Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 165


اَوَ لَمَّاۤ اَصَابَتۡکُمۡ مُّصِیۡبَۃٌ قَدۡ اَصَبۡتُمۡ مِّثۡلَیۡہَا ۙ قُلۡتُمۡ اَنّٰی ہٰذَا ؕ قُلۡ ہُوَ مِنۡ عِنۡدِ اَنۡفُسِکُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
Awalammaa ashaabatkum mushiibatun qad ashabtum mitslaihaa qultum anna hadzaa qul huwa min ‘indi anfusikum innallaha ‘ala kulli syai-in qadiirun;

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata:
“Darimana datangnya (kekalahan) ini?”
Katakanlah:
“Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
―QS. 3:165
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
3:165, 3 165, 3-165, Ali Imran 165, AliImran 165, Al Imran 165
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 165. Oleh Kementrian Agama RI

Umar bin Khattab dalam menerangkan sebab turun ayat ini berkata: “Tentara Islam mendapat kekalahan pada perang Uhud setelah kemenangan mereka pada perang Badar.
Mereka banyak menderita kerugian di antaranya 70 orang mati syahid, sahabat-sahabat Nabi ada yang lari, gigi rahang Nabi pecah, topi baja yang ada pada kepala Nabi hancur dan mengalir darah dari kepala Nabi ke dahinya, lalu turunlah ayat ini.

Ayat ini masih ada hubungannya dengan ayat tentang kisah perang Uhud.
Pada waktu perang Uhud 70 orang tentara Islam terbunuh sebagai syuhada’.
Di antara mereka, ada yang berkata dari manakah dan sebab apakah kita mengalami kekalahan sedemikian besar?
Sedangkan tentara Islam pada perang Badar telah memperoleh kemenangan besar dengan menjadikan musuh lari kocar-kacir dan dapat menewaskan 70 orang musuh dan menawan 70 orang lagi.

Terhadap pertanyaan itu Rasulullah dapat perintah untuk menjawab bahwa kekalahan itu adalah karena kesalahan mereka sendiri.
Pasukan pemanah oleh Rasulullah diperintahkan bertahan di atas bukit dan tidak boleh meninggalkannya sebelum ada perintah dari beliau.
Tetapi mereka telah melanggar perintah itu dan turun meninggalkan bukit untuk ikut mengambil barang ganimah.
Dari atas bukit yang di tinggalkan pasukan pemanah itulah musuh menyerbu tentara Islam, sehingga akhirnya mereka mengalami kekalahan.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ali Imran (3) ayat 165 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 165 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 165 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah kalian merasa cemas dan kaget ketika kalian menderita kekalahan pada perang Uhud–padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada orang-orang kafir pada perang Badar?
Apakah kalian mengatakan, “Dari mana kematian dan kekalahan yang menimpa kita, padahal kita semua telah memeluk Islam, dan Rasul bersama kita?”
Katakan, “Yang menimpa kamu semua itu adalah akibat dari pelanggaran terhadap Rasul yang pernah kalian perbuat sendiri.
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan akan membalas kalian semua sesuai apa yang pernah kalian perbuat.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mengapa ketika kamu ditimpa musibah) yaitu di Uhud dengan gugurnya 70 orang di antara kamu (padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu) yakni di Badar dengan membunuh 70 orang dan menawan 70 di antara mereka (kamu berkata) dengan keheran-heranan (“Dari mana datangnya ini?”) maksudnya kekalahan ini padahal kita adalah orang-orang muslim dan Rasulullah berada bersama kita.
Kalimat terakhir merupakan pertanyaan yang berarti sanggahan.
(Katakanlah) kepada mereka (“Itu dari dirimu sendiri) karena kamu meninggalkan markas sehingga mengalami kegagalan.
(Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”) dan daripada-Nyalah datang kemenangan atau terhalangnya kemenangan itu, dan kamu mendapat balasan daripada-Nya disebabkan pelanggaran terhadap perintah Rasul-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Manakala kalian wahai orang-orang mukmin ditimpa musibah, yaitu apa yang menimpa kalian di perang Uhud, padahal kalian telah mendapatkan dua kali lipatnya dari orang-orang musyrikin di Badar.
Kalian berkata dengan ketakjuban :
Bagaimana hal ini bisa terjadi sementara kami adalah orang-orang muslim dan Rasulullah صلی الله عليه وسلم ada di antara kami, sedangkan mereka semua adalah orang-orang musyrikin?
Katakan kepada mereka wahai Nabi :
Apa yang menimpa diri kalian ini adalah berasal dari diri kalian sendiri, di sebabkan penyelisihan kalian terhadap Rasul kalian dan kesibukan kalian dalam mengumpulkan harta rampasan perang.
Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan hukum apa yang Dia inginkan, dan tidak ada yang boleh mengoreksi hukum-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah.

Yakni apa yang menimpa sebagian dari kalangan mereka dalam peperangan Uhud, yakni tujuh puluh orang dari kalangan mereka gugur.

…padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuh kalian.

Yaitu dalam Perang Badar, karena sesungguhnya pasukan kaum muslim sempat membunuh tujuh puluh orang dari kalangan musuh-musuh mereka dan menawan tujuh puluh orang dari kalangan musuh-musuh mereka.

…kalian berkata, “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?”

Yakni mengapa hal ini dapat terjadi pada diri kami.

Katakanlah, “Itu dari (kesalahan) kalian sendiri.”

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Qurad ibnu Nuh, telah menceritakan kepada kami Ikrimah ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sammak Al-Hanafi Abu Zamil, telah menceritakan kepadaku Ibnu Abbas, telah menceritakan kepadaku Umar ibnul Khattab yang menceritakan bahwa ketika peperangan Uhud terjadi, yaitu setahun setelah Perang Badar, maka kaum muslim memperoleh hukuman disebabkan kesalahan mereka berani menerima tebusan dari tawanan Perang Badar kaum musyrik.
Akhirnya dalam Perang Uhud, tujuh puluh orang dari pasukan kaum muslim gugur, dan sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ lari meninggalkan beliau hingga gigi seri beliau rontok dan topi besi pelindung kepalanya pecah serta darah mengalir pada wajahnya karena terluka.
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:

Dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuh kalian (pada peperangan Badar) kalian berkata, “Dari manakah datangnya (kekalahan) ini?”
Katakanlah, “Itu dari (kesalahan) diri kalian sendiri.”

Yakni karena kalian lebih suka menerima tebusan dari tawanan Perang Badar.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari ibnu Abdur Rahman ibnu Gazwan (yaitu Qurad ibnu Nuh) berikut sanadnya, tetapi lebih panjang daripada hadis di atas.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Al-Hasan Al-Basri.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ulayyah, dari Ibnu Aun.
Sunaid (yakni Husain) mengatakan, dan telah menceritakan kepadaku Hajjaj, dari Juraij, dari Muhammad, dari Ubaidah, dari Ali r.a.
yang menceritakan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ, lalu berkata: Hai Muhammad, sesungguhnya Allah benar-benar tidak menyukai apa yang dilakukan oleh kaummu dalam mengambil (tebusan) tawanan-tawanan Perang (Badar), padahal Allah telah memerintahkan kepadamu agar memberitahukan kepada mereka untuk memilih salah satu di antara dua perkara.
Yaitu adakalanya para tawanan itu dihukum mati dengan dipenggal lehernya.
Dan pilihan lainnya ialah mereka (kaum muslim) boleh mengambil tebusan, tetapi kelak akan terbunuh dari kalangan mereka sejumlah orang-orang musyrik (yang terbunuh dalam Perang Badar).
Sahabat Ali r.a.
melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Rasulullah ﷺ memanggil orang-orang dan diceritakan kepada mereka hal tersebut.
Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, mereka adalah keluarga dan teman-teman kita.
Mengapa kita tidak ambil saja tebusan mereka, yang hasilnya nanti dijadikan sebagai biaya untuk memerangi musuh-musuh kita.
Biarpun ada yang gugur dari kalangan kita sejumlah mereka, kami tidak akan menolak pilihan ini.” Sahabat Ali melanjutkan kisahnya, bahwa pada peperangan Uhud akhirnya terbunuh dari pasukan kaum muslim yang bilangannya sama saja dengan mereka (pihak musuh) yang tertawan di dalam peperangan Badar.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Nasai dan Imam Turmuzi melalui hadis Abu Daud Al-Hafri, dari Yahya ibnu Zakaria ibnu Abu Zaidah, dari Sufyan ibnu Sa’id, dari Hisyam ibnu Hassan, dari Muhammad ibnu Sirin dengan lafaz yang sama.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa predikat hadis ini hasan garib, kami tidak mengenalnya kecuali melalui hadis ibnu Abu Zaidah.

Abu Usamah meriwayatkan hal yang semisal dari Hisyam.
Telah diriwayatkan dari Ibnu Sirin, dari Ubaidah, dari Nabi ﷺ hadis ini secara mursal.

Muhammad ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Katakanlah, “Itu dari (kesalahan) diri kalian sendiri.”
Yakni disebabkan durhaka kalian kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau memerintahkan kepada kalian agar jangan meninggalkan posisi kalian itu, tetapi kalian mendurhakainya.
Yang dimaksud ialah pasukan pemanah.
Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
(Ali Imran:165) Artinya, Dia berbuat apa yang dikehendaki-Nya dan memutuskan menurut apa yang disukai-Nya, tiada seorang pun yang mempertanyakan tentang keputusan-Nya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 165

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Umar bin al-Kaththab bahwa ‘Umar bin al-Khaththab berkata: “Menderitanya orang-orang dalam perang Uhud akibat perbuatan mereka mengambil fida’ (tebusan atas tawanan perang) dalam perang Badr.
Pada waktu perang Uhud itu ada tujuh puluh shahabat yang mati syahid, sebagian lari pontang-panting, terdesak, bercerai-berai, bahkan gigi Rasulullah yang keempat patah, topi besinya pecah hingga berlumuran darah di mukanya.” Allah menurunkan ayat ini (Ali ‘Imraan: 165) sebagai peringatan bahwa penderitaan tersebut akibat perbuatan mereka sendiri.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 165

ANFUS
أَنفُس

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufradnya adalah an nafs yang mengandung beberapa makna. Diantaranya darah. Oleh itu, al haidh dinamakan an nufasa karena darahnya keluar, an nifas adalah kelahiran atau persalinan, dan apabila sudah melahirkan dinamakan nufasa. la juga bermakna roh, mata, dan di sisi. la juga bermakna jasad.

Dikatakan huwa aztm an nafs berarti dia mempunyai jasad yang besar. Apabila disandarkan kepada al amr atau nafs al amr bermaksud hakikat perkara itu atau perintah yang sama. Apabila disandarkan kepada sesuatu atau nafs asy syai’ bermaksud sesuatu itu sendiri.

Lafaz anfus disebut sebanyak 153 kali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 9, 44, 54, 54, 57, 84, 85, 87, 90, 102, 109, 110, 155, 187, 223, 228, 234, 234, 240, 235, 235, 265, 284;
-Ali Imran (3), ayat 61, 61, 69, 117, 135, 154, 154, 164,165, 168, 178, 186;
-An Nisaa (4), ayat 29, 49, 63, 64, 65, 66, 95, 95, 97, 107, 113, 128, 135;
-Al Maa’idah (5), ayat 52, 70, 80, 105;
-Al An’aam (6), ayat 12, 20, 24, 26, 93, 123, 130, 130;
-Al A’raaf (7), ayat 9, 23, 37, 53, 160, 172, 177, 192, 197;
-Al Anfaal (8), ayat 53, 72;
-At Taubah (9), ayat 17, 20, 35, 36, 41, 42, 44, 55, 70, 81, 85, 88, 111, 118, 120, 128;
-Yunus (10), ayat 23, 44;
-Hud (11), ayat 21, 31, 101;
-Yusuf (12), ayat 18, 83;
-Ar Ra’d (13), ayat 11, 16;
-Ibrahim (14), ayat 22, 45;
-An ­Nahl (16), ayat 7, 28, 33, 72, 89, 118;
-Al Israa (17), ayat 7;
-Al Kahfi (18), ayat 51;
-Al Anbiyaa (21), ayat 43, 64, 102;
-Al Mu’minun (23), ayat 103;
-An Nuur (24), ayat 6, 12, 61, 61;
-Al Furqaan (25), ayat 3, 21;
-An Naml (27), ayat: 14;
-Al­ Ankabut (29), ayat 40;
-Ar Rum (3), ayat 8, 9, 21, 28, 44;
-As Sajadah (32), ayat 27;
-Al Ahzab (33), ayat 6;
-Saba’ (34), ayat 19;
-Az Zumar (39), ayat 15, 42, 53;
-Al Mu’min (40), ayat 10;
-Fushshilat (41), ayat 31, 53;
-Asy ­Syuura (42), ayat 11, 45;
-Az-Zukhruf (43), ayat 71;
-Al Hujurat (49), ayat 11, 15;
-Adz Dhariyat (51), ayat 21;
-An Najm (53), ayat 23, 32;
-Al­ Hadid (57), ayat 14, 22;
-Al Mujadalah (58), ayat 8;
-Al Hasyr (59), ayat 9, 19;
-Ash Shaff (61), ayat 11;
-At Taghaabun (64), ayat 16;
-At Tahrim (66), ayat 6;
-Al Muzzammil (73), ayat 20.

Lafaz anfus di dalam Al Qur’an bermakna jiwa atau diri.

Dalam surah Al Baqarah, ayat 155, At Tibrisi berkata,
”Allah menguji dengan segala cobaan, antaranya diuji dengan naqs al-anfus yaitu dengan kematian diri.”

Dalam surah Ali Imran, ayat 165 As Sabuni menafsirkan, “Katakanlah kepada mereka wahai Muhammad, sesungguhnya sebab datangnya musibah ialah dari diri mereka dan keingkaran mereka pada suruhan rasul serta tamak pada harta rampasan.”

Dalam surah An Nisaa, ayat 128, anfus dikaitkan dengan as syuhh (bakhil).

Dalam Tafsir Al Jalalain memiliki makna sangat bakhil yaitu diri seorang isteri hampir tidak dapat bertolak-ansur dengan suaminya dan diri seorang suami hampir tidak dapat bertolak-ansur dengan isterinya apabila dia mencintai wanita lain.

Sedangkan dalam surah An Nahl, ayat 7, al anfus dikaitkan dengan asy syiqq (bi syiqqil anfus).

Asy Syawkani berkata,
“Kamu tidak sampai kepada suatu negeri melainkan dengan kehilangan separuh diri karena susah payah atau penat.”

Makna anfus yang memiliki pengertian diri atau jiwa juga diisyaratkan dalam surah­ surah yang lain berdasarkan sandarannya. Diantaranya :

dalam surah Az Zumar ayat 42, al­ anfus dikaitkan dengan tawaffa (mematikan),

dalam surah Az Zukhruf ayat 71, al anfus dikaitkan dengan tasytahi (mau),

dalam surah An Najm ayat 23, al anfus dikaitkan dengan tahwi, yaitu tahwi al anfus yang bermakna dihiasi dan dibisikkan oleh syaitan kepada diri mereka apa yang mereka sembah selain Allah memberi syafaat kepada mereka di sisi Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:53-54

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 165 *beta

Surah Ali Imran Ayat 165



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.5
Rating Pembaca: 4.3 (27 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku