Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 199 [QS. 3:199]

وَ اِنَّ مِنۡ اَہۡلِ الۡکِتٰبِ لَمَنۡ یُّؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡکُمۡ وَ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَیۡہِمۡ خٰشِعِیۡنَ لِلّٰہِ ۙ لَا یَشۡتَرُوۡنَ بِاٰیٰتِ اللّٰہِ ثَمَنًا قَلِیۡلًا ؕ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ اَجۡرُہُمۡ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ سَرِیۡعُ الۡحِسَابِ
Wa-inna min ahlil kitaabi laman yu’minu billahi wamaa unzila ilaikum wamaa unzila ilaihim khaasyi’iina lillahi laa yasytaruuna biaayaatillahi tsamanan qaliilaa uula-ika lahum ajruhum ‘inda rabbihim innallaha sarii’ul hisaab(i);
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah.
Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya.
Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
―QS. Ali Imran [3]: 199

And indeed, among the People of the Scripture are those who believe in Allah and what was revealed to you and what was revealed to them, (being) humbly submissive to Allah.
They do not exchange the verses of Allah for a small price.
Those will have their reward with their Lord.
Indeed, Allah is swift in account.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 199]

وَإِنَّ dan sesungguhnya

And indeed,
مِنْ dari

among
أَهْلِ Ahli

(the) People
ٱلْكِتَٰبِ Kitab

(of) the Book
لَمَن ada orang

(are those) who
يُؤْمِنُ (ia) beriman

believe
بِٱللَّهِ dengan/kepada Allah

in Allah
وَمَآ dan apa

and what
أُنزِلَ diturunkan

was revealed
إِلَيْكُمْ kepadamu

to you
وَمَآ dan apa

and what
أُنزِلَ diturunkan

was revealed
إِلَيْهِمْ kepada mereka

to them –
خَٰشِعِينَ mereka khusyu’ (tunduk)

humbly submissive
لِلَّهِ kepada Allah

to Allah.
لَا tidak

Not
يَشْتَرُونَ mereka menukar/membeli

(do) they exchange
بِـَٔايَٰتِ dengan/kepada ayat-ayat

[with] (the) Verses
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
ثَمَنًا harga

(for) a price
قَلِيلًا sedikit

little.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those,
لَهُمْ bagi mereka

for them,
أَجْرُهُمْ pahala mereka

their reward
عِندَ di sisi

(is) with
رَبِّهِمْ Tuhan mereka

their Lord.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
سَرِيعُ amat cepat

(is) swift
ٱلْحِسَابِ perhitungan

(in taking) the account.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:199

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 199. Oleh Kementrian Agama RI


Jabir bin Abdullah, Anas, Ibnu Abbas, Qatadah dan al-hasan berkata bahwa ayat ini diturunkan tentang an-Najasyi, raja bangsa Habasyi yang telah masuk Islam ketika meninggal.
Malaikat Jibril memberitahu Nabi ﷺ, maka Nabi berkata kepada sahabatnya,
"Marilah kita (salat gaib) untuk an-Najasyi itu.
"
Sebagian sahabat dengan penuh keheranan bertanya,
"Kenapa kami disuruh salat untuk orang kafir di negeri Habsyi?"
Maka turunlah ayat ini.


Tidaklah semua Ahli Kitab itu menyimpang dari ajaran Allah, berkhianat, mengingkari kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ, tetapi ada sebagian dari mereka seperti an-Najasyi, Abdullah bin Salam dan lain-lain, mempunyai sejarah gemilang dalam hidupnya.

Mereka benar-benar beriman kepada Allah, percaya kepada Alquran yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ, begitu pula kitabkitab samawi yang diturunkan kepada nabi-nabi, mereka taat dan rendah diri kepada Allah, tidak menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, maksudnya tidak menyembunyikan apa yang mereka ketahui tentang kedatangan Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasul.
Mereka adalah Ahli Kitab yang baik dan lurus, baik ia Yahudi maupun ia Nasrani.

Mereka akan memperoleh pahala di sisi Tuhan sebagaimana yang telah dijanjikan dengan firman-Nya:

اُولٰۤىِٕكَ يُؤْتَوْنَ اَجْرَهُمْ مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوْا وَيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

Mereka itu diberi pahala dua kali (karena beriman kepada Taurat dan Alquran) disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka.
(al-Qashash [28]: 54)


Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya karena segala sesuatunya diketahui-Nya dengan jelas, baik pahala yang akan diberikan-Nya maupun orang yang berhak menerimanya.

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 199. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sebagian Ahl al-Kitab beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Muhammad dan rasulrasul sebelumnya.
Kamu lihat mereka tunduk kepada Allah, tidak menggantikan bukti-bukti nyata dengan kesenangan dunia, meskipun melimpah.


Sebab pada hakikatnya semua itu sedikit.
Bagi mereka balasan yang setimpal dari Allah di akhirat kelak.


Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
Dia tidak pernah lemah karena menghitung dan membalas perbuatan mereka.


Dan Dia Mahakuasa untuk itu.
Balasan dari-Nya pasti akan mereka terima.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Di antara ahli kitab ada sebagian orang yang membenarkan Allah sebagai Rabb yang Esa dan berhak disembah, membenarkan Alquran yang Dia turunkan kepada kalian dan membenarkan Taurat dan Injil yang diturunkan kepada mereka dengan penuh ketundukan dan kerendahan kepada-Nya.
Mereka tidak menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang murah berupa manfaat dunia, mereka juga tidak menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah dan tidak menyelewengkan seperti ahli kitab yang lainnya.


Mereka itu mendapatkan pahala besar di sisi Tuhan mereka di hari perjumpaan dengan-Nya, maka Dia memberikannya kepada mereka tanpa dikurangi.
Sesungguhnya Allah Mahacepat hisab-Nya, tidak keteteran dalam menghitung amal pernuatan mereka dan menghisab mereka atasnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah) seperti Abdullah bin Salam dan sahabat-sahabatnya serta Najasyi


(dan kepada apa yang diturunkan kepadamu) yakni Alquran


(dan kepada apa yang telah diturunkan kepada mereka) yakni Taurat dan Injil


(dalam keadaan merendahkan diri) hal dari dhamir pada ‘yu`minu’ dengan menekankan makna ‘man’ dengan arti ‘tawadhu`’


(kepada Allah tanpa menukarkan ayat-ayat Allah) yang terdapat pada mereka dalam Taurat dan Injil berupa kebangkitan Nabi ﷺ


(dengan harga yang sedikit) dari harta dunia, misalnya dengan menyembunyikannya karena takut kehilangan pengaruh seperti dilakukan oleh orang-orang Yahudi lainnya.


(Mereka beroleh pahala) sebagai balasan atas amal perbuatan mereka


(di sisi Tuhan mereka) yang diberikan kepada mereka dua kali sebagaimana terdapat dalam surah Al-Qashash


(sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya) dapat melakukan perhitungan terhadap seluruh makhluk dalam hanya setengah hari saja dari hari-hari dunia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan perihal segolongan Ahli Kitab, bahwa mereka beriman kepada Allah dengan iman yang sebenarnya, beriman pula kepada Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ serta kitabkitab terdahulu yang ada di tangan mereka.
Bahwa mereka selalu taat kepada Allah, tunduk patuh di hadapan-Nya, dan tidak pernah menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.
Yakni mereka tidak menyembunyikan berita gembira tentang Nabi Muhammad ﷺ yang ada di dalam kitabkitab mereka.
Mereka menyebutkan sifat dan ciri khasnya, serta tempat beliau diutus dan sifat umatnya.

Mereka adalah orang-orang yang terpilih dari kalangan Ahli Kitab dan merupakan orang-orang paling baik di antara mereka, baik dari kalangan orang-orang Yahudi ataupun orang-orang Nasrani.


Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman di dalam surat Al-Qashash:

Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al-Kitab sebelumnya Alquran mereka beriman pula dengan Alquran itu.
Dan apabila dibacakan (Al Qur’an) itu pada mereka, mereka berkata,
"Kami beriman kepadanya:
sesungguhnya Alquran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami.
sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkannya."
Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
(QS. Al-Qashash [28]: 52-54)

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam ayat yang lain, yaitu:

Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya.
(QS. Al-Baqarah [2]: 121)

Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak, dan dengan hak itulah mereka menjalankan keadilan.
(QS. Al-A’raf [7]: 159)

Mereka itu tidak sama, di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedangkan mereka juga bersujud (salat).
(QS. Ali ‘Imran [3]: 113)

Katakanlah,
"Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).
Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Alquran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil sujud, dan mereka berkata,
"Mahasuci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi."
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.
(QS. Al Israa [17]: 107-109)

Sifat-sifat tersebut memang dijumpai di kalangan orang-orang Yahudi, tetapi sedikit.
Seperti yang ada pada diri Abdullah ibnu Salam dan orang-orang Yahudi yang semisal dengannya dari kalangan rahib-rahib Yahudi yang beriman, tetapi jumlah mereka tidak sampai sepuluh orang.


Adapun di kalangan orang-orang Nasrani, sifat-sifat tersebut banyak dijumpai, di kalangan mereka banyak orang yang mendapat petunjuk dan mengikuti kebenaran.
Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:


Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.
Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatan dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata."Sesungguhnya kami ini orang Nasrani."
(QS. Al-Ma’idah [5]: 82)

sampai dengan firman-Nya:

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedangkan mereka kekal di dalamnya.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 85)

Demikian pula yang dikatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat ini melalui firman-Nya:


Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya.
(Ali lmran:
199), hingga akhir ayat.


Di dalam sebuah hadis telah disebutkan bahwa ketika Ja’far ibnu Abu Talib r.a. membacakan surat kaf ha ya ‘ain Habsyah yang saat itu di hadapannya banyak terdapat para patrik dan pendeta, maka Raja Najasyi menangis, dan mereka ikut menangis pula bersamanya hingga air mata membasahi jenggot mereka.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan, ketika Raja Najasyi meninggal dunia, maka Nabi ﷺ mengucapkan belasungkawa kepada para sahabatnya, lalu beliau ﷺ bersabda:

Sesungguhnya seorang saudara kalian di Habsyah telah meninggal dunia, maka salatkanlah ia oleh kalian.

Kemudian Nabi ﷺ keluar menuju tanah lapang, lalu mengatur saf mereka (sahabat-sahabatnya) dan menyalatkan (jenazah)nya (secara gaib).

Ibnu Abu Hatim dan Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkan dari hadis Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa ketika Raja Najasyi meninggal dunia, Rasulullah ﷺ bersabda:
Mohonkanlah ampun buat saudara kalian! Maka sebagian orang ada yang mengatakan,
"Apakah beliau memerintahkan kita agar memintakan ampun buat orang kafir yang mati di negeri Habsyah ini?"
Maka turunlah firman-Nya:
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kalian dan yang diturunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah hati kepada Allah.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 199), hingga akhir ayat.

Abdu ibnu Humaid dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui jalur lain dari Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Al-Hasan, dari Nabi ﷺ Kemudian Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Humaid, dari Anas ibnu Malik semisal dengan hadis di atas.

Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui hadis Abu Bakar Al-Huzali, dari Qatadah, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Jabir yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berkata kepada kami ketika Raja Najasyi meninggal dunia:
Sesungguhnya Ashamah Raja Najasyi saudara kalian telah meninggal dunia.
Lalu Rasulullah ﷺ keluar dan melakukan salat sebagaimana menyalatkan jenazah, yaitu dengan empat kali takbir.
Orang-orang munafik berkata,
"Apakah dia menyalatkan seorang kafir yang mati di negeri Habsyah?"
Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 199), hingga akhir ayat.

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnul Fadl, dari Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Rauman, dari Urwah, dari Siti Aisyah r.a. yang mengatakan,
"Ketika Raja Najasyi meninggal dunia, kami memperbincangkan bahwa di atas kubur Raja Najasyi terus-menerus masih kelihatan ada nurnya.

Al-Hafiz Abu Abdullah Al-Hakim meriwayatkan di dalam kitab Mustadrak-nya, telah menceritakan kepada kami Abul Abbas As-Sayyari di Marwin.
teluh menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ali Al-Gazal, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Hasan ibnu Syaqiq, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Mus’ab ibnu Sabit, dari Amir ibnu Abdullah ibnuz Zubair.
dari ayahnya yang menceritakan bahwa Raja Najasyi mendapat ancaman dari musuh dalam negerinya.
Maka kaum Muhajirin datang menghadapnya dan berkata,
"Sesungguhnya kami suka bila engkau keluar memerangi mereka hingga kami dapat berperang bersamamu untuk membantumu, dan kamu dapat melihat keberanian kami serta membalas budimu yang telah kamu berikan kepada kami."
Maka Raja Najasyi menjawab."Sesungguhnya penyakit yang diakibatkan karena penolongan Allah subhanahu wa ta’ala adalah lebih baik daripada obat karena pertolongan manusia."
Abdullah ibnuz Zubair mengatakan bahwa sehubungan dengan dialah ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang-orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kalian dan yang diturunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah hati kepada Allah.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 199), hingga akhir ayat.

Selanjutnya Imam Hakim mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih, tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) tidak mengetengahkannya.

Ibnu Abu Nujaih meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya:
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 199)
Yakni orang-orang muslim dari kalangan Ahli Kitab.

Abbad ibnu Mansur mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Al-Hasan Al-Basri mengenai makna firman-Nya:
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 199).
hingga akhir ayat.
Maka Al-Hasan Al-Basri menjawab bahwa mereka adalah Ahli Kitab yang telah ada sebelum Nabi Muhammad ﷺ Lalu mereka mengikuti Nabi Muhammad dan masuk Islam.
Allah memberi mereka pahala dua kali lipat, yaitu pahala untuk iman mereka sebelum Nabi Muhammad ﷺ dan pahala mereka mengikuti Nabi Muhammad ﷺ Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Abu Musa yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


Ada tiga macam orang yang pahala mereka diberi dua kali.
Kemudian Nabi ﷺ menyebutkan salah satu di antara mereka, yaitu seorang lelaki dari kalangan Ahli Kitab yang beriman kepada nabinya, lalu ia beriman kepadaku.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.

Mereka tidak menyembunyikan pengetahuan yang ada pada mereka.
tidak seperti apa yang dilakukan oleh segolongan orang yang hina dari kalangan mereka, melainkan mereka memberikan ilmu itu dengan cuma-cuma, yakni secara suka rela.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan mereka di dalam firman berikutnya:

Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya.
Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.


Mujahid mengatakan bahwa makna sari’ul hisab ialah amat cepat perhitungan-Nya.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan lain-lainnya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 199

Diriwayatkan oleh an-Nasa-i yang bersumber dari Anas.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Jabir.
Bahwa ketika datang berita kematian an-Najasi (Raja Habasyah), bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Mari kita shalatkan.” Para shahabat bertanya: “Apakah kita menyalatkan hamba Habasyi?” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 199), sebagai penegasan bahwa orang yang meninggal itu adalah seorang Mukmin.

Diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam kitab al-Mustadrak, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Zubair, bahwa turunnya ayat ini (Ali ‘Imraan: 199) berkenaan dengan an-Najasyi.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 199 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 199 - Gambar 2
Statistik QS. 3:199
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.5 (9 votes)
Tags:

3:199, 3 199, 3-199, Surah Ali Imran 199, Tafsir surat AliImran 199, Quran Al Imran 199, Surah Ali Imran ayat 199

▪ q s 3 199-200
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 39 [QS. 25:39]

39. Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan bagi yang lain. Kami telah jelaskan kepada mereka akan kebenaran para rasul Kami dengan dalil yang sangat jelas dan masing-masing telah Kami hancur … 25:39, 25 39, 25-39, Surah Al Furqaan 39, Tafsir surat AlFurqaan 39, Quran Al Furqan 39, AlFurqan 39, Al-Furqan 39, Surah Al Furqan ayat 39

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 161 [QS. 6:161]

Pada akhir surah ini Allah memberi arahan kepada Nabi mengenai berbagai soal yang penting. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya Tuhanku yang memilikiku, memeliharaku, dan mendidikku, telah m … 6:161, 6 161, 6-161, Surah Al An ‘aam 161, Tafsir surat AlAnaam 161, Quran Al Anaam 161, Al Anam 161, AlAnam 161, Al An’am 161, Surah Al Anam ayat 161

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali … Hadits Syaz Hadits Mursal Hadits Mu’allaq Hadits Daif Hadits Daif wa Mursal Benar!

Pendidikan Agama Islam #21

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut

Pendidikan Agama Islam #14

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan … orang-orang kafir yang membantai orang

Instagram