Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 199


وَ اِنَّ مِنۡ اَہۡلِ الۡکِتٰبِ لَمَنۡ یُّؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡکُمۡ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡہِمۡ خٰشِعِیۡنَ لِلّٰہِ ۙ لَا یَشۡتَرُوۡنَ بِاٰیٰتِ اللّٰہِ ثَمَنًا قَلِیۡلًا ؕ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ اَجۡرُہُمۡ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ سَرِیۡعُ الۡحِسَابِ
Wa-inna min ahlil kitaabi laman yu’minu billahi wamaa unzila ilaikum wamaa unzila ilaihim khaasyi’iina lillahi laa yasytaruuna biaayaatillahi tsamanan qaliilaa uula-ika lahum ajruhum ‘inda rabbihim innallaha sarii’ul hisaab(i);

Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.
Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya.
Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.
―QS. 3:199
Topik ▪ Iman ▪ Pahala iman ▪ Yang boleh dijadikan mahar
3:199, 3 199, 3-199, Ali Imran 199, AliImran 199, Al Imran 199
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 199. Oleh Kementrian Agama RI

Berkata Jabir bin Abdillah, Anas, Ibnu Abbas, Qatadah dan Al-Hasan bahwa ayat ini diturunkan tentang An Najasyi, Raja bangsa Habsy yaitu ketika-beliau meninggal.
Malaikat Jibril memberitahu Nabi ﷺ, maka berkatalah Nabi ﷺ kepada sahabatnya: "Matilah kita (salat gaib) untuk An Najasyi itu".
Berkata sebahagian sahabat keheranan: "Kenapa kami disuruh menyalatkan orang kafir di negeri Habsyi?"
Maka turunlah ayat ini.

Ali Imran (3) ayat 199 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 199 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 199 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sebagian Ahl al-Kitab beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Muhammad dan rasul- rasul sebelumnya.
Kamu lihat mereka tunduk kepada Allah, tidak menggantikan bukti-bukti nyata dengan kesenangan dunia, meskipun melimpah.
Sebab pada hakikatnya semua itu sedikit.
Bagi mereka balasan yang setimpal dari Allah di akhirat kelak.
Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
Dia tidak pernah lemah karena menghitung dan membalas perbuatan mereka.
Dan Dia Mahakuasa untuk itu.
Balasan dari-Nya pasti akan mereka terima.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah) seperti Abdullah bin Salam dan sahabat-sahabatnya serta Najasyi (dan kepada apa yang diturunkan kepadamu) yakni Alquran (dan kepada apa yang telah diturunkan kepada mereka) yakni Taurat dan Injil (dalam keadaan merendahkan diri) hal dari dhamir pada 'yu`minu' dengan menekankan makna 'man' dengan arti 'tawadhu`' (kepada Allah tanpa menukarkan ayat-ayat Allah) yang terdapat pada mereka dalam Taurat dan Injil berupa kebangkitan Nabi ﷺ (dengan harga yang sedikit) dari harta dunia, misalnya dengan menyembunyikannya karena takut kehilangan pengaruh seperti dilakukan oleh orang-orang Yahudi lainnya.
(Mereka beroleh pahala) sebagai balasan atas amal perbuatan mereka (di sisi Tuhan mereka) yang diberikan kepada mereka dua kali sebagaimana terdapat dalam surah Al-Qashash (sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya) dapat melakukan perhitungan terhadap seluruh makhluk dalam hanya setengah hari saja dari hari-hari dunia.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di antara ahli kitab ada sebagian orang yang membenarkan Allah sebagai Rabb yang Esa dan berhak disembah, membenarkan al-Qur an yang Dia turunkan kepada kalian dan membenarkan Taurat dan Injil yang diturunkan kepada mereka dengan penuh ketundukan dan kerendahan kepada-Nya.
Mereka tidak menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang murah berupa manfaat dunia, mereka juga tidak menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah dan tidak menyelewengkan seperti ahli kitab yang lainnya.
Mereka itu mendapatkan pahala besar di sisi Tuhan mereka di hari perjumpaan dengan-Nya, maka Dia memberikannya kepada mereka tanpa dikurangi.
Sesungguhnya Allah Mahacepat hisab-Nya, tidak keteteran dalam menghitung amal pernuatan mereka dan menghisab mereka atasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala memberitakan perihal segolongan Ahli Kitab, bahwa mereka beriman kepada Allah dengan iman yang sebenarnya, beriman pula kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ serta kitab-kitab terdahulu yang ada di tangan mereka.
Bahwa mereka selalu taat kepada Allah, tunduk patuh di hadapan-Nya, dan tidak pernah menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.
Yakni mereka tidak menyembunyikan berita gembira tentang Nabi Muhammad ﷺ yang ada di dalam kitab-kitab mereka.
Mereka menyebutkan sifat dan ciri khasnya, serta tempat beliau diutus dan sifat umatnya.

Mereka adalah orang-orang yang terpilih dari kalangan Ahli Kitab dan merupakan orang-orang paling baik di antara mereka, baik dari kalangan orang-orang Yahudi ataupun orang-orang Nasrani.

Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman di dalam surat Al-Qashash:

Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al-Kitab sebelumnya Al-Qur'an mereka beriman pula dengan Al-Qur'an itu.
Dan apabila dibacakan (Al-Qur'an) itu pada mereka, mereka berkata, "Kami beriman kepadanya: sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami.
sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkannya." Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
(Al Qashash:52-54)

Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman dalam ayat yang lain, yaitu:

Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya.
(Al Baqarah:121)

Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak, dan dengan hak itulah mereka menjalankan keadilan.
(Al A'raf:159)

Mereka itu tidak sama, di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedangkan mereka juga bersujud (salat).
(Ali Imran:113)

Katakanlah, "Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).
Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil sujud, dan mereka berkata, "Mahasuci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi." Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.
(Al Israa':107-109)

Sifat-sifat tersebut memang dijumpai di kalangan orang-orang Yahudi, tetapi sedikit.
Seperti yang ada pada diri Abdullah ibnu Salam dan orang-orang Yahudi yang semisal dengannya dari kalangan rahib-rahib Yahudi yang beriman, tetapi jumlah mereka tidak sampai sepuluh orang.

Adapun di kalangan orang-orang Nasrani, sifat-sifat tersebut banyak dijumpai, di kalangan mereka banyak orang yang mendapat petunjuk dan mengikuti kebenaran.
Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.
Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatan dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata.”Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." (Al Maidah:82)

sampai dengan firman-Nya:

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedangkan mereka kekal di dalamnya.
(Al Maidah:85)

Demikian pula yang dikatakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam surat ini melalui firman-Nya:

Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya.
(Ali lmran: 199), hingga akhir ayat.

Di dalam sebuah hadis telah disebutkan bahwa ketika Ja'far ibnu Abu Talib r.a.
membacakan surat kaf ha ya 'ain sad di hadapan Raja Najasyi, Raja negeri Habsyah yang saat itu di hadapannya banyak terdapat para patrik dan pendeta, maka Raja Najasyi menangis, dan mereka ikut menangis pula bersamanya hingga air mata membasahi jenggot mereka.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan, ketika Raja Najasyi meninggal dunia, maka Nabi ﷺ mengucapkan belasungkawa kepada para sahabatnya, lalu beliau ﷺ bersabda:

Sesungguhnya seorang saudara kalian di Habsyah telah meninggal dunia, maka salatkanlah ia oleh kalian.

Kemudian Nabi ﷺ keluar menuju tanah lapang, lalu mengatur saf mereka (sahabat-sahabatnya) dan menyalatkan (jenazah)nya (secara gaib).

Ibnu Abu Hatim dan Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkan dari hadis Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa ketika Raja Najasyi meninggal dunia, Rasulullah ﷺ bersabda: Mohonkanlah ampun buat saudara kalian! Maka sebagian orang ada yang mengatakan, "Apakah beliau memerintahkan kita agar memintakan ampun buat orang kafir yang mati di negeri Habsyah ini?"
Maka turunlah firman-Nya: Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kalian dan yang diturunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah hati kepada Allah.
(Ali Imran:199), hingga akhir ayat.

Abdu ibnu Humaid dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui jalur lain dari Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Al-Hasan, dari Nabi ﷺ Kemudian Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Humaid, dari Anas ibnu Malik semisal dengan hadis di atas.

Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui hadis Abu Bakar Al-Huzali, dari Qatadah, dari Sa'id ibnul Musayyab, dari Jabir yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berkata kepada kami ketika Raja Najasyi meninggal dunia: Sesungguhnya Ashamah Raja Najasyi saudara kalian telah meninggal dunia.
Lalu Rasulullah ﷺ keluar dan melakukan salat sebagaimana menyalatkan jenazah, yaitu dengan empat kali takbir.
Orang-orang munafik berkata, "Apakah dia menyalatkan seorang kafir yang mati di negeri Habsyah?"
Maka Allah menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah.
(Ali Imran:199), hingga akhir ayat.

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnul Fadl, dari Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Rauman, dari Urwah, dari Siti Aisyah r.a.
yang mengatakan, "Ketika Raja Najasyi meninggal dunia, kami memperbincangkan bahwa di atas kubur Raja Najasyi terus-menerus masih kelihatan ada nurnya.

Al-Hafiz Abu Abdullah Al-Hakim meriwayatkan di dalam kitab Mustadrak-nya, telah menceritakan kepada kami Abul Abbas As-Sayyari di Marwin.
teluh menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ali Al-Gazal, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Hasan ibnu Syaqiq, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Mus'ab ibnu Sabit, dari Amir ibnu Abdullah ibnuz Zubair.
dari ayahnya yang menceritakan bahwa Raja Najasyi mendapat ancaman dari musuh dalam negerinya.
Maka kaum Muhajirin datang menghadapnya dan berkata, "Sesungguhnya kami suka bila engkau keluar memerangi mereka hingga kami dapat berperang bersamamu untuk membantumu, dan kamu dapat melihat keberanian kami serta membalas budimu yang telah kamu berikan kepada kami." Maka Raja Najasyi menjawab.”Sesungguhnya penyakit yang diakibatkan karena penolongan Allah subhanahu wa ta'ala adalah lebih baik daripada obat karena pertolongan manusia." Abdullah ibnuz Zubair mengatakan bahwa sehubungan dengan dialah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang-orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kalian dan yang diturunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah hati kepada Allah.
(Ali Imran:199), hingga akhir ayat.

Selanjutnya Imam Hakim mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih, tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) tidak mengetengahkannya.

Ibnu Abu Nujaih meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya: Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab.
(Ali Imran:199) Yakni orang-orang muslim dari kalangan Ahli Kitab.

Abbad ibnu Mansur mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Al-Hasan Al-Basri mengenai makna firman-Nya: Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah.
(Ali Imran:199).
hingga akhir ayat.
Maka Al-Hasan Al-Basri menjawab bahwa mereka adalah Ahli Kitab yang telah ada sebelum Nabi Muhammad ﷺ Lalu mereka mengikuti Nabi Muhammad dan masuk Islam.
Allah memberi mereka pahala dua kali lipat, yaitu pahala untuk iman mereka sebelum Nabi Muhammad ﷺ dan pahala mereka mengikuti Nabi Muhammad ﷺ Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Abu Musa yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Ada tiga macam orang yang pahala mereka diberi dua kali.
Kemudian Nabi ﷺ menyebutkan salah satu di antara mereka, yaitu seorang lelaki dari kalangan Ahli Kitab yang beriman kepada nabinya, lalu ia beriman kepadaku.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.

Mereka tidak menyembunyikan pengetahuan yang ada pada mereka.
tidak seperti apa yang dilakukan oleh segolongan orang yang hina dari kalangan mereka, melainkan mereka memberikan ilmu itu dengan cuma-cuma, yakni secara suka rela.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan mereka di dalam firman berikutnya:

Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya.
Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

Mujahid mengatakan bahwa makna sari'ul hisab ialah amat cepat perhitungan-Nya.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan lain-lainnya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 199

Diriwayatkan oleh an-Nasa-i yang bersumber dari Anas.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Jabir.
Bahwa ketika datang berita kematian an-Najasi (Raja Habasyah), bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Mari kita shalatkan.” Para shahabat bertanya: “Apakah kita menyalatkan hamba Habasyi?” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 199), sebagai penegasan bahwa orang yang meninggal itu adalah seorang Mukmin.

Diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam kitab al-Mustadrak, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Zubair, bahwa turunnya ayat ini (Ali ‘Imraan: 199) berkenaan dengan an-Najasyi.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat "Ali 'lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali 'lmran karena memuat kisah keluarga 'lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam 'alaihis salam, kenabian dan beberapa mu'jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'lmran, ibu dari Nabi 'Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali 'lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi 'Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga 'lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 199 *beta

Surah Ali Imran Ayat 199



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (9 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ sesungguhnya allah sangat cepat perhitungannya