QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 197 [QS. 3:197]

مَتَاعٌ قَلِیۡلٌ ۟ ثُمَّ مَاۡوٰىہُمۡ جَہَنَّمُ ؕ وَ بِئۡسَ الۡمِہَادُ
Mataa’un qaliilun tsumma ma’waahum jahannamu wabi-asal mihaad(u);

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam, dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.
―QS. 3:197
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Pintu taubat terbuka hingga ruh sampai di kerongkongan
3:197, 3 197, 3-197, Ali Imran 197, AliImran 197, Al Imran 197

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 197

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 197. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang Mukmin tidak perlu cemas.
tidak perlu berkecil hati melihat kemewahan yang diperoleh orang-orang kafir.
musuh Tuhan itu, karena yang demikian itu adalah kesenangan yang tidak banyak berarti dibanding dengan pahala dan kesenangan yang disediakan untuk orang-orang Mukmin di akhirat nanti.

Sabda Nabi Muhammad ﷺ:

“Perbandingan hidup di dunia dengan hidup di akhirat hanyalah seperti jari tangan seseorang di dalam laut (yang luas dan dalam).
(H.R. Muslim)

Dan hidup di dunia hanya sementara, karena mereka bersenang-senang hanya selama hidup saja, kemudian setelah meninggal, mereka akan ditempatkan yang seburuk-buruknya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Semua itu adalah kesenangan sekejap yang akan hilang.
Setiap yang hilang itu sedikit.
Tempat kembali mereka adalah neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Itu hanyalah kesenangan sementara) yang mereka nikmati di dunia dalam waktu singkat kemudian akan lenyap (kemudian tempat tinggal mereka ialah neraka Jahanam dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kenikmatan sedikit yang lenyap, kemudian tempat kembali mereka di Hari Kiamat adalah ke neraka, seburuk-buruk tempat kembali.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa janganlah kamu memandang kepada keadaan orang-orang kafir yang serba mewah, bergelimangan di dalam kenikmatan dan kekayaan serta kegembiraan.
Karena tidak lama kemudian hal itu pasti lenyap semuanya dari mereka, kemudian mereka disandera oleh amal perbuatan mereka yang buruk.
Sesungguhnya Kami sengaja melakukan hal tersebut kepada mereka untuk memperdayakan mereka.
Dan semua yang ada pada mereka:

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 197)

Ayat ini sama maknanya dengan ayat yang lain, yaitu firman-Nya.

Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir.
Karena itu, janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 4)

Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.
(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.
(Q.S. Yunus [10]: 69-70)

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.
(Q.S. Luqman [31]: 24)

Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.
(Q.S. At-Tariq [86]: 17)

Yakni dalam waktu yang sebentar.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga), lalu ia memperolehnya sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmawn hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka).
(Q.S. Al-Qashash [28]: 61)


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 197 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 197 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 197 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:197
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.7
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim