QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 114 [QS. 3:114]

یُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَ الۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَ یَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡکَرِ وَ یُسَارِعُوۡنَ فِی الۡخَیۡرٰتِ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ مِنَ الصّٰلِحِیۡنَ
Yu’minuuna billahi wal yaumi-aakhiri waya’muruuna bil ma’ruufi wayanhauna ‘anil munkari wayusaari’uuna fiil khairaati wa-uula-ika minash-shaalihiin(a);

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan, mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
―QS. 3:114
Topik ▪ Takwa ▪ Bersegera dalam melakukan kebaikan ▪ Azab orang kafir
3:114, 3 114, 3-114, Ali Imran 114, AliImran 114, Al Imran 114

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 114

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 114. Oleh Kementrian Agama RI

Mereka beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan kepada hari akhirat dengan iman yang sungguh-sungguh, iman yang tidak dicampur dengan kemunafikan.

Beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala berarti beriman pula kepada yang wajib diimani dan dipercayai, mencakup rukun-rukun iman seperti beriman kepada malaikat, para rasul, kitab-kitab samawi, kada dan kadar dan lain-lain sebagainya.

Beriman kepada hari akhirat, berarti menjauhi segala macam maksiat, karena akin apabila mereka berbuat maksiat di dunia mereka di azab nanti di hari kemudian dan mereka mengerjakan kebaikan karena mengharapkan pahala dan keridaan Allah subhanahu wa ta’ala

Setelah mereka menyempurnakan diri dengan sifat-sifat dan amal-amal perbuatan yang baik seperti tersebut di atas, mereka berusaha lagi untuk menyelamatkan orang-orang lain dari kesesatan, yaitu dengan membimbing mereka kepada jalan kebaikan dengan amar makruf, atau mencegah mereka dari perbuatan yang dilarang agama dengan jalan nahi mungkar.

Selanjutnya mereka secara bersama-sama bersegera dan berlomba-lomba mengerjakan pelbagai kebaikan.

Oleh karena mereka telah memiliki sifat-sifat mulia dan amal-amal baik seperti tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala memasukkan mereka kepada golongan orang-orang yang saleh.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Golongan ini juga membenarkan wujud Allah dan keesaan-Nya, adanya para rasul–dengan tetap tidak menyembah selain Allah–dan membenarkan kedatangan hari kiamat, mengajak kepada ketaatan, melarang perbuatan maksiat dan selalu bergegas untuk melakukan banyak kebaikan.
Mereka itu, menurut Allah, termasuk dalam golongan orang saleh.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka beriman kepada Allah dan hari yang akhir, menyuruh kepada yang makruf dan melarang dari yang mungkar dan berlomba-lomba mengerjakan kebaikan.

Mereka itulah) yakni yang dilukiskan tadi (termasuk orang-orang yang saleh).

Di antara mereka ada pula yang tidak seperti demikian dan tidak termasuk orang-orang yang saleh.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir, mengajak kepada kebaikan seluruhnya dan mencegah keburukan seluruhnya, berlomba-lomba dalam menjalankan kebaikan, mereka termasuk hamba-hamba Allah yang shalih.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebajikan, mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

Mereka adalah orang-orang yang disebutkan di dalam akhir surat Ali Imran ini melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah hati kepada Allah.(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 199), hingga akhir ayat.

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:

Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya.

Artinya, pahala kebajikan yang mereka lakukan tidak akan hilang di sisi Allah, bahkan Allah akan memberikannya kepada mereka dengan balasan pahala yang sangat berlimpah.


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 114 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 114 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 114 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:114
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.8
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta