Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 190 [QS. 3:190]

اِنَّ فِیۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ اخۡتِلَافِ الَّیۡلِ وَ النَّہَارِ لَاٰیٰتٍ لِّاُولِی الۡاَلۡبَابِ
Inna fii khalqis-samaawaati wal ardhi waakhtilaafillaili wannahaari li-aayaatin auliil albaab(i);
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
―QS. Ali Imran [3]: 190

Indeed, in the creation of the heavens and the earth and the alternation of the night and the day are signs for those of understanding.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 190]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
فِى dalam

in
خَلْقِ penciptaan

(the) creation
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

(of) the heavens
وَٱلْأَرْضِ dan bumi

and the earth
وَٱخْتِلَٰفِ dan silih berganti

and (in the) alternation
ٱلَّيْلِ malam

(of) the night
وَٱلنَّهَارِ dan siang

and the day
لَءَايَٰتٍ sungguh terdapat tanda-tanda

(are) surely Signs
لِّأُو۟لِى bagi orang-orang yang

for men
ٱلْأَلْبَٰبِ berakal

(of) understanding.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:190

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 190. Oleh Kementrian Agama RI


Diriwayatkan dari Aisyah r.a.

bahwa Rasulullah ﷺ berkata:
"Wahai Aisyah, saya pada malam ini beribadah kepada Allah."
Jawab Aisyah r.
a.
"Sesungguhnya saya senang jika Rasulullah berada di sampingku.

Saya senang melayani kemauan dan kehendaknya."
Tetapi baiklah! Saya tidak keberatan.

Maka bangunlah Rasulullah ﷺ dari tempat tidurnya lalu mengambil air wudu, tidak jauh dari tempatnya lalu salat.


Pada waktu salat beliau menangis sampai air matanya membasahi kainnya, karena merenungkan ayat Alquran yang dibacanya.

Setelah salat beliau duduk memuji Allah dan kembali menangis tersedu-sedu.
Kemudian beliau mengangkat kedua belah tangannya berdoa dan menangis lagi dan air matanya membasahi tanah.

Setelah Bilal datang untuk azan subuh dan melihat Nabi ﷺ menangis ia bertanya,
"Wahai Rasulullah! Mengapakah Rasulullah menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang terdahulu maupun yang akan datang?"
Nabi menjawab,
"Apakah saya ini bukan seorang hamba yang pantas dan layak bersyukur kepada Allah?
Dan bagaimana saya tidak menangis?
Pada malam ini Allah telah menurunkan ayat kepadaku.
Selanjutnya beliau berkata,
"Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya."


Memikirkan pergantian siang dan malam, mengikuti terbit dan terbenamnya matahari, siang lebih lama dari malam dan sabaliknya.
Semuanya itu menunjukkan atas kebesaran dan kekuasaan penciptanya bagi orang-orang yang berakal.
Memikirkan terciptanya langit dan bumi, pergantian siang dan malam secara teratur dengan menghasilkan waktu-waktu tertentu bagi kehidupan manusia merupakan satu tantangan tersendiri bagi kaum intelektual beriman.
Mereka diharapkan dapat menjelaskan secara akademik fenomena alam itu, sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa Tuhan tidaklah menciptakan semua fenomena itu dengan sia-sia.


Tafsir QS. Ali Imran (3) : 190. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi oleh Allah dengan kesempurnaan dan ketepatan, perbedaan antara siang dan malam, cahaya dan kegelapan, rentang panjang dan pendeknya waktu, merupakan tanda- tanda yang jelas bagi mereka yang memiliki akal yang mengetahui keesaan dan kekuasaan Tuhan[1].


[1] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, perbedaan rentang waktu siang dan malam adalah sebagai tanda-tanda kekuasaan Tuhan bagi para Ulu al-Albab (orang-orang yang berpengetahuan mendalam).


Teks ayat tersebut memberi isyarat pada fakta-fakta kosmis yang menunjuk pada keagungan Pencipta.
Marilah kita coba mengamati langit.


Warna langit bisa tertangkap oleh penglihatan kita berkat radiasi sinar matahari yang mengenai lapisan udara yang menyelubungi bumi.
Pada saat radiasi sinar matahari itu jatuh pada atom unsur-unsur kimia yang membentuk molekul udara, dan udara itu sendiri yang menyimpan partikel debu-debu halus dengan gerak balik (refleksi), atom-atom itu memancarkan bias ke berbagai penjuru angkasa.


Sebenarnya cahaya warna putih itu merupakan gabungan dari berbagai jenis warna.
Di sini atom-atom itu saling menyerap warna-warna itu ke dalam dirinya.


Dari beberapa eksperimen didapat kesimpulan bahwa warna yang paling kuat biasnya adalah warna biru.
Hal itu akan semakin menjadi jelas pada saat matahari berada pada puncak ketinggiannya.


Kemudian, warna kebiruan itu menjadi berkurang hingga ketika matahari berada di ufuk barat atau timur, bias cahaya matahari itu menembus lapisan udara dari jarak yang relatif amat jauh, sehingga pada posisi seperti ini bias warna merah terlihat lebih dominan dari warna yang lain.
Ringkasnya, cahaya di waktu siang membutuhkan radiasi matahari dan partikel-partikel debu halus dalam porsi yang cukup.


Hal itu dibuktikan oleh peristiwa cukup unik yang terjadi pada tahun 1944.
Pada waktu tengah hari, secara tiba-tiba langit menjadi gelap dan siang itu hampir-hampir berubah menjadi malam karena pekatnya.
Peristiwa itu terjadi beberapa saat, kemudian langit berubah memerah, berangsur-angsur menjadi oranye, menguning dan akhirnya kembali normal kurang lebih satu jam berikutnya.
Belakangan diketahui bahwa fenomena alam yang cukup unik itu dilahirkan oleh bias cahaya langit yang berlapis-lapis, membentuk warna abu-abu dan terbawa oleh angin menuju kawasan cukup jauh di bagian tengah Afrika, menuju ke utara melewati bagian barat Asia dan dapat diamati dengan jelas di beberapa kawasan di Syria.
Peristiwa itu bisa ditafsirkan bahwa partikel-partikel halus debu yang beterbangan di angkasa telah menghalangi radiasi matahari, dan ketika semakin menipis warnanya berubah merah, kuning dan seterusnya.
Jika pada saat itu orang bisa naik ke angkasa, maka ia akan merasa melewati lapisan udara bumi yang berlapis-lapis, yang masing-masing memiliki corak dan keistimewaan tersendiri.
Berangsur-angsur ia akan menyaksikan warna langit menjadi biru pekat, hingga apabila sampai pada lapisan bumi paling luar yang sama sekali tidak mengandung partikel-partikel debu yang ada pada lapisan udara dalam, langit akan tampak gelap bagai malam hari, meskipun matahari berada di ufuk.
Kesimpulannya adalah bahwa di sana ada lapisan langit lain dalam bentuk kubah (celestial sphere) yang warna dan corak masing-masing berbeda dan memanjang sampai ke inti angkasa.
Ini salah satu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Cahaya di siang hari membutuhkan jatuhnya radiasi matahari menjadi atom-atom yang terdapat dalam atmosfer bumi, yang membawa gumpalan-gumpalan debu halus dalam porsi yang berbeda.
Cahaya siang hari itu begitu kuatnya sehingga menghalangi cahaya redup yang memancar dari bintang atau cahaya dari pergesekan meteor dan bintang berekor dengan lapisan udara luar.
Proses terjadinya siang dan malam berawal dari perputaran bumi pada porosnya, sementara perputaran bumi mengelilingi matahari mengakibatkan adanya pertautan waktu antara siang dan malam.
Dan kecondongan bumi dari garis edarnya (orbit) berpengaruh pada rentang waktu malam dan siang yang panjang dan pendeknya tergantung pada musim dan letak geografis masing- masing kawasan.
Dan dari sebagian hikmah Tuhan Yang Mahakuasa bahwa pertautan siang-malam dan perkisaran keduanya dalam waktu relatif pendek membuat cuaca menjadi seimbang sehingga melahirkan iklim yang cocok bagi adanya kehidupan di bumi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya.
Pergantian malam dan siang, perbedaan di antara keduanya dalam panjang dan pendeknya mengandung bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk besar atas keesaan Allah bagi orang-orang yang berakal lurus.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi) dan keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya


(serta pergantian malam dan siang) dengan datang dan pergi serta bertambah dan berkurang


(menjadi tanda-tanda) atau bukti-bukti atas kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala


(bagi orang-orang yang berakal) artinya yang mempergunakan pikiran mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Ishaq At-Tusturi, telah menceritakan kepada kami Yahya Al-Hammani, telah menceritakan kepada kami Ya’qub Al-Qumi dari Ja’far ibnu Abul Mugirah, dari Said ibnu Jubair dari Ibnu Abbas‘ yang menceritakan bahwa orang-orang Quraisy datang kepada orang-orang Yahudi, lalu berkata,
"Mukjizat apakah yang dibawa oleh Nabi Musa kepada kalian?"
Orang-orang Yahudi menjawab,
"Tongkat dan tangannya yang tampak putih bagi orang-orang yang memandang."
Mereka datang kepada orang-orang Nasrani, lalu bertanya,
"Apakah yang dilakukan oleh Nabi Isa?"
Orang-orang Nasrani menjawab,
"Dia dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya, orang yang berpenyakit supak, dan dapat menghidupkan orang-orang yang mati."
Mereka datang kepada Nabi ﷺ dan berkata,
"Berdoalah kepada Allah, semoga Dia menjadikan bagi kami Bukit Safa ini menjadi emas."
Maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 190)
Karena itu, renungkanlah oleh kalian hal tersebut.

Riwayat ini sulit dimengerti, mengingat ayat ini adalah ayat Madaniyah, sedangkan permintaan mereka yang menghendaki agar Bukit Safa menjadi emas adalah di Mekah.

Makna ayat ialah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi.

Yakni yang ini dalam ketinggiannya dan keluasannya, dan yang ini dalam hamparannya, kepadatannya serta tata letaknya, dan semua yang ada pada keduanya benipa tanda-tanda yang dapat disaksikan lagi amat besar, seperti bintang-bintang yang beredar dan yang tetap, lautan, gunung-gunung dan padang pasir, pepohonan, tumbuh-tum-buhan, tanam-tanaman dan buah-buahan serta hewan-hewan, barang-barang tambang, serta berbagai macam manfaat yang berancka warna, bermacam-macam rasa, bau, dan kegunaannya.

…dan silih bergantinya malam dan siang.

Maksudnya, saling bergiliran dan saling mengurangi panjang dan pendeknya, adakalanya yang ini panjang, sedangkan yang lainnya pendek, kemudian keduanya menjadi sama.
Setelah itu yang ini mengambil sebagian waktu dari yang lain hingga ia menjadi panjang waktunya, yang sebelum itu pendek, dan menjadi pendeklah yang tadinya panjang.
Semuanya itu berjalan berdasarkan pengaturan dari Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.
Karena itu, dalam firman selanjutnya disebutkan:

…terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Yaitu akal-akal yang sempurna lagi memiliki kecerdasan, karena hanya yang demikianlah yang dapat mengetahui segala sesuatu dengan hakikatnya masing-masing secara jelas dan gamblang.
Lain halnya dengan orang yang tuli dan bisu serta orang-orang yang tak berakal.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedangkan mereka berpaling darinya.
Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sesembahan-sesembahan lain).
(QS. Yusuf [12]: 105-106)

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 190

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa orang Quraisy datang kepada Yahudi untuk bertanya: “Mukjizat apa yang dibawa Musa kepada kalian?” Mereka menjawab:
“Tongkat dan tangannya terlihat putih bercahaya.” Kemudian mereka bertanya kepada kaum Nasrani: “Mukjizat apa yang dibawa ‘Isa pada kalian?” Mereka menjawab:
“Ia dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir hingga dapat melihat, menyembuhkan orang berpenyakit sopak, dan menghidupkan orang mati.” Kemudian mereka menghadap Nabi ﷺ dan berkata: “Hai Muhammad, coba berdoalah engkau kepada Rabb-mu agar gunung Shafa ini dijadikan emas.” Lalu Rasulullah ﷺ berdoa.
Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 190), sebagai petunjuk untuk memperhatikan apa yang telah ada, yang akan lebih besar manfaatnya bagi orang yang menggunakan akal.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Ali Imran (3) ayat 190

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Maryam Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja’far berkata,
Telah mengabarkan kepadaku Syarik bin Abdullah bin Abu Namir dari Kuraib dari Ibnu Abbas ra. dia berkata,
suatu ketika aku bermalam di rumah bibiku Maimunah, aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbincang-bincang bersama istrinya sesaat. Kemudian beliau tidur. Tatkala tiba waktu sepertiga malam terakhir, beliau duduk dan melihat ke langit lalu beliau membaca, Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Ali Imran, 190). Lalu beliau berwudlu dan bersiwak, kemudian shalat sebelas raka’at. Setelah mendengar Bilal adzan, beliau shalat dua raka’at kemudian beliau keluar untuk shalat subuh.

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur’an – Nomor Hadits: 4203

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 190 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 190 - Gambar 2
Statistik QS. 3:190
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.4 (14 votes)
Tags:

3:190, 3 190, 3-190, Surah Ali Imran 190, Tafsir surat AliImran 190, Quran Al Imran 190, Surah Ali Imran ayat 190

▪ surat ali imran 3; 190
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 21 [QS. 52:21]

21. Di surga Allah akan mempertemukan orang tua dengan keturunannya yang seiman. Dan orang-orang yang beriman dan mendapat balasan surga, beserta anak cucu mereka atau ibu bapak mereka yang mengikuti … 52:21, 52 21, 52-21, Surah Ath Thuur 21, Tafsir surat AthThuur 21, Quran Ath Thur 21, At Thur 21, At-Tur 21, Surah At Thur ayat 21

QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 60 [QS. 24:60]

60. Bila sebelumnya Allah melarang para perempuan secara umum untuk menampakkan hiasan mereka, maka pada ayat ini Allah memberi pengecualian kepada perempuan tua. Dan para perempuan tua yang telah ber … 24:60, 24 60, 24-60, Surah An Nuur 60, Tafsir surat AnNuur 60, Quran An Nur 60, An-Nur 60, Surah An Nur ayat 60

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang tidak diawali basmalah adalah … at-Taubah Al-Fatihah al-Anfal ar-Rahman Maryam Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah At-Taubah adalah surah ke-9

Pendidikan Agama Islam #16

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat

Instagram