Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 181


لَقَدۡ سَمِعَ اللّٰہُ قَوۡلَ الَّذِیۡنَ قَالُوۡۤا اِنَّ اللّٰہَ فَقِیۡرٌ وَّ نَحۡنُ اَغۡنِیَآءُ ۘ سَنَکۡتُبُ مَا قَالُوۡا وَ قَتۡلَہُمُ الۡاَنۡۢبِیَآءَ بِغَیۡرِ حَقٍّ ۙ وَّ نَقُوۡلُ ذُوۡقُوۡا عَذَابَ الۡحَرِیۡقِ
Laqad sami’allahu qaulal-ladziina qaaluuu innallaha faqiirun wanahnu aghniyaa-u sanaktubu maa qaaluuu waqatlahumul anbiyaa-a bighairi haqqin wanaquulu dzuuquu ‘adzaabal hariiq(i);

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan:
“Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya”.
Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka):
“Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar”.
―QS. 3:181
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Setiap makhluk berpasangan
3:181, 3 181, 3-181, Ali Imran 181, AliImran 181, Al Imran 181
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 181. Oleh Kementrian Agama RI

Ketika turun wahyu Allah:

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, (menafkahkan hartanya di jalan Allah).
(Q.S Al Baqarah: 245)

Maka datanglah seorang Yahudi kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: "Apakah Tuhanmu fakir?, lalu meminta-minta kepada hamba Nya supaya diberi pinjaman?
Kami ini adalah orang-orang yang kaya".
Maka turunlah ayat ini.
Sesungguhnya Allah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah fakir dan kami ini kaya".
Dan percayalah bahwa kata-kata mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar itu akan dicatat, kemudian sebagai balasan, mereka akan diberi ganjaran azab yang setimpal.
Pada waktu itulah Allah akan mengatakan kepada mereka: "Rasakanlah azab yang membakar ini sebagaimana pengikut-pengikut kami telah merasakan pedihnya kata-katamu di dunia yang menusuk perasaan".

Ali Imran (3) ayat 181 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 181 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 181 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Meskipun Allah adalah pemilik segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, sebagian orang Yahudi ada yang menganggap-Nya miskin.
Buktinya, kata mereka, Dia meminta kita meminjamkan harta atau uang melalui infak.
"Kitalah yang kaya.
Kita bebas mengeluarkan infak atau tidak," kata mereka.
Allah mendengar dan mencatat ucapan mereka itu, seperti Dia mencatat kasus pembunuhan nabi-nabi secara lalim dan melampaui batas.
Pada hari kiamat, Allah akan berkata kepada mereka, "Rasakanlah siksa neraka yang membakar."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sungguh Allah telah mendengar ucapan orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.") Mereka itu ialah orang-orang Yahudi yang mengatakannya tatkala turun ayat "Siapakah yang bersedia memberi pinjaman kepada Allah suatu pinjaman yang baik?"
Kata mereka, "Sekiranya Dia kaya tentulah Dia tidak akan meminjam kepada kita!" (Kami akan mencatat) maksudnya akan menyuruh mencatat (apa yang mereka katakan itu) yakni dalam buku catatan amal perbuatan mereka agar mereka menerima balasannya.
Menurut suatu qiraat dibaca 'sayuktabu' bukan 'sanaktubu.' (Dan) Kami catat pula (pembunuhan mereka) memakai baris di atas atau baris di depan (atas nabi-nabi tanpa alasan yang benar dan Kami katakan) ada yang membaca 'naquulu' dan ada pula 'yaquulu' yang berarti bahwa yang mengatakan itu ialah Allah yakni di akhirat kelak, perantaraan lisan para malaikat ('Rasailah olehmu azab neraka) lalu dikatakan pula kepada mereka bila mereka dilemparkan ke dalam neraka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Allah telah mendengar ucapan orang-orang Yahudi yang berkata :
Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami-lah yang kaya, Dia meminta kepada kami agar memberinya hutang.
Perkataan yang mereka ucapkan ini akan Kami catat, dan Kami juga akan mencatat bahwa mereka rela dengan apa yang dilakukan oleh leluhur mereka, berupa pembunuhan terhadap nabi-nabi Allah dengan kezhaliman dan pelanggaran.
Kami akan menyiksa mereka karena itu di akhirat, saat mereka disiksa di dalam api neraka, Kami berfirman kepada mereka :
Rasakanlah siksa neraka yang membakar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Sa'id ibnu Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya:

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
(Al-Baqarah:.
245)

Orang-orang Yahudi mengatakan, "Hai Muhammad.
apakali Tuhan-mu miskin hingga meminta pinjaman kepada hamba-hambanya?"
Maka Allah menurunkan firman-Nya: Sesungguhnya Allah telah mendengar perkutaan orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya." (Ali Imran:181), hingga akhir ayat.

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih dan Ibnu Abu Hatim.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah yang menceritakan kepadanya, dari Ibnu Abbas, bahwa sahabat Abu Bakar As-Siddiq memasuki Baitul Madaris (tempat orang-orang Yahudi membaca kitabnya), dan ia menjumpai banyak orang Yahudi di dalamnya telah berkumpul mendengarkan seseorang dari mereka yang dikenal dengan nama Fanhas.
Fanhas adalah salah seorang ulama dan rahib mereka, ia ditemani oleh seorang rahib yang dikenal dengan nama Asy-ya'.
Abu Bakar r.a.
berkata kepada Fanhas, ''Celakalah kamu, hai Fanhas, takutlah kamu kepada Allah dan masuk Islamlah.
Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan dari sisi Allah, ia telah datang kepada kalian dengan membawa perkara yang hak dari sisi-Nya.
Kalian menemukan hal itu termaktub di dalam kitab Taurat dan Injil yang ada pada kalian." Fanhas menjawab, "Demi Allah, hai Abu Bakar, kami tidak mempunyai suatu keperluan pun kepada Allah karena Dia miskin, dan sesungguhnya Dia benar-benar berhajat kepada kami.
Kami tidak meminta-minta kepada-Nya sebagaimana Dia meminta-minta kepada kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang kaya, tidak memerlukan Dia.
Seandainya Dia tidak memerlukan kami, niscaya Dia tidak akan meminta utang kepada kami seperti yang dikatakan oleh teman kamu (maksudnya Nabi ﷺ).
Dia melarang kalian melakukan riba, tetapi Dia membolehkan kami.
Seandainya Dia kaya, niscaya Dia tidak memberi kami riba." Mendengar kata-kata tersebut amarah Abu Bakar memuncak, lalu ia memukul wajah Fanhas dengan pukulan yang keras (hingga membekas), dan berkata, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sekiranya tidak ada perjanjian perdamaian antara kami dan kamu, aku benar-benar akan menebas batang lehermu, hai musuh Allah.
Dustakanlah kami semampu kalian, jika kalian adalah orang-orang yang benar." Fanhas berangkat menemui Rasulullah ﷺ, lalu mengadu, ""Hai Muhammad, lihatlah apa yang telah dilakukan oleh temanmu kepada diriku." Rasulullah ﷺ bertanya, "Apakah yang mendorongmu berbuat demikian terhadapnya, hai Abu Bakar'?"
Abu Bakar menjawab, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya musuh Allah ini telah mengucapkan kata-kata yang sangat kurang ajar.
Dia mengira bahwa Allah miskin dan bahwa mereka tidak memerlukan Dia karena kaya.
Setelah dia mengatakan demikian, aku marah demi membela Allah yang penyebabnya tiada lain adalah kata-katanya itu.
maka kupukul wajahnya." Fanhas berkilah dan mengingkari hal tersebut seraya berkata.”Aku tidak mengatakan demikian." Maka sehubungan dengan perkataan Fanhas ini Allah subhanahu wa ta'ala Menurunkan Firman-Nya: Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya." (Ali Imran:181), hingga akhir ayat.

Hadis diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Kami akan mencatat perkataan mereka itu.

Makna ayat ini mengandung ancaman dan peringatan.
Karena itu maka pada firman selanjutnya disebutkan:

...dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar.

Dengan kata lain, begitulah perkataan mereka terhadap Allah dan demikianlah perbuatan mereka terhadap utusan-utusan Allah.
Kelak Allah akan membalas perbuatan mereka itu dengan pembalasan yang paling buruk.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 181

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Abi Hatimm, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa suatu ketika Abu Bakr masuk ke tempat pendidikan Taurat.
Didapatinya orang-orang Yahudi sedang mengelilingi Fanhash.
Ia berkata kepada Abu Bakr: “Demi Allah, hai Abu Bakr.
Kami tidak butuh kepada Allah, tetapi Allah-lah yang butuh kepada kami.
Sekiranya Dia kaya, tentu Dia tidak akan meminjam apa-apa dari kami sebagaimana yang dianggap oleh shahabatmu (Muhammad)” (lihat al-Baqarah: 245).
Marahlah Abu Bakr kepadanya serta memukul mukanya.
Fanhash berangkat menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Hai Muhammad.
Lihat apa yang dilakukan shahabatmu terhadapku.” Nabi ﷺ bersabda: “Apa sebabnya engkau berbuat demikian wahai Abu Bakr?” Abu Bakr menjawab:
“Ya Rasulallah.
Ia telah berkata dengan perkataan yang sangat besar (dosanya): menganggap Allah itu miskin dan mereka kaya, tidak butuh kepada Allah.” Fanhash memungkiri dan mendustakan ucapan Abu Bakr.
Maka Allah menurunkan ayat ini (Ali ‘Imraan: 181) yang menegaskan sifat-sifat Yahudi yang keji.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa orang-orang Yahudi menghadap Nabi ﷺ ketika turun ayat , mang dzal ladzii yuqridlullaaha qardlan hasanaa…(siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik [menafkahkan hartanya di jalan Allah]…) (Al-Baqarah: 245).
Mereka berkata: “Hai Muhammad.
Rabb-mu itu miskin.
Dia meminta kepada hamba-Nya.” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 181) sebagai ancaman terhadap ucapan seperti ucapan Yahudi itu.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 181

HARIIQ
حَرِيق

Lafaz hariiq artinya sesuatu yang membakar yaitu api.

Di dalam Al Qur'an, lafaz ini diulang sebanyak lima kali yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 181;
-Al Anfaal (8), ayat 50;
-Al Hajj (22), ayat 9, 22;
-Al Buruuj (85), ayat 10.

Dalam keseluruhan ayat itu, lafaz hariiq didahului dengan lafaz adzaab sehingga menjadi "adzaabal hariiq" yang beararti azab api yang membakar. Dalam ayal­ ayat itu, Allah menegaskan azab jenis ini diberikan kepada:

1. Orang Yahudi yang mengatakan Allah adalah fakir dan mereka adalah kaya karena Allah meminta mereka me­ngeluarkan sedekah.

2. Orang kafir dan juga orang munafik yang menghina kaum beriman dengan mengatakan orang Mukmin adalah orang yang tertipu oleh agamanya karena mereka rela mengorbankan segala yang dimilikinya.

3. Orang kafir yang mendebatkan masalah-rnasalah agama tanpa dalil dan bukti dengan maksud menghalang orang supaya tidak mengikut kebenar­an agama Islam.

4. Orang yang mendatangkan cobaan, menyiksa, mendatangkan bencana, membunuh atau membakar orang mukmin baik lelaki maupun perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat seperti yang dilakukan oleh Ashabul Ukhdud yang membakar kaum beriman karena tidak mau me­meluk agama mereka.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:189

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat "Ali 'lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali 'lmran karena memuat kisah keluarga 'lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam 'alaihis salam, kenabian dan beberapa mu'jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'lmran, ibu dari Nabi 'Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali 'lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi 'Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga 'lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 181 *beta

Surah Ali Imran Ayat 181



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (29 votes)
Sending