QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 125 [QS. 3:125]

بَلٰۤی ۙ اِنۡ تَصۡبِرُوۡا وَ تَتَّقُوۡا وَ یَاۡتُوۡکُمۡ مِّنۡ فَوۡرِہِمۡ ہٰذَا یُمۡدِدۡکُمۡ رَبُّکُمۡ بِخَمۡسَۃِ اٰلٰفٍ مِّنَ الۡمَلٰٓئِکَۃِ مُسَوِّمِیۡنَ
Bala in tashbiruu watattaquu waya’tuukum min faurihim hadzaa yumdidkum rabbukum bikhamsati aalaafin minal malaa-ikati musau-wimiin(a);

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
―QS. 3:125
Topik ▪ Takwa ▪ Menyeru pada ketakwaan ▪ Dunia merupakan tempat ujian
3:125, 3 125, 3-125, Ali Imran 125, AliImran 125, Al Imran 125

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 125

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 125. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 124-125:
Untuk lebih memperkuat hati dan tekad kaum muslimin dalam menghadapi peperangan Uhud ini, Nabi mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan dibantu oleh Allah 3,000 Malaikat, bahwa apabila mereka sabar dan tabah menghadapi segala bahaya dan bertakwa, Allah Akan membantu mereka dengan 5.000 Malaikat.

Menurut riwayat Dahhaq, bantuan dengan 5.000 Malaikat ini adalah janji dari Allah yang dijanjikan Nya kepada Nabi Muhammad ﷺ.
jika kaum muslimin sabar dan bertakwa.
Ibnu Zaid meriwayatkan, ketika kaum muslimin melihat banyaknya tentara kaum musyrikin dan lengkapnya persiapan mereka, mereka bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Apakah dalam perang Uhud ini Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan membantu kita sebagaimana Dia telah membantu kita pada perang badar?”
Maka turunlah ayat ini.

Memang dalam perang Badar Allah telah membantu kaum muslimin dengan 1000 malaikat sebagaimana tersebut dalam firman Nya:

(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan Nya bagimu.
“Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut turut”.

(Q.S Al Anfal: 9)

Pada mulanya dalam perang Uhud ini kaum muslimin sudah dapat mengacau balaukan musuh sehingga banyak di antara mereka yang lari kucar-kacir meninggalkan harta benda mereka, dan mulailah tentara Islam berebut mengambil harta benda itu sebagai ganimah (rampasan).
Melihat keadaan ini para pemanah diperintahkan Nabi Muhammad ﷺ.
supaya tetap bertahan di tempatnya, apapun yang terjadi, menyangka kaum musyrikin telah kalah, lalu mereka meninggalkan tempat mereka dan turun untuk ikut mengambil harta ganimah.

Karena tempat itu telah ditinggalkan pasukan pemanah, Khalid bin Walid panglima kaum musyrikin waktu itu, dengan pasukan berkudanya naik ke tempat itu dan mendudukinya, lalu menghujani kaum muslimin dari belakang dengan anak panah sehingga terjadilah kekacauan dan kepanikan di kalangan kaum muslimin.
Dalam keadaan kacau balau itu kaum musyrikin mencoba hendak mendekati markas Nabi Muhammad ﷺ.
tetapi para sahabat dapat mempertahankannya walaupun Nabi Muhammad ﷺ.
mendapat luka pada muka dan bibirnya serta patah sebuah giginya.
Akhirnya berkat kesetiaan mereka membela Nabi Muhammad ﷺ.
dan kegigihan mereka mempertahankan posisinya, mereka bersama Nabi naik kembali ke bukit Uhud dengan selamat.
Dengan demikian berakhirlah pertempuran dan pulanglah kaum musyrikin menuju Mekah dengan rasa kecewa karena tidak dapat mengalahkan Muhammad dan pasukannya, walaupun mereka sendiri masih selamat dari kehancuran.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ya, cukup.
Bahkan bila kalian sama-sama bertahan dalam peperangan dan istikamah dalam ketakwaan, kemudian musuh-musuh datang pada saat itu juga, niscaya Allah akan menambah bantuan-Nya menjadi lima ribu malaikat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ya) itu cukup bagi kamu.

Dalam surah Al-Anfal disebutkan seribu yakni sebagai bantuan pertama kemudian menjadi tiga ribu lalu lima ribu sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Jika kamu bersabar) dalam menghadapi musuh (dan bertakwa) kepada Allah dalam menghindari pertikaian (dan mereka datang) yakni orang-orang musyrikin (pada ketika itu juga) buat menyerang kamu (maka Tuhanmu akan membantu kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda) ada yang membaca musawwimiina dan ada pula musawwamiina keduanya berarti memakai tanda.

Sungguh mereka itu telah menunjukkan kesabaran sehingga Allah pun menepati janji-Nya yaitu dengan ikut sertanya pasukan malaikat di atas kuda-kuda belang dengan memakai serban berwarna kuning atau putih yang mereka lepaskan teruntai di atas bahu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Benar, bala bantuan tersebut sudah mencukupi plus kabar gembira yang lainnya untuk kalian.
Yaitu bila kalian sabar dalam menghadapi musuh, bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Orang-orang musyrikin Mekkah datang kepada kalian dengan cepat untuk memerangi kalian, mereka mengira bahwa mereka akan mampu menghabisi kalian semuanya.
Dalam keadaaan demikian niscaya Allah akan mendukung kalian dengan lima ribu malaikat yang telah membuat tanda yang terang bagi diri mereka dan kuda-kuda perang mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ikrimah menambahkan, dan tidak pula dengan tiga ribu malaikat, karena berdasarkan kepada firman-Nya:

Ya (cukup), jika kalian bersabar dan bertakwa.

Tetapi ternyata mereka tidak bersabar, bahkan lari dari medan perang.
Karena itu, mereka tidak diberi pertolongan dengan seorang malaikat pun.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ya (cukup), jika kalian bersabar dan bertakwa.

Maksudnya, jika kalian bersabar dalam menghadapi musuh kalian dan kalian bertakwa kepada-Ku serta taat kepada perintah-Ku.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan mereka datang menyerang kalian dengan seketika itu juga.

Menurut Qatadah, Al-Hasan, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas serta As-Saddi disebutkan bahwa arti min faurihim ialah dari arah mereka yang ini.

Menurut Mujahid, Ikrimah,dan Abu Saleh ialah dengan kemarahan mereka.

Menurut Ad-Dahhak, artinya dengan kemarahan mereka dan datang menyerang dari arah mereka.

Menurut Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, disebutkan dari perjalanan mereka.
Menurut pendapat yang lain, karena terdorong oleh kemarahan mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…niscaya Allah menolong kalian dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

Yaitu memakai tanda khusus.

Abu Ishaq As-Subai’i meriwayatkan dari Harisah ibnu Mudarrib, dari Ali ibnu Abu Talib r.a.
yang telah mengatakan bahwa tanda malaikat dalam Perang Badar ialah memakai kain bulu berwarna putih, dan tanda yang lainnya terdapat pada ubun-ubun kuda mereka.
Demikian menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Hudbah ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Muhammad ibnu Amr ibnu Alqamah, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah r.a.
sehubungan dengan ayat ini, yaitu firman-Nya: yang memakai tanda.), Bahwa mereka memakai tanda bulu berwarna merah.

Menurut Mujahid, makna firman-Nya: yang memakai tanda., Yakni rambut kuda mereka dibuang, dan diberi tanda pada ekornya dengan kain bulu, juga pada ubun-ubun kuda mereka.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.
yang mengatakan bahwa para malaikat datang membantu Nabi Muhammad ﷺ dengan memakai tanda kain bulu.
Maka Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya mengenakan tanda pula pada diri mereka dan kuda-kuda mereka seperti tanda yang dipakai oleh para malaikat.

Qatadah dan Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang memakai tanda., Yaitu tanda peperangan.
Makhul mengatakan, “Dengan memakai tanda sorban.”

Ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui hadis Abdul Quddus ibnu Habib, dari Ata ibnu Abu Rabbah, dari ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda sehubungan dengan firman-Nya: Yang memakai tanda..
Yang dimaksud dengan musawwamln ialah memakai tanda, dan tersebutlah bahwa tanda yang dipakai oleh para malaikat dalam Perang Badar ialah memakai sorban hitam, sedangkan dalam Perang Hunain memakai sorban merah.

Diriwayatkan melalui hadis Husain ibnu Mukhariq, dari Sa’id, dari Al-Hakam, dari Miqsam, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa malaikat tidak ikut berperang kecuali hanya dalam peperangan Badar.

Ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku orang yang tidak aku curigai, dari Miqsam, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa tanda pengenal malaikat pada Perang Badar ialah memakai sorban putih yang ujungnya mereka juraikan ke belakang punggung mereka.
Sedangkan dalam Perang Hunain mereka memakai tanda kain sorban merah.
Para malaikat belum pernah berperang dalam suatu hari pun kecuali dalam Perang Badar, mereka biasanya hanya membentuk pasukan dan bantuan, tetapi tidak ikut memukul dalam perang.

Kemudian Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Al-Hasan ibnu Imarah, dari Al-Hakam, dari Miqsam, dari Ibnu Abbas, lalu ia menyebutkan hadis yang semisal.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Ahmasi, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Urwah, dari Yahya ibnu Abbad, bahwa Az-Zubair r.a.
di saat Perang Badar memakai kain sorban berwarna kuning seraya melipatkannya.
Maka para malaikat turun membantu pasukan kaum muslim dengan memakai kain sorban kuning.

Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui jalur Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Abdullah ibnuz Zubair, lalu ia mengetengahkan hadis ini.


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 125 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 125 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 125 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:125
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.7
Ratingmu: 4.3 (29 orang)
Sending







Pembahasan ▪ arti surah ali imran 125-126 ▪ ali imran 125

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta