Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 17


اَلصّٰبِرِیۡنَ وَ الصّٰدِقِیۡنَ وَ الۡقٰنِتِیۡنَ وَ الۡمُنۡفِقِیۡنَ وَ الۡمُسۡتَغۡفِرِیۡنَ بِالۡاَسۡحَارِ
Ash-shaabiriina wash-shaadiqiina wal qaanitiina wal munfiqiina wal mustaghfiriina bil ashaar(i);

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
―QS. 3:17
Topik ▪ Segala sesuatu milik Allah
3:17, 3 17, 3-17, Ali Imran 17, AliImran 17, Al Imran 17
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini disebutkan sifat-sifat orang beriman yang membedakan mereka dari yang lain.
Dengan sifat tersebut mereka mendapatkan keridaan Allah subhanahu wa ta’ala Semua sifat tersebut mereka miliki, dan masing-masing sifat itu mempunyai tingkatan keutamaan, berkat sifat-sifat itu mereka memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepada mereka.
Sifat-sifat tersebut ialah:

1.Sabar, Sabar yang paling sempurna, ialah sabar dan tabah menderita di dalam melaksanakan ketaatan dan menjauhi larangan Allah.
Apabila gelora syahwat sudah bergejolak, dan jiwapun sudah tunduk untuk melakukan kemaksiatan maka kesabaranlah yang akan membendungnya.
Sifat sabar pulalah yang menetapkan (mengokohkan) iman dan memelihara ketaatan pada batas-batas yang telah ditetapkan syarak.
Sabarlah yang dapat memelihara martabat manusia di waktu mendapat kesulitan di dunia, dan memelihara hak-hak orang dari gangguan tangan orang yang rakus.
Sifat sabar merupakan syarat bagi tercapainya sifat-sifat jujur, taat, dan istigfar.

2.Bersifat benar, Benar adalah puncak kesempurnaan.
Benar dan jujur dalam iman, perkataan dan niat.

3.Taat, ialah ketekunan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan tunduk dan khusyuk kepada Allah.
Tunduk dan khusyuk adalah jiwa dan inti Sari ibadah.
Tanpa tunduk dan khusyu’ ibadah menjadi hampa, bagaikan pohon tiada berbuah.

4.Membelanjakan harta di jalan Allah, baik yang bersifat wajib, maupun yang sunah, karena mengeluarkan harta untuk amal kebajikan sangat ditekankan dan dianjurkan oleh agama.

5.Beristigfar di waktu sahur yaitu waktu sebelum fajar menyingsing dekat subuh maksudnya salat Tahajud di akhir malam, yaitu waktu tidur paling enak dan sukar untuk meninggalkannya.
Tetapi jiwa dan hati pada waktu itu sangat bening dan tenang.
Salat ini diikuti dengan bacaan istigfar dan doa.
Terdapat di dalam kitab hadis Sahih Bukhari dan Muslim, dan dalam kitab-kitab musnad serta sunan, riwayat dari pada sejumlah sahabat.
Rasulullah berkata:

Tuhan kita yang Maha suci dan Maha tinggi, turun pada setiap malam ke langit dunia pada waktu sepertiga akhir malam.
Dia berfirman: “Siapa yang berdoa kepada Ku maka Aku akan mengabulkannya.
Siapa yang meminta kepada Ku Aku akan memberinya.
Siapa yang meminta ampun kepada Ku maka Aku akan mengampuninya”.
(HR Bukhari dan Muslim)

Adapun istigfar (minta ampun) yang dimaksud oleh agama ialah istigfar yang disertai tobat nasuha, serta menyesuaikan perbuatan dengan ketentuan agama.
Tobat nasuha adalah tobat dengan benar-benar menghentikan perbuatan dosa dan tidak mengulangi lagi, serta berusaha menggantinya dengan perbuatan yang baik.

Ali Imran (3) ayat 17 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 17 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 17 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Juga akan diterima oleh orang-orang yang menahan derita di dalam beribadat kepada Allah dan menjauhi maksiat, orang-orang yang jujur dalam perkataan dan perbuatannya, orang-orang yang selalu taat dengan penuh khusyuk, dan orang-orang yang mendermakan harta, kehormatan dan lain-lainnya, dalam aktifitas merenungkan kebesaran Pencipta.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang yang tabah) mengikuti perintah dan menjauhi maksiat, menjadi na’at (yang benar) dalam keimanan (yang taat) kepada Allah (yang menafkahkan harta mereka) yang bersedekah (dan yang memohon ampun) kepada Allah dengan mengucapkan, “Ya Allah! Ampunilah kami,” (pada waktu sahur) artinya di akhir malam.
Disebutkan di sini secara khusus, karena pada waktu itulah orang biasa lengah dan tidur nyenyak.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka adalah orang-orang yang sabar menjalankan ketaatan-ketaatan, sabar dalam menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan dan sabar menghadapi takdir-takdir Allah yang menyakitkan.
Mereka jujur dalam perkataan dan perbuatan, melakukan ketaaatan yang sempurna, berinfak secara rahasia dan terbuka, memohon ampun di waktu sahur, karena waktu tersebut adalah waktu diterima dan dijawabnya permohonan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian dalam ayat berikutnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

(yaitu) orang-orang yang sabar.

Maksudnya, sabar dalam menjalankan ketaatan dan meninggalkan semua hal yang diharamkan.

…orang-orang yang benar.

Yakni percaya kepada apa yang diberitakan kepada mereka berkat iman mereka, yang hal ini direalisasikan oleh mereka dalam sikap berteguh hati dalam mengerjakan amal-amal yang berat.

Orang-orang yang tetap taat.

Al-qunut artinya taat dan patuh, yakni orang-orang yang tetap dalam ketaatannya.

…orang-orang yang menafkahkan hartanya.

Yaitu menafkahkan sebagian dari harta mereka di jalan-jalan ketaatan yang diperintahkan kepada mereka, silaturahmi, amal taqarrub, memberikan santunan, dan menolong orang-orang yang membutuhkannya.

…dan orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur.

Ayat ini menunjukkan keutamaan beristigfar di waktu sahur.

Menurut suatu pendapat, sesungguhnya Nabi Ya’qub ‘alaihis salam ketika berkata kepada anak-anaknya, yang perkataannya disitir oleh firman-Nya:

Aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tuhanku.
(Yusuf:98)

Maka Nabi Ya’qub menangguhkan doanya itu sampai waktu sahur.

Telah disebutkan di dalam kitab Sahihain dan kitab-kitab sunnah serta kitab-kitab musnad yang lain diriwayatkan melalui berbagai jalur dari sejumlah sahabat Rasulullah ﷺ, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

(Rahmat) Allah subhanahu wa ta’ala turun pada tiap malam ke langit dunia, yaitu di saat malam hari tinggal sepertiganya lagi, lalu Dia berfirman, “Apakah ada orang yang meminta, maka Aku akan memberinya?
Apakah ada orang yang berdoa, maka Aku memperkenankannya?
Dan apakah ada orang yang meminta ampun, maka Aku memberikan ampunan kepadanya,” hingga akhir hadis.

Al-Hafiz Abul Hasan Ad-Daruqutni mengkhususkan bab ini dalam sebuah juz tersendiri.
Ia meriwayatkan hadis ini melalui berbagai jalur.

Di dalam kitab Sahihain dari Siti Aisyah r.a.
disebutkan bahwa setiap malam Rasulullah ﷺ selalu melakukan salat witir, mulai dari awal, pertengahan, dan akhir malam, dan akhir dari semua witir ialah di waktu sahur.

Disebutkan bahwa sahabat Abdullah ibnu Umar melakukan salat (sunat di malam hari), kemudian bertanya, “Hai Nafi’, apakah waktu sahur telah masuk?”
Apabila dijawab, “Ya,” maka ia mulai berdoa dan memohon ampun hingga waktu subuh.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami ibnu Waki’, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Hurayyis ibnu Abu Matar, dari Ibrahim ibnu Hatib, dari ayahnya yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar seorang lelaki yang berada di salah satu bagian dalam masjid mengucapkan doa berikut: Ya Tuhanku, Engkau telah memerintahkan kepadaku, maka aku taati perintah-Mu, dan inilah waktu sahur, maka berikanlah ampunan bagiku.
Ketika ia melihat lelaki itu, ternyata dia adalah sahabat Ibnu Mas’ud r.a.

Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa kami (para sahabat) bila melakukan salat (sunat) di malam hari diperintahkan untuk melakukan istigfar di waktu sahur sebanyak tujuh puluh kali.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 17

AS HAAR
أَسْحَار

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah as sahar atau as suhr artinya akhir malam sebelum fajar atau subuh atau cahaya putih yang mengatasi gelap. As sahar dari sesuatu adalah ujungnya.

As sahar al a’la adalah waktu sebelum terbit fajar dan as sahar al akhir adalah waktu terbit fajar. la dinamakan dengan al-sahara seperti fajr al-sadiq dan fajr al-kazhib.

Lafaz ashaar disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 17;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 18.

Diriwayatkan dari Nafi, beliau berkata,
Ibn Umar menghidupkan malamnya dengan shalat. Kemudian beliau berkata,
“Wahai Nafi, adakah sampai al-sahar (waktu sahur atau sebelum fajar)?” Lalu saya menjawab, “Belum” Maka beliau mengulangi shalatnya. Apabila saya berkata,
“Sudah” Maka beliau duduk beristighfar dan berdoa sehingga datang subuh.

Dalam riwayat lain dari Abu Ya’qub Ad Dubbi, beliau pernah mendengar Ja’far bin Muhammad berkata,
“Sesiapa melakukan shalat pada sebahagian malam, kemudian beristighfar pada akhir malam sebanyak 70 kali, maka dia termasuk dari kalangan orang yang beristighfar pada waktu Ashaar (yaitu akhir malam sebelum subuh)”

Az Zamakhsyari berkata,
“Dikhususkan waktu ashaar karena mereka mendahulukan malam dengan mendirikan shalat dan setelahnya adalah lebih baik memanjatkan doa dan ia adalah waktu di mana doa dikabulkan.”

Az Zujjaj berkata,
As sahar adalah waktu dari pergantian malam hingga terbitnya fajar yang kedua.”

Ibn Zaid berkata,
As sahar adalah seperenam dari akhir malam.”

Kesimpulannya, ashaar adalah waktu akhir malam sebelum terbitnya fajar.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:71-72

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

QS 3 Ali-Imran (15-17) - Indonesian - Ilma Nakya
QS 3 Ali-Imran (15-17) - Arabic - Ilma Nakya


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 17 *beta

Surah Ali Imran Ayat 17



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (9 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku