QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 15 [QS. 3:15]

قُلۡ اَؤُنَبِّئُکُمۡ بِخَیۡرٍ مِّنۡ ذٰلِکُمۡ ؕ لِلَّذِیۡنَ اتَّقَوۡا عِنۡدَ رَبِّہِمۡ جَنّٰتٌ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا وَ اَزۡوَاجٌ مُّطَہَّرَۃٌ وَّ رِضۡوَانٌ مِّنَ اللّٰہِ ؕ وَ اللّٰہُ بَصِیۡرٌۢ بِالۡعِبَادِ
Qul a’unabbi-ukum bikhairin min dzalikum lil-ladziina-attaqau ‘inda rabbihim jannaatun tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiihaa wa-azwaajun muthahharatun waridhwaanun minallahi wallahu bashiirun bil ‘ibaad(i);

Katakanlah:
“Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”.
Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya.
Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah.
Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
―QS. 3:15
Topik ▪ Takwa ▪ Keutamaan takwa ▪ Keingkaran dan sifat keras kepala bangsa Yahudi
3:15, 3 15, 3-15, Ali Imran 15, AliImran 15, Al Imran 15

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menjelaskan kepada manusia apa yang dimaksud dengan tempat kembali yang baik itu agar mereka terangsang untuk berbuat kebaikan.

Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan untuk menanyakan kepada kaumnya apakah mereka suka diberitahu tentang hal-hal yang lebih baik dari segala macam kesenangan yang disebut pada ayat 14.
Dengan cara bertanya mereka akan lebih tertarik untuk memberikan jawaban.

Allah menjelaskan apa yang lebih baik itu, yaitu balasan yang akan diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa yang dapat dibagi kepada dua macam nikmat:

1.Bersifat jasmani, yaitu nikmat berupa keindahan-keindahan di surga yang tak tergambarkan oleh manusia, pasangan hidup yang bersih dari segala macam cacat din kelemahan seperti yang terdapat pada manusia didunia.
baik dari segi rupa maupun perangai dan lain sebagainya.

2.Bersifat kerohanian, yaitu rida Allah yang tidak bercampur sedikitpun dengan kemurkaan -Nya, dan inilah sebesar-besar nikmat di akhirat bagi orang-orang yang bertakwa.
Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berkata kepada ahli surga “Hai, ahli surga” mereka menjawab:”labba’ika Rabbana Wasa’daika”.Berkata Allah “Sudah puaskah kamu sekalian?”
Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak puas.
Sungguh Engkau telah memberikan kepada kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang dari makluk Mu”.
Maka Allah berfirman:” Aku akan memberikan kepada kamu yang lebih baik dari pada itu?’.
Mereka berkata: “Wahai Tuhan kami! Apakah yang lebih dari pada itu?”
Maka Allah menjawab: “Aku akan melimpahkan kepadamu keridaan Ku, Lalu Aku tidak akan marah kepadamu selama-lamanya”.
(H.R. Bukhari dan Muslim dari Abi Sa’id Al Khudri)

Ayat ini memberi pengertian, bahwa penghuni surga itu mempunyai tingkat-tingkat seperti keadaan dl dunia.
Di antara manusia di dunia ini ada yang tidak dapat memahami arti rida Ilahi, dan rida Ilahi itu mendorongnya untuk berbuat kebajikan atau meninggalkan kejahatan.
Mereka ini hanya menginginkan kenikmatan-kenikmatan lahiriyah seperti yang mereka rasakan di dunia.
Di antara mereka ada yang memiliki pula kemampuan berpikir yang tinggi dan sanggup mendekatkan diri kepada Tuhan.
Mereka mengidam-idamkan keridaan Allah serta menjadikannya sebagai tujuan akhir dan kebahagiaan yang tertinggi bagi hidupnya.

Kemudian di akhir ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia Maha Mengetahui hal ihwal manusia, isi hati dan segala rahasia mereka.
Tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah.
Oleh karena itu Dia akan memberikan ganjaran atas, segala perbuatan manusia menurut derajat takwanya masing-masing.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan, hai Nabi, “Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang lebih baik dari yang dicintai manusia di dunia?
Bagi orang-orang yang bertakwa pahala yang terjamin di sisi Allah, yaitu surga yang dialiri sungai- sungai di antara pepohonannya.
Mereka bersenang-senang dengan kehidupan yang baik di dalamnya, tidak pernah dihantui rasa takut nikmat itu akan hilang, sebab mereka dibuat kekal di dalamnya.
Bagi mereka juga istri-istri yang suci, bersih dari sesuatu yang menodai wanita-wanita dunia serta keridaan Allah yang dengannya mereka merasakan nikmat yang sangat agung.
Allah Maha Mengetahui keadaan hamba-Nya.
Tidak ada satu pun urusan dan rahasia mereka yang tersembunyi dari-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah) hai Muhammad kepada kaummu! (“Maukah saya sampaikan kepadamu) saya beritahukan (apa yang lebih baik dari yang demikian?”) yakni yang disebutkan dari berbagai syahwat tadi, adapun pertanyaan di sini berarti pengukuhan.

(Bagi orang-orang yang bertakwa) yang menjaga diri mereka dari kemusyrikan (di sisi Tuhan mereka) menjadi khabar sedangkan mubtadanya:

(surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka) artinya ditakdirkan kekal (di dalamnya) jika mereka memasukinya (dan istri-istri yang disucikan) dari haid dan lainnya yang dianggap kotor (serta keridaan) ada yang membaca ridhwaan dan ada pula rudhwaan, artinya keridaan yang banyak (dari Allah dan Allah Maha Melihat) maksudnya Maha Mengetahui (akan hamba-hamba-Nya) mereka akan dibalas menurut amalnya masing-masing.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah wahai Rasul, apakah kalian berkenan bila aku kabarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang dijadikan indah bagi manusia didunia ini?
Siapa yang menjaga Allah dan takut kepada hukuman-Nya baginya surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawah istana-istananya dan pohon-pohonnya, mereka kekal didalamnya.
Didalam sana mereka mendapatkan pasangan-pasangan yang suci dari haid dan nifas, dari akhlak buruk dan mereka mendapatkan apa yang lebih agung dari hal itu, yaitu ridha Allah.
Allah mengetahui rahasia-rahasia makhluk-Nya, mengetahui keadaan-keadaaan mereka dan akan membalas mereka atas hal itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Ata, dari Abu Bakar ibnu Hafs ibnu Umar ibnu Sa’d yang menceritakan bahwa ketika diturunkan ayat berikut, yaitu firman-Nya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 14) Maka Umar ibnul Khattab berkata, “Sekaranglah, ya Tuhanku, karena Engkau telah menjadikannya sebagai perhiasan bagi kami.” Maka turunlah firman-Nya:
Katakanlah, “Inginkah aku kabarkan kepada kalian apa yang lebih baik daripada yang demikian itu?”
Untuk orang-orang yang bertakwa…
, hingga akhir ayat.

Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Katakanlah, “Inginkah aku kabarkan kepada kalian apa yang lebih baik daripada yang demikian itu?”

Yakni katakanlah, hai Muhammad, kepada orang-orang, “Aku akan memberitahukan kepada kalian hal yang lebih baik daripada apa yang dihiaskan kepada manusia dalam kehidupan di dunia ini berupa kesenangan dan kegemerlapannya yang semuanya itu pasti akan lenyap.” Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan melalui firman-Nya:

Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Yaitu yang menembus di antara sisi-sisinya dan bagian-bagiannya sungai-sungai dari berbagai macam rasa, ada sungai madu, sungai khamr, sungai susu, dan lain sebagainya yang belum pernah dilihat oleh mata manusia, belum pernah didengar oleh telinganya, dan belum pernah terdetik di dalam hatinya.

mereka kekal di dalamnya.

Yakni tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya, dan mereka tidak mau pindah darinya.

…dan istri-istri yang disucikan.

Maksudnya, disucikan dari kotoran, najis, penyakit, haid, nifas, dan lain sebagainya yang biasa dialami oleh kaum wanita di dunia.

…serta keridaan Allah.

Yakni mereka dinaungi oleh rida Allah, maka Allah tidak akan murka lagi terhadap mereka sesudahnya untuk selama-lamanya.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam surat At-Taubah:

Dan keridaan Allah adalah lebih besar.
(Q.S. At-Taubah [9]: 72)

Artinya, lebih besar daripada semua nikmat kekal yang diberikan kepada mereka di dalam surga.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Yakni Dia pasti memberikan anugerah sesuai dengan apa yang berhak diterima oleh masing-masing hamba.


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 15-17 - Ilma Nakya (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 15-17 - Ilma Nakya (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 3:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.5
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/3-15









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta