Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ali Imran

Ali Imran (Keluarga ‘Imran) surah 3 ayat 144


وَ مَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوۡلٌ ۚ قَدۡ خَلَتۡ مِنۡ قَبۡلِہِ الرُّسُلُ ؕ اَفَا۠ئِن مَّاتَ اَوۡ قُتِلَ انۡقَلَبۡتُمۡ عَلٰۤی اَعۡقَابِکُمۡ ؕ وَ مَنۡ یَّنۡقَلِبۡ عَلٰی عَقِبَیۡہِ فَلَنۡ یَّضُرَّ اللّٰہَ شَیۡئًا ؕ وَ سَیَجۡزِی اللّٰہُ الشّٰکِرِیۡنَ
Wamaa muhammadun ilaa rasuulun qad khalat min qablihirrusulu afain maata au qutilaanqalabtum ‘ala a’qaabikum waman yanqalib ‘ala ‘aqibaihi falan yadhurrallaha syai-an wasayajziillahusy-syaakiriin(a);

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.
Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?
Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
―QS. 3:144
Topik ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
3:144, 3 144, 3-144, Ali Imran 144, AliImran 144, Al Imran 144
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 144. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Muhammad hanyalah seorang Rasul Allah Kalau dia mati terbunuh, maka itu adalah hal biasa sebagaimana telah terjadi pula pada nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumnya.
Ada yang mati biasa dan ada yang terbunuh.
Mengapa ada di antara kaum muslimin yang murtad disebabkan mendengar berita Muhammad telah mati terbunuh?
Ketahuilah bahwa orang yang berbalik ke belakang (murtad) tidak akan menimbulkan sesuatu mudarat kepada Allah.
Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur kepada-Nya.
Pengertian bersyukur yang biasa diartikan terima kasih.
Yang dimaksud dengan berterima kasih dalam ayat ini bukanlah sekadar ucapan tetapi dengan suatu perbuatan dan bukti yang nyata.

Bersyukur kepada manusia ialah berbuat baik kepadanya sebagai balas jasa, sedang bersyukur kepada Allah ialah berbakti kepada-Nya, sesuai dengan perintah-Nya.
Di dalam menegakkan kebenaran, kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh, berjuang dengan penuh iman dan kesabaran dan rela menerima segala macam cobaan dan penderitaan.
Orang-orang semacam inilah yang benar-benar bersyukur kepada Allah dan yang pasti akan mendapat balasan yang dijanjikan-Nya.

Ali Imran (3) ayat 144 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ali Imran (3) ayat 144 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ali Imran (3) ayat 144 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada saat tersebar isu terbunuhnya Nabi Muhammad para perang Uhud, sebagian orang Islam ada yang berniat hendak keluar dari agama (murtad).
Allah menyayangkan hal itu terjadi pada mereka dengan mengatakan, "Muhammad hanyalah seorang rasul, sama seperti rasul-rasul yang telah mati sebelumnya.
Ia sendiri akan mati dan berlalu sebagaimana mereka telah mati dan berlalu.
Oleh karena itu, apabila ia mati, apakah kalian akan kembali berbalik kepada kekufuran?"
Barangsiapa kembali kepada kekufuran setelah menyatakan keimanan, tidak akan merugikan Allah sedikit pun, bahkan akan merugikan diri mereka sendiri:
mereka terancam siksaan.
Allah akan selalu memberi pahala kepada mereka yang tetap teguh dalam keislaman dan mensyukuri nikmat-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul yang sebelumnya telah berlalu beberapa orang rasul.
Apakah jika ia wafat atau terbunuh) seperti lainnya (kamu berbalik ke belakang) maksudnya kembali menjadi kafir.
Kalimat akhir merupakan pertanyaan yang berarti sanggahan, artinya bukankah ia bukan sembahan kenapa kamu kembali?
(Barang siapa yang berbalik ke belakang, murtad, maka tidaklah ia memberi mudarat kepada Allah sedikit pun) sebaliknya hanya memberi mudarat kepada dirinya sendiri (dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur) terhadap nikmat-karunia-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Muhammad tidak lain kecuali seorang Rasul sama dengan Rasul-rasul sebelumnya, dia menyampaikan risalah Tuhannya.
Apakah kalau dia wafat karena ajalnya telah usai atau dia dibunuh seperti yang dihembuskan oleh para musuh, kalian akan kembali kepada agama lama kalian dan meninggalkan apa yang dibawa oleh Nabi kalian?
Barangsiapa di antara kalian yang meninggalkan agamanya, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikitpun.
Sebaliknya dia justru merugikan dirinya sendiri dengan kerugian yang sangat besar.
Adapun siapa yang tetap teguh di atas iman dan bersyukur kepada Tuhannya atas nikmat Islam, maka Allah akan membalasnya dengan balasan terbaik.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah kaum muslim mengalami kekalahan dan terpukul mundur dalam perang uhud serta banyak yang gugur diantara mereka, maka setan berseru, "Ingatlah, sesungguhnya Muhammad telah terbunuh!"

Ibnu Qumaiah kembali kepada pasukan kaum musyrik, lalu berkata kepada mereka, "Aku telah membunuh Muhammad." Padahal sesungguhnya dia hanya memukul Rasulullah ﷺdan melukai kepala beliau.
Tetapi seruan tersebut memang mempengaruhi sebagian besar pasukan kaum muslim sehingga mereka menyangka bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar telah terbunuh (gugur), dan mereka berkeyakinan bahwa terbunuh adalah suatu hal yang mungkin terjadi pada diri Rasulullah ﷺ Seperti yang dikisahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala perihal nasib yang dialami oleh banyak nabi terdahulu.
Maka mereka menjadi kendur semangatnya dan lemah serta mundur dari medan perang, sehubungan dengan peristiwa inilah diturunkan firman-Nya:

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.
(Ali Imran:144), hingga akhir ayat.

Yakni dia mempunyai teladan pada mereka dalam hal kerasulan, juga dalam hal dapat terbunuh (sebagaimana banyak dari kalangan mereka yang dibunuh oleh kaumnya).

Ibnu Abu Nujaih meriwayatkan dari ayahnya, bahwa seorang lelaki dari kalangan Muhajirin bersua dengan seorang lelaki dari kalangan Ansar (dalam medan perang), sedangkan orang Ansar itu tubuhnya dipenuhi oleh darah (dari lukanya).
Lalu lelaki Muhajirin berkata kepadanya, "Hai Fulan, tahukah kamu bahwa Muhammad ﷺ telah terbunuh?"
Maka lelaki Ansar itu menjawab, "Jika Muhammad telah terbunuh, berarti beliau telah menyampaikan risalahnya.
Karena itu, berperanglah kalian untuk membela agama kalian." Lalu turunlah firman-Nya:

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Baihaqi meriwayatkannya di dalam kitab Dalailun Nubuwwah, kemudian ia mengatakan bahwa hadis ini berpredikat munkar mengingat ada di antara perawinya yang daif.

Apakah jika dia wafat atau dibunuh kalian berbalik ke belakang?

Yakni kalian mundur ke belakang.

Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Yang dimaksud dengan 'orang-orang yang bersyukur' ialah mereka yang menjalankan ketaatan kepada-Nya, berperang membela agama-Nya, dan mengikuti Rasul-Nya, baik sewaktu beliau masih hidup ataupun sudah wafat.

Demikian pula telah ditetapkan di dalam kitab-kitab sahih serta kitab-kitab musnad, juga kitab-kitab sunnah serta kitab-kitab Islam lainnya sebuah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur yang memberikan pengertian adanya suatu kepastian.
Kami mengetengahkan hal tersebut di dalam kedua kitab Musnad Syaikhain, yaitu Abu Bakar dan Umar radiyallahu anhuma.
Disebutkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ wafat, Abu Bakar As-Siddiq r.a.
membacakan ayat ini.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Aqil, dari Ibnu Syihab, telah menceritakan kepadaku Abu Salamah, bahwa Siti Aisyah menceritakan kepadanya bahwa Abu Bakar r.a.
(di hari wafatnya Rasulullah ﷺ) tiba memakai kendaraan kuda dari tempat tinggalnya yang terletak di As-Sanah, lalu ia turun dan masuk ke dalam Masjid (Nabawi).
Orang-orang tidak ada yang berbicara, hingga Abu Bakar masuk menemui Siti Aisyah.
Lalu menuju ke arah jenazah Rasulullah ﷺ yang saat itu telah diselimuti dengan kain hibarah (kain yang bersalur).
Kemudian ia Membuka penutup wajah Rasulullah ﷺ, lalu menangkupinya dan menciuminya seraya menangis.
Setelah itu Abu Bakar berkata: Demi Ayah dan Ibuku menjadi tebusanmu.
Demi Allah, Allah tidak akan menghimpun dua kematian pada dirimu.
Adapun kematian yang telah ditetapkan atas dirimu sekarang telah engkau laksanakan,

Az-Zuhri mengatakan telah menceritakan kepadaku Abu Salamah, dari Ibnu Abbas bahwa ketika Umar sedang berbicara dengan orang-orang, Abu Bakar keluar, lalu berkata, "Duduklah kamu, hai Umar." Lalu Abu Bakar berkata: Amma ba'du Barang siapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat Dan barang siapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah hidup kekal dan tidak akan mati.

Kemudian Ia membacakan firman-Nya: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul Sampai dengan firman-Nya:

...dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Selanjutnya Ibnu Abbas mengatakan, "Demi Allah, seakan-akan orang-orang tidak menyadari bahwa Allah subhanahu wa ta'ala telah menurunkan ayat ini sebelum Abu Bakar membacakannya kepada mereka.
Maka semua orang ikut membacakannya bersama bacaan Abu Bakar dan tidak ada seorang pun yang mendengarnya melainkan ia ikut membacanya."

Telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnul Musayab bahwa sahabat Umar r.a.
pernah mengatakan, "Demi Allah aku masih dalam keadaan belum sadar kecuali setelah aku mendengar Abu Bakar rnembacakannya, maka tubuhku penuh dengan keringat hingga kedua kakiku tidak dapat menopang diriku lagi karena lemas, hingga aku terjatuh ke tanah."

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Hammad ibnu Talhah Al-Qainad.
telah menceritakan kepada kami Asbat ibnu Nasr dari samak ibnu Harb.
dari ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa sahabat ali —-semasa Rasulullah ﷺ masih hidup— pernah membacakan firman-Nya:

Apakah jika dia wafat atau terbunuh kalian berbalik ke belakang?, hingga akhir ayat.
Lalu ia berkata: "Demi Allah.
kami tidak akan berbalik mundur ke belakang setelah Allah memberi kami petunjuk.
Demi Allah, sekiranya beliau wafat atau terbunuh, sungguh aku akan tetap bertempur meneruskan perjuangannya hingga tetes darah penghabisan.
Demi Allah, sesungguhnya aku adalah saudaranya, walinya anak paman-nya, dan ahli warisnya.
siapakah orangnya yang lebih berhak terhadap beliau selain daripada diriku sendiri."

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 144

Diriwayatkan oleh Ibnul Mudzir yang bersumber dari ‘Umar.
Bahwa ketika para shahabat terpisah dari Rasulullah ﷺ pada perang Uhud, ‘Umar naik gunung dan mendengar Yahudi berteriak: “Muhammad telah terbunuh!” ‘Umar berkata: “Tidak akan kubiarkan orang mengatakan Muhammad telah terbunuh.
Pasti akan aku penggal lehernya.” Dan pada saat itu ‘Umar melihat Rasulullah ﷺ dan orang-orang kembali ke posnya masing-masing.
Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 144) yang menegaskan bahwa kematian seorang nabi adalah hal yang biasa.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ar-Rabi’ bahwa ketika kaum Mukminin mendapat musibah dalam perang Uhud dengan luka-luka parah, ada yang menyebut-nyebut bahwa Nabiyullah telah terbunuh.
Yang lain berkata: “Kalau dia benar-benar seorang nabi, tentu tidak akan terbunuh.” Berkatalah yang lainnya: “Berperanglah mengikuti jejak Rasulullah sehingga dapat kemenangan atau mati syahid besertanya.” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 144) berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam Kitab ad-Dalaa-il, yang bersumber dari Abu Najih bahwa salah seorang Muhajirin berpapasan dengan seorang Anshar yang berlumuran darah, dan berkata: “Apakah engkau tahu bahwa Muhammad telah terbunuh?” Ia menjawab:
“Jikalau Muhammad terbunuh, ia telah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
Berjuanglah kamu untuk membela agamamu.” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 144) yang menegaskan bahwa kematian seorang pemimpin tidaklah berarti pengikutnya boleh meninggalkan perjuangan.

Diriwayatkan oleh Ibnu Rahawaih di dalam Musnad-nya, yang bersumber dari az-Zuhri, bahwa pada waktu perang Uhud setan berteriak: “Muhammad telah terbunuh.” Ka’b bin Malik menyatakan bahwa dialah yang paling dahulu mengenal Rasulullah dari balik topi besinya.
Iapun berteriak sekuat tenaga: “Ini dia Rasulullah!!” maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 144) yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ sama halnya dengan nabi-nabi sebelumnya yang mungkin saja terbunuh.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 144

A'QAAB
أَعْقَٰب

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari kata 'aqib, yang bermakna anak atau anak dari anak (cucu). 'Aqib juga berarti bagian belakang tapak kaki atau tumit. Kata 'aqib berasal dari kata 'aqaba yang bermakna setiap sesuatu yang datang sesudah yang lain, atau yang datang kemudian dan yang mengikutinya. Darinya lahir kata al 'aqibah yang bermaksud anak dan akhir setiap sesuatu.

Lafaz a'qaab disebut sebanyak 4 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah
- Ali Imran (3) ayat 144, 149;
- Al An'aam (6) ayat 71;
- Al Mu'minuun (23) ayat 66.

Asy Syawkani berkata,
lafaz a'qaab adalah bentuk jamak dari 'aqab, asalnya ialah dari lafaz al mu'aqabah dan al 'uqba, yaitu perkara yang datang mengiringi sesuatu yang harus diikutinya, sebagaimana firman Allah, wal 'aaqibatu lil muttaqiin dan dari lafaz al mu'aqabah dan al 'uqb juga berasalnya kata 'aqib (belakang tapak kaki lelaki, atau tumit), serta darinya juga timbul kata al­ 'uqubah (siksaan atau hukuman), karena ia adalah suatu perkara yang datang setelah melakukan dosa.

Abu Ubaidah mengatakan lafaz a'qaab dikatakan bagi orang yang memulangkan hajatnya dan belum mengambil keuntungan daripadanya.

Al Mubarrad pula berkata makna a'qaab ialah kembali membuat jahat setelah berbuat baik.

At Tabari menafsirkan kata a'qaab yang terdapat pada ayat 66 dari surah Al Mu'minuun dengan "ke belakang" dan "berpaling ke belakang"

Semua ayat-ayat yang menyebut lafaz ini berkaitan dengan iman dan kufur, di mana orang yang mendapat keimanan berpaling kembali ke belakang dan kembali kepada kekufuran, sehingga akhirnya mereka tidak mendapat faedah malah berada dalam kerugian. Itu karena mereka tidak mau mengindahkan ayat-ayat yang dibacakan kepada mereka lalu mereka berpaling muka. Maka tangisan mereka di akhirat tidak ada gunanya Iagi." Justru, makna kata a'qaab yang terdapat pada semua ayat yang disebut tadi bermakna "berpaling'' atau "kembali ke belakang."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:7

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat "Ali 'lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali 'lmran karena memuat kisah keluarga 'lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam 'alaihis salam, kenabian dan beberapa mu'jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri 'lmran, ibu dari Nabi 'Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali 'lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi 'Isa 'alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi 'Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga 'lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka'bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


Gambar Kutipan Surah Ali Imran Ayat 144 *beta

Surah Ali Imran Ayat 144



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ali Imran

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.8
Rating Pembaca: 4.6 (10 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ ali imron 144, kesimpulan surah ali imran ayat 144-147, Qs 3 ayat 144, surah ali imron ayat 144 dan penjelasan, surat al imran 3 ayat 144 artinya, suroh ali imran ayat 144-188, tafsir ali imran 144-145