkenankan, berada dalam ayat ini bagian dari surat Ali Imran, yaitu firman-Nya:
"Kalakanlah, ‘Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.
Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sesungguhnya engkau Mahakuasa atas segala sesuatu’ (QS. Ali ‘Imran [3]: 26)."

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 27 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 27 - Gambar 2
Statistik QS. 3:27
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.9 (29 votes)
Tags:

3:27, 3 27, 3-27, Surah Ali Imran 27, Tafsir surat AliImran 27, Quran Al Imran 27, Surah Ali Imran ayat 27

▪ tuulijullaila
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 64 [QS. 24:64]

64. “Ketahuilah bahwa sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi serta segala isinya. Sungguh, Dia mengetahui keadaan kamu sekarang, baik kamu beriman maupun kamu ingkar. Dan Dia meng … 24:64, 24 64, 24-64, Surah An Nuur 64, Tafsir surat AnNuur 64, Quran An Nur 64, An-Nur 64, Surah An Nur ayat 64

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat

Pendidikan Agama Islam #17

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah … ضَاۤلًّا يَتِيْمًا قرن عَاۤىِٕلًا السَّاۤىِٕلَ Benar! Kurang tepat! Dalam Alquran,

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … ulumul qur’an asbabul wurud asbabun nuzul alumul hadist Isra Mi’raj Benar! Kurang tepat! Pesan

Instagram