Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 200 [QS. 3:200]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا اصۡبِرُوۡا وَ صَابِرُوۡا وَ رَابِطُوۡا ۟ وَ اتَّقُوا اللّٰہَ لَعَلَّکُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuuushbiruu washaabiruu waraabithuu waattaquullaha la’allakum tuflihuun(a);
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

―QS. Ali Imran [3]: 200

Daftar isi

O you who have believed, persevere and endure and remain stationed and fear Allah that you may be successful.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 200]

يَٰٓأَيُّهَا wahai
O you
ٱلَّذِينَ orang-orang yang
who
ءَامَنُوا۟ beriman
believe[d]!
ٱصْبِرُوا۟ bersabarlah kamu
Be steadfast
وَصَابِرُوا۟ dan tingkatkan kesabaranmu
and [be] patient
وَرَابِطُوا۟ dan waspadalah kamu
and [be] constant
وَٱتَّقُوا۟ dan bertakwalah
and fear
ٱللَّهَ Allah
Allah
لَعَلَّكُمْ agar kalian
so that you may
تُفْلِحُونَ (kamu) beruntung
(be) successful.

Tafsir Al-Quran

Surah Ali Imran
3:200

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 200. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah membicarakan berbagai macam hikmah dan hukum sejak awal surah ini, maka untuk menjaga dan memantapkan pelaksanaan hal-hal tersebut, surah ini (Ali ‘Imran) ditutup dengan anjuran agar orang beriman, sabar dan tabah melakukan segala macam perintah Allah, mengatasi semua gangguan dan cobaan, menghindari segala larangan-Nya, terutama bersabar dan tabah menghadapi lawan-lawan dan musuh agama.
Jangan sampai musuh-musuh agama itu lebih sabar dan tabah dari kita sehingga kemenangan berada di pihak mereka.

Hendaklah orang mukmin selalu bersiap siaga dengan segala macam cara dan upaya, berjihad, menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan mengurangi kewibawaan dan kemurnian serta keagungan agama Islam.
Dan sebagai sari patinya orang mukmin dianjurkan agar benar-benar bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa di mana saja mereka berada, karena dengan bekal takwa itulah segala sesuatu dapat dilaksanakan dengan baik, diberkahi, dan diridai oleh Allah ﷻ


Demikianlah, barang siapa di antara orang-orang yang beriman melaksanakan 4 macam anjuran tersebut, pasti akan mendapat kemenangan dan kebahagiaan, di dunia dan di akhirat.

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 200. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah! Kalahkan musuh kalian dengan kesabaran! Bersiap- siaplah di tempat-tempat yang rawan diserang musuh! Dan takutlah pada Tuhan kalian! Harapan keberuntungan ada pada itu semua.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, sabarlah diatas ketaatan kepada Tuhan kalian, dan atas musibah serta bencana yang menimpa kalian.
Berupayalah untuk bersabar dalam menghadapi musuh kalian sehingga kesabaran kalian akan mengungguli kesabaran mereka.


Tetaplah tegak berjihad melawan musuh-Ku dan musuhmu, takutlah kepada Allah dalam segala keadaan kalian agar kalian meraih ridha-Nya di dunia dan di akhirat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah) melakukan taat dan menghadapi musibah serta menghindari maksiat


(dan teguhkanlah kesabaranmu) menghadapi orang-orang kafir hingga mereka tidak lebih sabar daripada kamu


(dan tetaplah waspada serta siap siaga) dalam perjuangan


(serta bertakwalah kepada Allah) dalam setiap keadaan


(supaya kamu beruntung) merebut surga dan bebas dari neraka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian).

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk bersabar dalam menjalankan agama mereka yang diridai oleh Allah, yaitu agama Islam.
Janganlah mereka meninggalkannya,baik dalam keadaan suka maupun duka dan dalam keadaan miskin maupun kaya, hingga mereka mati dalam keadaan memeluk agama Islam.
Hendaklah mereka bersabar serta teguh dalam menghadapi musuh-musuh yang menyembunyikan agama mereka.

Hal yang sama dikatakan pula bukan oleh hanya seorang dari kalangan ulama Salaf.

Al-murabatah artinya menetapi suatu tempat ibadah dan tidak bergeming darinya.
Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan murabatah ialah menunggu waktu salat lain sesudah mengerjakan salat.
Demikianlah menurut Ibnu Abbas, Sahl ibnu Hanif dan Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, dan lain-lainnya.

Dalam bab ini Ibnu Abu Hatim meriwayatkan sebuah hadis yang diketengahkan oleh Imam Muslim dan Imam Nasai melalui hadis Malik ibnu Anas, dari Al-Ala ibnu Abdur Rahman, dari Ya’qub maula Al-Hirqah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

Maukah aku beri tahukan kepada kalian tentang suatu hal yang membuat Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan karenanya dan meninggikan derajat disebabkannya?
Yaitu menyempurnakan wudu di waktu-waktu yang tidak disukai, banyak melangkah menuju ke masjid-masjid, dan menunggu waktu salat sesudah menunaikan salat.
Maka yang demikian itulah yang dinamakan ribat, maka yang demikian itulah yang dinamakan ribat.
maka yang demikian itulah yang dinamakan ribat.

Ibnu Murdawaih mengatakan.
telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abu Juliaifah ali ibnu Yazid Al-Kufi, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Karimah.
dari Muhammad ibnu Yazid.
dari Abu Salamah ibnu Abdur Rahman yang menceritakan bahwa sahabat Abu Hurairah r.a. datang kepada kami di suatu hari, lalu ia berkata,
"Tahukah engkau, wahai anak saudaraku.
berkenaan dengan apakah ayat ini diturunkan?"
yaitu:
"Ingatlah, sesungguhnya di masa Nabi ﷺ tidak ada peperangan yang memerlukan mereka untuk bersiap siaga di perbatasan negerinya.
Akan tetapi.
ayat ini diturunkan berkenaan dengan suatu kaum yang meramaikan masjid-masjid, menunaikan salat di waktunya masing-masing.
dan mereka melakukan zikir kepada Allah di dalamnya."
Berkenaan dengan merekalah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian).
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)
bersabarlah kalian.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)
dalam menunaikan salat lima waktu.
dan kuatkanlah kesabaran kalian.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)
dalam menahan keinginan dan hawa nafsu kalian.
dan tetaplah kalian.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)
di masjid-masjid kalian.
dan bertakwalah kepada Allah.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)
terhadap semua hal yang membahayakan diri kalian.
supaya kalian beruntung.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya melalui jalur Sa’id ibnu Mansur, dari Mus’ab ibnu Sabit, dari Daud ibnu Saleh, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah dengan lafaz yang semisal.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abus Saib, telah menceritakan kepadaku Ibnu Fudail, dari Abdullah ibnu Sa’id Al-Maqbari, dari kakeknya, dari Syurahbil, dari Ali r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Maukah aku tunjukkan kalian kepada hal-hal yang dapat menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan?
Yaitu menyempurnakan wudu di waktu-waktu yang tidak disukai dan menunggu salat lain sesudah menunaikan salat.
Maka yang demikian itulah yang dinamakan ribat.

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepadaku Musa ibnu Sahl Ar-Ramli, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Wadih, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muhajir, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Yazid ibnu Abu Anisah.
dari Syurah-bil, dari Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Maukah aku tunjukkan kalian kepada hal-hal yang membuat Allah memaafkan kesalahan-kesalahan karenanya dan menghapuskan dosa-dosa karenanya?
Kami berkata:
"Tentu saja mau wahai Rasulullah."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Menyempurnakan wudu di tempatnya masing-masing, banyak melangkah menuju ke masjid-masjid, dan menunggu salat lain sesudah menunaikan salat.
Maka yang demikian itulah yang dinamakan ribat’.’

Abdullah ibnul Mubarak meriwayatkan dari Mus’ab ibnu Sabit ibnu Abdullah ibnuz Zubair, telah menceritakan kepadaku Daud ibnu Saleh yang mengatakan bahwa Abu Salamah ibnu Abdur Rahman pernah berkata kepadaku,
"Hai anak saudaraku, tahukah kamu berkenaan dengan apakah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
‘Bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan berribat-lah kalian’ (QS. Ali ‘Imran [3]: 200)’ Aku menjawab,
"Tidak tahu."
ia berkata."Hai anak saudaraku sesungguhnya di zaman Rasulullah ﷺ belum pernah ada peperangan yang memerlukan kesiagaan di perbatasan, tetapi yang dimaksud ialah menunggu salat lain sesudah mengerjakan salat."
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Dalam pembahasan di atas —sehubungan dengan riwayat Ibnu Murdawaih terhadap hadis ini— disebutkan bahwa hal tersebut adalah perkataan Abu Hurairah r.a.
Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud dengan murabatah dalam ayat ini ialah bersiap siaga di perbatasan negeri terhadap ancaman musuh, menjaga tapal batas negeri Islam, dan melindunginya dari serangan musuh yang hendak menjarah negeri-negeri Islam.

Banyak hadis yang menganjurkan hal ini, dan disebutkan bahwa tugas ini pahalanya besar sekali.


Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab sahihnya melalui Sahl ibnu Sa’d As-Sa’idi, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


Bersiap siaga di perbatasan selama sehari dalam jihad di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan semua yang ada di dalamnya.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui Salman Al-Farisi, dari Rasulullah ﷺ Bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


Bersiaga di perbatasan negeri selama sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan berikut qiyamnya.
Dan jika ia gugur, maka dialirkan kepadanya semua amal perbuatan yang biasa diamalkannya, dan dialirkan kepadanya rezekinya serta selamatlah ia dari fitnah (siksa kubur).

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kanii Al-Mubarak, dari Haiwah ibnu Syuraih.
telah menceritakan kepadaku Abu Hani Al-Khaulani, bahwa Amr ibnu Malik Al-Haini pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah mendengar Fudalah ibnu Ubaid mengatakan pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Setiap mayat amal perbuatannya ditutup, kecuali orang yang mati dalam keadaan bersiap siaga di jalan Allah, maka sesungguhnya amal perbuatannya terus dikembangkan hingga hari kiamat, dan ia selamat dari siksa kubur.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi melalui hadis Abu Hani"
Al-Khaulani.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.
Ibnu Hibban mengetengahkannya pula-di dalam kitab sahihnya.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa dan Abu Sa’id serta Abdullah ibnu Yazid, semuanya dari Abdullah ibnu Luhai’ah, telah menceritakan kepada kami Masyrah ibnu Ahan, bahwa ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir mengatakan pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Setiap mayat amal perbuatannya ditutup.
kecuali orang yang bersiap siaga dijalan Allah, dialirkan kepadanya amal perbuatannya hingga ia dibangkitkan.
den ia selamat dari siksa kubur.

Al-Haris ibnu Muhammad ibnu Abul Hammah meriwayatkannya di dalam kitab musnad, dari Al-Maqbari (yaitu Abdullah ibnu Yazid) sampai dengan kalimat
"hingga ia dibangkitkan, tetapi tanpa memakai kalimat
"ia selamat dari siksa kubur".
Ibnu Luhai’ah apabila dijelaskan namanya dalam periwayatan hadis, maka predikatnya adalah hasan, terlebih lagi dengan adanya syawahid (bukti-bukti) yang disebut di atas.

Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam kitab sunnah-nya.


telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A’la.
telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Wahb.
telah menceritakan kepadaku Al-Lais.
dari Zuhrah ibnu Ma’bad.
Dari ayahnya.
dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Barang siapa yang mati dalam keadaan bersiap siaga di jalan Allah, maka dialirkan kepadanya amal salehnya yang biasa ia amalkan dan dialirkan kepadanya rezekinya, dan amanlah ia dari siksa kubur serta Allah subhanahu wa ta’ala membangkitkannya di hari kiamat dalam keadaan selamat dari huru-hara yang terbesar.

Jalur lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.


Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai’ah, dari Musa ibnu Wardan, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Barang siapa yang mati dalam keadaan bersiap siaga (di jalan Allah),maka ia dipelihara dari siksa kubur, dan aman dari huru-hara yang terbesar serta bertiuplah angin membawa rezekinya dari surga, dan dicatatkan baginya pahala orang yang bersiap siaga (di jalan Allah) sampai hari kiamat.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad,

telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Isa, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, dari Muhammad ibnu Amr ibnu Halhalah Ad-Daili, dari Ishaq ibnu Abdullah, dari Ummu Darda yang me-rafa’-kan hadis berikut.
Ia mengatakan:
Barang siapa yang bersiap siaga di suatu pos perbatasan negeri kaum muslim selama tiga hari, maka hal itu dapat mencukupi bersiap siaga selama satu tahun baginya.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.


Dinyatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Kahmas, telah menceritakan kepada kami Mus’ab ibnu Sabit ibnu Abdullah ibnuz Zubair yang mengatakan bahwa Khalifah Usman ketika berada di atas mimbarnya mengatakan,
"Sesungguhnya aku akan menceritakan sebuah hadis yang pernah kudengar dari Rasulullah ﷺ Tiada sesuatu pun yang menghalang-halangi aku untuk menceritakannya kepada kalian selain berprasangka buruk terhadap kalian.
Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Berjaga semalam di jalan Allah lebih utama daripada seribu malam dengan melakukan salat (sunat) pada malam harinya dan berpuasa pada siang harinya."

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Rauh.
dari Kahmas, dari Mus’ab ibnu Sabit dari Usman.

Ibnu Majah meriwayatkannya dari Hisyam ibnu Ammar, dari Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Mus’ab ibnu Sabit, dari Abdullah ibnuz Zubair yang menceritakan bahwa Khalifah Usman berkhotbah kepada orang-orang banyak.
Isinya mengatakan,
"Hai manusia, sesungguhnya aku pernah mendengar dari Rasulullah ﷺ suatu hadis yang tiada sesuatu pun menghalang-halangi diriku untuk menceritakannya kepada kalian selain prasangka yang bukan-bukan terhadap kalian dan terhadap predikat sahabat kalian.
Maka hendaklah seseorang memilihnya buat dirinya sendiri atau meninggalkannya.
Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Barang siapa yang bersiap siaga selama satu malam di jalan Allah, maka hal itu sama (pahalanya) dengan seribu malam melakukan salat sunat dan puasa (di siang harinya)’."

Jalur lain diriwayatkan dari Usman r.a.

Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ali Al-Khallal, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Abdul Malik, telah menceritakan kepada kami Al-Lais ibnu Sa’d, telah menceritakan kepada kami Abu Uqail (yaitu Zahrah ibnu Ma’bad), dari Abu Saleh maula Usman ibnu Affan, bahwa ia pernah mendengar Usman mengatakan di atas mimbarnya,
"Sesungguhnya aku menyembunyikan dari kalian sebuah hadis yang pernah kudengar dari Rasulullah ﷺ Karena aku khawatir kalian akan berpisah denganku.
Kemudian aku sadar bahwa aku harus menceritakannya kepada kalian, agar setiap orang dapat memilih untuk dirinya sendiri apa yang sesuai.
Aku pemah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Bersiap siaga di jalan Allah selama sehari lebih baik daripada seribu hari yang dilewatkan di tempat-tempat yang lain’."

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib bila ditinjau dari segi ini.

Imam Turmuzi mengatakan bahwa menurut Muhammad (Imam Bukhari), Abu Saleh (maula Usman) nama aslinya adalah Burkan.
Menurut selain Imam Turmuzi, nama aslinya adalah Al-Haris.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Ahmad melalui hadis Al-Lais ibnu Sa’d dan Abdullah ibnu Luhai’ah, tetapi di dalam riwayatnya terdapat tambahan di akhirnya.
Yaitu Usman mengatakan,
"Maka hendaklah seseorang bersiap siaga di jalan Allah, selama yang dikehendakinya.
Bukankah aku telah menyampaikan?"
Mereka menjawab,
"Ya."
Usman berkata,
"Ya Allah, persaksikanlah."

Hadis lain diriwayatkan oleh Abu Isa At-Turmuzi,

telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Munkadir yang mengatakan bahwa Salman Al-Farisi bersua dengan Syurahbil ibnus Simt yang sedang berjaga di tempat tugasnya, saat itu ia dan kawan-kawannya dalam keadaan berat.
Maka Salman r.a. berkata,
"Hai Ibnus Simt, maukah kamu jika aku ceritakan kepadamu sebuah hadis yang pernah kudengar dari Rasulullah ﷺ?"
Ibnus Simt menjawab,
"Tentu saja mau."
Salman Al-Farisi mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Bersiap siaga selama satu hari di jalan Allah lebih utama atau lebih baik daripada puasa satu bulan berikut qiyam (salat sunat)nya.
Dan barang siapa yang mati di dalamnya, niscaya akan dipelihara dari siksa kubur dan dikembangkan baginya amalnya itu sampai hari kiamat.

Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Imam Turmuzi bila ditinjau dari segi ini.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.
Menurut salah satu salinan terdapat tambahan.
tetapi sanadnya tidak muttasil mengingat Ibnul Munkadir tidak pemah bersua dengan Salman.

Menurut hemat kami.
pada lahiriahnya Muhammad Ibnu Munkadir ini mendengarnya dari Syurahbil ibnus Simt.
Karena Imam Muslim dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui hadis Mak-hul dan Abu Ubaidah ibnu Uqbah, keduanya menerima hadis ini dari Syurahbil ibnus Simt.
Syurahbil ibnus Simt mempunyai predikat sahabat.
ia meriwayatkannya dari Salman Al-Farisi.
dari Rasulullah ﷺ, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


Melakukan ribat (bersiap siaga di jalan Allah) selama sehari semalam lebih baik daripada puasa satu bulan berikut qiyamnya.
Dan jika seseorang mati (dalam keadaan berribat), maka dialirkan kepadanya amal perbuatan yang sedang diamalkannya, dan dialirkan pula kepadanya rezekinya, serta amanlah ia dari siksa kubur.

Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan hadis mufrad Imam Muslim mengenai masalah ini.

Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Majah.


Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail ibnu Samurah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ya’la As-Sulami, telah menceritakan kepada kami Amr ibnus Sabih, dari Abdur Rahman ibnu Amr, dari Makhul, dari Ubay ibnu Ka’b yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Berjaga selama semalam untuk melindungi kelemahan kaum muslim karena mengharapkan rida Allah lebih besar pahalanya daripada ibadah seratus tahun, selain bulan Ramadan, termasuk puasa dan qiyamnya.
Dan melakukan ribat selama sehari di jalan Allah untuk melindungi aurat kaum muslim, karena mengharapkan pahala Allah, lebih utama dan lebih baik pahalanya di sisi Allah, menurul perawi, beliau mengatakan daripada ibadah seribu tahun puasa berikut qiyamnya.
Dan jika Allah mengembalikan dia kepada keluarganya dalam keadaan selamat, maka tidak dicatatkan atas dirinya suatu keburukan pun selama seribu tahun, dan dicatatkan baginya kebaikan-kebaikan, serta dialirkan kepadanya pahala ribat sampai hari kiamat.

Hadis ini garib bila ditinjau dari segi ini, bahkan munkar, karena Umar ibnu Sabih orangnya dicurigai dalam periwayatan hadisnya.

Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Majah.


Dikatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Yunus Ar-Ramli, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Syu’aib ibnu Syabur, dari Sa’id ibnu Khalid ibnu Abu Tawil, ia pernah mendengar Anas ibnu Malik mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Berjaga selama semalam di jalan Allah lebih baik daripada puasa seorang lelaki dan qiyamnya di rumah keluarganya selama seribu tahun, yang satu tahunnya adalah tiga ratus hari, satu hari sama dengan seribu tahun.

Hadis ini garib pula.
Sa’id ibnu Khalid yang disebutkan di atas orangnya dinilai daif oleh Abu Zar’ah dan lain-lainnya dari kalangan para Imam yang bukan hanya seorang.
Al-Uqaili mengatakan bahwa Sa’id ibnu Khalid hadisnya tidak dapat dipakai.
Ibnu Hibban mengatakan bahwa hadisnya tidak dapat dipakai sebagai hujah.

Imam Hakim mengatakan bahwa Sa’id ibnu Khalid banyak meriwayatkan hadis maudu’ yang ia nisbatkan kepada sahabat Anas bin Malik.

Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Majah.


Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sabbbah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Muhammad dari Muhammad ibnu Zaidah.
dari Umar ibnu abdul Aziz dari Uqbah Ibnu Amir Al-Juhani yang menceritakan bahwa Rasululah saw bersabda:
Semoga Allah merahmati orang yang bersiap siaga (di jalan Allah).

Akan tetapi, di dalam sanadnya terdapat inqita’ (mata rantai yang terputus) antara Urnar ibnu Abdul Aziz dengan Uqbah ibnu Amir, karena sesungguhnya Umar ibnu Abdul Aziz tidak menjumpai masa sahabat Uqbah ibnu Amir.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Abu Daud.


Dinyatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Taubah, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah (yakni Ibnu Salam), telah menceritakan kepadaku As-Saluli, bahwa Sahl ibnu Hanzalah pernah menceritakan kepadanya bahwa mereka (para sahabat) berjalan bersama Rasulullah ﷺ dalam Perang Hunain hingga waktu Isya.
Lalu aku ikut salat bermakmum kepada Rasulullah ﷺ Kemudian datanglah seorang penunggang kuda, lalu berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku berangkat dari hadapan kamu hingga naik ke bukit anu dan anu.
Tiba-tiba aku melihat kabilah Hawazin semuanya tanpa ada yang ketinggalan sedang berkemah bersama kendaraan mereka, ternak, dan kambing-kambing mereka."
Maka Nabi ﷺ tersenyum dan bersabda:
Semuanya itu akan menjadi ganimah kaum muslim besok, insya Allah.
Selanjutnya beliau ﷺ bersabda,
"Siapakah yang akan bertugas piket untuk menjaga kita semua?"
Anas ibnu Abu Marsad menjawab,
"Aku, wahai Rasulullah."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Pakailah kudamu."
Lalu Anas ibnu Marsad menaiki kudanya dan datang menghadap Rasulullah ﷺ Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya,
"Kamu harus mendaki lereng ini hingga berada di puncaknya, dan kami tidak akan berperang malam ini sebelum ada isyarat darimu."
Pada pagi harinya Rasulullah ﷺ keluar menuju tempat salat, lalu melakukan salat (sunat subuh) dua rakaat, sesudah itu beliau bertanya,
"Apakah kalian telah melihat penjaga kalian yang berkuda?"
Seseorang menjawab,
"Kami belum melihat kedatangannya, wahai Rasulullah."
Maka salat diiqamahkan (didirikan), dan Nabi ﷺ salat seraya memandang ke arah lereng tersebut, hingga selesai dari salatnya.
Setelah itu beliau bersabda,
"Bergembiralah kalian, kini penjaga berkuda kalian telah datang."
Kami semua memandang ke arah lereng itu.
Tiba-tiba si penjaga muncul di antara pohon-pohonan, hingga ia menghadap kepada Nabi ﷺ, lalu melapor,
"Sesungguhnya aku berangkat menuju ke sasaran yang diperintahkan oleh engkau, yaitu di puncak lereng bukit itu.
Pada pagi harinya aku menaiki kedua lereng tersebut, lalu aku melayangkan pandanganku ke segala penjuru, ternyata aku tidak melihat seorang manusia pun."
Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya,
"Apakah engkau turun istirahat tadi malam?"
ia menjawab,
"Tidak, kecuali hanya menunaikan salat dan membuang hajat."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Sudah pasti (kamu mendapat pahalanya) maka sesudah itu tidak akan membahayakanmu bila kamu tidak beramal lagi.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Nasai melalui Muhammad ibnu Yahya ibnu Muhammad ibnu Kasir Al-Harrani, dari Abu Taubah (yaitu Ar-Rabi’ ibnu Nafi’) dengan lafaz yang sama.

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab.
telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Syuraih ia pernah mendengar Muhammad ibnu Syamir Ar-Ru’aihi mengatakan bahwa ia mendengar Abu Amir Al-Bujairi.
Imam ahmad mengatakan selain dirinya menambahkan Abu Ali al-Hanafi yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Raihanah mengatakan kami (sahabat) pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu peperangan, di suatu malam kami mendaki tempat yang tinggi, lalu kami menginap padanya, dan kami merasa sangat dingin.
Hingga aku melihat ada seseorang yang menggali tanah, lalu ia masuk ke dalamnya dan menutup bagian atas galian dengan tamengnya.
Ketika Rasulullah ﷺ melihat sebagian orang ada yang berbuat demikian, maka beliau berseru:
‘Siapakah yang mau menjaga kita malam ini, maka aku akan berdoa untuknya dengan doa yang membuamya mendapat keutamaan.’ Maka ada seorang lelaki dari kalangan Ansar berkata,
"Akulah.
wahai Rasulullah.’ Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Kemarilah.’ Lelaki itu mendekat kepada Rasulullah ﷺ, lalu Rasulullah ﷺ bertanya,
"Siapakah kamu?
Lelaki itu menyebutkan namanya, bahwa dia dari kalangan Ansar.
Lalu Rasulullah ﷺ memulai doanya dan banyak berdoa untuknya."
Abu Raihanah melanjutkan kisahnya, bahwa setelah ia mendengar apa yang didoakan oleh Nabi ﷺ, maka ia berkata,
"Akulah orang berikutnya."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Kemarilah kamu."
Aku mendekat kepadanya dan beliau bertanya,
"Siapakah kamu?"
Aku menjawab,
"Abu Raihanah."
Rasulullah ﷺ membacakan doa lain yang berbeda dengan doa yang telah beliau ucapkan buat orang Ansar tadi.
Sesudah itu beliau ﷺ bersabda:
Neraka diharamkan atas mata yang mengeluarkan air mata atau menangis karena takut kepada Allah.
Neraka diharamkan atas mata yang begadang karena bersiaga di jalan Allah.

Imam Nasai meriwayatkan sebagian darinya, yaitu:
"Diharamkan neraka,"
hingga akhir hadis, melalui Ismah ibnul Fadl, dari Zaid ibnul Hubab dengan lafaz yang sama.
Juga dari Al-Haris ibnu Miskin, dari Ibnu Wahb, dari Abdur Rahman ibnu Syuraih dengan lafaz yang sama dan lebih lengkap.
Imam Nasai dalam kedua riwayat tersebut mengatakan dari Abu Ali Al-Bujaini.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Turmuzi.

Dinyatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Ali Al-Jahdami, telah mencerkakan kepada kami Bisyr ibnu Ammar dan telah menceritakan kepada kami Syu’aib ibnu Zuraiq atau Syaibah, dari Ata Al-Khurrasani, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Ada dua macam mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang begadang semalaman karena berjaga di jalan Allah.

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, kami tidak mengenalnya melainkan hanya melalui hadis Syu’aib ibnu Zuraiq.

Imam Turmuzi mengatakan bahwa dalam bab ini terdapat sebuah hadis melalui Usman dan Abu Raihanah.

Menurut kami, kedua hadis tersebut telah kami sebutkan di atas.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.


Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Rasyidin, dari Ziyad, dari Sahl ibnu Mu’az.
dari ayahnya (yaitu Mu’az ibnu Anas), dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Barang siapa yang berjaga di barisan belakang kaum muslim dengan suka rela, bukan dengan gaji dari sultan, niscaya ia tidak akan melihat neraka dengan kedua matanya kecuali hanya untuk membebaskan diri dari sumpah, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman,
"Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan mendatangi neraka itu"
(QS. Maryam [19]: 71).

Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Imam Ahmad sendiri.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab sahih-nya, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


Celakalah pengabdi dinar, pengabdi dirham, dan pengabdi perut;
jika diberi, suka;
jika tidak, marah;
celaka dan hinalah dia;
dan apabila terkena duri, semoga saja durinya tidak dapat dicabut.
Beruntunglah seorang hamba yang memegang kendali kudanya di jalan Allah dalam keadaan rambut yang awut-awutan dan kedua kakinya berdebu.
Jika ia berada di dalam pos penjagaan, maka ia berada di pos penjagaan;
dan jika ia bertugas di belakang pasukan, maka ia berada di belakang pasukan.
Jika meminta izin, ia tidak diberi izin;
dan jika meminta pertolongan, maka ia tidak diberi pertolongan.

Demikianlah akhir hadis-hadis yang berkaitan dengan masalah ini yang sudah kami ketengahkan, hanya bagi Allah-lah segala puji atas nikmat-nikmat-Nya yang berlimpah dan berlalunya tahun dan hari-hari.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Mutarrif ibnu Abdullah Al-Madini, telah menceritakan kepada kami Malik ibnu Zaid ibnu Aslam yang menceritakan bahwa Abu Ubaidah pernah mengirim surat kepada Umar ibnul Khattab untuk memperingatkan adanya sejumlah besar pasukan Romawi dan hal-hal yang perlu dikhawatirkan berupa ancaman dari mereka.
Maka Khalifah Umar ibnul Khattab r.a. membalas suratnya yang isinya mengatakan,
"Amma Ba’du, sesungguhnya betapapun seorang hamba yang mukmin menempati suatu tempat yang kritis, niscaya Allah akan menjadikan jalan keluar baginya sesudah itu.
Karena sesungguhnya sekali kesulitan itu tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan.
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
‘Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung’ (Ali lmran:
200).’

Hal yang sama diriwayatkan oleh Al-Hafiz Ibnu Asakir di dalam autobiografi Abdullah ibnul Mubarak melalui jalur Muhammad ibnu Ibrahim ibnu Abu Sakinah yang menceritakan, telah mengimlakan kepadaku Abdullah ibnul Mubarak bait-bait syair berikut di Tarsus, lalu aku berpamitan kepadanya unruk berangkat.
ia mengirimkannya kepada Al-Fudail ibnu Iyad melaluiku.
hal ini terjadi pada tahun 170 Hijriah.
Menurut riwayat yang lain terjadi pada tahun 177 Hijriah.
Bait-bait syair tersebut ialah:

Hai ahli ibadah di tanah haramain (dua kota suci), sekiranya engkau melihat kami, niscaya engkau mengetahui bahwa engkau dalam ibadahmu bermain-main.
Wahai orang yang membasahi pipinya dengan air matanya, maka leher kami berlumuran dengan darah kami.
Apakah dia melelahkan kudanya dalam kebatilan, tetapi kuda-kuda kami pada hari peperangan kelelahan.
Bau wewangian adalah bagi kalian, sedangkan bau kami ialah debu-debu teracak kuda, dan debu memang lebih wangi.
Dan sesungguhnya telah datang kepada kami sebagian dari sabda Nabi kami, yaitu sabda yang benar, sahih, dan tidak dusta.
(Bahwa) tidak sama menurut penciuman seseorang antara debu kuda (di jalan) Allah dengan asap neraka yang menyala-nyala.
Ini adalah Kitabullah yang berbicara di antara kita tanpa dusta, bahwa orang yang mati syahid itu tidak mati.

Muhammad ibnu Ibrahim melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia menjumpai Al-Fudail ibnu Iyad di Masjidil Haram dengan membawa surat dari Abdullah ibnul Mubarak.
Setelah ia membaca surat tersebut, kedua matanya mengalirkan air mata, lalu berkata,
"Memang benar apa yang dikatakan oleh Abu Abdur Rahman (nama julukan Abdullah ibnul Mubarak).
Ia telah menasihati diriku."
Kemudian ia bertanya,
"Apakah kamu termasuk orang yang biasa menulis hadis?"
Aku menjawab,
"Ya."
Ia berkata,
"Tulislah hadis berikut sebagai imbalan dari apa yang engkau bawakan kepadaku dari Abu Abdur Rahman."
Al-Fudail ibnu Iyad mengimlakan kepadaku hadis berikut, bahwa telah menceritakan kepada kami Mansur ibnul Mu’tamir, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah r.a.:


Bahwa ada seorang lelaki bertanya.
"Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu amal yang dengan melaluinya aku dapat memperoleh pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Apakah engkau mampu melakukan salat tanpa henti-hentinya dan puasa tanpa berbuka.’ Lelaki itu menjawab,
"Wahai Rasulullah, aku adalah orang yang sangat lemah untuk mampu melakukan hal tersebut."
Kemudian Nabi ﷺ bersabda,
"Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, seandainya engkau mampu secara paksa melakukan hal tersebut.
engkau masih belum mencapai tingkatan orang-orang yang berjihad di jalan Allah, Apabila kamu tidak tahu bahwa sesusungguhnya kuda yang dipakai itu bener-benar dipergunakan di jalan Allah, maka dicatatkan bagi pemiliknya pahala kebaikan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:


dan bertakwalah kepada Allah.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)


Yakni dalam semua urusan dan dalam semua keadaan kalian.
Seperti yang dikatakan oleh Nabi ﷺ kepada sahabat Mu’az ketika beliau mengurusnya ke negeri Yaman, yaitu:

Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik dan berakhlaklah terhadap orang lain dengan akhlak yang baik.

supaya kalian beruntung.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)


Yaitu di dunia dan akhirat.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Abu Sakhr, dari Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, bahwa ia pernah mengatakan sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 200)
Takutlah kalian kepada-Ku dalam hal-hal yang ada antara Aku dengan kalian, supaya kalian beruntung besok bila kalian bersua dengan-Ku.

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mukjizat-nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa ‘alaihis salam.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

▪ Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa ‘alaihis salam ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

▪ Musyawarah.
▪ Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
▪ Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
▪ Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
▪ Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
▪ Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio Murottal

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia
QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 200 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 200 - Gambar 2 Surah Ali Imran ayat 200 - Gambar 3
Statistik QS. 3:200
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga ‘Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa’
Sending
User Review
4.6 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
3:200, 3 200, 3-200, Surah Ali Imran 200, Tafsir surat AliImran 200, Quran Al Imran 200, Surah Ali Imran ayat 200
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 3:200

More Videos

Kandungan Surah Ali Imran

۞ QS. 3:2 Tauhid UluhiyyahAl Hayy (Maha Hidup) • Al Qayyum (Maha Berdiri sendiri)

۞ QS. 3:3 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 3:4 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir

۞ QS. 3:5 • Allah memiliki kunci alam ghaib

۞ QS. 3:6 Tauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:7 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:8 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahhab (Maha Pemberi) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 3:9 Ar Rabb (Tuhan) • Al Jami’ (Yang mengumpulkan manusia di akhirat) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 3:10 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:11 • Siksaan Allah sangat pedih • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:12 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:13 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminSifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 3:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:15 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 3:16 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 3:18 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:19 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:20 Al Bashir (Maha Melihat) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:21 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:22 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:23 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:24 • Mendustai Allah

۞ QS. 3:25 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:26 • Segala sesuatu milik Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Meminta dengan menyebut nama Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan)

۞ QS. 3:27 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:28 • Kebenaran hari penghimpunan • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 3:29 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 3:30 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Lembaran catatan amal perbuatan

۞ QS. 3:31 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 3:32 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Azab orang kafir • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 3:34 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 3:35 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 3:36 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 3:37 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:38 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 3:39 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:40 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:41 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:42 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:43 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:45 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:47 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Ar Rabb (Tuhan) • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 3:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:50 Ar Rabb (Tuhan) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 3:51 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:52 • Islam agama para nabi

۞ QS. 3:53 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 3:55 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:56 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:57 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 3:59 Sifat Iradah (berkeinginan) • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 3:61 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:62 Tauhid UluhiyyahAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:63 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 3:64 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:66 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 3:67 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 3:68 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Islam agama para nabi •

۞ QS. 3:73 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk)

۞ QS. 3:74 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:75 • Mendustai Allah

۞ QS. 3:76 • Cinta Allah pada hamba yang shaleh

۞ QS. 3:77 • Orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kebangkitan • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:78 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:79 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 3:80 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Islam agama para nabi

۞ QS. 3:81 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 3:82 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:83 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’alaTauhid Uluhiyyah • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 3:84 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul • Tiada pengutamaan antara para nabi

۞ QS. 3:85 • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:86 • Azab orang kafir • Kembali kufurHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 3:87 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:88 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:89 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 3:90 • Azab orang kafir • Kembali kufur • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:91 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:92 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:93 • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi

۞ QS. 3:94 • Mendustai Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:95 • Islam agama fitrah

۞ QS. 3:97 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:98 Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 3:99 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:101 • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 3:102 • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Kewajiban hamba pada Allah • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 3:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Perintah untuk selalu bersatu • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 3:105 • Perintah untuk selalu bersatu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:106 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:107 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Kasih sayang Allah yang luas • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keabadian surga •

۞ QS. 3:108 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:109 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:110 Tauhid Uluhiyyah • Keutamaan umat nabi Muhammad • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman •

۞ QS. 3:111 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 3:112 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:114 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman pada hari akhir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Bersegera dalam melakukan kebaikan •

۞ QS. 3:115 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:116 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 3:117 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 3:118 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 3:119 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:120 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Sifat orang munafik

۞ QS. 3:121 • Keluasan ilmu Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Melihat sebab akibat •

۞ QS. 3:122 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 3:123 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 3:124 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:125 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 3:126 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:127 • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:128 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:129 • Segala sesuatu milik Allah • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 3:131 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:132 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 3:133 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Bersegera dalam melakukan kebaikan

۞ QS. 3:135 • Ampunan Allah yang luas • Tidak ingin terus menerus berbuat maksiat • Memohon ampun • Ampunan Allah dan rahmatNya • Lemah iman

۞ QS. 3:136 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:137 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:138 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 3:139 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 3:141 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:145 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Perbuatan dan niat • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 3:147 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 3:148 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:149 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 3:150 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 3:151 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:152 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf)

۞ QS. 3:153 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 3:154 • Berbaik sangka terhadap Allah • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 3:155 Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Sifat iblis dan pembantunya • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 3:156 Al Bashir (Maha Melihat) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran dan hakikat takdir • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:157 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 3:158 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:159 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 3:160 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 3:161 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat orang munafik

۞ QS. 3:162 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:163 Al Bashir (Maha Melihat) • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 3:164 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 3:165 Al Qadiir (Maha Penguasa) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 3:166 • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 3:167 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Lemah iman •

۞ QS. 3:168 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam •

۞ QS. 3:169 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:170 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:171 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:172 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:173 Al Wakil (Maha Penolong) • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 3:174 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:175 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan •

۞ QS. 3:176 Sifat Iradah (berkeinginan) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:177 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:178 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:179 • Pahala iman • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 3:180 • Segala sesuatu milik Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 3:181 • Mendustai Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:182 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 3:183 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:184 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:185 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 3:186 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 3:188 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:189 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 3:191 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:192 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Memasuki neraka •

۞ QS. 3:193 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Memohon ampun

۞ QS. 3:194 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:195 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:196 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 3:197 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 3:198 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 3:199 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:200 • Kontinuitas dalam bekerja

Ayat Pilihan

(Ingatlah) ketika Allah jadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya,
dan Allah turunkan kepadamu hujan dari langit untuk sucikan kamu dengan hujan itu & menghilangkan dari kamu gangguan syaitan & untuk menguatkan hatimu
QS. Al-Anfal [8]: 11

Dan karena ucapan mereka:
“Sungguh kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”,
padahal mereka tak membunuhnya & tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
QS. An-Nisa’ [4]: 157

Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepada manusia petunjuk kebenaran,
ada yang beriman & ada pula yang ingkar.
QS. Al-Insan [76]: 3

Ar Rahmaan (Allah Yang Maha Pengasih),
Yang telah mengajarkan Alquran.
Dia ciptakan manusia.
Mengajarnya pandai berbicara.
Matahari & bulan (beredar) menurut perhitungan.
Dan tumbuhan & pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya
QS. Ar-Rahman [55]: 1-6

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Correct! Wrong!

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

As Syahiid

Apa itu As Syahiid? Allah itu Asy-Syahid . Artinya bahwa Allah itu Maha Menyaksikan segala peristiwa, baik yang terjadi di dunia maupun di akhirat. Perbuatan-perbuatan kita senantiasa disaksikan oleh...

jaiz

Apa itu jaiz? ja.iz diizinkan menurut agama (boleh dilakukan, tetapi boleh juga tidak); mubah … •

Mekkah

Di mana itu Mekkah? Mekkah atau Makkah al-Mukarramah (bahasa Arab: مكة المكرمة‎) merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi. Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan iba...