Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 174


فَانۡقَلَبُوۡا بِنِعۡمَۃٍ مِّنَ اللّٰہِ وَ فَضۡلٍ لَّمۡ یَمۡسَسۡہُمۡ سُوۡٓءٌ ۙ وَّ اتَّبَعُوۡا رِضۡوَانَ اللّٰہِ ؕ وَ اللّٰہُ ذُوۡ فَضۡلٍ عَظِیۡمٍ
Fa-anqalabuu bini’matin minallahi wafadhlin lam yamsashum suwun waattaba’uu ridhwaanallahi wallahu dzuu fadhlin ‘azhiimin;

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah.
Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
―QS. 3:174
Topik ▪ Allah menepati janji
3:174, 3 174, 3-174, Ali Imran 174, AliImran 174, Al Imran 174
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 174. Oleh Kementrian Agama RI

Dengan keimanan dan tekad yang kuat serupa itu akhirnya mereka dapat ke Madinah.
Abu Sofyan dan tentaranya tidak jadi melakukan serangan terhadap mereka.
Mereka sama sekali tidak mengalami penderitaan dan mereka tetap dalam keridaan Allah.
Allah lah yang mempunyai anugerah yang besar.

Ali Imran (3) ayat 174 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 174 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 174 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka kemudian pergi untuk berperang menghadapi pasukan yang besar.
Akan tetapi, orang-orang musyrik itu tidak berani bertempur.
Orang-orang Mukmin pulang kembali dengan membawa kemenangan berupa nikmat keselamatan yang disertai dengan semangat perang dan pahala yang diperoleh.
Mereka juga mendapatkan karunia Allah berupa rasa takut yang ditimpakan ke dalam hati musuh-musuh mereka, hingga akhirnya orang-orang Mukmin tidak menderita apa-apa.
Mereka, orang-orang Mukmin, hanya mengharapkan perkanan Allah semata.
Dengan begitu, mereka berhak menerima karunia-Nya.
Dan Allah adalah pemilik karunia yang amat besar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka kembalilah mereka) dari Badar (dengan nikmat dan karunia dari Allah) yakni keselamatan dan keuntungan (tanpa mendapat bencana) baik luka atau kematian (dan mereka mengikuti keridaan Allah) yakni dengan menaati-Nya dan rasul-Nya supaya keluar berperang.
(Dan Allah mempunyai karunia yang besar) terhadap ahli taat dan ibadah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka pulang dari Hamraul Asad ke Madinah dengan membawa nikmat dari Allah berupa pahala yang besar dan karunia dari-Nya berupa kedudukan yang tinggi.
Iman dan keyakinan mereka semakin meningkat, mereka berhasil merendahkan musuh-musuh Allah, mereka juga meraih keselamatan dari peperangan dan kematian, mengikuti ridha Alllah dengan ketaatan mereka kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya.
Allah adalah pemilik kebaikan dan pemberian yang banyak lagi luas kepada mereka dan kepada selain mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa.

Yakni ketika mereka bertawakal kepada Allah, maka Allah memberikan kecukupan kepada mereka dari semua masalah yang menyusahkan mereka dan menolak dari mereka rencana orang-orang yang hendak berbuat makar terhadap mereka.
Akhirnya mereka kembali ke tempat tinggalnya:

...dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa.

Yaitu bencana yang telah direncanakan oleh musuh-musuh mereka terhadap diri mereka.

...mereka mengikuti keridaan Allah.
Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Imam Baihaqi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Al-Hafiz, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Daud Az-Zahid, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Na'im, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnul Hakam, telah menceritakan kepada kami Mubasysyir ibnu Abdullah ibnu Razin, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Husain, dari Ya'la ibnu Muslim, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah.

Yang dimaksud dengan nikmat ialah mereka kembali dengan selamat.
Yang dimaksud dengan karunia ialah ada serombongan kafilah yang lewat pada hari-hari musim, maka Rasulullah ﷺ membelinya (dan menjualnya kembali di Madinah) hingga mendapat keuntungan yang cukup banyak, lalu beliau membagi-bagikannya di antara sahabat-sahabatnya.

Ibnu Abu Nujaih meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya: (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian.
Karena itu, takutlah kepada mereka." (Ali Imran:173) Yang dimaksud adalah Abu Sufyan.
ia mengatakan kepada Nabi Muhammad ﷺ, "Kalian kami tunggu di Badar tempat kalian telah membunuh teman-teman kami." Nabi ﷺ berkata, "Baiklah." Maka berangkatlah Rasulullah ﷺ memenuhi janji Abu Sufyan, hingga turun istirahat di Badar dan secara kebetulan beliau menjumpai pasar yang sedang menggelarkan barang dagangannya, maka beliau berbelanja di pasar tersebut.
Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya:

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa.

Menurutnya peristiwa ini terjadi dalam Perang Badar kecil (yakni sebelum Perang Badar Kubra).

Ibnu Jarir meriwayatkannya, dan dia meriwayatkannya pula dari Al-Qasim, dari Al-Husain, dari Hajjaj, dari Abu Juraij yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ menuju tempat yang telah dijanjikan oleh Abu Sufyan, maka beliau dan para sahabatnya setiap bersua dengan orang-orang musyrik selalu menanyakan kepada mereka apa yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy.
Maka mereka yang ditanya menjawab, ”Orang-orang Quraisy telah menghimpun pasukan untuk menghadapi kalian." Mereka menjawab demikian dengan maksud untuk menakut-nakuti Nabi ﷺ dan pasukan kaum muslim.
Akan tetapi, orang-orang mukmin menjawabnya dengan ucapan, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." Hingga mereka tiba di Badar dan ternyata mereka menjumpai pasar-pasarnya dalam keadaan aman, tidak seorang pun yang menyaingi mereka

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 174

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika kaum musyrikin pulang dari perang Uhud, mereka berkata: “Mengapa kalian tidak bunuh Muhammad, dan merampas gadis Madinah?
Alangkah buruknya perbuatan itu, pulanglah kalian kembali!” Hal itu terdengar oleh Rasulullah ﷺ, sehingga beliaupun menyiapkan pasukan yang menyambut baik seruannya.
Kemudian mereka mengejar kaum musyrikin hingga sampai ke Hamra-ul Asad atau Bi’ru Abi ‘Utbah.
Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 172) sebagai pujian atas sambutan para shahabat.

Dalam hadits itu pula dikemukakan bahwa Abu Sufyan pernah berkata kepada Nabi ﷺ: “Hidupmu akan berakhir di musim pasar di Badr, tempat kawan-kawanku dulu terbunuh (pada perang Badr yang lalu).” Di antara para shahabat itu ada yang lesu dan enggan, terus pulang, sedang yang bersemangat bersiap siaga untuk berperang dan berdagang.
Ketika Rasul dan shahabat-shahabatnya sampai di Badr (di musim pasar), tak seorangpun pasukan Abu Sufyan yang ada di sana.
Merekapun berdaganglah.
Maka turunlah ayat di atas (Ali ‘Imraan: 174) yang menceritakan keadaan para shahabat yang mendapat nikmat dan karunia Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Abu Rafi’ bahwa Nabi ﷺ mengutus ‘Ali bin Abi Thalib untuk memimpin pasukan mencari Abu Sufyan.
Bertemulah mereka dengan seorang Badui di Khuza’ah, yang berkata: “Sesungguhnya kaum (Quraisy) telah berkumpul dan bersiap siaga menggempur kalian.” Mereka berkata: “Cukuplah Allah yang akan membela kami, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong dan Penjaga.” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 174) yang memuji kaum Muslimin yang berjuang di jalan Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat "Ali 'lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali 'lmran karena memuat kisah keluarga 'lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam 'alaihis salam, kenabian dan beberapa mu'jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'lmran, ibu dari Nabi 'Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali 'lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi 'Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga 'lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 174 *beta

Surah Ali Imran Ayat 174



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.8
Rating Pembaca: 4.4 (12 votes)
Sending







✔ surah ke 3 ayat 174