QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 182 [QS. 3:182]

ذٰلِکَ بِمَا قَدَّمَتۡ اَیۡدِیۡکُمۡ وَ اَنَّ اللّٰہَ لَیۡسَ بِظَلَّامٍ لِّلۡعَبِیۡدِ
Dzalika bimaa qaddamat aidiikum wa-annallaha laisa bizhalaamil(n)-lil’abiid(i);

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.
―QS. 3:182
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Menyampaikan amanat
3:182, 3 182, 3-182, Ali Imran 182, AliImran 182, Al Imran 182

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 182

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 182. Oleh Kementrian Agama RI

Azab yang pedih yang berlaku atas mereka (kaum Yahudi) adalah karena akibat perbuatan mereka sendiri di dunia.
Mereka mengatakan, bahwa Allah fakir.
Mereka membunuh Nabi-nabi, melakukan perbuatan-perbuatan fasik, maksiat dan lain-lain.

Allah sekali-kali tidak akan menganiaya hamba-hamba Nya.
Allah memperlakukan hamba-hamba Nya sesuai amal perbuatannya.
Sesuai dengan firman Allah:

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula”.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 60)

Kalau perbuatannya baik dibalas dengan surga, dan kalau perbuatannya buruk dibalas dengan neraka.
Allah tidak akan memperlakukan orang-orang yang berbuat maksiat sama dengan orang-orang bertakwa, begitu juga orang-orang kafir tidak sama dengan orang-orang mukmin.

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh yaitu sama antara kehidupan mereka dan kematian mereka.
Amat buruklah apa yang mereka sangka itu”

(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 21)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Siksa dan hukuman Allah yang mereka terima akibat perbuatan dosa yang dilakukan itu, tidak lain adalah sebuah manifestasi sifat keadilan-Nya.
Sebab, Allah sama sekali tidak akan berbuat curang kepada hamba-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Demikian itu) maksudnya azab neraka tadi (disebabkan perbuatan tanganmu sendiri) diibaratkan dengan tangan karena kebanyakan perbuatan manusia dilaksanakan dengannya (dan bahwa Allah sekali-kali tidak menganiaya) artinya tidak berbuat aniaya atau melakukan keaniayaan (terhadap hamba-hamba-Nya) Allah tidak akan menyiksa orang-orang yang tidak bersalah atau berdosa.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Siksa keras yang mereka dapatkan itu akibat dari kemaksiatan yang berupa perkataan, perbuatan dan keyakinan yang mereka lakukan di dunia, dan bahwa Allah sama sekali tidak menzhalimi hamba-hamba-Nya

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami akan mengatakan (kepada mereka), “Rasakanlah oleh kalian azab yang membakar.” (Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tangan kalian sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamha-Nya.

Yakni dikatakan hal tersebut kepada mereka sebagai teguran, celaan, penghinaan, dan ejekan.


Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 182

DZHALAAM
ظَلَّام

Lafaz ini adalah bentuk sibghah mubalaghah dari lafaz dhzaalim artinya ialah zalim atau suka melakukan kezaliman.

Lafaz dzhallam diulang lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 182;
-Al Anfaal (8), ayat 51;
-Al Haj (22), ayat 10;
-Fushshilat (41 ), ayat 46;
-Qaf (50), ayat 29.

Ayat-ayat itu menegaskan Allah tidak sekali­ kali berlaku zalim kepada hamba-hamba Nya.

Imam Ibn Katsir menerangkan maksudnya adalah Allah tidak melakukan kezaliman pada makhluk Nya dan Allah memutuskan segala se­suatu dengan cara yang adil.

Ditempat lain beliau menegaskan maksudnya adalah Allah tidak menghukum seseorang kecuali atas dosa yang dilakukannya dan tidak mengazab se­seorang kecuali setelah diperlihatkan hujah kepada mereka dan selepas Allah mengutus rasul kepada mereka untuk menerangkan mana yang hak dan mana yang batil.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:359

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 182 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 182 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 182 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:182
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.4
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ kedudukan di surah al imran ayat 182 ▪ tafsir ali imran 182

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta