Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 133 [QS. 3:133]

وَ سَارِعُوۡۤا اِلٰی مَغۡفِرَۃٍ مِّنۡ رَّبِّکُمۡ وَ جَنَّۃٍ عَرۡضُہَا السَّمٰوٰتُ وَ الۡاَرۡضُ ۙ اُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِیۡنَ
Wasaari’uu ila maghfiratin min rabbikum wajannatin ‘ardhuhaas-samaawaatu wal ardhu u’iddat lilmuttaqiin(a);
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
―QS. 3:133
Topik ▪ Takwa ▪ Keutamaan takwa ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin
English Translation - Sahih International
And hasten to forgiveness from your Lord and a garden as wide as the heavens and earth, prepared for the righteous
―QS. 3:133

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَسَارِعُوٓا۟ dan bersegeralah kamu

And hasten
إِلَىٰ kepada

to
مَغْفِرَةٍ ampunan

forgiveness
مِّن dari

from
رَّبِّكُمْ Tuhan kalian

your Lord
وَجَنَّةٍ dan surga

and a Garden –
عَرْضُهَا luasnya

its width
ٱلسَّمَٰوَٰتُ langit(jamak)

(is like that of) the heavens
وَٱلْأَرْضُ dan bumi

and the earth
أُعِدَّتْ disediakan

prepared
لِلْمُتَّقِينَ bagi orang-orang yang bertakwa

for the pious.

 

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 133

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu bergegaslah untuk melaksanakan amal saleh, agar kalian mendapatkan ampunan yang besar dari Allah atas dosa-dosa kalian! Juga, agar kalian mendapatkan surga yang amat luas, seluas langit dan bumi, yang hanya disediakan untuk orang-orang yang takut kepada Allah dan siksa-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan bersegeralah kamu) dengan atau tanpa wau

(kepada keampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi) artinya seluas langit dan bumi bila keduanya disambung, sedangkan ‘`ardh’ artinya ialah luas

(yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa) kepada Allah dengan mengerjakan taat dan meninggalkan maksiat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Berlomba-lombalah dalam menaati Allah dan Rasul-Nya agar kalian meraih ampunan besar dari Tuhan kalian dan surga yang luas seluas langit dan bumi, yang Allah siapkan bagi orang-orang yang bertakwa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menganjurkan mereka agar bersegera mengerjakan kebajikan dan berlomba untuk memperoleh derajat taqarrub.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.

Seperti halnya neraka, disediakan untuk orang-orang yang kafir.

Menurut suatu pendapat, makna firman-Nya
“Yang luasnya seluas langit dan bumi”
untuk mengingatkan luas panjangnya seperti yang disebutkan dalam ayat lain yang menggambarkan tentang hamparan surga (permadaninya), yaitu melalui firman-Nya:

di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra.
(QS. Ar-Rahman [55]: 54)

Dengan kata lain, dapat Anda bayangkan bagaimana keindahan bagian luarnya?

Menurut pendapat lain, lebar surga itu sama dengan panjangnya, mengingat bentuk surga seperti kubah yang terletak di bawah Arasy.
Sedangkan sesuatu yang berbentuk seperti kubah, yakni bulat, ukuran panjang dan lebarnya sama.
Pendapat ini diperkuat oleh sebuah hadis sahih yang mengatakan:

Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mintalah kepada-Nya surga Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah bagian yang paling tinggi dari surga dan sekaligus pertengahannya.
Darinya mengalir sungai-sungai surga, dan atap surga adalah Arasy Tuhan Yang Maha Pemurah.

Makna yang dikandung ayat ini sama dengan ayat lain yang ada di dalam surat Al-Hadid, yaitu firman-Nya:

Berlomba-lombalah kalian kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
(QS. Al-Hadid [57]: 21), hingga akhir ayat.

Telah diriwayatkan kepada kami di dalam kitab Musnad Imam Ahmad, bahwa Heraklius pernah menulis surat kepada Nabi ﷺ yang isinya menyatakan,
“Sesungguhnya engkau telah mengajakku untuk memperoleh surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Kalau demikian, di mana neraka?”
Maka Nabi ﷺ menjawab dengan balik bertanya:

Subhanallah (Mahasuci Allah), di manakah malam bila siang hari tiba?

Ibnu Jarir meriwayatkannya.
Untuk itu ia mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Muslim ibnu Khalid, dari Abu Khaisamah, dari Sa’id ibnu Abu Rasyid, dari Ya’la ibnu Murrah yang menceritakan bahwa ia pernah bersua dengan At-Tanukhi yang pernah menjadi utusan Heraklius kepada Rasulullah ﷺ di Himsa, dia telah berusia lanjut dan lemah sekali.
Ia berkata bahwa ia datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ dengan membawa surat Heraklius.
Lalu surat itu diterima oleh seorang lelaki yang ada di sebelah kiri beliau.
At-Tanukhi melanjutkan kisahnya, lalu ia berkata,
“Siapakah teman kalian yang akan membaca surat ini?”
Mereka (para sahabat) menjawab,
“Mu’awiyah.”
Ternyata isi surat Heraklius mengatakan,
“Sesungguhnya engkau telah berkirim surat kepadaku, yang isinya engkau menyeruku untuk memperoleh surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Kalau begitu, di manakah nerakanya?”
At-Tanukhi melanjutkan kisahnya, bahwa Rasulullah ﷺ menjawab dengan balik bertanya:
Mahasuci Allah, di manakah malam hari bila siang hari datang?

Al-A’masy, Sufyan As-Sauri, dan Syu’bah meriwayatkan dari Qais ibnu Muslim, dari Tariq ibnu Syihab yang menceritakan bahwa segolongan orang-orang Yahudi pernah bertanya kepada Khalifah Umar ibnul Khattab tentang surga yang luasnya seluas langit dan bumi, lalu di manakah neraka?
Maka Umar menjawab mereka,
“Bagaimanakah pendapat kalian bila siang hari datang, di manakah malam hari?
Bilamana malam hari datang, di manakah siang hari?”
Mereka menjawab,
“Sesungguhnya engkau telah memetik hal yang semisal dari kitab Taurat.”
Asar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui tiga jalur.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Hazim, telah menceritakan kepada kami Abu Na’im, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Barqan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnul Asam, bahwa seorang lelaki dari kalangan Ahli Kitab mengatakan,
“Mereka mengatakan bahwa surga itu luasnya seluas langit dan bumi, maka di manakah neraka?”
Maka Ibnu Abbas r.a. menjawab,
“Di manakah malam hari bila siang hari tiba?
Di manakah siang hari bila malam hari tiba?”

Hal ini diriwayatkan pula secara marfu’.
Untuk itu Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ma’mar, telah menceritakan kepada kami Al-Mugirah ibnu Salamah Abu Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziyad, dari Ubaidillah ibnu Abdullah ibnul Asam, dari pamannya (yaitu Yazid ibnul Asam), dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu mengatakan,
“Bagaimanakah pendapatmu mengenai firman-Nya:

‘dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi’

Maka di manakah neraka?”
Nabi ﷺ menjawab:

“Bagaimanakah menurutmu apabila malam tiba menyelimuti segala sesuatu, di manakah siang harinya?”
Lelaki itu menjawab,
“Di suatu tempat yang dikehendaki oleh Allah.”
Maka Nabi ﷺ bersabda,
“Demikian pula neraka, ia berada di suatu tempat yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Hadis ini mempunyai dua makna, yaitu:

Pertama, yang dimaksud ialah bahwa ketidakmampuan kita menyaksikan malam hari bila siang hari tiba bukan berarti malam itu tidak ada di suatu tempat, sekalipun kita tidak mengetahuinya.
Demikian pula neraka, ia berada di suatu tempat yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala Pengertian ini lebih jelas, seperti yang dikemukakan oleh hadis Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar tadi.

Kedua, mengartikah bahwa siang hari apabila menyinari alam dari belahan ini, maka malam hari berada di belahan lainnya.
Demikian pula halnya surga, ia berada di tempat yang paling atas di atas langit di bawah Arasy, yang luasnya adalah seperti yang diungkapkan di dalam firman-Nya:

seluas langit dan bumi.
(QS. Al-Hadid [57]: 21)

Sedangkan neraka berada di tempat yang paling bawah.
Dengan demikian, berarti tidaklah bertentangan antara pengertian luasnya surga yang seluas langit dan bumi dengan keberadaan neraka.

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isaalaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adamalaihis salam, kenabian dan beberapa mukjizat-nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isaalaihis salam.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isaalaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isaalaihis salam ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

Musyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Qari Internasional

QS. Ali-Imran (3) : 133 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Ali-Imran (3) : 133 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Ali-Imran (3) : 133 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

QS. Ali-Imran (3) : 130-135 ⊸ Toni Heryanto (Indonesian)

QS. Ali-Imran (3) : 130-135 ⊸ Toni Heryanto (Arabic)

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Ali Imran ayat 133 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 133 - Gambar 2

Statistik QS. 3:133
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga ‘Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa’
Sending
User Review
4.3 (13 votes)

Tags:

Quran 3:133, 3 133, 3-133, Ali Imran 133, tafsir surat AliImran 133, Al Imran 133

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Hadits Shahih

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #17

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙDalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah … dan bila

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan

Kamus Istilah Islam