Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 26 [QS. 3:26]

قُلِ اللّٰہُمَّ مٰلِکَ الۡمُلۡکِ تُؤۡتِی الۡمُلۡکَ مَنۡ تَشَآءُ وَ تَنۡزِعُ الۡمُلۡکَ مِمَّنۡ تَشَآءُ ۫ وَ تُعِزُّ مَنۡ تَشَآءُ وَ تُذِلُّ مَنۡ تَشَآءُ ؕ بِیَدِکَ الۡخَیۡرُ ؕ اِنَّکَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
Qulillahumma maalikal mulki tu’tiil mulka man tasyaa-u watanzi’ul mulka mimman tasyaa-u watu’izzu man tasyaa-u watudzillu man tasyaa-u biyadikal khairu innaka ‘ala kulli syai-in qadiirun;
Katakanlah (Muhammad),
“Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki.
Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
―QS. Ali Imran [3]: 26

Say,
"O Allah, Owner of Sovereignty, You give sovereignty to whom You will and You take sovereignty away from whom You will.
You honor whom You will and You humble whom You will.
In Your hand is (all) good.
Indeed, You are over all things competent.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 26]

قُلِ katakanlah

Say
ٱللَّهُمَّ ya Tuhan

"O Allah!
مَٰلِكَ yang merajai/mempunyai

Owner
ٱلْمُلْكِ kerajaan

(of) the Dominion,
تُؤْتِى Engkau beri

You give
ٱلْمُلْكَ kerajaan

the dominion
مَن orang

(to) whom
تَشَآءُ Engkau kehendaki

You will
وَتَنزِعُ dan Engkau cabut

and You take away
ٱلْمُلْكَ kerajaan

the dominion
مِمَّن dari orang

from whom
تَشَآءُ Engkau kehendaki

You will,
وَتُعِزُّ dan Engkau muliakan

and You honor
مَن orang

whom
تَشَآءُ Engkau kehendaki

You will,
وَتُذِلُّ dan Engkau hinakan

and You humiliate
مَن orang

whom
تَشَآءُ Engkau kehendaki

You will.
بِيَدِكَ dengan tangan Engkau

In Your hand
ٱلْخَيْرُ kebaikan

(is all) the good.
إِنَّكَ sesungguhnya Engkau

Indeed, You
عَلَىٰ atas

(are) on
كُلِّ segala

every
شَىْءٍ sesuatu

thing
قَدِيرٌ Maha Kuasa

All-Powerful.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:26

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 26. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah menyuruh Nabi untuk menyatakan bahwa Allah Yang Mahasuci yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan Mahabijaksana dengan tindakan-Nya yang sempurna di dalam menyusun, mengurus, dan merampungkan segala perkara dan yang menegakkan neraca undang-undang di alam ini.
Maka Allah yang memberikan urusan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.

Ada kalanya Allah memberikan kekuasaan itu bersamaan dengan pangkat kenabian seperti keluarga Ibrahim, dan ada kalanya hanya memberikan kekuasaan memerintah saja menurut hukum kemasyarakatan yaitu dengan mengatur kabilahkabilah dan bangsa-bangsa.
Allah juga yang mencabut kekuasaan dari orang-orang yang Dia kehendaki, disebabkan mereka berpaling dari jalan yang lurus, yaitu jalan yang dapat memelihara kekuasaan karena meninggalkan keadilan dan berlaku curang dalam pemerintahan.

Demikianlah hal itu telah berlaku pula terhadap Bani Israil dan bangsa lain disebabkan kezaliman dan kerusakan budi mereka.


Allah juga memberi kekuasaan kepada orang yang Dia kehendaki, dan menghinakan orang yang Dia kehendaki.

Orang yang diberi kekuasaan ialah orang yang didengar tutur katanya, banyak penolongnya, mempengaruhi jiwa manusia dengan wibawa dan ilmunya, mempunyai keluasan rezeki dan berbuat baik kepada segenap manusia.


Adapun orang yang mendapat kehinaan, ialah orang yang rendah akhlaknya, merasa lemah semangat membela kehormatan, tidak mampu mengusir musuhnya yang menyerbu dan tidak mampu mempersatukan pengikutnya.

Padahal tidak ada satu kemuliaan pun dapat dicapai tanpa persatuan untuk menegakkan kebenaran dan menentang kezaliman.


Apabila masyarakat telah bersatu dan berjalan menurut sunatullah, berarti mereka telah menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi segala kemungkinan.

Banyak sedikitnya bilangan suatu umat tidaklah menjamin untuk dapat mewujudkan kekuasaan dan menghimpun kekuatan.
Orang musyrik Mekah, orang Yahudi dan orang munafik Arab telah tertipu oleh banyaknya pengikut dibanding dengan pengikut Rasulullah ﷺ, padahal yang demikian itu tidak mendatangkan faedah bagi mereka sedikit pun.

Sebagaimana firman Allah:

يَقُوْلُوْنَ لَىِٕنْ رَّجَعْنَآ اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَعَزُّ مِنْهَا الْاَذَلَّ وَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

Mereka berkata,
"Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.
(al-Munafiqun [63]: 8)


Fakta-fakta sejarah menjadi bukti bahwa jumlah yang banyak saja tidaklah menunjukkan kekuatan.
Lihatlah bangsa-bangsa Timur, mereka berjumlah banyak tetapi dapat dikuasai oleh bangsa-bangsa Barat yang berjumlah lebih sedikit, disebabkan merajalelanya kebodohan dan permusuhan, atau perpecahan yang terjadi di antara sesama mereka.


Dalam ayat ini diterangkan pula bahwa segala kebajikan terletak di tangan-Nya baik kenabian, kekuasaan atau pun kekayaan.
Ini menunjukkan bahwa Allah sendirilah yang memberikannya menurut kemauan-Nya.
Tidak ada seorang pun yang memiliki kebajikan selain Allah.
Dalam ayat ini hanya disebutkan kebajikan saja.
Sebenarnya segala yang buruk dan jahat juga ada di bawah kekuasaan Allah.
Hal ini dipahami dari pernyataan Allah bahwa Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.


Dalam ayat ini disebutkan kebajikan saja karena disesuaikan dengan keadaan.
Keadaan yang mendorong orang-orang kafir menentang dan meremehkan dakwah Nabi Muhammad ﷺ ialah kemiskinan beliau, kelemahan pengikut-pengikutnya serta kecilnya bilangan mereka.
Oleh sebab itu Allah menyuruh Nabi untuk berlindung kepada yang memiliki segala kerajaan.
Yang ditangan-Nya segala kekuasaan dan kemuliaan.
Allah mengingatkan Rasulullah bahwa seluruh kebaikan dan kekayaan ada ditangan-Nya.
Maka tidak ada yang dapat menghalangi-Nya apabila Allah memberikan kemiskinan dan kekayaan kepada Nabi-Nya atau kepada orang-orang mukmin yang dikehendaki-Nya, sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam firman-Nya:

وَنُرِيْدُ اَنْ نَّمُنَّ عَلَى الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا فِى الْاَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ اَىِٕمَّةً وَّنَجْعَلَهُمُ الْوٰرِثِيْنَ

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).
(al-Qashash [28]: 5)

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 26. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Katakan, wahai Muhammad, dengan mengakui kelemahanmu dan kemahakuatan Allah,
"Ya Allah, hanya Engkaulah pemilik hak mengatur dalam segala hal.
Engkau memberi kekuasaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki dan mengambilnya dari siapa saja yang Engkau kehendaki pula.


Engkau memberi kejayaan kepada hamba-Mu yang Engkau kehendaki dengan cara menunjukkan faktor-faktor penyebabnya.
Engkau merendahkan siapa saja yang Engkau kehendaki.


Hanya Engkau yang memiliki segala kebaikan.
Tak satu pun yang dapat mencegah-Mu melaksanakan kehendak-Mu dan melaksanakan sesuatu yang sejalan dengan kebijaksanaan-Mu dalam tata kehidupan makhluk ciptaan-Mu. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ucapkanlah wahai Nabi kepada Tuhanmu sebagi sebuah ungkapan doa kepada-Nya,
"Wahai Tuhan yang memiliki seluruh kerajaan, Engaku-lah yang memberikan kerajaan, harta dan kekuasaan di bumi ini kepada makhluk-Mu yang Engkau kehendaki.
Engkau pula yang mengambilnya dari siapa yang Engkau kehendaki, Engkau memberikan kemuliaan di dunia dan di akhirat kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau menimpakan kehinaan kepada siapa yang Engkau kehendaki pula.


Di tangan-Mu kebaikan, sesungguhnya hanya Engkau yang Mahakuasa atas segala sesuatu."
Ayat ini menetapkan sifat tangan bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Katakanlah,
"Wahai Tuhan) atau ya Allah


(yang mempunyai kerajaan! Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki) di antara makhluk-makhluk-Mu


(dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki) dengan memberinya kemuliaan itu


(dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki) dengan mencabut darinya.


(Di tangan-Mulah segala kebaikan) demikian pula segala kejahatan, artinya dalam kekuasaan-Mulah semua itu.


(Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Katakanlah!

hai Muhammad dengan mengagungkan Tuhanmu, bersyukur kepada-Nya, berserah diri kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya.

Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan.

Yakni semua kerajaan adalah milik-Mu.

Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.


Artinya, Engkaulah Yang memberi dan Engkaulah Yang mencegah.
Semua apa yang Engkau kehendaki pasti terjadi, dan semua yang tidak Engkau kehendaki pasti tidak akan terjadi.

Di dalam ayat ini terkandung isyarat dan bimbingan yang menganjurkan untuk mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa ta’ala, ditujukan kepada Rasul-Nya dan umatnya.
Karena Allah subhanahu wa ta’ala mengalihkan kenabian dari kaum Bani Israil kepada nabi dari kalangan bangsa Arab, yaitu dari keturunan kabilah Quraisy yang ummi dari Mekah sebagai penutup semua nabi, serta sebagai utusan Allah kepada segenap manusia dan jin.
Allah subhanahu wa ta’ala telah menghimpun di dalam dirinya semua kebaikan yang ada pada sebelumnya, dan menganugerahkan kepadanya beberapa khususiyat yang belum pernah Allah berikan kepada seorang pun dari kalangan para nabi dan para rasul sebelumnya.
Yang dimaksud ialah dalam hal pengetahuannya mengenai Allah dan syariat yang diturunkan kepadanya, pengetahuannya tentang hal-hal yang gaib di masa lampau dan masa mendatang.
Allah telah memperlihatkan kepadanya banyak hakikat akhirat, umatnya menyebar ke segenap pelosok dunia dari timur sampai ke barat, dan agama serta syariatnya ditampakkan di atas semua agama dan syariat yang lain.
Maka semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya untuk selama-lamanya sampai hari pembalasan, selama malam dan siang hari masih silih berganti.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan dalam firman-Nya:
Katakanlah,
"Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan."
(QS. Ali ‘Imran [3]: 26), hingga akhir ayat.

Yakni Engkaulah Yang mengatur makhluk-Mu, Yang Maha Melakukan semua apa yang Engkau kehendaki.
Sebagaimana Allah menyanggah orang-orang yang mengakui dirinya dapat mengatur urusan Allah, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan mereka berkata,
"Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini?
(QS. Az-Zukhruf [43]: 31)

Allah berfirman, menyanggah ucapan mereka itu, melalui ayat berikut:

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?
(QS. Az-Zukhruf [43]: 32), hingga akhir ayat.

Dengan kata lain, Kamilah yang ber-tasarruf dalam semua ciptaan Kami menurut apa yang Kami kehendaki, tanpa ada seorang pun yang mencegah atau menolak Kami, dan bagi Kamilah hikmah yang sempurna serta hujah yang benar dalam hal tersebut.
Demikianlah Allah menganugerahkan kenabian kepada siapa yang dikehendaki-Nya, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain).
(QS. Al Israa [17]: 21), hingga akhir ayat.

Al-Hafiz ibnu Asakir meriwayatkan di dalam riwayat hidup Ishaq ibnu Ahmad bagian dari kitab tarikh tentang Khalifah Al-Mamun, bahwa ia pernah melihat pada salah satu istana di negeri Rumawi suatu tulisan memakai bahasa Himyariyah.
Ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, ternyata artinya seperti berikut:
"Dengan nama Allah, tidak sekali-kali malam dan siang silih berganti, dan tidak pula bintang-bintang beredar pada garis edarnya, melainkan karena berpindahnya nikmat (karunia) dari suatu kerajaan yang telah sirna kekuasaannya ke kerajaan yang lain.
Sedangkan kerajaan Tuhan yang memiliki Arasy tetap abadi, tidak akan hilang dan tidak ada yang menyekutuinya."

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 26

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Qatadah bahwa Rasulullah ﷺ memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar Raja Romawi dan Persia menjadi umatnya.
Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 26) sebagai tuntunan dalam berdoa mengenai hal itu.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 26 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 26 - Gambar 2 Surah Ali Imran ayat 26 - Gambar 3
Statistik QS. 3:26
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.8 (28 votes)
Tags:

3:26, 3 26, 3-26, Surah Ali Imran 26, Tafsir surat AliImran 26, Quran Al Imran 26, Surah Ali Imran ayat 26

▪ qs 3:26 ▪ surat ali imron tentang mediator ▪ keutmaan qulillahummamaalikalmulki sakakhire
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 19 [QS. 9:19]

Ayat ini menerangkan keunggulan mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan berjihad di jalan Allah. Apakah kebiasaan kamu sekalian, wahai kaum musyrik, yang memberi minuman kepada orangorang … 9:19, 9 19, 9-19, Surah At Taubah 19, Tafsir surat AtTaubah 19, Quran At-Taubah 19, Surah At Taubah ayat 19

QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 27 [QS. 50:27]

27. Setelah datang perintah untuk memasukkan orang kafir ke dalam neraka, orang kafir itu mengadu bahwa yang menyesatkannya adalah setan. Setan yang menyertainya berkata, “Ya Tuhan kami, aku tidak men … 50:27, 50 27, 50-27, Surah Qaaf 27, Tafsir surat Qaaf 27, Quran Qaf 27, Surah Qof ayat 27

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

+

Array

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #12

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Zainab Hafsah Sofia Saudah Aisyah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … perumpamaan peradaban perdebatan

Pendidikan Agama Islam #21

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … hajar aswad lauh quran riyadus shalihin

Instagram