Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 187


وَ اِذۡ اَخَذَ اللّٰہُ مِیۡثَاقَ الَّذِیۡنَ اُوۡتُوا الۡکِتٰبَ لَتُبَیِّنُنَّہٗ لِلنَّاسِ وَ لَا تَکۡتُمُوۡنَہٗ ۫ فَنَبَذُوۡہُ وَرَآءَ ظُہُوۡرِہِمۡ وَ اشۡتَرَوۡا بِہٖ ثَمَنًا قَلِیۡلًا ؕ فَبِئۡسَ مَا یَشۡتَرُوۡنَ
Wa-idz akhadzallahu miitsaaqal-ladziina uutuul kitaaba latubai-yinunnahu li-nnaasi walaa taktumuunahu fanabadzuuhu waraa-a zhuhuurihim waasytarau bihi tsamanan qaliilaa fabi-asa maa yasytaruun(a);

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu):
“Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit.
Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima.
―QS. 3:187
Topik ▪ Ayat yang dinaskh
3:187, 3 187, 3-187, Ali Imran 187, AliImran 187, Al Imran 187
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 187. Oleh Kementrian Agama RI

Allah telah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani dengan perantaraan Nabinya masing-masing, bahwa mereka akan menerangkan isi Kitabnya kepada manusia dengan menjelaskan arti yang terkandung di dalamnya, latar belakang diturunkannya dan tidak ada yang disembunyikan.
Tetapi apa yang terjadi?

Mereka tidak ada perhatian sama sekali tentang janji-janji tersebut, malah mereka melemparkan janji itu ke belakang, menyembunyikan kedatangan Nabi Muhammad ﷺ yang jelas tercantum di dalam Kitab mereka.
Mereka menukar rida Allah yang abadi dengan harga dan nilai yang sedikit yaitu kedudukan yang tidak kekal dan merusak Alangkah keliru dan buruknya penukaran yang mereka lakukan itu.

Ali Imran (3) ayat 187 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 187 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 187 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Nabi, ingatlah saat Allah mengambil janji yang dikukuhkan dari Ahl al-Kitab agar mereka menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya dan tidak menyembunyikan satu ayat pun kepada orang lain.
Lalu mereka mencampakkan kitab itu untuk ditukar dengan kesenangan duniawi yang mereka cari.
Padahal dunia, bagaimanapun menyenangkannya, tidak lebih dari sekadar perhiasan mata uang yang tak berharga dibandingkan hidayah dan petunjuk.
Maka alangkah buruknya perbuatan mereka itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (ketika Allah mengambil ikrar dari orang-orang yang diberi Alkitab) yakni tugas yang diberikan kepada mereka dalam Taurat ("Hendaklah kamu menerangkannya) maksudnya isi Alkitab itu (kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya") yakni Alkitab itu.
Kedua kata kerja pada kalimat ini dengan memakai 'ta' dan 'ya.' (Lalu mereka melemparkannya) maksudnya ikrar tersebut (ke belakang punggung mereka) artinya tidak mereka penuhi dan amalkan (dan mereka menukarnya dengan) mereka ambil sebagai gantinya (harga yang sedikit) berupa harta benda dunia yang mereka pungut dari rakyat bawahan dengan keunggulan mereka dalam ilmu Alkitab.
Maka ilmu itu mereka sembunyikan karena takut akan lepas dari tangan.
(Maka amat jeleklah tukaran yang mereka terima) atau penukaran yang mereka lakukan itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah wahai Rasul saat Allah mengambil perjanjian yang tegas atas orang-orang yang diberi kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani ; orang-orang Yahudi mendapatkan Taurat sedangkan orang-orang Nasrani mendapatkan Injil, agar mereka mengamalkannya dan menjelaskannya kepada umat manusia tanpa menyembunyikannya dan menyamarkannya di depan mereka.
Lalu mereka mencampakkan perjanjian dan tidak memegangnya, mereka malah mengambil harta yang sedikit sebagai upah atas penyembunyian mereka terhadap kebenaran dan penyelewengan mereka terhadap kitab Allah.
Seburuk-buruk jual beli adalah apa yang mereka kerjakan, menyia-nyiakan perjanjian Allah dan merubah isi kitab Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Makna ayat ini mengandung celaan dan ancaman Allah terhadap kaum Ahli Kitab, yaitu mereka yang Allah telah mengambil janji dari mereka melalui lisan nabi-nabi-Nya, bahwa mereka bersedia beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ dan mau mempopulerkannya di kalangan manusia, sehingga mereka dalam keadaan siap dalam menyambut perkaranya.
Apabila tiba saatnya Allah mengutus dia, maka mereka tinggal mengikutinya.
Akan tetapi, mereka menyembunyikan hal tersebut dan menukar kebaikan di dunia dan akhirat yang telah dijanjikan kepada mereka dengan harga yang sedikit dan keberuntungan duniawi yang rendah.
Maka seburuk-buruk transaksi adalah transaksi yang mereka lakukan, dan seburuk-buruk penukaran adalah jual beli yang mereka lakukan.

Di dalam ungkapan ini terkandung peringatan bagi para ulama agar mereka jangan menempuh jalan orang-orang yang bersifat "demikian, karena akibatnya mereka akan tertimpa bencana yang sama dan membuat mereka termasuk ke dalam golongannya.

Karena itu, sudah seharusnya bagi ulama menyiarkan ilmu yang bermanfaat yang ada di tangan mereka, yaitu ilmu yang menunjukkan kepada amal yang saleh, dan janganlah mereka menyembunyikan sesuatu pun darinya.

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur dari Nabi ﷺ disebutkan bahwa beliau ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang ditanya mengenai suatu ilmu, lalu ia menyembunyikannya, kelak ia akan disumbat pada hari kiamat dengan penyumbat dari api neraka.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Ali Imran (3) ayat 187
Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Musa Telah mengabarkan kepada kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij Telah menceritakan kepada mereka dari Ibnu Abu Mulaikah bahwa Alqamah bin Waqqash telah mengabarkan kepadanya bahwasannya Marwan berkata kepada penjaga pintunya, Wahai Abu Rafi', pergilah menemui Ibnu Abbas, tanyakan kepadanya, "Apabila setiap orang dari kita akan disiksa karena merasa senang dengan apa yang dia kerjakan dan suka untuk dipuji terhadap apa yang belum dia kerjakan, dengan demikian berarti kita semua akan di adzab?" Ibnu Abbas berkata,
"Ada apa dengan ayat ini?, Ayat ini hanya di turunkan mengenai orang Yahudi, yaitu ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam menanyakan kepada mereka tentang sesuatu, namun mereka menyembunyikannya dan mengabarkan hal yang lain. Lalu mereka perlihatkan kepada beliau bahwa mereka berhak mendapat pujian dari apa yang telah mereka kabarkan itu dan mereka senang dengan apa yang telah mereka kerjakan, yaitu sikap mereka yang menyembunyikan sesuatu yang beliau tanyakan." Lalu Ibnu Abbas membaca ayat, Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi (yaitu), Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi kitab itu) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya. (Ali Imran: 187). Dan Ibnu Abbas membaca ayat, Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan. (Ali Imran: 188). Dan diriwayatkan pula oleh 'Abdur Razzaq dari Ibnu Juraij Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Telah menceritakan kepada kami Ibnu Muqatil Telah mengabarkan kepada kami Al Hajjaj dari Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepadaku Ibnu Abu Mulaikahdari Humaid bin Abdur Rahman bin Auf bahwasanya ia telah mengabarkan kepadanya mengenai kisah Marwan ini.

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur'an - Nomor Hadits: 4202

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 187

BI'SA MAA
بِئْسَمَا

Imam As Sayuti berkata,
bi'sa adalah kata kerja yang mengisyaratkan celaan atau hinaan yang dapat ditafsirkan, lawannya adalah ni'ma. Sedangkan ma berfungsi sebagai penafsir bagi kata kerja bi'sa, sebagaimana pendapat Az Zamakhsyari bi'sa syaian yang berarti sejahat-jahat sesuatu atau sehina-hina perkara.

Kata ini disebut tiga kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 90 dan 93,
-Al A'raaf (7), ayat 190.

Sedangkan kata bi'sa yang berdiri dengan sendirinya tanpa ma disebut 37 kali di dalam Al Qur'an.

Contohnya, Allah menyatakan dalam surah Al Baqarah (2), ayat 90, "Sejahat-jahat perkara (yang mereka lakukan) ialah perbuatan mereka yang membeli kesenangan dirinya sendiri dengan mengingkari Al Qur'an yang telah diturunkan oleh Allah.

Al Qurtubi mengatakan, terdapat empat bahasa yang sinonim maknanya dengan kalimat di atas yaitu bi'sa, ba'sa, baa'isa dan bi'isa seperti kata ni'ma, na'ma, na'ima dan ni'ima.

Sibawaih mengatakan maa adalah fa'il (pelaku bagi bi'sa).

Al Akhfash mengatakan maa adalah pada kedudukan nasb sebagai tamyiz (penentu), sebagaimana ungkapan bi 'sa rajulan zaydun. Oleh karena itu, taqdir kata bi'sa dalam Al Qur'an adalah bi 'sa syay 'an an yakfuru artinya "sejahat-jahat sesuatu yang mereka beli diri mereka dengannya adalah kufur kepada Allah''. Dari sini, ayat "isytarau bihii anfusahum adalah sifat bagi kata maa.

Kesimpulannya, bi'sa adalah kata kerja yang tidak berubah yang membawa makna hinaan dan celaan, sedangkan maa adalah berfungsi sebagai pentafsir, penentu (tamyiz) atau pelaku (fa'il) bagi kata itu"

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:102

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat "Ali 'lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali 'lmran karena memuat kisah keluarga 'lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam 'alaihis salam, kenabian dan beberapa mu'jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'lmran, ibu dari Nabi 'Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali 'lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi 'Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga 'lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 187 *beta

Surah Ali Imran Ayat 187



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (11 votes)
Sending







✔ surat ali imran 187, Ali imran 187, implementasi surat ali-imran ayat 187, kandungan ayat surah ali imran 187, maksdu kata memakai ta dan ya dari tafsir jalalain surah al imran ayat 187